easter-japanese

1

2

“Para bhikkhu, mereka yang tidak mengambil bagian dalam perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak menjadi bagian dari tanpa-kematian. Mereka yang mengambil bagian dalam perhatian yang diarahkan pada jasmani menjadi bagian dari tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, tanpa-kematian tidak menjadi bagian dari mereka yang tidak mengambil bagian dalam perhatian yang diarahkan pada jasmani. Tanpa-kematian menjadi bagian dari mereka yang mengambil bagian dalam perhatian yang diarahkan pada jasmani.”

“Para bhikkhu, mereka yang terjatuh dari perhatian yang diarahkan pada jasmani telah terjatuh dari tanpa-kematian. Mereka yang tidak terjatuh dari perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak terjatuh dari tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang mengabaikan perhatian yang diarahkan pada jasmani telah mengabaikan tanpa-kematian. [46] Mereka yang tidak mengabaikan perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak mengabaikan tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang melalaikan perhatian yang diarahkan pada jasmani telah melalaikan tanpa-kematian. Mereka yang tidak melalaikan perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak melalaikan tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang melupakan perhatian yang diarahkan pada jasmani telah melupakan tanpa-kematian. Mereka yang tidak melupakan perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak melupakan tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang tidak mengejar perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak mengejar tanpa-kematian. Mereka yang mengejar perhatian yang diarahkan pada jasmani telah mengejar tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang tidak mengembangkan perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak mengembangkan tanpa-kematian. Mereka yang mengembangkan perhatian yang diarahkan pada jasmani telah mengembangkan tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang tidak melatih perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak melatih tanpa-kematian. Mereka yang melatih perhatian yang diarahkan pada jasmani telah melatih tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang tidak secara langsung mengetahui perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak secara langsung mengetahui tanpa-kematian. Mereka yang secara langsung mengetahui perhatian yang diarahkan pada jasmani telah secara langsung mengetahui tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang tidak sepenuhnya memahami perhatian yang diarahkan pada jasmani tidak sepenuhnya memahami tanpa-kmatian. Mereka yang sepenuhnya memahami perhatian yang diarahkan pada jasmani telah sepenuhnya memahami tanpa-kematian.”

“Para bhikkhu, mereka yang belum merealisasi perhatian yang diarahkan pada jasmani belum merealisasi tanpa-kematian. Mereka yang merealisasi perhatian yang diarahkan pada jasmani telah merealisasi tanpa-kematian.”


Catatan Kaki
  1. Saya mengikuti Be, yang memperlakukan ini sebagai vagga terpisah. Ee menganggapnya sebagai kelanjutan dari vagga XXI. Ce memperlakukannya sebagai sub bab ke delapan dari vagga XVI. ↩︎

  2. Ce dan Ee menganggap masing-masing dari dua belas pasang yang bersesuaian dalam vagga ini sebagai sutta-sutta terpisah, dengan demikian menghitungnya dua puluh empat sutta. Saya mengikuti Be, yang memperlakukan setiap pasang dalil sebagai satu sutta tunggal dan dengan demikian menghitungnya hanya dua belas sutta. ↩︎