Kalau saya bertanya mengenai apakah bedanya antara sebuah vihara dengan sebuah binatu (tempat yang menyediakan jasa pencucian baju), maka saya kira setiap orang tahu dengan pasti bedanya.

Tetapi kalau saya bertanya mengenai persamaan antara sebuah vihara dengan tempat binatu, barangkali tak semua orang mampu menjawabnya.

Sebagian dari kita yang tiap-tiap hari minggu atau tiap-tiap hari raya datang ke vihara, secara sadar atau tidak telah memperlakukan vihara seperti sebuah binatu.

Tentu saja di sini saya tidak hendak mengatakan bahwa kita benar-kita datang ke vihara untuk mencucikan baju kita sebagaimana kita datang ke tempat binatu, melainkan sebagian dari kita selama ini telah memperlakukan vihara sebagai tempat untuk mencuci dosa-dosa kita (dosa dalam arti umum), untuk kemudian selama seminggu atau sebulan berikutnya kita kembali berkotor-kotor ria dalam perilaku buruk kita yang tak berubah.

Bagi orang-orang seperti ini, bernamaskara bukanlah untuk merendahkan ego, membaca paritta lebih sebagai latihan untuk menjadi beo yang baik dan benar, bermeditasi adalah kesempatan baik untuk melamun dan berkhayal. Dan pesan-pesan kebajikan yang disampaikan melalui Dhammadesana hanya sebatas teori-teori usang yang tersimpan di dalam kitab-kitab berdebu.

Chuang 120303