Kenapa kita harus terlalu melekat pada diri ini? cobalah renungkan, tubuh ini dan paras ini walaupun secantik dan seganteng apapun, suatu ketika akan layu, dan isi didalam tubuh ini hanyalah berisi tengkorak dan cairan darah, yang membuat orang yang memandang itu menjadi ngeri, jijik dan takut, dan kalau tengkorak ini dibakar maka jadilah abu, jadi apa yang kita banggakan tentang diri ini? Semuanya akan kembali ke unsur2 aslinya, sadarilah! Hidup di dunia ini bukanlah untuk memupuk kecantikan lahiriah dan pemuasan nafsu semata aja, tapi kita datang ke dunia ini tujuannya adalah untuk menyempurnakan diri, bukan untuk menyempurnakan kecantikan lahiriah, karena kecantikan ini hanya bersifat sementara dan tidaklah kekal, tapi kalau kita terus menyempurnakan diri, maka kita akan mendapatkan bonus selain kecantikan dari dalam, kita juga akan mendapatkan kecantikan lahiriah yang alami, bukan yang dipermak dari kulit sebelah luar.

Bukannya kita tidak perlu menjaga dan memelihara tubuh ini, kita memang perlu dan harus menjaga dan menghargainya, karena tubuh inilah alat kita untuk menyempurnakan diri menuju ke Buddhaan, tapi tubuh ini bukanlah alat kita untuk semakin mengembangkan nafsu dan kemelekatan kita pada duniawi,dengan mengejar harta benda dsbnya. Setelah semua keinginan kita terpenuhi, apakah kita sudah cukup puas? Ingatlah! Keinginan kita itu tidak akan pernah berhenti merongrong kita selama kita masih hidup, dan semua ini membuat kita semakin melenceng dari tujuan utama hidup ini, sungguh sangat menyedihkan makhluk-makhluk yang ada didunia ini, karena tidak mengetahui dan bingung pada makna dari hidup sebagai manusia, dan kalaupun ada yang tau makna dari hidup ini, tapi juga tidak sanggup memasuki inti dari ajaran Buddha, kita sanggup mencuap-cuap, tapi giliran diri kita yang mengalami kita tidak kuasa untuk membendung nafsu dan kemelekatan ini.

Memang dibutuhkan suatu tenaga dan kekuatan ekstra untuk menyempurnakan diri kita, dan sesusah dan sesulit apapun jalan itu, janganlah kita putus asa, kita harus tetap semangat untuk menjalaninya, karena inilah jalan yang memang harus kita tempuh, tidak bisa tidak, dan tidak bisa ditunda. Kalau kita tidak mau menjalankannya dan terus mengikuti nafsu-nafsu kita, maka kita akan semakin terperosok ke dalam kancah penderitaan, yang menarik kita semakin jauh dan semakin jauh, tanpa sanggup kita untuk kembali lagi, tapi kalau kita tabah menjalankan semua kesusahan dan terus mengembangkan kekuatan untuk menyempurnakan diri, walaupun susah dan menderita diawalnya tapi hasil diakhirnya yang kita dapatkan adalah kebahagiaan bukan penderitaan.

Nah! Kita hanya mempunyai dua pilihan aja, tinggal kita menekan tombol mana yang ingin kita pilih untuk hidup kita ini, semuanya ada ditangan kita.

Selamat berjuang untuk para pelatih diri yang berjuang untuk menyempurnakan diri, semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan dan bisa memasuki pintu Dharma.

Sadhu, sadhu, sadhu.