Khuddaka Nikaya, atau "Kumpulan teks kecil" (Pali Khudda = "lebih kecil; kurang", bagian kelima dari Sutta Pitaka, adalah kumpulan lima belas buku (delapan belas pada Tipitaka Burma) yang luas cakupannya yang berisi sutta, bait-bait, dan bagian-bagian kecil dari ajaran-ajaran Dhamma. Meskipun banyak yang dijunjung dan dihafal oleh para Buddhis yang taat diseluruh dunia selama berabad-abad, sisanya tidak pernah keluar dari lingkungan para sarjana Pali, dan belum pernah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.


1. Khuddakapatha — Kutipan Pendek
Sebuah kumpulan dari sembilan kutipan pendek yang mungkin telah disiapkan sebagai pengantar untuk bhikkhu dan bhikkhuni pemula. Isinya mencakup beberapa teks esensial yang sampai hari ini masih secara terus-menerus dilantunkan oleh umat awam dan para bhikkhu Buddhisme Theravada diseluruh dunia. Kutipan-kutipan singkatnya termasuk: metoda untuk mengambil perlindungan; sepuluh aturan latihan; dan sutta Metta, Mangala dan Ratana.
2. Dhammapada — Jalan Dhamma
Koleksi yang banyak disukai yang berisi 424 bait singkat yang telah praktekkan dan dipelajari dengan sepenuh hati selama berabad-abad oleh jutaan Buddhis diseluruh dunia.
3. Udana — Seruan
Sebuah kumpulan sutta-sutta pendek yang kaya, yang masing-masing berakhir dengan sebuah bait singkat yang diujarkan oleh Sang Buddha. Disini anda akan menemukan cerita orang buta dan gajah (Ud 6.4); kisah Nanda dan "bidadari berkaki burung dara" (Ud 3.2); dan banyak perumpamaan yang mudah diingat (contoh, Seperti lautan yang hanya memiliki satu rasa — rasa asin — demikianlah Dhamma-Vinaya memiliki satu rasa, rasa pembebasan." (Ud 5.5)). Banyak berlian-berlian disini!
4. Itivuttaka — Demikianlah dikatakan
Sebuah kumpulan 112 sutta-sutta pendek, dalam bentuk campuran prosa dan bait sajak, masing-masing mengemukakan topik Dhamma tunggal. Itivuttaka dinamakan dari frase Pali yang memulai setiap sutta: iti vuttam Bhagavata, "Demikianlah yang dikatakan oleh Sang Buddha."
5. Sutta Nipata — Kumpulan Sutta
71 sutta-sutta pendek, termasuk Karaniya Metta Sutta (Niat baik/Belas Kasih), Maha-mangala Sutta (Perlindungan), dan Atthaka Vagga, sebuah bab yang terdiri dari enam belas puisi yang bertemakan ketidak-melekatan.
6. Vimanavatthu — Kisah-kisah tentang Istana Surgawi
83 puisi, masing-masing menjelaskan bagaimana perbuatan-perbuatan baik yang membawa para dewa-dewi terlahir di salah satu alam surgawi.
7. Petavatthu — Kisah-kisah tentang Hantu-hantu Kelaparan
51 puisi, masing-masing menjelaskan bagaimana perbuatan-perbuatan tidak baik yang membawa pada kelahiran dialam "Hantu Kelaparan" (peta).
8. Theragatha — Bait-bait Bhikkhu-Bhikkhu Sesepuh
9. Therigatha — Bait-bait Bhikkhuni-Bhikkhuni Sesepuh
Dua buku berikut memberikan gambaran-gambaran pribadi-pribadi yang luar biasa, dalam bentuk bait sajak, tentang kehidupan bhikkhu dan bhikkhuni awal, seringkali diakhiri dengan sebuah perumpamaan yang indah untuk menggambarkan pengalaman Pencerahan mereka. Bait-bait ini menunjukkan — banyak kesulitan yang dihadapi dan diatasi dalam pencarian Pencerahan, dan memberikan inspirasi mendalam dan semangat untuk kita semua.
10. Jataka — Kisah-kisah Kelahiran
547 dongeng yang menceritakan beberapa kehidupan lampau Sang Buddha dalam perjalanan panjangnya sebagai seorang Bodhisatta yang bertekad untuk Pencerahan.
11. Niddesa — Penjelasan
Buku ini, secara tradisi dianggap berasal dari Sariputta, adalah sebuah serial komentar-komentar pada bagian-bagian dari Sutta Nipata. Bagian pertama, Mahaniddesa, adalah sebuah komentar untuk Atthakavagga; kedua, Culaniddesa, adalah komentar untuk Parayanavagga dan Khaggavisana Sutta (Sn 1.3).
12. Patisambhidamagga — Jalan Analisa
Sebuah analisa konsep Abhidhamma.
13. Apadana — Kisah-kisah
Biografi dalam bentuk bait sajak dari Sang Buddha, 41 Pacceka Buddha (Buddha "diam"), 549 bhikkhu arahant dan 40 bhikkhuni arahant. Banyak kisah-kisah ini yang berkarakteristik pernyataan-pernyataan yang indah untuk merayakan kemenangan, kekaguman, kemegahan, dll Sang Buddha. Apadana diyakini sebagai tambahan belakangan pada Kanon, ditambahkan pada persamuan kedua dan ketiga.
14. Buddhavamsa — Sejarah Para Buddha
Kisah dalam bentuk biografi dari Sang Buddha dan 24 Buddha sebelumnya.
15. Cariyapitaka — Keranjang Tingkah Laku
Kisah-kisah, dalam bentuk bait, 35 kehidupan lampau Sang Buddha. Kisah-kisah ini, dikatakan di ceritakan ulang oleh Sang Buddha atas permintaan Yang Mulia Sariputta, mengilustrasikan praktek 7 dari 10 parami (kesempurnaan).

Buku-buku berikut ini hanya ada pada Tipitaka edisi Burma; pada edisi Sinhala dan Thai buku-buku berikut ini dianggap sebagai diluar dari Kanon.

16. Nettippakarana
17. Petakopadesa
Dua buku pendek berikut "berbeda dari buku-buku lain Tipitaka karena buku-buku tersebut menjelaskan secara kritis dan dengan metoda tentang alam" {GT p.138}. Nettippakarana "dianggap sebuah teks penting yang menjelaskan pokok-pokok ajaran Buddhisme" {HPL p.100}.
18. Milindapañha — Pertanyaan-pertanyaan Milinda
Kumpulan bagian-bagian yang seperti sutta yang menceritakan sebuah serial panjang dialog tentang pokok-pokok Dhamma yang mendalam antara Arahant Yang Mulia Nagasena dan Raja Yunani Bacria yang bernama Milinda (Menander). Sang Raja, seorang filosofer dan tukang debat yang terampil, memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang Dhamma pada Yang Mulia Nagasena, yang dijawab dengan penguasaan yang terampil oleh Yang Mulia Nagasena, seringkali dengan perumpamaan yang kuat dan tepat. Seperti kisah-kisah dari kanon Pali, kisah ini berakhir dengan akhir yang baik: sang raja sangat terinspirasi oleh kebijaksanaan Yang Mulia Nagasena dan kemudian menjadi seorang Buddhis, menyerahkan kerajaannya kepada anaknya, bergabung dengan Sangha, dan akhirnya menjadi seorang arahant.

Milindañha dihargai sejak dahulu oleh Buddhis Theravada diseluruh dunia karena menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan ajaran Buddhis yang seringkali muncul ketika memperlajari Dhamma atau praktek meditasi: "Apakah sensasi nyaman itu terampil atau tidak terampil?" "Apakah perbedaan antara seseorang dengan kemelekatan dan seseorang tanpa kemelekatan?" "Dapatkah seorang arahant melanggar aturan Vinaya?" "Manakah yang lebih baik, melakukan perbuatan tidak baik secara sadar atau tidak sadar?" "Seberapa jauh alam Brahma?" "Mengapa ada orang yang sehat dan ada yang sakit; ada orang yang menarik dan ada yang jelek; ada yang kaya, dan ada yang miskin?" Semua pertanyaan sang raja sebanyak 237 pertanyaan1 terangkum disini, menjadikan salah satu FAQ2 yang paling lengkap dan berguna yang pernah ada

Notes

1. Seperti yang dihitung oleh Bhikkhu Pesala dalam The Debate of King Milinda (Penang: Inward Path, 2001).

2. Frequently Asked Questions: Sebuah dokumen yang berisi pertanyaan dan jawaban yang berhubungan dengan sebuah topik tertentu.