Meditasi merupakan hal pokok dalam mengembangkan batin untuk mencapai kebebasan mutlak. Dari segi praksis tentunya manfaat yang didapat dari bermeditasi sangat berguna dalam kehidupan sehari. Jika melihat dari sudut psikologi khususnya psikoanalisa meditasi dapat dijabarkan melalui komponen-komponen yang ada dalam teori Sigmund Frued tersebut. Yang perlu dipahami dalam menganalisa adalah kemampuan mengendalikan kesadaran dalam tahap meditasi dan pemberontakan yang dilakukan oleh alam bawah sadar kepada alam kesadaran. Sebelum menjelaskan lebih jauh penulis akan mengajak pembaca berkontemplasi secara mendalam terhadap pikiran.

Meditasi adalah metode yang dilakukan untuk mengembangkan kesadaran dalam kehidupan untuk menghilangkan penderitaan yang berasal dari pikiran yang sering lepas kendali dan sulit untuk dikontrol. Biasanya efek yang ditimbulkan setelah bermeditasi ialah menjadi lebih tenang,fokus, dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan. Sedangkan Psikoanalisis adalah suatu pisau analisa atau metode analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi psikologis sesorang.

Psikoanalisis dalam bukunya The Interpretaion of Dreams Sigmund Freud menjelaskan bahwa ada 3 kondisi ,pertama alam sadar yaitu kondisi dimana kesadaran dan akal manusia mendominasi,kedua prasadar yaitu kondisi dimana ide-ide yang tidak disadari muncul dengan sekejap namun dapat dikendalikan kapan akan muncul, ketiga alam bawah sadar yaitu kondisi dimana seluruh pengetahuan yang telah didapat dari masa lalu ditekan oleh super ego dan menumpuk pada alam ini. Alam bawah sadar merupakan sumber dari ide-ide dan imaji kreatif manusia yang dimanfaatkan sastrawan dan seniman-seniman surealis dalam berkarya. Alam bawah sadar sering muncul dalam alam kesadaran dalam bentuk-bentuk yang tidak disadari. Dalam hal ini freud menjelaskan ada 3 bentuk munculnya alam bawah sadar yang ditekan super ego terhadap alam kesadaran, yaitu parapraksis,dalih,dan proyeksi. Ketiganya muncul ke alam sadar manusia tanpa kita ketahui dan begitu saja.

Jika melihat meditasi dari sudut pandang psikoanalisis,meditasi merupakan bentuk melatih kesadaran untuk mengendalikan id manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak perbuatan-perbuatan manusia yang tidak sesuai dengan prinsip realitas. Dalam hal ini id ditekan atau pikiran serta hasrat manusia kedalam alam bawah sadar yang tentunya akan menumpuk dalam alam bawah sadar.

Seperti yang dikatakan Freud semakin menekan bentuk pikitran yang tidak sesuai prinsip realitas maka akan semakin kuat pula pikiran atau hasrat itu muncul dari alam bawah sadar ke alam kesadaran. Hal ini juga sejalan dengan manfaat yang didapatkan dari bermeditasi. Dalam bermeditasi manusia melatih kesadarannya tapi bukan berarti menutup pintu alam bawah sadarnya rapat-rapat agar pikiran dari alam bawah sadar tidak keluar ke alam kesadaran. Justru bermeditasi membuka alam bawah sadar dengan luas tetapi diperkuat dengan melatih alam kesadaran. Jadi ketika ada pikiran atau hasrat dalam alam bawah sadar menekan dan keluar dari alam kesadaran pikiran tidak akan terbawa oleh alam bawah sadar. Kesadaranlah yang mengendalikan benntuk pikiran tersebut. Cukup dengan menyadari pikiran-pikiran tersebut muncul memperhatikannya dan pikiran tersebut akan lenyap begitu saja.

Inilah yang memberikan sumbangsih besar meditasi dalam kesadaran manusia dalam menghadapi dirinya sendiri. Manusia melatih kesadarannya utnuk mengendalikan id dan egonya yang tertanam di alam bawah sadar yang kapan saja bisa meloncat ke alam sadar manusia lalu melalui kesadaran yang sudah terlatih membiarkannya dan menghapusnya. Tidak ada pertarungan mental dalam ketiganya. Maka dari itu, tidak ada juga ketegangan dan tekanan akibat dari interaksi 3 unsur kepribadian manusia. Semuanya dilepaskan hanya menjadi sadar atas pikiran. Manusia akan menjadi kebebasan itu sendiri.

Penulis merupakan mahasiswa S-1 Ilmu Pemerintahan UNDIP dan Anggota Keluarga Mahasiswa Buddhis Dharmavamsa UNDIP