Di dalam buah kedamaian dari pencerahan-Nya, Buddha merenungkan tentang betapa agungnya Dhamma yang baru saja Beliau pahami, dan betapa sukarnya bagi orang-orang awam untuk menembus Dhamma. Ketika kemudian seorang dewata datang kehadapan-Nya untuk memberitahu Buddha bahwa di dunia terdapat orang-orang dengan sedikit debu dimatanya. Dan ketika Beliau, dengan mata Buddha-Nya mengetahui kebenaran itu, maka dengan penuh welas asih Buddha bertekad untuk membabarkan Dhamma demi kebaikan semua makhluk.

Demikianlah lalu di sana, di taman rusa di Isipatana, Buddha bertemu dengan lima orang pertapa yang pada mulanya menolak-Nya. Tetapi pancaran sinar metta Buddha yang Maha Sempurna itu tak kuasa mereka tolak.

Maka terjadilah peristiwa agung itu, satu peristiwa maha penting dalam kehidupan umat manusia. Satu peristiwa di mana roda Dhamma mulai diputar, sebuah jalan telah ditunjukkan

Sebuah jalan yang terdiri dari delapan ruas, tetapi ia mempunyai satu tujuan yang pasti: pembebasan diri dari segala nafsu, kedamaian sejati yang didambakan oleh setiap makhluk, yang dicari dengan berbagai macam cara dari sejak dulu hingga kini.

Sebuah jalan telah ditunjukkan, akankah kita melangkah?

Chuang 010601