Tanpa usaha yang serius dan bersemangat dalam meraih buah pencerahan, tubuh dan pikiran kita akan menjadi beban yang memberatkan. Tetapi bila sebaliknya, kita akan menjadikan tubuh dan pikiran kita sebagai sarana yang ampuh untuk meraih pencerahan.

Saya mengamati, dalam keseharian kehidupan kita, berapa banyak waktu yang harus kita habiskan untuk melayani tubuh dan pikiran kita? Untuk memberi makan tubuh, mencarikan sensasi-sensasi bagi pikiran? Kebanyakan orang yang tidak berkesadaran akan menjalani kehdiupan demi melayani kebutuhan alami tubuh dan pikirannya tanpa menyadari atau mempedulikan usaha-usaha untuk melampaui dunia panca indra, meraih pembebasan sejati yang seharusnya diraih. Dengan cara hidup seperti itu, tubuh dan pikiran tak dimanfaatkan sebagai alat yang ampuh untuk menghentikan proses menjadi, proses yang menyebabkan kita semua berputar-putar dalam komedi putar bernama Samsara.

Mereka yang berkesadaran memahami ini sebagai dukkha, dan dengan itu lantas mencari jalan untuk terbebas darinya. Dan jalan itu tidak terletak nun jauh di sana, tetapi persis di sini, di dalam tubuh dan pikiran kita sendiri. Tubuh dan pikiran kita sebenarnya mempunyai fungsi untuk menghentikan proses menjadi, persis seperti sebuah kotak mau tahu yang diceritakan oleh Ajahn Brahm dalam bukunya, “Happiness, Bliss, and Beyond”.

Di akhir tahun 1970-an di California berkembang tren untuk memiliki sebuah kotak besi kecil di atas meja kopi seseorang sebagai sebuah benda untuk memancing percakapan. Kotak persegi itu biasa saja kecuali untuk sebuah tombol sederhana yang terletak di bagian depannya. Ketika seorang tamu bertanya apa kegunaan kotak tersebut, mereka akan diundang untuk menyalakannya. Segera begitu tombol itu ditekan, suara deru motor dan roda gigi terdengar dari dalamnya. Lalu sebuah penutup akan terbuka pada salah satu sisi kotak itu, dan sebuah lengan mekanik muncul dari dalam kotak tersebut. Lengan besi tersebut terus memanjang, membengkok dari sudut sisi menuju bagian depan kotak, dan lantas mematikan saklarnya. Kemudian lengan tersebut akan mundur kembali ke dalam kotak, penutupnya akan menutup, dan semuanya menjadi hening kembali. Itu adalah sebuah kotak yang hanya punya satu kegunaan yaitu untuk mematikan dirinya sendiri.

Kegunaan dari proses yang kita sebut sebagai “tubuh dan pikiran” ini adalah untuk memadamkan dirinya sendiri.

Chuang 05.08.07