MD disini merupakan singkatan dari Masa Depan.

Dalam ilmu manajemen, setiap korporat disarankan memiliki tujuan dan perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang. Setiap individupun disarankan demikian. Dengan cara ini, baik korporat maupun individu akan memiliki arah ke depan yang jelas dan cara mencapainya.

Boleh-boleh saja kita memiliki perencanaan dan cita-cita pribadi di MD. Semua harapan baik boleh kita koleksi. Tetapi jangan sampai semangat untuk merencanakan MD membuat kita mengabaikan segala sesuatu di saat sekarang. Kita tidak memberikan totalitas di saat sekarang, melainkan selalu membayangkan MD yang baik dan indah setiap saat. Bagi orang seperti ini, kalau bisa waktu akan diputar ke MD. Jika ’MD menjadi masa sekarang’ seperti ini, bisakah kita merealisasikan tujuan MD kita ?

Seandainya kita membiarkan diri terbelenggu oleh MD, seumpama kendaraan bermotor yang rodanya copot dan meluncur ke depan. Apakah kendaraan tersebut bisa berjalan dengan baik dan mengantar kita ke tempat tujuan ? Tentu jawabannya TIDAK. MD tidak boleh menghalangi konsentrasi kita terhadap apa yang sedang dihadapi. MD seharusnya menjadi kereta yang membawa kita melewati tahap demi tahap di saat sekarang menuju MD yang diinginkan.

Banyak orang berkubang dalam harapan tinggi akan MD. Mereka seakan terlupa dengan kenyataan bahwa MD belumlah datang. Jika saat sekarang, dari waktu ke waktu kita berikan diri kita yang terbaik, bukankan MD akan mengalir menjadi masa sekarang, yang selanjutnya menjadi masa lalu, yang tidak akan pernah kita sesali ?

Sang Buddha tidak melarang kita merencanakan MD. Kita diajarkan agar mampu secara tepat memperlakukan MD. Boleh-boleh saja kita berharap MD yang baik. Tetapi jangan sampai MD mendominasi waktu, pikiran, dan perhatian kita sehingga tidak bisa berkonsentrasi kepada apa-apa yang sedang dihadapi di saat sekarang. Hubungan kita dengan MD bukan harus diputus. MD seyogyanya dijadikan tuntunan, visi, dan penunjuk jalan.

Sang Buddha mengatakan, “Mereka tak sedih pada masa lalu, tak mengejar yang belum datang, saat sekarang adalah cukup. Merindukan MD, menyesali masa lalu, orang dungu (yang melakukan hal seperti itu) akan merana seperti ilalang dibabat”.