Hati yang Lembut
Willy Yanto Wijaya
Sewaktu penulis masih kuliah di ITB, biasanya setiap kali penerimaan mahasiswa baru, KMB (Keluarga Mahasiswa Buddhis) ITB seringkali mengadakan mentoring mengenai Buddhisme. Mentoring biasanya mencakup sharing mengenai riwayat hidup Buddha Gautama dan ajaran-ajaran dasar Beliau. Penjelasan mengenai riwayat hidup Sang Buddha tersebut biasanya selalu ditekankan pada aspek-aspek keajaiban (miracles) baik ketika masa Pangeran Siddharta maupun setelah Beliau menjadi Buddha. Penulis merasa heran kenapa pembahasan selalu difokuskan pada keajaiban-keajaiban seperti ini (sebagai contoh: keajaiban ganda api dan air, berjalan tujuh langkah, dsb)? Memang, tidaklah salah untuk membahas hal ini. Tapi bukankah ada dua keajaiban dalam riwayat hidup Buddha yang lebih ajaib dan lebih indah untuk dibahas? Dua keajaiban ini adalah Kebijaksanaan dan Belas kasih (Wisdom and Compassion).
Read the rest of this entry »

Entries (RSS)