Di dalam majalah Tempo edisi tgl anu (lupa) terdapat satu berita yang cukup unik. Berita tersebut adalah berita tentang dilaksanakannya sebuah terapi tertawa bagi para napi di India oleh sebuah yayasan tertawa yang dipimpin oleh dr anu (yang ini pasti bukan nama sebenarnya)

Terapi tertawa? Saya sungguh-sungguh tertawa ketika membaca berita tersebut, hahahahahhaha…Ternyata tertawa sudah menjadi barang mewah di abad ini, hingga orang-orang harus diajarkan bagaimana cara untuk dapat tertawa. Diajarkan bagaimana untuk tertawa? Hahahahaha, sungguh lucu, bukan?

Membaca berita tersebut saja sudah mengundang tawa bagi mereka yang gampang tertawa dan tidak mengalami kesulitan untuk tetap ceria. Apalagi kalo kita coba melihat tampang-tampang masam nan kecut dari orang-orang supersibuk, atau tampang-tampang lipat 4 (dan kelipatannya) dari pialang saham yang baru saja mendapat berita buruk.

Saya bukan hendak mengejek atau ingin tertawa di atas penderitaan orang lain lho. Sungguh, akan kualat saya ini kalau sampai punya maksud seburuk itu. Tetapi saya hanya ingin mengajak Anda-Anda semua untuk tetap tertawa minimal 3 kali sehari, kayak resep makan obat.

Ya, benar, dengan tertawa kita dapat mempertahankan kewarasan kita. Dengan tertawa, kita akan selalu sehat sejahtera. Dan yang menarik, justru dengan tertawa kita bisa tampak awet muda, banyak teman (Mana ada orang yang tahan berteman dengan si muka masam?), dan tentu saja, banyak rejeki (Masuk akal kan? Manusia saja tidak suka sama orang yang selalu cemberut, apalagi Dewa Rejeki yang tentu saja standar penilaiannya pasti jauh lebih tinggi).

So, why not? Meskipun memang kenyataan bahwa makin lama terasa makin sumpek benar hidup di negara superkonyol berinisial RI ini, tapi apakah ada alasan untuk tidak tertawa? Meskipun memang kenyataan bahwa hidup makin lama makin terasa mahal dan susah, apakah lantas kita menambah susah dan mahal dengan selalu bermuram durja?

Sebenarnyalah tertawa itu tak pernah merugikan, kecuali kalau Anda tertawa keras-keras ketika Anda belum sikat gigi, atau Anda tertawa di depan bos Anda yang sedang sakit gigi. Di samping menyehatkan (konon bila orang tertawa, maka tubuh akan membangkitkan hormon anu yang membuat tubuh jadi anu…ah rumit bener ilmu biologi itu), tertawa itu juga tidak mahal kok.

Kalau kita rajin baca-baca koran, atau suka nonton sinetron gombal dan siaran langsung sidang DPR yang tidak kalah gombalnya itu, kita tak kan kekurangan bahan untuk tertawa. Atau bagi Anda-Anda yang punya akses ke internet, cobalah untuk berlangganan milis apa saja (banyak orang-orang lucu lho di milis), atau cobalah surfing di net dan temukan betapa banyak bahan-bahan yang bisa membuat geli urat tawa, Anda pasti akan tertawa dengan sukses….hahahahhahahha……

Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian, marilah kita bersama-sama mulai tertawa, minimal 3 kali sehari. Dan sebelum menertawakan orang lain, marilah kita pertama-tama menertawakan diri kita sendiri. Konon, orang yang sudah bisa menertawakan dirinya sendiri, adalah orang yang dewasa mentalnya.

Chuang 250401