“Betapa pun besar kekuasaannya, penguasa pemerintah yang mengabaikan kebenaran niscaya akan tergulingkan”. KHUDDAKA NIKAYA, JATAKA II : 51

Ada yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu, biasanya diraih melalui proses pembelajaran atau telah puas merasakan asam garamnya kehidupan (pengalaman). Dan ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan adalah bakat dari sejak lahir, yang bisa saja merupakan warisan dari kedua orang tua atau muncul secara alami, yang mana kedua orang tua tidak memiliki potensi yang demikian. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu (timbul), dikarenakan oleh adanya bakat dari sejak lahir dan ditambah lagi dengan belajar serta pengalaman hidup. Jika di analisa dari ketiga jenis pendapat ini maka akan bisa ditarik suatu kesimpulan bahwa kepemimpinan yang didasarkan oleh bakat dari sejak lahir dan didukung oleh pengetahuan yang memadai serta pengalaman yang cukup, pasti akan menghasilkan seorang pemimpin yang sangat handal, piawai, efektif, efisien dan produktif.

SIR PETER PARKER : “Keberhasilan seorang manajer dalam mengkombinasikan semua dari ketiga dimensi (ekonomi, kewirausahaan dan sosial) tergantung pada kemampuannya dalam memimpin. Manusia lebih senang dipimpin dibandingkan diatur. Saya pikir memang demikian adanya karena proses kepemimpinan yang baik membuat seorang pemimpin mengerti betapa dia sangat tergantung pada orang orang lain. Pemimpin harus mendengarkan mereka dan itu artinya dia bisa ditemui”.

Selanjutnya, agar fungsi kepemimpinan “bisa” terfokuskan dan terlaksana dengan baik serta benar maka seorang pemimpin haruslah didukung oleh :

I.- SELF DISCIPLINE. Realitanya, pemimpin yang tidak memiliki kedisiplinan diri, programnya akan berantakan dan apapun yang dilaksanakan, hasilnya tidaklah akan optimal atau sesuai dengan yang dikehendaki. Kedisiplinan diri, haruslah dimiliki oleh seorang pemimpin. Jika tidak maka fungsinya akan kacau dan sasarannya akan ngawur. Contoh contoh dari kedisiplinan diri ini adalah :

1a.- On Time masuk dan pulang kantor. 1b.- On Time menepati janji. 1c.- On Time menyiapkan apapun yang telah direncanakan. 1d.- On Time dikala bekerja dan istirahat. 1e.-. Konsisten dan konsekwen dengan peraturan yang telah disepakati “Works while you work, play while you play, that is the way to be happy and gay”.

II.- PURPOSE. Apapun bisnis yang dikerjakan, tujuan utamanya tiada lain adalah profit. Profit akan diraih jika tujuannya, jelas dan logis direalisasikan. Misalnya : Bertujuan mendistribusikan boneka di area A. Agar tujuan “bisa” tercapai,

  1. Di Area tersebut, haruslah ada anak anak.
  2. Taraf kehidupannya cukup memadai atau daya belinya dimungkinkan.
  3. Produk tersebut adalah legal, baik dari segi hukum maupun adat istiadat setempat. Bagaimanapun bagus, ekonomis dan kompetitifnya suatu produk jika tujuannya tidak jelas dan irrasional direalisasikan, hasilnya pasti buntung atau “no profit”.

III.- ACCOMPLISHMENT. Setelah disiplin diri dimiliki dan tujuannya jelas serta logis direalisasikan maka haruslah sesegera mungkin dilaksanakan agar memberikan hasil yang opotimal. Kenyataannya, bagaimanapun indah atau “perfect” nya suatu teori jika tanpa adanya pelaksanaan maka hasilnya adalah nol ! Demikian juga dalam bisnis, kalau sudah nyata strategi dan taktiknya cemerlang maka laksanakanlah sesegera mungkin agar sasarannya “bisa” dicapai. “Who never tried can never win a pride”.

IV.- RESPONSIBILITY. Pemimpin yang selalu menghindar atau lari dari tanggung jawab, secara tidak langsung telah menumpulkan otoritasnya, yang dampak nyatanya adalah memunculkan ketidakpercayaan, ketidakhormatan, ketidakseganan dan ketidakkaguman. Dan yang pasti, pemimpin yang otoritasnya mandul akan selalu gagal menjalankan fungsinya karena semua instruksinya akan selalu diabaikan atau dicuekin. Oleh karena itu, salah satu konsekwensi seorang pemimpin adalah harus berani dan mau bertanggung jawab atas apapun yang terjadi, sejauh berada dibawah hirarkinya. “Don’t break the mirrow if you see your face bad”.

V.- KNOWLEDGE. Menjadi seorang Pemimpin, bukanlah selalu berarti lebih piawai atau jenius dibandingkan orang lain. Adakalanya, di bidang “marketing concept” lebih unggul tetapi di bidang “marketing strategy”, bisa saja lemah. Didasarkan oleh kenyataan ini, hendaknya proses pembelajaran itu, dilaksanakan secara berkesinambungan. “Knowledge is a treasure but practice is the key to do it”.

VI.- LADDERSHIP. Pemimpin yang membawahi beberapa departemen atau devisi, jenjang komandonya bisa saja langsung atau tidak langsung. Berkenaan dengan ini maka koordinasi dan komunikasi tugas, wewenang dan tanggung jawab, haruslah jelas agar hasil yang diharapkan senantiasa sesuai dengan standard.

VII.- EXAMPLE. Biasanya, apa yang diperbuat oleh seorang Pemimpin, itulah yang akan dicontoh. Berkenaan dengan hal ini maka sebagai konsekwensinya, seorang Pemimpin haruslah selalu memberikan contoh yang baik, misalnya : ber-iman, jujur, tekun, setia, positive thinking, ulet, disiplin, ber-inisiatif, percaya diri, berpandangan luas/tidak rasialis dan lain sebagainya. “Action speaks louder than words”.

KESIMPULAN :

Sang Buddha Gautama adalah salah seorang Pemimpin spritual dunia yang bisa dijadikan suri tauladan. Selama 45 tahun lamanya Beliau membabarkan dharma, tiada seorangpun pengikut Nya yang antipati atau kecewa. Penyebabnya, tiada lain adalah Beliau

  1. Pemimpin yang penuh dengan kedisiplinan (sila).
  2. Pemimpin yang jelas tujuannya (Nibbana).
  3. Pemimpin yang logika ajaran Nya (bisa dicapai).
  4. Pemimpin yang bertanggung jawab (ehipassiko).
  5. Pemimpin yang berwawasan dan berpengetahuan luas (tidak fanatik).
  6. Pemimpin yang jelas manajemennya (vinaya).
  7. Pemimpin yang selalu menekankan bahwa baik tidaknya diri seseorang, sangatlah ditentukan oleh apa yang dia kontribusikan dan bukanlah semata mata dinilai atau dilihat dari penampilan luar saja (karma).

“Penguasa pemerintah yang memiliki kebijaksanaan, hendaknya mencari kebahagiaan demi penduduknya”. KHUDDAKA NIKAYA, JATAKA I : 1056.

Sabbe Satta Sabba Dukkha Pamuccantu – Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata : Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita & semoga semuanya senantiasa berbahagia, sadhu,…sadhu,…..sadhu,……