Ketika kita menjadi pengikut Buddha dengan mengucapkan tiga pernaungan, Tisarana, sadarkah kita pada konsekuensi dari pernyataan tersebut? Sadarkah kita bahwa dengan mengucapkan “Aku bernaung pada Buddha, Aku bernaung pada Dhamma, Aku bernaung pada Sangha” berarti kita sesungguhnya telah mengucapkan janji setia untuk melaksanakan dan menjadikan ajaran Buddha sebagai pedoman hidup kita?

Mungkin ada sementara orang yang menilai ini terlalu berlebihan, tetapi jika kita menengok kembali ke sejarah masa lampau dari kehidupan Buddha, tentang bagaimana keras dan lamanya perjuangan Beliau dalam menyempurnakan parami-parami-Nya, tentang seberapa besar pengorbanan yang telah Beliau lakukan demi kita, tentang kerelaan hati dan belas kasih-Nya yang telah bersedia mengambil peran dan tanggungjawab yang maha berat untuk menjadi Buddha bagi kita sehingga kita semua ‘cukup’ hanya mencapai tingkat kesucian Arahat saja untuk dapat ikut serta mencicipi buah kebebasan sejati yang telah Beliau temukan, maka kita seharusnya bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak menyia-nyiakan waktu kita di dunia ini dengan segala kesenangan duniawinya yang maya.

Ketika Tisarana diucapkan, itu seharusnya menjadi langkah awal dari perjalanan seribu mil menuju kebebasan sejati.

Chuang 160706