Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: T 366 - 阿彌陀經 [ārya-sukhāvatīvyūha-nāma-mahāyāna-sūtra ]  (Read 19 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline karma jigme

  • Teman
  • **
  • Posts: 52
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
[0346b28]  Demikianlah telah kudengar

[0346b28] Pada suatu  waktu  Bhagavān  sedang berdiam di taman Anāthapiṇḍada , Jetavana,  di sekitar wilayah Śrāvasti bersama dengan persamuan agung  yang terdiri dari  seribu dua ratus lima puluh bhikṣu. Semua bhikṣu ini telah terkenal dalam pengetahuan melampaui keduniawian yang lebih tinggi mereka.  Mereka adalah para Sthavira ,  para śrāvaka agung yang  telah mencapai tahapan tertinggi dalam jalan ataupun memasuki tahapan arahat , termasuk  Śāriputra, Mahāmaudgalyāyana, Mahākāśyapa, Mahākapphina, Mahākātyāyana, Mahākauṣṭhila, Revata, Śuddhipanthaka ,  Nanda,  Ānanda , Rāhula,  Gavāṃpati , Bharadvāja , Kālodayin,  Vakkula  ,   Aniruddha dan juga bersama dengan para śrāvaka agung lainnya.

Disana juga telah hadir para bodhisattva mahāsattva , bodhisattva mahāsattva termasuk Mañjuśri Kumārabhūta, bodhisattva mahāsattva Ajita, bodhisattva mahāsattva Gandhahastin , bodhisattva mahāsattva Nityodyukta, bodhisattva mahāsattva Anikṣiptadhura dan juga para bodhisattva mahāsattva lainnya .

Demikian juga Śakra,  Indra Sang Peguasa ranah deva, Brahma Sahāṃpati dan ratusan ribu nayuta devaputra lainnya.

[0346c10] Pada saat itu, Bhagavān memberitahukan kepada āyuṣman śāriputra dan berkata

Di sebelah penjuru barat dari kita , Śāriputra , dengan jarak melampaui ratusan ribu koti buddhakṣetra , disana  ada ranah eksistensi [lokadhātu] yang bernama  Sukhāvatī.  Pada saat ini  ada seorang  Tathāgata yang bernama Amitāyur Arhat Samyaksaṃbuddha  sedang berdiam dalam  buddhakṣetra  ini  dan masih menguraikan ajaran realitas disana hingga saat ini .
Sekarang , apa  yang sedang  anda pikirkan, Śāriputra, mengapa ranah eksistensi itu dinamakan sebagai  Sukhāvatī  ? karena , Śāriputra , dalam ranah eksistensi  Sukhāvatī , semua makhluk hidup  disana tidak  akan mengalami penderitaan jasmani [kāyaduḥkhaṃ] maupun penderitaan mental [cittaduḥkham] , penyebab suka cita disana juga tidak terbatas. Oleh sebab itu, ranah eksistensi ini dinamakan sebagai Sukhāvatī.

Selanjutnya , Śāriputra,  ranah eksistensi Sukhāvatī ini dihiasi dan dikeliling oleh tujuh tingkatan altar [vedika], tujuh baris pohon daun lontar [tālapattra] yang terjalin dengan  jaring dari untaian genta, disetiap sisinya . Dengan setiap ruang  yang dipenuhi dengan empat jenis barang berharga yang sempurna dan indah  yakni : emas, perak , vaiḍūrya dan kristal. Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhiasi dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

[0346c16] Selanjutnya , Śāriputra, dalam ranah eksistensi Sukhāvatī  ini  terdapat  kolam teratai  yang  terbuat dari tujuh barang berharga seperti emas, perak , vaiḍūrya , kristal [sphaṭika], mutiara merah [lohitamukta], jamrud [aśmagarbha] dan mutiara dari kima raksasa [musāragalva] sebagai barang berharga yang ketujuh.  Kolam teratai ini dipenuhi dengan air yang memiliki  delapan kualitas yang baik . Setiap kolam teratai ini memiliki kemiringan yang landai dari dasar kolam hingga pinggiran kolam dengan ketinggian air yang akan menyesuaikan setiap posisi yang dipikirkan oleh makhluk hidup tersebut sehingga burung gagak juga bisa meminum air  ditengah kolam teratai tersebut. Dasar kolam teratai ini diselimuti oleh hamparan butiran pasir keemasan

.Disekeliling , keempat sisi dari kolam teratai ini  juga  terdapat anak tangga yang turun menuju ke dalam kolam tersebut. Anak tangga ini dipenuhi dengan beragam warna yang indah dan terbuat dari harta berharga  seperti  emas , perak , vaiḍūrya dan kristal.  Kolam teratai ini juga dikelilingi oleh beragam pohon berharga yang dipenuhi dengan beragam warna  yang indah  dan terbuat  dari tujuh  harta berharga seperti emas , perak , vaiḍūrya , kristal, mutiara merah,jamrud dan  mutiara dari kima raksasa

Beragam teratai  juga tumbuh dalam kolam teratai tersebut. Beberapa diantaranya ada yang berwarna biru dengan kemilau kebiruan ataupun memanifestasikan  sedikit warna kebiruan . Beberapa diantaranya ada yang berwarna kuning  dengan kemilau kekuningan ataupun  memanifestasikan sedikit warna kekuningan. Beberapa diantaranya ada yang berwarna merah dengan kemilau kemerahan ataupun memanifestasikan sedikit warna kemerahan.  Beberapa diantaranya ada yang berwarna putih dengan kemilau keputihan ataupun  memanifestasikan sedikit warna keputihan. Beberapa diantaranya ada yang beragam warna  dengan kemilau beragam warna ataupun  memanifestasikan sedikit beragam warna.   Pada saat semua teratai ini mekar akan berukuran sebesar roda pedati.  Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

[0347a07] Selanjutnya , Śāriputra, dalam ranah eksistensi Sukhāvatī  ini,  suara instrumen musik dari ranah eksistensi yang menyenangkan akan selalu terdengar, dengan tanah yang luas berwarna keemasan yang mampu mengkondisikan suka cita. Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

Selanjutnya, Śāriputra, dalam ranah eksistensi Sukhāvatī ini, curahan bunga dari ranah eksistensi yang menyenangkan , bunga  māndārava akan turun dalam tiga kali sehari  setiap siang dan tiga kali sehari  setiap  malam. Semua mahluk hidup yang terlahir kembali dalam buddhakṣetra ini akan mengunjungi buddhakṣetra lainnya sebelum waktu untuk makan satu kali makanan berakhir [siang hari] untuk memberikan penghormatan kepada ratusan ribu  koti Buddha  dan juga memberikan persembahan ratusan ribu bunga kepada  setiap Tathāgata. Setelah memberikan persembahan ini ,  mereka kembali ke ranah eksistensi mereka sendiri untuk beristirahat. Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

[0347a12] Selanjutnya, Śāriputra, dalam ranah eksistensi Sukhāvatī  ini, selalu ada  angsa liar, bangau dan merak berkumpul bersama dalam tiga kali sehari  setiap siang hari  dan tiga kali sehari  setiap  malam hari untuk  bernyanyi dalam paduan suara yang  merdu dan harmonis, masing masing bernyanyi dalam lantunan nada yang unik dan berbeda. Pada saat mereka bernyanyi, seseorang seakan sedang mendengarkan uraian dari kualitas kebajikan ajaran realitas  dari  kekuasaan , kekuatan dan aspek menuju penggugahan. Setelah mendengarkan suara ini , para makhluk hidup yang terlahir disana akan tergerak untuk mengkontemplasi Buddha, mengkontemplasi ajaran realitas , mengkontemplasi persamuan agung.

Sekarang , apa  yang sedang  anda pikirkan, Śāriputra, apakah  semua makhluk hidup tersebut terlahir  kembali sebagai binatang disana ?  anda seharusnya jangan berpikir seperti ini, mengapa demikian ? , Śāriputra , dalam buddhaksetra ini tidak pernah mengenal kata dari terlahir kembali sebagai penghuni neraka , binatang ataupun terlahir kembali dalam ranah eksistensi dari Yama. Kumpulan burung ini sebenarnya merupakan manifestasi Tathāgata Amitāyur untuk mengumandangkan suara dari ajaran realitas. Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

Śāriputra , dalam ranah eksistensi Sukhāvatī  ini, pada saat angin berhembus dan menggoyangkan  semua barisan dari pohon lontar dan juga jalinan genta yang menghiasi pohon tersebut,  akan menimbulkan suara merdu yang mampu  mengkondisikan suka cita. Suara ini , Śāriputra , seperti  ratusan ribu koti suara instrumen musik dari ranah eksistensi yang menyenangkan, yang sedang dimainkan oleh para ahli musik.  Pada saat para manusia yang terlahir disana  mendengarkan suara ini , akan mulai melatih diri dengan mengkontemplasi Buddha, mengkontemplasi ajaran realitas, mengkontemplasi persamuan agung. Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

[0347a25]  Sekarang, apa  yang sedang  anda pikirkan, Śāriputra , mengapa Tathāgata ini dinamakan sebagai Amitāyur? karena  sekarang, Śāriputra , rentang waktu kehidupan dari Tathāgata Amitāyur tidak terbatas , demikian juga  rentang waktu kehidupan dari para manusia yang terlahir disana juga tidak terbatas . Oleh sebab itu , , Śāriputra, Tathāgata ini dinamakan sebagai Amitāyur.  Sepuluh kalpā  telah berlalu, Śāriputra , sejak Tathāgata ini telah mencapai kesempurnaan penggugahan yang tidak tertinggi dan tidak tertandingi ini   

Sekarang, apa  yang sedang  anda pikirkan, Śāriputra , mengapa Tathāgata ini dinamakan sebagai Amitābha? Karena sekarang , Śāriputra , cahaya dari Tathāgata ini mengiluminasi  semua buddhaksetra dengan tidak terhalang . Oleh sebab itu ,  Śāriputra, Tathāgata ini dinamakan sebagai Amitābha. 

Selanjutnya , Śāriputra , Tathāgata ini dikelilingi oleh persamuan agung dari para śrāvaka yang telah mencapai kemurnian dari tahapan arahat  dengan jumlah yang tidak terukur dan tidak terhitung  banyaknya . Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan.

 [0347b04] Selanjutnya , Śāriputra, semua makhluk hidup yang terlahir dalam buddhakṣetra dari Tathāgata Amitāyur ini telah mencapai kepastian dalam kemurnian bodhisattva , telah memasuki tahapan yang tidak akan mundur dan hanya memiliki satu kelahiran kembali . Śāriputra, jumlah dari para bodhisattva ini sulit untuk diungkapkan sehingga seseorang hanya  mampu mendekati jumlahnya dengan mengatakan bahwa  jumlah mereka  tidak dapat dihitung dan tidak dapat diukur . Demikianlah, buddhakṣetra ini, Śāriputra, terhias dengan indah oleh semua perhiasan kualitas kebajikan yang mengagumkan

Sekarang , semua makhluk hidup  Śāriputra,  yang telah mendengarkan [uraian ini] seharusnya melatih diri dan menegaskan aspirasi [praṇidhāna] mereka untuk terlahir kembali dalam buddhakṣetra ini , mengapa mereka harus melakukan ini?  karena  dalam buddhakṣetra ini, mereka akan berkumpul bersama dengan para sahabat spiritual yang baik seperti para bodhisattva ini

[0347b09] Śāriputra, makhluk hidup yang tidak terlahir kembali dalam  buddhakṣetra dari Tathāgata  Amitāyur  ini  karena dikondisikan oleh sedikitnya akar kualitas kebajikan mereka.

Selanjutnya , Śāriputra, jika para kulaputra dan kuladuhitā mendengar nama dari Tathāgata  Amitāyur , kemudian mempertahankan dan mengingatnya dengan baik , dengan kesadaran yang penuh perhatian dan terabsorbsi  dalam satu, dua , tiga , empat , lima , enam, tujuh malam . Jika kesadaran mereka telah tidak teralihkan dan penuh perhatian, terabsobsi maka pada saat menjelang kematian mereka , Tathāgata  Amitāyur yang dikelilingi oleh  persamuan agung para śrāvaka beserta dengan pengiring dari para bodhisattva akan bermanifestasi dihadapannya dan para kulaputra dan kuladuhitā ini juga akan meninggal dengan kesadaran yang  tidak akan terdelusi  dan terbebaskan dari semua pandangan keliru. Setelah rentang kehidupan mereka berakhir dalam ranah eksistensi ini , mereka juga akan terlahir kembali dalam buddhakṣetra dari Tathāgata  Amitāyur.

Oleh sebab itu, Śāriputra, untuk tujuan ini , maka saya nyatakan  bahwa para kulaputra dan kuladuhitā ini harus  menegaskan aspirasi [praṇidhāna], kemudian  melatih diri dengan membangkitkan kesadaran yang penuh perhatian dan juga memberikan penghormatan  dan pujian   untuk terlahir kembali dalam buddhakṣetra ini.

[0347b18] Śāriputra, dengan menggunakan cara yang sama dalam memberikan pujian kepada  buddhakṣetra ini, Sukhāvatī , sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Aksobhya , Tathāgata yang bernama Merudhvaja , Tathāgata yang bernama Mahāmeru, Tathāgata yang bernama Meruprabhāsa , Tathāgata yang bernama Mañjudhvaja  dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru timur yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ?  Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini  uraian ajaran realitas yang bernama  menerima dan mempertahankan  semua Buddha, yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan.

 [0347b24] Dengan menggunakan cara yang sama, sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Candrasūryapradīpa , Tathāgata yang bernama Yaśaḥprabha , Tathāgata yang bernama Mahārciḥskandha, Tathāgata yang bernama Merupradīpa , Tathāgata yang bernama Anantavīrya  dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru selatan yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ? Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini  uraian ajaran realitas yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha, yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan.

[0347b29] Dengan menggunakan cara yang sama, sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Amitāyur , Tathāgata yang bernama Amitaskandha , Tathāgata yang bernama Amitadhvaja, Tathāgata yang bernama Mahāprabha, Tathāgata yang bernama Mahāratnaketu, Tathāgata yang bernama Śuddharaśmiprabha dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru barat yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ? Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini  uraian ajaran realitas yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha, yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan

[0347c06]  Dengan menggunakan cara yang sama, sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Mahārciḥskandha, Tathāgata yang bernama Vaiśvānaranirghoṣa , Tathāgata yang bernama Dundubhisvaranirghoṣa, Tathāgata yang bernama Duṣpradharṣa, Tathāgata yang bernama Ādityasaṃbhava, Tathāgata yang bernama Jaleniprabha, Tathāgata yang bernama  Prabhākara dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru utara yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ? Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini  uraian ajaran realitas yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha, yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan.

[0347c11]  Dengan menggunakan cara yang sama, sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Brahmaghoṣa, Tathāgata yang bernama Nakṣatrarāja, Tathāgata yang bernama Indraketudhvajarāja, Tathāgata yang bernama Gandhottama, Tathāgata yang bernama Gandhaprabhāsa, Tathāgata yang bernama Mahārciskandha, Tathāgata yang bernama Ratnakusumasaṃpuṣpitagātra, Tathāgata yang bernama Sālendrarāja,  Tathāgata yang bernama Ratnotpalaśrī , Tathāgata yang bernama Sarvārthadarśī , Tathāgata yang bernama Sumerukalpa dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru  bawah yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ? Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini uraian ajaran realitas yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha, yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan

[0347c16]  Dengan menggunakan cara yang sama, sekarang, Śāriputra,saya juga akan memberikan pujian kepada Tathāgata yang bernama Siṃha, Tathāgata yang bernama Yaśa , Tathāgata yang bernama Yaśaḥprabhāsa, Tathāgata yang bernama Dharma, Tathāgata yang bernama Dharmadhara, Tathāgata yang bernama Dharmadhvaja  dan juga  kepada semua Buddha , Bhagāvan di penjuru atas yang  banyaknya seperti jumlah butiran pasir di sungai Gangga, yang menyeliputi buddhakṣetra mereka melalui kekuatan dari kefasihan dalam memberikan  dan menguraikan [ajaran realitas], bukankah demikian ?  Oleh sebab itu , anda juga harus menyakini  uraian ajaran realitas yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha , yang juga memuji semua kualitas yang tidak terbayangkan.

[0348a07] Sekarang, apa yang sedang anda pikirkan, Śāriputra , mengapa uraian ajaran realitas ini dinamakan sebagai  menerima dan mempertahankan  semua Buddha ?  karena , Śāriputra, para kulaputra dan kuladuhitā yang telah mendengarkan kembali  uraian ajaran realitas [yang bernama menerima dan mempertahankan  semua Buddha]  ini  dan juga nama dari  semua Buddha , Bhagāvan ini  akan selalu menerima dan mempertahankan semua Buddha ini  dengan sepenuhnya hingga mampu berkembang untuk  menuju tahapan yang tidak mundur dan mencapai   kesempurnaan penggugahan tertinggi.

Oleh sebab itu , Śāriputra , anda harus memiliki  keyakinan  kepada saya dan juga para Buddha , Bhagāvan lainnya. Percaya dan jangan ragu kepada kami. Perkembangan untuk  menuju pencapaian kesempurnaan penggugahan tertinggi dari para kulaputra dan kuladuhitā yang melatih diri dengan menegaskan aspirasi untuk terlahir kembali dalam buddhakṣetra dari Tathāgata  Amitāyur dan  melatih diri dengan kesadaran yang penuh perhatian dan tidak teralihkan. Perkembangan untuk siapapun yang telah melatih diri dengan cara demikian,  untuk siapapun yang akan melatih diri dengan cara demikian, akan mendapatkan kepastian dalam memasuki tahapan yang tidak akan mundur.  Dengan demikian, mereka juga akan terlahir, telah terlahir ataupun dalam proses menuju kelahiran kembali  dalam  buddhakṣetra dari Tathāgata  Amitāyur ini . 

Jangan bersandar pada individual , bersandarlah pada Dharma
Jangan bersandar pada kata -kata , bersandarlah pada makna

Offline karma jigme

  • Teman
  • **
  • Posts: 52
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
[0348a13]  Oleh sebab itu, Śāriputra, para kulaputra dan kuladuhitā  yang telah memiliki keyakinan harus melatih diri dengan menegaskan aspirasi untuk terlahir kembali dalam buddhakṣetra dari Tathāgata  Amitāyur.

[0348a18]  Selanjutnya, Śāriputra,  seperti sekarang  saya memuji kualitas kebajikan yang tidak terbayangkan dari semua Buddha , Bhagāvan ini , demikian juga , Śāriputra , semua Buddha , Bhagāvan ini  juga akan  memuji kualitas kebajikan  yang tidak terbayangkan saya dan  berkata 

Bhagāvan, Śākyamuni,  Raja tertinggi dari Śākya,  telah melakukan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan dalam ranah eksistensi ini . Dia telah mencapai kesempurnaan penggugahan yang tertinggi dan tidak tertandingi dan menguraikan ajaran realitas  kepada semua makhluk hidup yang akan sulit untuk menerima [ajaran realitas ini] , dalam kalpa kemerosotan, kepada semua makhluk hidup yang telah merosot , kepada semua makhluk hidup yang dipenuhi  dengan pandangan  yang merosot [keliru], kepada semua makhluk hidup yang  telah dihancurkan oleh kondisi mental yang tidak bermanfaat , pada saat rentang waktu kehidupan semua makhluk hidup juga telah mengalami kemerosotan.

Dengan demikian, saya telah melakukan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan dalam ranah eksistensi ini , telah mencapai kesempurnaan penggugahan yang tertinggi dan tidak tertandingi dan menguraikan ajaran realitas  kepada semua makhluk hidup yang akan sulit untuk menerima [ajaran realitas ini] , dalam kalpa kemerosotan, kepada semua makhluk hidup yang telah merosot , kepada semua makhluk hidup yang dipenuhi  dengan pandangan  yang merosot [keliru], kepada semua makhluk hidup yang  telah dihancurkan oleh kondisi mental yang tidak bermanfaat , pada saat rentang waktu kehidupan semua makhluk hidup juga telah mengalami kemerosotan. Semua ini merupakan aktivitas tertinggi yang telah saya capai.

[0348a26]  Setelah Sang Buddha  selesai menguraikan ajaran  ini , Āyuṣmān Śāriputra , para bhikṣu , para deva , manusia ,  para āsura, asura , gandharva dan semua makhluk hidup lainnya dipenuhi dengan suka cita,  kemudian mereka memberikan penghormatan dan mengundurkan diri.



Catatan Kaki :
1. T 366 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari manuscript Sanskrit Sukhāvatīvyūhaḥ (saṁkṣiptamātṛkā) yang diinput oleh Vaidya, P.L ., dan dipublikasi oleh Mithila Institute of Post-Graduate Studies and Research in Sanskrit Learning
2. Terjemahan ini juga telah disesuaikan dengan versi terjemahan tibetan  འཕགས་པ་བདེ་བ་ཅན་གྱི་བཀོད་པ་ཞེས་བྱ་བ་ཐེག་པ་ཆེན་པོའི་མདོ།  yang tercatat di D 115  , pernah  dipublikasikan dalam terjemahan bahasa inggris dengan judul THE DISPLAY OF THE PURE LAND OF SUKHĀVATĪ , oleh   Sakya Pandita Translation Group  Ngawang dengan penerjemah Rinchen Gyaltsen, Julia Stenzel, dan Tsewang Gyaltsen
3. Baris [0346c10] Tālapattra dapat diartikan sebagai  manuscript daun lontar ataupun pohon lontar, terjemahan ini mengikuti terjemahan mandarin dan Tibetan sebagai  pohon lontar.
4.  Baris [0346c16] , vedika  dapat diartikan sebagai tempat duduk , lapangan untuk pelaksanaan ritual , altar sedangkan vedīka dapat diartikan sebagai paviliun , bangunan bertingkat dua.  Dalam hal ini penerjemah mengunakan altar sebagai  terjemahan dari vedika , sesuai dengan input dari Vaidya, P.L

http://mahayanaindonesia.blogspot.com/2018/07/t366-id.html
Jangan bersandar pada individual , bersandarlah pada Dharma
Jangan bersandar pada kata -kata , bersandarlah pada makna