Ketika seseorang berlaku buruk kepada kita, kita dapat menghadapinya dengan tenang. Kita diajarkan untuk mempertimbangkan bahwa kejadian tersebut adalah buah karma buruk kita, dan kita sedang memetiknya atau sedang membayar hutang karma. Selain itu, sebenarnyalah kita patut berbelas kasih kepada orang yang telah memperlakukan kita dengan buruk. Karena dengan perbuatannya itu berarti dia sedang menciptakan karma buruk bagi kesengsaraannya sendiri di masa depan, cepat atau lambat tetapi pasti.

Tatkala seseorang menampik kesempatan untuk berbuat baik yang kita tawarkan melalui permintaan bantuan kita atau lainnya, kita pun tidak semestinya marah padanya. Kita seharusnya prihatin dan mengasihi orang itu yang telah menyia-nyiakan kesempatan untuk menanam bibit kebaikan yang buahnya akan menyejahterakan dirinya juga, cepat atau lambat tetapi pasti.

Dalam dua kasus tersebut, sikap yang tenang memungkinkan kita melihat segala sesuatu dengan lebih jernih, dan tidak menambah masalah ke dalam masalah yang sudah ada. Dan yang terpenting, dengan bersikap tenang dan bijak, kita tak menanam bibit keburukan yang harus kita petik di masa depan, cepat atau lambat tetapi pasti.

Chuang 30.08.07