Kadang muncul dalam benak saya, pertanyaan kenapa saya terlahir sebagai manusia. Mungkin Andapun demikian. Jawabannya sangat mudah. Kita terlahir karena buah karma dari kehidupan-kehidupan sebelumnya. Sama sekali bukan karena penciptaan dari suatu Makhluk Adi Kuasa.

Pertanyaan berlanjut dengan, setelah terlahir sebagai manusia, apa yang seharusnya menjadi tujuan kehidupan ini ?

Ditinjau dari tujuan yang dimiliki dalam kehidupan ini, manusia dibagi dalam empat kategori, yaitu :

  • Sama sekali tidak punya tujuan hidup.
  • Punya tujuan hidup tapi tidak pernah mencoba merealisasikan tujuan tersebut.
  • Punya tujuan hidup dan berupaya untuk meraihnya, tetapi mundur begitu menemui masalah dan hambatan.
  • Punya tujuan hidup dan berupaya keras untuk meraihnya, serta bangun kembali walaupun jatuh atau gagal dalam perjalanannya.

Sang Buddha dalam Anguttara Nikaya II : 65, mengatakan bahwa ada empat hal yang dapat diinginkan oleh semua orang dalam kehidupannya, yaitu :

  • Keinginan supaya menjadi kaya.
  • Keinginan supaya mempunyai kedudukan yang tinggi (terpandang).
  • Keinginan supaya panjang usia dan sehat.
  • Keinginan setelah meninggal lahir di alam-alam bahagia (surga). Tentu saja tujuan akhir (jangka panjang) setiap buddhis adalah merealisasikan kebebasan mutlak (Nibbana/Nirwana).

Saya ingin menambahkan satu lagi tujuan dalam kelahiran sekarang sebagai manusia, yaitu keinginan menjadi ’Manusia Manfaat’.

Dalam bahasa Pali, ‘attha’ berarti keuntungan, kesejahteraan, atau manfaat. ’Manusia Manfaat’ seharusnya membawa atau memberikan enam attha sebagai berikut :

  • Attattha : manfaat kepada diri sendiri.
  • Parattha : manfaat kepada orang lain.
  • Ubhayattha : manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain.
  • Ditthidhammikattha : manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan ini.
  • Samparayikattha : manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan yang akan datang.
  • Paramattha : manfaat kepada diri sendiri yang tertinggi (Nibbana/Nirvana).

Jika seorang ‘Manusia Manfaat’ tidak hanya mampu memberikan manfaat kepada diri sendiri, tetapi juga kepada orang atau makhluk lain, sebenarnya dia sedang di jalan tol menuju pencapaian manfaat yang tertinggi (Nibbana/Nirvana).