Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - dhammasiri

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 31
1
Sudah ketemu menggunakan code ini:
Code: [Select]
private void jTextField2KeyPressed(java.awt.event.KeyEvent evt) {                                       
if (evt.getKeyCode() == KeyEvent.VK_A && evt.isAltDown() && evt.isShiftDown()) {
               jTextField2.setText(jTextField2.getText() + "\u0100");
            }   
else if (evt.getKeyCode() == KeyEvent.VK_A && evt.isAltDown() ) {
               jTextField2.setText(jTextField2.getText() + "\u0101");
            }   
    }     
Tapi mengapa VK_A tidak bisa di Eclipse ya?

2
Masih tidak paham. Padahal sudah berhari-hari googling. Bisa bantu kasih contoh tidak?

3
Ini codenya. Code ini bisa dipakai kalau di SWT tapi di Swing tidak mau menghasilkan abjat pali yang diharapkan. Tujuannya adalah ketika user menekan Alt + Shift + a akan menghasilkan Ā, dst. Seharian otak-atik dan googling tapi tidak bisa, baik keyTyped atau keyPressed.
Code: [Select]
txtFind = new JTextField();
txtFind.addKeyListener(new java.awt.event.KeyAdapter() {




[at] Override
public void keyReleased(java.awt.event.KeyEvent arg0) {
loadlist();
}



public void keyPressed(org.eclipse.swt.events.KeyEvent e) {
if((e.stateMask == SWT.ALT) && (e.stateMask == SWT.SHIFT) && (e.keyCode == 'a' ))
{
txtFind.setText(txtFind.getText() + "Ā");
}
}
});
txtFind.setFont(new Font("Times New Roman", Font.PLAIN, 12));
txtFind.setBounds(10, 7, 113, 20);
panelSearch.add(txtFind);
txtFind.setColumns(10);

4
Selamat bertemu kembali.
Teman-teman, saat ini saya sedang memprogram kamus DUBD dengan bahasa pemprograman Java; saya sedang menghadapi kesulitan dan masih ada dua masalah lagi yang harus diselesaikan. Adakah teman-teman di sini yang bisa dengan bahasa pemprograman Java?

5
Tolong ! / Re: Mohon Bantuan Foto Vihara, Candi, Baksos. Urgent!!!
« on: 08 May 2011, 09:25:26 PM »
sudah dititipkan 1 set Samyutta Nikaya kepada salah satu team delegasi dari Duta Besar Indonesia lewat Pak Gimin
Wah terimaksih sekali. Bu Fatona dan Pak Dubes pulang ke Indo untuk mencari bahan pameran dan juga untuk museum.
Saya tadi sudah melihat persiapan perayaan Waisak. Acaranya akan besar-besaran. Tadi saya melihat para tentara dikerahkan bekerja untuk mendokorasi dan mempersiapkan semuanya. Ayo, siapa yang akan ikut merayakan Waisak di Sri Lanka?

6
Tolong ! / Re: Mohon Bantuan Foto Vihara, Candi, Baksos. Urgent!!!
« on: 27 April 2011, 05:48:15 PM »
Om Indra, foto altar Vihara Muladharma (vihara dari mana saya berasal, hahaha bangga juga), telah dipilih oleh Pak Dubes untuk Sri Lanka untuk dicetak dalam ukuran besar 60x90cm dan akan dipajang di International Buddhist Gallery di Kandy. Meski telat, ya karena pilihan, tetap dapat prioritas.

7
Diskusi Umum / Re: [share] suka-duka jadi bhikku
« on: 18 April 2011, 09:20:41 PM »
Iya, saya juga cari transkripnya tapi ga dapet... 
Coba tanya anak Patria berikut ini:
http://www.facebook.com/#!/laurens.kwoo
Dulu waktu ke Sri Lanka saya beri 2 buku. Mungkin dia bisa memberikan foto kopinya.

Baca biograpi Ven. Gunananda di wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/Migettuwatte_Gunananda_Thera

8
Diskusi Umum / Re: [share] suka-duka jadi bhikku
« on: 18 April 2011, 09:11:34 PM »
Quote
1. Di Srilanka terjadi perang antara tamil dan pemerintah. Bagaimana posisi para Bhikkhu dengan kenyataan ini? Apakah para pejuang Tamil mengganggu para Bhikkhu atau kah tidak? Dan Bagaimana posisi Bhikkhu terhadap peperangan dua kelompok ini? Bisa bantu di sharing, terutama posisi Bhikkhu hutan yg mungkin saja sering ketemu dengan para pejuang Tamil.
Ada bhikkhu yang mendukung pemerintah dan ada bhikkhu yang bersikap netral. Mereka mendukung pemerintah karena mereka merasa capek melihat bom yang selalu menghantui kehidupan masyarakat. Sikap LTTE terhadap para bhikkhu sebenarnya tergantung sikap bhikkhu itu sendiri. Kalau para bhikkhu tersebut bertindak membantu pemerintah, LTTE akan membunuh dan menyakiti mereka. Pernah juga ada satu bus bhikkhu dan samanera yang dihabisi dan hanya satu yang bertahan hidup. Untuk bhikkhu-bhikkhu hutan, mereka bersikap netral sehingga tidak menjadi target LTTE.

Quote
2. apakah perbedaan paling nyata antara Bhikkhu kota dan Bhikkhu hutan? Karena begini, saya membayangkan seandainya saya menjadi Bhikkhu, saya akan memilih untuk menjadi Bhikkhu hutan, yg jauh dari hiruk pikuk kota dan hidup lebih sederhana (meski pasti lebih keras). Dan apakah Bhikkhu hutan masih wajib berkeliling sibuk berceramah ke umat awam?
Yang paling nyata adalah bhikkhu kota sibuk melayani umat dan bhikkhu hutan lebih fokus ke praktik. Untuk bhikkhu hutan, yang sibuk hanya kepala vihara dan guru meditasi. Yang lainnya, ceramah hanya saat dibutuhkan, juga bukan kewajiban.

9
Diskusi Umum / Re: Mengapa Asin Jinarakkhita Memelihata Jenggot?
« on: 18 April 2011, 08:51:20 PM »
Saya bertanya malah untuk mengungkit masa lalu. Repot deh.

10
Diskusi Umum / Mengapa Asin Jinarakkhita Memelihata Jenggot?
« on: 18 April 2011, 07:43:12 PM »
Semasa hidupnya, Asin Jinarakkhita membiarkan jenggotnya tumbuh memanjang. Saya melihat hanya beliaulah yang berjenggot panjang sementara yang lain tidak memelihata jenggot. Sebenarnya, apakah alasan beliau untuk memelihara jenggot hingga sepanjang itu? Adakah teman-teman yang tahu?

11
Diskusi Umum / Re: Sayembara mencari kelemahan Tipitaka
« on: 14 April 2011, 04:29:08 PM »
Kalau saya menang, uangnya akn saya sumbangkan untuk DC. Tetapi sayang, jurus belut yang dipakai sehingga Tuhan DC juga hanya bisa gigit jari.

12
Diskusi Umum / Re: Sayembara mencari kelemahan Tipitaka
« on: 14 April 2011, 09:17:56 AM »
Samanera Dhammasiri yang saya hormati,   ^:)^  Sesuai dengan argumen yang dikemukakan oleh bro Indra, Samanera harus bisa membuktikan dengan apa tabib Jivaka Komarabacca memotong tengkorak kepala pasien (apakah dengan gergaji atau kapak) demikian juga dengan pembedahan perut, pisau bedah buatan mana tabib Jivaka mengoperasi pasien,  karena sesuai argumen bro Indra untuk membuktikan suatu tindak kriminal, selain adanya korban, kita harus memiliki bukti berupa alat yg digunakan dalam tindakan terse-but.

Untuk bro Indra terima kasih atas argumennya... 

Mettacittena,   _/\_
Saya melihat bahwa pihak penyelenggara sayembara ini tidak benar-benar mampu membedakan mana fakta yang berasal dari Tipitaka dan mana yang berasal dari Atthakatha. Terbukti dari fakta yang dikemukakan untuk berargumentasi tidak mencantumkan sumbernya. Lebih dari itu, definisinya selalu diubah-ubah. Saya melihat sikap Batara Indra bukan sebagai sesuatu yang serius tetapi sekedar untuk membuktikan bahwa dia pun bisa menggunakan theory "ell-wrinkle". Karena itu, saya melihat tidak ada keseriusan dalam sayembara ini.

13
Diskusi Umum / Re: Sayembara mencari kelemahan Tipitaka
« on: 14 April 2011, 12:08:22 AM »
Samanera Dhammasiri yang saya hormati,  ^:)^  Contoh yang paling jelas adalah Jivaka Komarabacca melukai kaki Sang Buddha untuk membuat agar darah mengalir supaya sembuh. Akankah ini juga berlalu untuk memenangkan hadiah ini dari bro kaynin dan bro Indra atau akan dijadikan dasar untuk berbelit...?

Mettacittena,   _/\_Tetapi kejadian tentang Jivaka Komarabaccha melukai kaki Sang Buddha itu terdapat di mana? Apakah bisa disebutkan sumbernya? Jangan-jangan yang membuat sayembara sendiri belum tahu membedakan mana yang dari Tipitaka dan mana yang dari kitab komentar.

14
Diskusi Umum / Re: Sayembara mencari kelemahan Tipitaka
« on: 13 April 2011, 01:43:39 PM »
Tidak bisa, itu merknya 'operasi' bukan melukai kepala orang. Lagipula, bukan Buddha yang melakukan atau membimbing operasi tersebut, tapi Jivaka. Jadi itu bukan ajaran Buddha.

[belut mode]Apakah dibilang pakai anesthesia atau tidak? Karena kalau pakai, berarti tidak termasuk menyakiti.[/belut mode]
Kalau definisinya seprti ini
Quote
"Barang siapa yang bisa menemukan pernyataan dalam Tipitaka yang membenarkan/menyetujui perbuatan yang dengan sengaja melukai mahluk lain atau membunuh mahluk lain secara fisik" akan diberi hadiah.
tentu itu adalah syah karena pasien perlu diikat ditiang ketika operasi dilakukan.

15
Diskusi Umum / Re: Sayembara mencari kelemahan Tipitaka
« on: 13 April 2011, 12:52:46 PM »
Saya mau ikutan sayembara. Dalam Vinaya Pitaka I, 273, dikatakan bahwa Jivaka Komarabaccha melakukan operasi dibagian kepala seorang pasien. Dia harus memotong tengkorak kepada untuk mengeluarkan 2 makhluk yang menyebabkan pasien menderita selama 7 tahun. Dia juga telah membedah perut seorang pasien untuk menyembuhkan system pencernaan seorang pasien (Vin. I, 275). Akankah ini juga berlalu untuk memenangkan hadia atau akan dijadikan dasar untuk berbelit?

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 31