Suatu ketika saya pulang kerja lebih malam dari biasanya. Waktu yang ada sangat mepet untuk kejar feeder busway terakhir ke Tangerang. Dengan tergesa saya menyusuri trotoar menuju halte busway terdekat. Antrian di depan loket cukup panjang dan tidak bergerak. Usut punya usut, busway tertahan karena ada demo. Refleks dalam hati saya membaca paritta dan di lubuk hati terdalam berharap semoga segera teratasi.

Tidak tahu karena parittanya manjur atau sebab lainnya, busway mulai berdatangan walau sesekali. Antrian di depan loket mulai mencair dan saya berhasil masuk ke dalam halte. Tapi aalaah mak …. antrian untuk masuk ke busway-pun cukup panjang. Kembali refleks paritta dibacakan dalam hati. Busway silih berganti datang secara cepat dan segera saya mendapat tempat di busway.

Sampailah saya di halte yang dituju. Sewaktu menyusuri tangga halte busway yang lumayan panjang, terlihat feeder busway sudah stand by. Biasanya feeder hanya berhenti sebentar untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Kembali refleks paritta dibacakan dalam hati. Feeder tidak beranjak, sampai saya masuk ke dalamnya.

Apakah lancarnya saya mengantri di depan loket busway, menunggu di pintu masuk busway dan naik feeder busway merupakan buah karma baik dari membaca paritta saat itu ? Kebanyakan orang berlaku sama dalam kondisi kepepet atau dalam kesusahan akan membaca paritta. Tetapi saya yakin bahwa semuanya merupakan buah karma baik dari berbagai perbuatan baik yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya. Apa lacur karena sudah kebiasaan dan kebanyakan orang melakukannya, sering refleks saya juga melakukannya.

Membaca paritta dan berdoa dalam kondisi kepepet boleh-boleh saja sepanjang dilakukan dengan benar contohnya sehabis baca paritta kita berdoa, “Semoga karma baik saya berbuah sehingga keburu mengejar feeder busway. Semoga karma baik yang telah saya lakukan melimpah kepada sanak keluarga yang telah meninggal, semoga mereka terlahir di alam yang lebih baik, semoga mereka berbahagia. Saya bertekad memupuk lebih banyak lagi perbuatan baik.“. Doa akan “manjur” jika banyak perbuatan baik sudah kita lakukan sebelumnya.