Ehipassiko… (Corak Buddha Dhamma)
Gunasaro
Judul yang membosankan dan sudah terlalu sering didengar yah… Namun, koq nampaknya pergeseran maknanya semakin menjauh dari makna hakikinya? Saya akan coba melihat dari beberapa poin untuk membedah ungkapan yang sederhana dan singkat ini…
Read the rest of this entry »
Tags:
Buddha Bless You,
Corak Buddha Dhamma,
Ehipassiko,
Namo Buddhaya,
Saddha
5 Comments »
Berbagi
Hendry Filcozwei Jan
“Apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai” demikian salah satu Dhamma yang dibabarkan Sang Buddha. Sebagai Buddhis, kita meyakini kebenaran hukum karma ini. Ini bukan dogma yang mutlak harus dipercaya, tapi sudah kita buktikan (ehipassiko) kebenarannya. Tapi hukum karma ini bukan seperti perhitungan matematis. Jadi, andai kita sumbangkan uang sekian, kelak kita juga akan dapat sumbangan uang sekian juga. Tentu bukan seperti itu hukum karma yang kita yakini. Tapi intinya adalah, kita menanam kebaikan, kita jualah yang akan menuai kebaikan, dan sebaliknya. Diharapkan atau tidak, apa yang kita tanam, itu yang akan kita petik. Hukum karma berlaku otomatis dan universal.
Read the rest of this entry »
Tags:
Baik,
Ehipassiko,
Kamma
1 Comment »
Karakteristik Buddhis
P.Md. R. Hardjon Dhammaraja, S.H., S.Ag.
Pendahuluan
Hingga saat ini, ajaran Buddha yang dikenal dengan Buddhasasana, Buddhadhamma, Dhamma, atau Dhamma Vinaya telah berusia lebih dari 2500 tahun. Jikalau dihitung mulai dari pembeberan Dhamma pertama dengan judul “Dhammacakkappavattana Sutta : Kotbah tentang pemutaran roda Dhamma” kepada lima pertapa (sekitar 588 S.M. di Taman Rusa Isipatana) kendati pertama kalinya di hari ke-50 setelah Pertapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna, Buddha memberikan nasihat Dhamma kepada dua orang pedagang (Bhallika dan Tapussa) yang sedang lewat di dekat Buddha sedang duduk, maka tahun 2006 ini Dhamma telah berusia 2595 tahun. Dengan usia yang cukup tua tersebut, tentunya Buddhadhamma memiliki ciri tersendiri dan memiliki khasnya sendiri pula. Dan tentunya ada perbedaan-perbedaan yang mendasar dengan ajaran-ajaran yang lain serta tidak dapat ditarik suatu garis persamaan. “Kita harus berani tampil BEDA”. Untuk itu, seyogyanya kita umat Buddha dapat mengetahui dan memahami Dhamma; ajaran Buddha agar kita dapat melihat keistimewaan atau khasnya Buddhis dan yang menarik minat banyak pihak untuk menganut Buddhadhamma.
Read the rest of this entry »
Tags:
Buddhis,
Dana,
Dukkha,
Ehipassiko,
Penghormatan
4 Comments »