Melihat Meditasi Dari Psikoanalisis

Melihat Meditasi Dari Psikoanalisis
Franky Alexander

Meditasi merupakan hal pokok dalam mengembangkan batin untuk mencapai kebebasan mutlak. Dari segi praksis tentunya manfaat yang didapat dari bermeditasi sangat berguna dalam kehidupan sehari. Jika melihat dari sudut psikologi khususnya psikoanalisa meditasi dapat dijabarkan melalui komponen-komponen yang ada dalam teori Sigmund Frued tersebut. Yang perlu dipahami dalam menganalisa adalah kemampuan mengendalikan kesadaran dalam tahap meditasi dan pemberontakan yang dilakukan oleh alam bawah sadar kepada alam kesadaran. Sebelum menjelaskan lebih jauh penulis akan mengajak pembaca berkontemplasi secara mendalam terhadap pikiran.

Meditasi adalah metode yang dilakukan untuk mengembangkan kesadaran dalam kehidupan untuk menghilangkan penderitaan yang berasal dari pikiran yang sering lepas kendali dan sulit untuk dikontrol. Biasanya efek yang ditimbulkan setelah bermeditasi ialah menjadi lebih tenang,fokus, dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan. Sedangkan Psikoanalisis adalah suatu pisau analisa atau metode analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi psikologis sesorang.

Psikoanalisis dalam bukunya The Interpretaion of Dreams Sigmund Freud menjelaskan bahwa ada 3 kondisi ,pertama alam sadar yaitu kondisi dimana kesadaran dan akal manusia mendominasi,kedua prasadar yaitu kondisi dimana ide-ide yang tidak disadari muncul dengan sekejap namun dapat dikendalikan kapan akan muncul, ketiga alam bawah sadar yaitu kondisi dimana seluruh pengetahuan yang telah didapat dari masa lalu ditekan oleh super ego dan menumpuk pada alam ini. Alam bawah sadar merupakan sumber dari ide-ide dan imaji kreatif manusia yang dimanfaatkan sastrawan dan seniman-seniman surealis dalam berkarya. Alam bawah sadar sering muncul dalam alam kesadaran dalam bentuk-bentuk yang tidak disadari. Dalam hal ini freud menjelaskan ada 3 bentuk munculnya alam bawah sadar yang ditekan super ego terhadap alam kesadaran, yaitu parapraksis,dalih,dan proyeksi. Ketiganya muncul ke alam sadar manusia tanpa kita ketahui dan begitu saja.

Jika melihat meditasi dari sudut pandang psikoanalisis,meditasi merupakan bentuk melatih kesadaran untuk mengendalikan id manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak perbuatan-perbuatan manusia yang tidak sesuai dengan prinsip realitas. Dalam hal ini id ditekan atau pikiran serta hasrat manusia kedalam alam bawah sadar yang tentunya akan menumpuk dalam alam bawah sadar.

Seperti yang dikatakan Freud semakin menekan bentuk pikitran yang tidak sesuai prinsip realitas maka akan semakin kuat pula pikiran atau hasrat itu muncul dari alam bawah sadar ke alam kesadaran. Hal ini juga sejalan dengan manfaat yang didapatkan dari bermeditasi. Dalam bermeditasi manusia melatih kesadarannya tapi bukan berarti menutup pintu alam bawah sadarnya rapat-rapat agar pikiran dari alam bawah sadar tidak keluar ke alam kesadaran. Justru bermeditasi membuka alam bawah sadar dengan luas tetapi diperkuat dengan melatih alam kesadaran. Jadi ketika ada pikiran atau hasrat dalam alam bawah sadar menekan dan keluar dari alam kesadaran pikiran tidak akan terbawa oleh alam bawah sadar. Kesadaranlah yang mengendalikan benntuk pikiran tersebut. Cukup dengan menyadari pikiran-pikiran tersebut muncul memperhatikannya dan pikiran tersebut akan lenyap begitu saja.

Inilah yang memberikan sumbangsih besar meditasi dalam kesadaran manusia dalam menghadapi dirinya sendiri. Manusia melatih kesadarannya utnuk mengendalikan id dan egonya yang tertanam di alam bawah sadar yang kapan saja bisa meloncat ke alam sadar manusia lalu melalui kesadaran yang sudah terlatih membiarkannya dan menghapusnya. Tidak ada pertarungan mental dalam ketiganya. Maka dari itu, tidak ada juga ketegangan dan tekanan akibat dari interaksi 3 unsur kepribadian manusia. Semuanya dilepaskan hanya menjadi sadar atas pikiran.Manusia akan menjadi kebebasan itu sendiri.

Penulis merupakan mahasiswa S-1 Ilmu Pemerintahan UNDIP dan Anggota Keluarga Mahasiswa Buddhis Dharmavamsa UNDIP

Kegilaan Pikiran Manusia

Kegilaan Pikiran Manusia
Fredrick Neo

Dalam sistem kehidupan saat ini tampaknya sudah tidak ada lagi celah bagi manusia untuk menyembunyikan sifat egoismenya. Sifat ini pada dasarnya merupakan rasa akan diri sendiri yang sangat kuat sehingga memberikan suatu dorongan untuk “lebih” memilih saya daripada orang lain. Secara umum, sifat ini telah tertanam begitu lekatnya pada diri manusia bahkan sejak dia masih berusia dini. Manusia telah sangat terbiasa menciptakan suatu pola pikir bahwa ada sesuatu yang terpisahkan dari lainnya sehingga ada sekat-sekat antar individu yang saling berlomba memberi energi pada ketamakan, kerakusan, persaingan dan perilaku merusak lainnya hanya untuk memenuhi kebutuhan eksistensinya.

Continue reading Kegilaan Pikiran Manusia

Pengaruh Agama Buddha Terhadap Sendi-Sendi Kehidupan

Pengaruh Agama Buddha Terhadap Sendi-Sendi Kehidupan Masyarakat Sri Lanka
Samanera Dhammasiri

Pengantar
Tentu Sri Lanka adalah negara yang tidak asing di telinga kita, orang Indonesia. Nama Sri Lanka sendiri digunakan sejak tahun 1972. Sebelumnya negara ini lebih terkenal dengan sebutan Ceylon. Di dalam buku-buku kuno, negara ini dikenal sebagai Tambapani, Sīhaḷadīpa dan bahkan saya pernah mendapat informasi bahwa Svarnadīpa yang hingga saat ini masih menjadi kontroversi di antara para sarjana Buddhist, juga dianggap sebagai sebutan untuk Sri Lanka. Secara official, negara ini disebut Sri Lankā Prajathanthrika Samajavadi Janarajaya.

Sri Lanka terletak di sebuah pulau kecil yang luasnya 65,610 km2 atau kurang lebih dua kali Provinsi Jawa Tengah. Sensus tahun 1999 menunjukkan bahwa negeri ini dihuni oleh 18.552.000 jiwa. Program keluarga berencana yang telah dilaksanakan secara traditional sejak ribuan tahun yang lalu membuat Sri Lanka memiliki rata-rata pertumbuhan penduduk cukup rendah—1.3% per tahun.

Di mata dunia, Sri Lanka terkenal sebagai negara yang paling ortodoks dalam mempertahankan tradisi agama Buddha. Oleh karenanya, sejak awal hingga sekarang, agama Buddha mazhab Theravada tetap mendominasi negara ini dan tetap mempertahankan Bahasa Pāli sebagai bahasa agama Buddha. Karena alasan tersebut, kita pun cukup sulit untuk menemukan vihara dari mazhab lain. Saya pernah menemukan sebuah vihara yang dibangun oleh bhikkhu dari Jepang tapi tetap dihuni oleh bhikkhu Sri Lanka.
Continue reading Pengaruh Agama Buddha Terhadap Sendi-Sendi Kehidupan

Wiku Sadayana ~ Lukisan Dan Bingkainya

Wiku Sadayana ~ Lukisan Dan Bingkainya
Dayananda TG.

Siang itu, Wiku Sadayana sibuk membuat bingkai untuk sebuah lukisan bergambar Buddha yang berwajah asing dan bermata sipit. Setelah selesai memasang lukisan ke dalam bingkai, Wiku menggantung lukisan itu di dinding dibelakang Buddha rupang di Sanggar Pamujan.

Dan pada senja hari, seperti biasa Sanggar Pamujan dipenuhi oleh suara para cantrik yang menguncarkan tembang mantra suci mengagungkan Hyang Guru Buddha serta mengulang kembali janji bakti mereka untuk mengikuti ajaran hidup yang luhur dari Hyang Guru Buddha. Sanggar Pamujan yang diterangi kelap kelip dlupak minyak jarak, bercampur dengan bau harum dupa dan beraneka bunga segar yang terserak di meja tempat rupang Hyang Guru Buddha berada, membuat suasana menjadi terasa makin sakral.

Continue reading Wiku Sadayana ~ Lukisan Dan Bingkainya

Wiku Sadayana ~ Menghadapi Bencana

Wiku Sadayana ~ Menghadapi Bencana
Upasaka Dayananda TG

Suatu siang yang sangat panas, upasaka Danaviriya salah seorang pengikut Wiku Sadayana datang dari kota ke padepokan tempat Wiku Sadayana tinggal. Dia membawa kain untuk diberikan kepada para murid Wiku Sadayana yang sudah membutuhkan pakaian.

Menjelang senja setelah istirahat dan mandi di pancuran yang dingin airnya, Danaviriya menuju ruang pamujan, dan disana telah berkumpul penghuni padepokan yang lain untuk memulai penguncaran mantra suci. Setelah mendapatkan tempat duduk yang sesuai, Danaviriya dengan sungguh sungguh mengikuti penguncaran mantra suci sampai selesai.

Seperti biasanya, para murid Wiku yang membutuhkan petunjuk, masih tetap berada diruang tersebut, sedangkan yang lainnya kembali ke pondok masing masing untuk bersemedi atau membaca lontar, atau beristirahat bagi yang sudah merasa lelah. Dan seorang murid membawa masuk seteko wedang jahe hangat dengan beberapa cangkir bambu, dan dibagikan kepada yang masih hadir disitu. Continue reading Wiku Sadayana ~ Menghadapi Bencana

Tips Menikmati Kemacetan

Tips Menikmati Kemacetan
Madiyono

Menikmati suasana perjalanan di kota besar seperti Jakarta ternyata bukan hal yang mudah. Apalagi saat pagi hari dan sore hari. Di pagi hari, sekitar pukul 06.00 – 08.30 WIB, saat orang–orang pergi ke tempat kerja, semua jalanan di Jakarta dipadati ribuan kendaraan bermotor, angkutan umum dan ratusan mobil pribadi. Jalanan penuh sesak oleh kendaraan. Bahu jalan yang merupakan hak bagi pejalan kaki juga dirampas oleh beberapa motor yang tidak sabar. Beberapa motor naik ke bahu jalan yang biasanya juga diikuti oleh puluhan motor lainnya yang ada di belakangnya. Akhirnya suasana di jalanan semakin semrawut, tak terkendali. Tak ada yang mau mengalah. Semua kendaran ingin jalan duluan. Polisi yang ada, meskipun melihat kejadian tersebut cenderung membiarkan karena ketidakberdayaannya mengatur ribuan kendaraan yang ada di jalan. Dan akhirnya, macet total

Continue reading Tips Menikmati Kemacetan

Perang

Perang
Chuang

Bila saya mencoba mengingat-ingat kembali sejarah kehidupan saya dari sejak mula hingga sekarang ini, saya dapat menyimpulkan bahwa sampai sejauh ini tidak ada satu pun masa ketka saya tidak menemukan kata “Perang” tidak diucapkan.

Di awal tahun 70-an dan juga sepanjang tahun itu, ketka saya masih sangat sangat kecil, terjadi perang Vietnam antara tentara kaum kapitalis versus kaum komunis. Kemudian, di era 80-an, ketika saya masih kanak-kanak, dunia mengalami perang yang lama dan berlarut-larut antara dua negara bertetangga: Irak vs Iran dan juga perang “abadi” antara Palestina vs Israel. Selanjutnya, pada tahun 90-an, saat mata saya mulai terbuka dan mengerti sedikit banyak apa yang telah terjadi, kita menyaksikan secara langsung perang teluk antara AS dan sekutunya melawan Irak yang dianggap sebaga seorang anak nakal yang harus dihukum.
Continue reading Perang

Pak Gondo Sucipto (in memoriam)

Pak Gondo Sucipto
(in memoriam)
Upa. Dayananda TG.

“Aku berlindung pada Buddha, Ingat selalu takkan lupa……….” Dengan suara baritonnya yang khas, pak Gondo yang biasa saya panggil mpek (pak De ), bersenandung sambil mencukur rambut saya. Sejak umur 5 tahun, sampai saya SMA. beliau selalu mencukur rambut para putranya termasuk saya, seorang keponakannya. Dan karena sekolah SD saya dekat dengan rumah beliau, seusai sekolah, saya selalu ke rumah beliau, sampai menunggu ayah saya menjemput sepulang kerja.

Begitu sering beliau bersenandung lagu Aku berlindung, sampai suatu ketika saya iseng bertanya : “Mpek, apa tidak ada lagu lain selain Aku berlindung?” dan dengan enteng beliau menjawab : “Bagi mpek, tidak ada lagu yang lebih bagus daripada lagu Aku berlindung pada Buddha”.
Continue reading Pak Gondo Sucipto (in memoriam)

Buddha dan Semangat Berani Gagal

Buddha dan Semangat Berani Gagal
Chuang

Setiap kali saya menengok ke dalam sejarah kehidupan Buddha, selalu ada saja teladan yang dapat saya temukan, dan temukan, dan temukan lagi. Kehidupan-Nya—yang meskipun cukup singkat untuk masa itu—bagaikan sumur dari mata air kebijaksanaan yang tak pernah kering sepanjang masa.

Dalam kaitannya dengan semangat pantang menyerah, kehidupan Buddha telah memberikan kita suatu teladan mengenai keteguhan dan ketabahan yang sempurna dari seorang manusia yang mempunyai impian besar, suatu impian yang bukan melulu demi kemuliaan diri-Nya sendiri, tetapi juga untuk kebahagiaan segenap makhluk di seluruh alam kehidupan: KEBEBASAN SEJATI.
Continue reading Buddha dan Semangat Berani Gagal

Bentangan Cakrawala Dukkha

Bentangan Cakrawala Dukkha
Willy Yanto Wijaya

Kemajuan sains dan teknologi telah membawa implikasi yang luas terhadap bentuk-bentuk kehidupan. Banyak kemudahan dan manfaat yang telah dirasakan oleh umat manusia. Tersedianya media hiburan, kemudahan mobilitas, peningkatan akses komunikasi dan informasi telah membentuk fase yang sangat berbeda secara signifikan dengan keadaan beberapa dekade lalu.

Continue reading Bentangan Cakrawala Dukkha