Samyutta Nikaya, bagian ketiga dari Sutta Pitaka, berisi 2,889 sutta yang dikelompokkan menjadi 5 bagian (vagga). Setiap vagga dibagi lebih jauh menjadi samyutta, yang masing-masing berisi sebuah kelompok sutta berdasarkan topik. Samyutta dinamakan sesuai dengan topik sutta yang didalamnya. Sebagai contoh, Kosala Samyutta (didalam Sagatha Vagga) berisi sutta tentang Raja Pasenadi dari Kosala; Vedana Samyutta (didalam Salayatana Vagga) berisi sutta tentang perasaan (vedana); dan seterusnya.
Sutta disini diberikan nomor sesuai samyutta (bagian) dan sutta, dengan penomoran sutta yang berurut dari awal pada setiap samyutta, digunakan sebagai panduan untuk terjemahan Samyutta Nikaya bahasa Inggris PTS oleh Rhys Davis & Woodward (The Book of the Kindred Sayings). Tanda kurung kurawal {} yang menyertai setiap judul sutta dan samyutta berisi nomor volume dan nomor awal halaman, yang pertama didalam Samyutta Nikaya bahasa Pali PTS yang berhuruf Roman, kemudian pada Connected Discources of the Buddha ("CDB") oleh Bhikkhu Bodhi. Nama penerjemah ditampilkan didalam kurung siku [].
Untuk membaca, silahkan klik judul sutta. Jika sebuah sutta memiliki beberapa alternatif penerjemahan, silahkan klik pada nama penerjemahnya.
Daftar Isi ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Sagatha Vagga — Bagian Syair
(samyutta 1-11) ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
1.
Devata-samyutta — Para Dewa {S i 1; CDB i 89} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
2. Devaputta-samyutta — Putra-putra Para Dewa{S i 46; CDB i 139} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
3. Kosala-samyutta — Raja Pasenadi dari Kosala{S i 68; CDB i 164} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
4. Mara-samyutta — Mara {S i 103; CDB i 195}. ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Kisah-kisah tentang usaha-usaha Mara untuk mengalahkan Sang Buddha.
5. Bhikkhuni-samyutta — Bhikkhuni {S i 128; CDB i 221} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Kisah-kisah tentang usaha Mara untuk memancing para bhikkhuni pergi dari tempat meditasi mereka didalam hutan dengan menanyakan pertanyaan provokasi. Semua para bhikkhuni tersebut mengalahkan Mara dengan baik.
6. Brahma-samyutta — Dewa Brahma {S i 136; CDB i 231} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
7. Brahmana-samyutta — Para Brahmana {S i 160; CDB i 254} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
8. Vangisa-samyutta — Yang Mulia Vangisa {S i 185; CDB i 280} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
9. Vana-samyutta — Hutan {S i 197; CDB i 294} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
10. Yakkha-samyutta — Dewa Yakkha {S i 206; CDB i 305} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
11. Sakka-samyutta — Sakka (Raja Dewa) {S i 216; CDB i 317} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Nidana Vagga — Bagian Penyebab
(samyutta 12-21) ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
12. Nidana-samyutta — Paticcasamuppada (Kemunculan saling bergantungan) {S ii 1; CDB i 533} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
13. Abhisamaya-samyutta — Realisasi {S ii 133; CDB i 621} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
14. Dhatu-samyutta — Element {S ii 140; CDB i 627} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
15. Anatamagga-samyutta — Awal samsara yang tidak dapat dibayangkan {S ii 178; CDB i 651} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
16. Kassapa-samyutta — Yang Mulia Maha Kassapa {S ii 194; CDB i 662} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
17. Labhasakkara-samyutta — Keuntungan dan penghargaan {S ii 225; CDB i 682} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
18. Rahula-samyutta —Yang Mulia Rahula {S ii 244; CDB i 694} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
19. Lakkhana-samyutta — Yang Mulia Lakkhana {S ii 254; CDB i 700} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
20. Opamma-samyutta — Perbandingan {S ii 262; CDB i 706} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
21. Bhikkhu-samyutta — Para Bhikkhu {S ii 273; CDB i 713} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Khandha Vagga — Bagian Kumpulan
(samyutta 22-34) ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
22. Khandha-samyutta — Kumpulan yang melekat {S iii 1; CDB i 853} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
- SN 22.59: Anatta-lakkhana Sutta — Khotbah tentang Karakteristik Bukan-Diri {S iii 66; CDB i 901} [Thanissaro]. Khotbah kedua Sang Buddha, beliau berdiskusi prinsip anatta (bukan-diri) dengan kelompok lima pertapa. Dengan cara dialog bertanya-jawab dengan pendengar, Sang Buddha menunjukkan bahwa tidak ada diri didalam lima kumpulan yang kita seringkali identifikasikan sebagai "diri." Sutta ini menggambarkan kemahiran Sang Buddha sebagai guru: pada akhir dari khotbah, kelima bhikkhu mencapai Pencerahan sempurna (arahatta).
23. Radha-samyutta — Yang Mulia Radha {S iii 188; CDB i 984} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
24. Ditthi-samyutta — Views {S iii 202; CDB i 991} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
25. Okkanta-samyutta — Memasuki {S iii 225; CDB i 1004} ![[go up]](../../icon/scrollup.gif)
Didalam samyutta ini Sang Buddha menjelaskan jenis-jenis keyakinan dan pengertian yang diperlukan untuk mencapai pemasuk-arus. Sutta-sutta pendek ini memiliki struktur yang identik, masing-masing fokus pada aspek pengalaman yang berbeda-beda (termasuk enam indra, enam element (dhatu), dan lima kumpulan).
- SN 25.3: Viññana Sutta Sutta — Kesadaran {S v 2; CDB ii 1524} [Thanissaro]. Bagaimana keyakinan dan pengertian tentang perubahan pada kesadaran indera dapat mengarahkan pada pemenang-arus.
- SN 45.8: Magga-vibhanga Sutta — Sebuah analisa dari sang Jalan {S v 2; CDB ii 1524} [Thanissaro]. Sebuah rangkuman dari Jalan Mulia Berunsur Delapan.
- SN 45.171: Ogha Sutta — Banjir {S v 59; CDB ii 1563} [Thanissaro]. Banyak kotbah yang berbicara tentang "menyebrangi banjir." Kotbah ini menjabarkan banjir-banjir yang harus disebrangi, dan bagaimana caranya.
- SN 56.31: Simsapa Sutta — Daun-daun Simsapa {S v 437; CDB ii 1857} [Thanissaro]. Sang Buddha membandingkan pengetahuan yang didapatnya dalam pencerahannya dengan daun-daun didalam hutan, dan ajarannya dengan hanya segenggam daun. Beliau kemudian menjelaskan mengapa beliau tidak menjelaskan sisanya.