Antara Aku, Dia dan Combro !
Lykim176
“Janganlah melekat terhadap segala sesuatu apapun, termasuk terhadap dhamma”
“Janganlah melekat terhadap barang yang didanakan, seperti jangan melekat terhadap kotoran yang telah kita buang”"
Itulah teori yang tertanam dalam benakku dan sering aku tularkan terhadap teman-temanku. Namun teori membutuhkan praktik dilapangan, agar hakekat dari dhamma tersebut terselami/tertembusi.
Ditempat ku biasa belajar dhamma, aku sering datang 1 jam lebih awal. Suatu hari aku bersama dengan teman seperti biasa datang lebih dahulu, tidak lama kemudian datang juga peserta lain. Peserta yang baru datang ini adalah peserta baru kelas dhamma. Lalu terjadilah pembicaraan diantara kami, aku lebih banyak bertanya pada peserta baru tersebut. Ternyata orang ini(peserta baru) sedikit terbelakang(mungkin autis). Sebenarnya aku salut juga dia mau belajar dhamma. Ditengah pembicaraan dengannya ada hal yang membuat batinku geli, membuat aku menahan tawa agar tidak menyinggung perasaannya. Ternyata ku lihat temanku juga menahan tawa, lalu ku putuskan untuk pergi sebentar meninggalkan mereka berdua agar tidak tertawa lebar.
Diluar ku lihat banyak tukang jajanan, lalu ku putuskan untuk membeli 8 buah combro(mahal juga 1 combro = Rp.1500) untuk para peserta kelas dhamma. Ketika aku hendak kembali(ketempat kelas dhamma) aku berpikir ”Wah didalam cuma ada si gendut(tubuhnya memang gendut) dan kawan saya. Pertemuan yg lalu saya perhatikan dia makan martabak hobi sekali, tanpa pikir-pikir orang lain juga mau makan. Dia makan banyak martabak tersebut dengan cepat”.
Read the rest of this entry »

Entries (RSS)