Di masa seperti sekarang ini, di waktu amarah memenuhi udara dan dendam membakar dada setiap orang, adakah kita ingat akan Gandhi?

Meskipun orang-orang memberinya gelar Mahatma, Gandhi mungkin bukan sosok yang sempurna. Tetapi apa yang ia coba buktikan pada dunia, bahwa kekerasan dapat dilawan dengan kelembutan, api dipadamkan dengan air, telah membuka mata kita: ada satu cara yang jauh lebih mulia dalam menghadapi kekerasan.

Tetapi cara Gandhi itu, ahimsa, bukanlah cara yang mudah. Sebab ia membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri, yang kedua itu pada kita makin lama makin pupus. Dikarenakan kehidupan kita yang hedonis, serba instan dan materialis.

Dan kini, ketika orang lebih memilih tuntunan amarah dan dendam, mata di bayar mata, nyawa di tukar nyawa, terror di balas terror, Gandhi tak teringat lagi. Gandhi yang malang. Gandhi yang kesepian di tengah hiruk pikuk amarah dan dendam balas membalas.

Chuang 280901