Selain sebagai karyawan perusahaan, saya juga memiliki profesi sampingan sebagai “pria panggilan”, yang diundang ke berbagai cetiya/vihara. Tentu saja setiap kali berceramah, ada keinginan kuat untuk melihat umat yang hadir banyak dan mendengarkan dengan antusias. Tidak jarang muncul pertanyaan dari umat “berapa besar buah dari karma baik berkebaktian secara rutin ?”.

Tanpa perlu lama memeras otak, saya segera mendapatkan jawaban yang cespleng. Berkebaktian rutin, apalagi secara penuh konsentrasi, buah karma baiknya besar. Tentu ini bukan upaya “promosi” ke umat supaya rajin kebaktian. Juga bukan pepesan kosong dari “lubuk hati yang paling dangkal”.

Mari kita merunut jenis perbuatan baik sewaktu seseorang mengikuti suatu kebaktian.

Dimulai dengan membacakan Namakara Gatha dan bernamaskara tiga kali. Namaskara merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada Sang Buddha, juga latihan kita untuk memupuk sikap rendah hati.

Selanjutnya membaca paritta, mengingatkan kita akan Ajaran agung Sang Buddha, sekaligus mengulang ajaranNya kepada makhluk-makhluk lain yang tidak kelihatan tetapi mungkin ikut mendengarkan.

Bermeditasi, walaupun tidak lama, merupakan bagian penting untuk memfokuskan pikiran kita dengan berkonsentrasi kepada obyek yang dipilih.

Lanjutannya adalah mendengarkan Dhammadesana, yang dalam Mangala Sutta dikatakan merupakan berkah utama.

Diteruskan dengan berdana, merupakan bentuk perbuatan baik dan latihan untuk melepaskan diri dari keterikatan terhadap harta benda keduniawian.

Berikutnya adalah menyanyikan lagu buddhis, berarti mengulang ajaran Sang Buddha dalam bentuk nada dan irama yang enak didengar.

Kesemuanya kemudian diikuti dengan pelimpahan jasa melalui pembacaan paritta Ettavata atau Pattidana.

Berarti paling tidak ada tujuh jenis kebaikan yang seseorang lakukan sepanjang satu rangkaian acara kebaktian. Bukankah ini merupakan perbuatan baik yang besar, lengkap lewat badan jasmani, ucapan dan pikiran ?

Tentu saja rangkaian kebaktian bisa berbeda antara satu cetiya/vihara dengan cetiya/vihara lainnya. Tapi yakinlah apabila kita mengikuti kebaktian dengan penuh konsentrasi berarti kita memupuk diri kita dengan karma baik yang tidak sedikit, yang makin lama akan makin membukit lalu menggunung.