Pemimpin Tiada Tara
Fayen
Suara pertarungan pedang pusaka Zhan Mo Jian (baca: Can Mo Cien – Pedang Pemenggal Mara) melawan keroyokan tiga buah golok seakan membelah keheningan fajar di kaki bukit di luar kota Luo-yang. Wu Mie (U Mie - Tidak Musnah) harus mengerahkan seluruh kemampuannya menghadapi serangan tiga orang bercadar hitam yang masing-masing bersenjatakan golok. Sebenarnya kurang tepat kalau dikatakan menghadapi, karena kondisi Wu Mie waktu itu tak lebih hanya bisa mempertahankan diri dengan tanpa mampu melakukan serangan balik.
Pedang pusaka Zhan Mo Jian seakan tak berdaya menahan serbuan tiga golok itu. Wu Mie tak habis pikir, angin apa yang membawa tiga orang bercadar ini ke atas bukit yang sejak kecil sudah menjadi tempat ia berlatih ilmu pedang? Anehnya lagi, tanpa basa basi mereka langsung mengeroyoknya. Seingatnya selama ini tidak pernah mengikat dendam permusuhan dengan tokoh manapun. Tetapi kini bukan saat yang tepat untuk berpikir atau berheran-ria karena ia tak memiliki kesempatan untuk itu di bawah serangan golok yang datang bertubi-tubi, bahkan membasuh keringat di wajahpun sudah tak sempat dilakukannya.
Tags: Kebajikan, Kepemimpinan, Sila

Entries (RSS)