Posts Tagged “Kamma”
Berita Vimala Dharma 118 - September 2008
Hukum Karma
Intropeksi
Tanya Jawab Seputar Karma
Dua Sisi mata Uang
Kumpul Bersama
Kebangkitan
Berdana Pada Pengemis
Apakah Kehidupan Lampau itu Benar-Benar Ada?
Serigala Rawan Demam
Kehidupan Desa (2)
Renungan
eBook
Download PDF (1.9 MB)
Baca Online
Tags: Bangkit, Dana, Desa, Hidup, Kamma, Karma
No Comments »
Cloning dari sudut pandang Buddhis
Andromeda
Isi artikel ini dirangkum dari pembahasan cloning berseri yang diselenggarakan di bulan April 2008 di dua tempat, yakni di Los Angeles, California, dan di Columbus, Ohio, USA. Pembicara untuk seri diskusi cloning ini mencakup Bhikkhu Jotidhammo (Sangha Theravada Indonesia) dan Andromeda (ilmuwan biologis). Artikel ini bukanlah representasi dari kesepakatan komunitas Buddhis, melainkan argumen penulis dari sudut pandang Buddhis dan ilmu sains. Artikel ini hanya boleh disebarluaskan secara gratis dan bebas tanpa perlu meminta izin dari penulis.
Secara umum, definisi cloning adalah proses memperbanyak materi biologi yang dapat mencakup DNA, sel, tissue, organ, maupun organisme, dimana materi yang diperbanyak tersebut (clone) memiliki DNA yang sama dengan induknya. Karena DNA (deoxyribonucleic acid) menyimpan informasi genetik, maka clone memiliki informasi genetik yang sama dengan induknya. Ada 3 jenis cloning:
1) DNA cloning
2) Therapeutic cloning
3) Reproductive cloning
Artikel ini akan menjelaskan secara singkat ketiga jenis cloning ini, kemudian akan membahas pandangan Buddhis terhadap ketiga jenis cloning ini terutama dari segi etikanya.
Read the rest of this entry »
Tags: Cloning, Etika, Kamma
1 Comment »
Hanya Kitalah Yang Dapat Menolong Diri Kita Sendiri
(Only We Can Help Ourself)
Bhikkhu Dhammavuddho Maha Thera
Kamma biasanya merupakan subjek yang menarik karena berhubungan dengan setiap orang dan terdapat banyak aspek yang berbeda darinya. Terdapat banyak hukum alam yang
menyangkut hidup kita tetapi yang paling penting adalah hukum kamma-vipaka. Di dalam sutta (A.N. 6.63) Sang Buddha berkata “Kehendak, para bhikkhu, yang saya sebut Kamma. Setelah berkehendak, orang melakukan suatu tindakan lewat tubuh, ucapan atau pikiran“ Ini berarti bahwa tindakan yang dikehendaki adalah kamma, dan vipaka adalah akibat atau pengaruh daripadanya. Akibatnya dapat segera masak, masak beberapa waktu kemudian dalam kehidupan ini, atau masak dikehidupan yang akan datang.
eBook
Download PDF (108 KB)
Baca Online
Tags: Kamma, Karma, Menolong
1 Comment »
Apakah benar Karma Baik dan Karma Buruk itu ada !! ??
Wi Tjong
Hi semuanya, saya ingin memulai membahas topik ini dengan satu cerita lama :
Alkisah hiduplah seorang pak tua dengan seorang putranya yang baru menginjak dewasa. Mereka hidup sederhana disebuah gubuk dilereng gunung dengan halaman yang cukup luas untuk berternak. Pada suatu hari bapak ini menemukan seekor anak kuda. Kemudian muncul niat orang tua ini membawa pulang anak kuda tersebut utk dipelihara. Setiap hari anak kuda ini dirawat dan dipelihara dengan penuh kasih sayang. Dipelihara dengan tulus, tanpa mengharap suatu hari kudanya akan laku dijual dsb. Sampai suatu hari anak kuda ini tumbuh menjadi seekor kuda dewasa yang besar dan kuat. Mereka sangat menyayangi kuda tersebut dan bahkan sudah dianggap seperti anggota keluarga.
Read the rest of this entry »
Tags: Baik, Buruk, Kamma, Karma
3 Comments »
Jangan Menyerah!
Garvin
“Jangan menyerah!”…ya, ini adalah kata-kata yang sering sekali digunakan untuk menyemangati seseorang yang sedang mengalami kegagalan/masalah. Sebagai manusia biasa, yang masih diliputi dengan karma buruk masa lampau kita, kegagalan-kegagalan atau masalah-masalah sering sekali kita temukan, baik yang kita alami atau yang orang lain alami.
Read the rest of this entry »
Tags: Kamma, Menyerah
7 Comments »
Pikiran Positif Kunci Menuju Kebahagiaan
Hedi Kasmanto, S.Farm.,Apt.
Kita sebagai manusia tidak terlepas dari kemarahan. Sering kali kita dihadapkan persoalan baik masalah kerja, masalah keluarga, masalah percintaan yang menyebabkan kita kerap kali dilanda kemarahan. Ketidaksesuaian yang dilakukan orang lain dengan apa yang kita inginkan menyebabkan kita kecewa dan marah. Pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa dia memperlakukan saya dengan buruk, mengapa dia menyakiti saya terus melanda kita. Dan semakin kita berusaha menjawab pertanyaan tersebut, semakin kita terlarut dalam kekecewaan tersebut. Selain itu, kita juga diliputi dengan keinginan untuk membalas dendam agar mereka dapat merasakan sakitnya seperti yang kita rasakan. Untuk ini kita perlu mengetahui dari mana semua ini berasal ? Apa yang menyebabkan diri kita ini marah ? Jawabannya adalah PIKIRAN.
Read the rest of this entry »
Tags: Kamma, Pikiran
9 Comments »
Saldo
Toni Yoyo
Operator GSM saya sekarang lebih aktif. Setiap hari saya menerima pemberitahuan melalui SMS berapa banyak pemakaian telpon dan sms hari itu. Bisa juga pemberitahuan ini dikirim melalui sms sewaktu saya mengecek pulsa. Yang ’menggemaskan’ adalah kalimat terakhirnya, ”gunakan terus untuk menelpon dan mengirim sms sehingga berhak mendapatkan bonus ……”.
Read the rest of this entry »
Tags: Kamma
2 Comments »
To Give and To Receive
P.Md. R.Hardjon Dhammaraja, S.H., S.Ag.
Pada umumnya orang selalu berpendapat “Take and Give” artinya mengambil (atau lebih sopan dengan menggunakan istilah “menerima” dan kemudian baru memberi. Menurut ajaran Buddha hal ini cenderung bersifat ego dan serakah, maunya menerima, menerima, baru kemudian berkenan untuk memberi, sementara ajaran Buddha mengajarkan umatnya untuk setiap saat mengembangkan pikiran welas asih dan mempraktikkan kebenaran di dalam hidup ini. Ajaran Buddha adalah ajaran pragmatis bukan dogmatis artinya ajaran yang mengajarkan pentingnya praktik daripada mencekoki umatnya dengan teori-teori kebenaran. Buddha menekankan bahwa kualitas mempraktikkan Dhamma/ kebenaran lebih sempurna, lebih berkualitas daripada melakukan pujabhatti. Bukan berarti Buddha merendahkan nilai dari pelaksanaan pujabhatti.
Read the rest of this entry »
Tags: Kamma, Memberi
9 Comments »
Berbagi
Hendry Filcozwei Jan
“Apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai” demikian salah satu Dhamma yang dibabarkan Sang Buddha. Sebagai Buddhis, kita meyakini kebenaran hukum karma ini. Ini bukan dogma yang mutlak harus dipercaya, tapi sudah kita buktikan (ehipassiko) kebenarannya. Tapi hukum karma ini bukan seperti perhitungan matematis. Jadi, andai kita sumbangkan uang sekian, kelak kita juga akan dapat sumbangan uang sekian juga. Tentu bukan seperti itu hukum karma yang kita yakini. Tapi intinya adalah, kita menanam kebaikan, kita jualah yang akan menuai kebaikan, dan sebaliknya. Diharapkan atau tidak, apa yang kita tanam, itu yang akan kita petik. Hukum karma berlaku otomatis dan universal.
Read the rest of this entry »
Tags: Baik, Ehipassiko, Kamma
1 Comment »
Karma Cash Basis
Willibordus Halim
Setiap saat kita menanam karma dalam bentuk pikiran, ucapan dan perbuatan kita. Karma-karma baru terbentuk setiap saat, setiap detik dan kita yakin setiap karma ini akan berbuah pada kondisi yang tepat… “nantinya”.
Kalimat “nantinya” ini berarti dimasa yang akan datang. Bisa sebentar lagi, sehari lagi, bertahun-tahun lagi ataupun di kehidupan yang akan datang…. Bagi sebagian orang, kalimat “berbuah dimasa yang akan datang” sudah merupakan suatu alasan yang mujarab untuk menyepelekan suatu hasil. Sebagian orang tidak takut akan hasil “yang belum nampak”, atau hasil “yang belum pasti”. Otomatis, mereka tidak terlalu takut akan pikiran dan perbuatan jahat dan tidak terlalu optimis untuk berbuat kebaikan. Hukum Karma pada akhirnya menjadi suatu dogma saja, yang kadang-kadang diingat dan dilakukan, tetapi lebih sering dilupakan.
Read the rest of this entry »
Tags: Dana, Kamma, Kehidupan
3 Comments »
|