Kebebasan Sempurna
Pentingnya Sutta-Vinaya (Edisi DhammaCitta Press)
Bhante Dhammavuddho Maha Thera
Pada masa sekarang ini, terdapat perkembangan beragam buku-buku Buddhis. mempelajari buku-buku ini secara tidak terelakkan akan mengakibatkan para pembaca mengikuti beberapa pandangan dan interpretasi pribadi para penulis terhadap apa yang sebenarnya Sang buddha ajarkan, yang bisa membawa pada pandangan salah. Di lain pihak, ada beberapa guru meditasi yang menasehatkan murid-murid mereka untuk sama sekali tidak belajar Dhamma tetapi hanya bermeditasi. Sebenarnya apa yang mereka sarankan kepada murid-murid mereka itu adalah hanya untuk mendengarkan mereka saja. menghindari kedua ekstrim ini, kita seharusnya mempraktekkan jalan tengah yang diajarkan Sang Buddha - menyelidiki/meneliti ajaranajarannya dan berlatih sebaik mungkin jalan Ariya Berunsur Delapan, seperti yang telah beliau nesehati. Pentingnya khotbah-khotbah Sang buddha untuk praktik Dhamma baik para umat awam maupun para bhikkhu hapir tidak dapat dilebih-lebihkan.
eBook
Download PDF [DhammaCitta Press] (1.8 MB)
Download PDF [Patria Sumut] (84 KB)
Baca Online

Entries (RSS)
August 28th, 2008 at 21:51
Buku ini bagus banget!
Patut dibaca bagi yang ingin mencari tuntunan tentang Tipitaka.
August 4th, 2008 at 06:31
[...] silahkan di download di http://dhammacitta.org/perpustakaan/ebook/umum/ananda-penjaga-dhamma dan http://dhammacitta.org/perpustakaan/ebook/theravada/kebebasan-sempurna [...]
January 20th, 2008 at 11:27
sdri Lani, mungkin bisa di share di forum http://dhammacitta.org/forum
January 20th, 2008 at 10:52
Halo semua, melalui forum ini saya ingin bercerita dan mungkin saya ini adalah seorang yang egois banget. Masalahnya adalah saya sudah share dengan beberapa teman tapi jawaban mereka masih kurang sreg di hati.
Begini apakah wajar jika ada seorang Bhante yang ingin berceramah, meninggalkan tempat bakti sala sebelum di persilakan datang begitu saja dan pergi begitu saja. Kalo datang mungkin wajar tapi kalo pergi gitu aja (gak anggap ada pemimpin kebaktian dong!) sori bukan mau menjelekkan mungkin ada juga kekilafan yang saya buat yaitu mungkin karena baru pertama kali pimpin puja ada seorang Bhante mungkin juga grogi dan awalnya gak dikasih tahu gimana caranya jadi saya lupa membaca aradhana dmadesana.
Memang Bhante memperingatkan tapi sesudahnya pergi gitu aja tanpa kata, menunggu umat bersikap anjali dsb, saya bengong begitu juga dengan umat yang lain.
Hah, mungkin saya terlalu lancang mengatakan ini tapi ini membuat penafsiran negatif pada pikiran saya dan tentunya saya akan rugi besar dong memikirkan ini!
Wajarkah sikap Bhante itu? ataukah saya yang terlalu egois?
Jadi timbul persepsi, kenapa kalau saya salah apa gak sebaiknya di luruskan! Bukan malah di biarkan!
Maafkanlah saya yang tidak bisa menyimpan rahasia ini yang menggangu pemikiran saya,
Thanks,