Banyak hal baru yang saya jumpai di perusahaan baru. Salah satunya adalah bos. Mendengar kata “Bos”, orang lantas berpikir sosok yang berkuasa dan memerintah. Apalagi jika yang dimaksud adalah “Bos gede” bukan “Bos cilik”. Tetapi saya terperangah menemukan salah satu “Bos” di perusahaan ini, yang jauh dari kesan angker, galak, dan hanya duduk memerintah dari “singgasana tinggi”.

Saya “angkat topi” kepada “Bos” ini dan berniat menjadikan beliau sebagai salah satu panutan. Selain profesional sebagai pekerja, beliau juga sangat “merakyat”, mampu berbicara bahasa gaul anak muda, bisa akrab dan tidak sungkan menegur karyawan yang jauh di bawah levelnya. Dalam cerita silat Kho Ping Hoo, beliau seumpama “Siansu” (dewa) yang patut diteladani pikiran, ucapan, dan tingkah lakunya.

Dalam salah satu tulisan, saya menjelaskan tentang “Manajemen Diri” yaitu konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan seseorang sehingga pikirannya sama dan sejalan dengan ucapan dan perbuatan. “Bos” ini sangat layak masuk kriteria praktisi manajemen diri yang handal.

Di lain tulisan, saya menyinggung “Manajemen 360 Derajat” dimana penilaian karyawan tidak hanya diambil dari penilaian atasan langsung ataupun atasan keduanya, tetapi juga dari rekan sekerja yang satu level (peer) maupun dari bawahan langsung (subordinate). Jika “Bos” tersebut dinilai dengan metode ini, pasti beliau mendapat poin maksimal dari para anak buahnya karena tidak hanya beliau mampu bergaul dengan bawahan langsung tetapi juga bawahan-bawahan tidak langsung yang banyak jumlahnya. Pemimpin seperti “Bos” inilah yang akan mampu bertahan dan terus dikenang.

Sang Buddha membabarkan Sigalovada Sutta 2500 tahun yang lalu mengenai penghormatan ke arah samping (ayah, ibu, guru, istri, suami, anak, sahabat, dan relasi), arah atas (pertapa, orang suci dan bijaksana), dan arah bawah (pelayan dan buruh).

Mencontoh Sang Buddha dan “Bos” ini, marilah kita berpraktek memperlebar lingkaran penghormatan dan rendah hati kita kepada mereka yang sejajar maupun yang berada di bawah kita, tidak hanya kepada yang di atas kita.