Posts Tagged “Dana”

Esensi Kathina
Abin Nagasena

Hari Kathina dalam Buddhisme sangat erat hubungannya dengan Sangha (persaudaraan suci para bhikkhu/bhikkhuni), sedang Sangha sangat erat hubungannya dengan pelestarian Dharma. Dengan begitu jelaslah sudah bahwa esensi peringatan Kathina adalah berkaitan erat dengan pelestarian Dharma.

Hari Kathina menandakan berakhirnya masa Vassa yang merupakan salah satu kewajiban yang dijalankan oleh para bhikkhu/bhikkhuni selama tiga bulan setiap tahunnya. Vassa adalah masa berdiam diri bagi para anggota Sangha yang berlangsung di musim penghujan. Selama musim penghujan para bhikkhu/bhikkhuni tidak melakukan perjalanan penyebaran Dharma, tetapi berdiam bersama di satu tempat hingga musim hujan itu berakhir. Pelaksanaan Vassa ini ditetapkan semenjak zaman Buddha Sakyamuni pada sekitar 2500 tahun yang lalu.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments No Comments »

Antara Aku, Dia dan Combro !
Lykim176

“Janganlah melekat terhadap segala sesuatu apapun, termasuk terhadap dhamma”

“Janganlah melekat terhadap barang yang didanakan, seperti jangan melekat terhadap kotoran yang telah kita buang”"

Itulah teori yang tertanam dalam benakku dan sering aku tularkan terhadap teman-temanku. Namun teori membutuhkan praktik dilapangan, agar hakekat dari dhamma tersebut terselami/tertembusi.

Ditempat ku biasa belajar dhamma, aku sering datang 1 jam lebih awal. Suatu hari aku bersama dengan teman seperti biasa datang lebih dahulu, tidak lama kemudian datang juga peserta lain. Peserta yang baru datang ini adalah peserta baru kelas dhamma. Lalu terjadilah pembicaraan diantara kami, aku lebih banyak bertanya pada peserta baru tersebut. Ternyata orang ini(peserta baru) sedikit terbelakang(mungkin autis). Sebenarnya aku salut juga dia mau belajar dhamma. Ditengah pembicaraan dengannya ada hal yang membuat batinku geli, membuat aku menahan tawa agar tidak menyinggung perasaannya. Ternyata ku lihat temanku juga menahan tawa, lalu ku putuskan untuk pergi sebentar meninggalkan mereka berdua agar tidak tertawa lebar.

Diluar ku lihat banyak tukang jajanan, lalu ku putuskan untuk membeli 8 buah combro(mahal juga 1 combro = Rp.1500) untuk para peserta kelas dhamma. Ketika aku hendak kembali(ketempat kelas dhamma) aku berpikir ”Wah didalam cuma ada si gendut(tubuhnya memang gendut) dan kawan saya. Pertemuan yg lalu saya perhatikan dia makan martabak hobi sekali, tanpa pikir-pikir orang lain juga mau makan. Dia makan banyak martabak tersebut dengan cepat”.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 3 Comments »

Berita Vimala Dharma 118 - September 2008

Hukum Karma
Intropeksi
Tanya Jawab Seputar Karma
Dua Sisi mata Uang
Kumpul Bersama
Kebangkitan
Berdana Pada Pengemis
Apakah Kehidupan Lampau itu Benar-Benar Ada?
Serigala Rawan Demam
Kehidupan Desa (2)
Renungan

eBook
Download PDF (1.9 MB)
Baca Online

Tags: , , , , ,

Comments No Comments »

Hidup Sesuai Dhamma - Kumpulan Dhammadesana
YM. Uttamo Mahathera

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti akan menghadapi masalah dalam hidup, apakah itu kebahagiaan, perasaan bingung dalam menentukan langkah, stress, pikiran-pikiran yang tidak tenang.

Hal ini tentu saja membuat hidup kita kemungkinan besar akan menyimpang. Lalu apa “rem-nya” itu? Kita membutuhkan pedoman dasar untuk bertindak, Dhamma Sang Buddha merupakan dasar pedoman itu.

Buku ini merupakan kompilasi beberapa Dhammadesana sebagai berikut:

  • Apakah Buddha Dhamma itu Kuno?
  • Hukum Karma
  • Ekonomi Buddhis
  • Kebahagiaan Berdana
  • Sila itu Logika
  • Manfaat Sila
  • Harta Cinta Kasih
  • Hidup Selalu Berorganisasi

eBook
Download PDF (704 KB)
Baca Online

Tags: , , , , , , , ,

Comments 2 Comments »

Belajar Dhamma dari Penjual Siomay
Hendry Filcozwei Jan

Senin malam (06-06-2005) penulis dan istri sedang menyaksikan acara di TV. Karena tidak ada acara bagus, penulis memindahkan-mindahkan channel TV. Akhirnya penulis dan istri sepakat menyaksikan reality show mengharukan (yang kini memang sedang jadi trend). Tayangan yang berisi kebahagiaan orang yang terpilih untuk mendapatkan Rp 5.000.000 (terkadang lebih) untuk dibelanjakan. Memang jumlahnya uangnya tak sebesar tayangan sejenis (yang diadaptasi dari sebuah program TV karya Masato Ochi). Meski begitu, uang sebesar itu tetaplah jumlah yang fantastis bagi mereka. Mungkin seumur hidup belum pernah mereka memegang uang sebanyak itu.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 5 Comments »

Karakteristik Buddhis
P.Md. R. Hardjon Dhammaraja, S.H., S.Ag.

Rudi Hardjon DhammarajaPendahuluan
Hingga saat ini, ajaran Buddha yang dikenal dengan Buddhasasana, Buddhadhamma, Dhamma, atau Dhamma Vinaya telah berusia lebih dari 2500 tahun. Jikalau dihitung mulai dari pembeberan Dhamma pertama dengan judul “Dhammacakkappavattana Sutta : Kotbah tentang pemutaran roda Dhamma” kepada lima pertapa (sekitar 588 S.M. di Taman Rusa Isipatana) kendati pertama kalinya di hari ke-50 setelah Pertapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna, Buddha memberikan nasihat Dhamma kepada dua orang pedagang (Bhallika dan Tapussa) yang sedang lewat di dekat Buddha sedang duduk, maka tahun 2006 ini Dhamma telah berusia 2595 tahun. Dengan usia yang cukup tua tersebut, tentunya Buddhadhamma memiliki ciri tersendiri dan memiliki khasnya sendiri pula. Dan tentunya ada perbedaan-perbedaan yang mendasar dengan ajaran-ajaran yang lain serta tidak dapat ditarik suatu garis persamaan. “Kita harus berani tampil BEDA”. Untuk itu, seyogyanya kita umat Buddha dapat mengetahui dan memahami Dhamma; ajaran Buddha agar kita dapat melihat keistimewaan atau khasnya Buddhis dan yang menarik minat banyak pihak untuk menganut Buddhadhamma.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Comments 4 Comments »

Karma Cash Basis
Willibordus Halim

Setiap saat kita menanam karma dalam bentuk pikiran, ucapan dan perbuatan kita. Karma-karma baru terbentuk setiap saat, setiap detik dan kita yakin setiap karma ini akan berbuah pada kondisi yang tepat… “nantinya”.

Kalimat “nantinya” ini berarti dimasa yang akan datang. Bisa sebentar lagi, sehari lagi, bertahun-tahun lagi ataupun di kehidupan yang akan datang…. Bagi sebagian orang, kalimat “berbuah dimasa yang akan datang” sudah merupakan suatu alasan yang mujarab untuk menyepelekan suatu hasil. Sebagian orang tidak takut akan hasil “yang belum nampak”, atau hasil “yang belum pasti”. Otomatis, mereka tidak terlalu takut akan pikiran dan perbuatan jahat dan tidak terlalu optimis untuk berbuat kebaikan. Hukum Karma pada akhirnya menjadi suatu dogma saja, yang kadang-kadang diingat dan dilakukan, tetapi lebih sering dilupakan.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 3 Comments »