Riwayat Agung Para Buddha

Riwayat Agung Para Buddha (Revisi 1)
(The Great Chronicle of Buddhas)

Tipitakadhara Mingun Sayadaw

Orang yang menyusun Maha Buddhavamsa (Riwayat Agung Para Buddha) bukanlah manusia biasa. Beliau adalah Sayadawgyi Ashin Vicittasarabivamsa, pemegang gelar Tipitakadhara Dhamma Bhandhagarika yang bukan hanya mampu menghafal Kitab Tipitaka yang dibabarkan oleh Buddha, berikut Kitab Komentar dan Kitab Subkomentar, namun juga piawai memahami makna-maknanya secara mendalam. Sungguh seorang bhikkhu terhormat yang luar biasa.

Riwayat Agung Para Buddha adalah mahakarya klasik yang menyeluruh dan akurat, yang mana tidak ada penambahan atau pengurangan yang tak perlu dari Tipitaka. Siapa saja akan dapat memahami riwayat Buddha, Dhamma, serta para siswa-siswi Buddha dengan membaca buku ini. Para bhikkhu dan orang Myanmar membaca, menyukai, dan menghargai Riwayat Agung Para Buddha. Mereka tidak hanya meminjam buku ini, namun membeli untuk koleksi pribadi dan membacanya berulang kali. Naskah buku ini bahkan ditatah di atas batu sebagai upaya pelestarian jangka panjang!

Catatan:

  • Untuk keseluruhan jumlah halamannya 3843 halaman. Dibagi menjadi 3 buah buku.
  • RAPB merupakan proyek kerjasama antara Giri Mangala dan Ehipassiko.
  • Buku ini boleh dicopy, diperbanyak, di-“bajak” tanpa batas, tanpa perlu ijin kepada penerbit.
  • Buku dan eBook Riwayat Agung Para Buddha tidak dijual walaupun dengan alasan ganti biaya cetak ataupun jasa.
  • Untuk mendiskusikan buku ini, Silahkan bergabung ke forum DhammaCitta http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,2900.0.html
  • Download eBook (PDF)
    Buku 1 (4.4 MB)

    Buku 2 (4.3 MB)

    Buku 3 (4 MB)

  • http://allianzindonesia.weblog.com eddy widjaja

    Thanks for sharing.. very great books :)

  • Ti-Ratana

    Bolehkan habis download dari situs ini, terus burn ke cd dalam jumlah banyak dan didistribusikan ke umat buddha di berbagai vihara?…….

  • http://dhammacitta.org Sumedho

    @Ti-Ratana:
    Tentu boleh dan bahkan sangat diharapkan demikian, tetapi dengan syarat khusus. “Tidak Boleh untuk Diperjual Belikan untuk alasan apapun juga”.
    Semoga bisa membawa manfaat untuk semua.

  • http://www.cintaabadi.com mangthjik

    Baru nemu, ijin download dan sebelumnya ijin akan saya share di website aku :)

    Regards

  • http://dhammacitta.org Sumedho

    @mangthjik:
    Silahkan, dengan senang hati.

  • http://anestan.wordpress.com anestan

    wah ko, very great book, walaupun belum baca semuanya….baru buku pertama halaman juga masih 100-an…..tapi bener-bener nambah pengetahuan tentang buddha dhamma, i recommend this book !!……

    thank you for sharing

  • cundylau

    namathu buddhasa,
    TQ banget ebookny ya Ko
    kemarin waisak ada talk show dimedan oleh Ko Handaka, tapi ga kebagian jatah.. hihihi ampe air liur berjatuhan.
    ini dapat ebookny baca dulu ar.. tar tunggu antrian cetakan kedua aja dech.hahahaha

  • Indra

    halaman terakhir tertulis 3538, bagaimana perhitungannya kok jadi 3843?

  • Santo

    Thanks.

    Salam Metta,

  • evana

    makasih untuk bukunya…

    evana

  • http://dhammacitta.org Sumedho

    @indra: Mungkin perbedaannya dari jumlah halaman pdf dan jumlah halaman yg tertulis di pdf. Karena jumlah halaman di pdf itu sudah termasuk pengantar, daftar isi dan lain-lainnya.

  • http://www.media-inspire.com Chan Ming

    Senang sekali rasanya ketemu web yang content nya membahas seputar Buddhisme.
    Semoga web ini terus bisa berkembang dan maju!

    Special thanks buat admin.

  • Hendra Winta

    Thanks eBook nya bro.
    Baru kelar donlod 1+2 nih….
    sekarang lagi donlod yang ke 3.
    Masih belum di baca… :p
    Kalo liat dari jumlah halamannya, ga tau kapan lagi bisa kasih komen berikutnya…. T_T

    Anyway, thanks for sharing this great book….
    (kalo di lihat dari judulnya aja dah keren, apa lagi isi nya ya…)

    Best Regards,

    Sabbe Satha Bhavanthu Sukkitattha

  • Sonny

    bagus sekali… bagus sekali… bagus sekali…
    anumodana untuk penterjemahnya..

    semoga kita semua bisa mencapai kebahagian sejati.
    salam metta.

  • Jan

    Buku yg sangat menarik (br baca bbrp bab), klu boleh tau – dimana ak bisa mendapatkan buku (kertas) nya :D
    mata ku agak kurang bersahabat baca di depan monitor.

    Thanx’s
    btw situs nya juga menarikkk — maju terus !!

  • Mr. Bagus

    Bagus, Bagus
    RAPB memang luar biasa,diterjemahkan ke bhs Indonesia dalam wujud buku oleh orang2 yg luar biasa pula.Memang bukunya luar biasa tebal &berat! Katanya lengkap &akurat.jadi saya membacanya sering lompat ke halaman berikut :D kalo saya membacanya berurutan bisa menjadi kendala. seperti di buku paritta: “dutiyampi,tatiyampi,dst”. maklum kan.setelah selesai hingga akhir bab kita tetap perlu membacanya berulang.saya sgt merekomen buku ini &alangkah baiknya jika kita membaca buku The Chronicle of Buddha terlebih dahulu sebagai pengantar (saya yakin teman2 pasti akan merasakan perbedaannya). The Chronicle of Buddha bisa di dapat di toko2 buku,dulu saya membelinya di Gramedia sebelum akhirnya hadir di vihara. coba kunjungi website Ehipassiko utk ket lebih lanjut
    :D Semangat ! Viriya ! Jiayou !

  • Herry

    namo buddhaya…

    salam kenal buat komunitas, semoga umat buddha akan terus berkembang dan terus maju…..

  • Mr. Bagus

    Bagus, Bagus,
    Buku yang kita tinggal baca saja, tidak ada yang semudah membaca saja dibanding kalau kita harus menyusun atau menyadur buku tersebut dari awal :D Kalau begitu mari kita baca dan renungkan !
    Ada ralat, buku yang saya sarankan baca terlebih dahulu adalah buku berjudul Kronologi Hidup Buddha yang bisa didapat di toko2 buku. Barulah buku RAPB ini. Tetap semangat !

  • Kshantica

    Sungguh sukar menjadi seorang Buddha.
    Tidak ada kondisi yang tercipta secara kebetulan, semuanya karena tekad.
    Kenapa Maya Dewi yg menjadi istri Siddharta, kenapa Sariputta dan Moggalana yg berhak diposisi kanan dan kiri Buddha Gautama.
    Bacalah selagi masih lagi waktu !

  • ivan

    aduh kalau saya mau mendapatkan bukunya dimana ya? T_T
    soalnya kalau e-book susah sekali dibacanya harus buka komputer. sangat tidak nyaman kalau harus baca dr monitor.

  • Qing Sen

    Namo Buddhaya Saudara-saudara sekalian,

    Sehubungan dengan buku RAPB ini, ada beberapa point yang saya masih kurang mengerti :

    1) Di katakan bahwa dalam wilayah sepuluh ribu tatasurya ini hanya bisa menopang satu SammasamBuddha, dengan kata lain tidak mungkin muncul dua SammasamBuddha pada saat yang bersamaan. Dengan demikian bisa di artikan bahwa wilayah ‘kekuasaan’ satu Sammasambuddha yang muncul pada bumi/planet tertentu mencakup 10 ribu tatasurya. Kemunculan Sammasambuddha tentunya akan membawa berkah bagi semua makhluk di semua tata surya tersebut, membuka jalan ke tanpa kematian: Nibbana.
    Sang Buddha Gotama muncul di Bumi kita, memberikan ajaran Dhamma yang sudah terlupakan sejak zaman Buddha Kassapa. Nah, kurang mengertinya di sini, bagaimana seorang Buddha mengajar di bumi-bumi lain yang berada di dalam wilayah ‘kekuasaan’ nya ( andaikan di 10 ribu tata surya tsb mempunyai semua 31 alam kehidupan seperti di Bumi , ada manusia lain di planet lain.. alam deva. dll ), sementara Buddha Gotama muncul di Bumi ini, dan masa waktu mengajar nya hanya 45 Tahun, bagaimana Buddha mengajar Dhamma di bumi-bumi yang lain ? Mungkin saudara2 sekalian ada yang bisa menanggapi point ini, atau mungkin ada rujukan dari Tipitaka mengenai hal ini?

    2) a) Di katakan bahwa tinggi Buddha Gotama adalah enam belas atau delapan belas lengan – hal: 401 buku I RAPB ( cat : 1 lengan = 40 cm ), berarti tinggi Buddha Gotama itu 640 cm atau 720 cm. Dan juga Buddha-Buddha yang lain mempunyai tinggi badan yang bahkan melebihi tinggi badan Buddha Gotama.
    b) Sementara pada bab lain, dikatakan bahwa tinggi seorang Buddha tidak terukur.

    * antara a) dan b) saling bertolak belakang, mungkin saudara2 sekalian ada yang bisa menanggapi hal ini, mohon pencerahan..
    * jika memang tinggi Buddha itu 640 cm atau pun 720 cm.. bisa dibayangkan betapa tingginya tubuh seorang Buddha, atau mungkin saja rata2 tinggi tubuh manusia pada zaman Buddha Gotama adalah sekitar itu.

  • Indra

    Sdr. Qing Sen,

    1. Bukankah Buddha memiliki kekuatan2 yg tidak terbayangkan oleh kita, misalnya pada waktu mengajarkan Abhidhamma di Tavatimsa, beliau juga pada saat yang sama mengajarkan kepada Sariputta di alam manusia denagn cara menciptakan tiruan diriNya, mungkin saja Buddha mengerahkan kekuatan yang sama untuk mengajar di alam semesta lainnya.

    2. Tinggi badan Buddha Gotama itu diukur berdasarkan tinggi rata2 manusia pada masa itu, karena pada kisah kunjungan Raja Ajatasattu menemui Sang Buddha, dikatakan bahwa Ajatasattu tidak mampu membedakan Sang Buddha dari para Bhikkhu lainnya, ini tentunya karena sosok Sang Buddha mirip dengan sosok bhikkhu lainnya, karena kalau Sang Buddha memiliki tinggi yg luar biasa tentu akan mudah dikenali.

    Ini adalah pendapat pribadi

  • Indra

    Sdr Qing Sen,

    tambahan untuk yg tidak terukur itu adalah bagi yang mencoba untuk mengukur tinggi badan Buddha.

  • Qing Sen

    Anumodana Saudara Indra atas tanggapannya.

    Mengenai pembabaran Abhidhamma oleh Sang Buddha secara paralel di alam deva Tavatimsa dan di bumi ( kepada YM. Sariputta ) memang ada dijelaskan di RAPB tentang kekuatan batin seorang Buddha dalam menciptakan dua sosok Buddha yang sama persis dalam mengajarkan Abhidhamma di dua alam berbeda pada waktu yang hampir bersamaan. Dalam kasus ini, tentunya para deva di alam Tavatimsa dan YM Sariputta ( cat : kedua alam tsb berada di bumi ini ) sudah mengetahui hal2 berikut yang terjadi pada saat kemunculan seorang Buddha yaitu : proses masuknya bodhisatta ke rahim Ratu Mahamaya, kelahiran bodhisatta, pelepasan agung, pencapaian ke Buddha-an, dan pembabaran Dhamma yang pertama kali oleh Sang Buddha. Dalam hal ini, tentunya Saddha terhadap Sang Buddha Gotama ( keyakinan bahwa Beliau benar2 sudah mencapai pencerahan sempurna ) adalah tidak tergoyahkan karena peristiwa2 tsb bisa disaksikan oleh para dewa dan manusia di bumi ini.

    Kekuatan batin seorang Buddha adalah tidak terbayangkan oleh manusia awam,dan memang tidak tertutup kemungkinan Buddha mengajarkan secara paralel juga di bumi yang lain ( alam manusia, deva dan brahma di bumi yang lain ). Tetapi dalam hal ini akan muncul suatu keraguan dari makhluk di bumi yang lain, siapakah sosok Buddha Gotama itu ? dari mana asalnya ? Bagaimana beliau bisa dikatakan sebagai makhluk yang tercerahkan ? Bagaimana usahanya dalam mencapai ke – Buddha an itu ? Makhluk di bumi yang lain tentunya tidak mempunyai pengetahuan mengenai hal2 tsb, karena berbagai peristiwa tsb hanya berlangsung di bumi ini.
    Jika Buddha Gotama mengajarkan kepada makhluk di bumi lain bahwa ini adalah Dhamma, itu bukan Dhamma. Bagaimana makhluk di bumi lain bisa memiliki keyakinan/saddha yang penuh terhadap Sang Buddha ? Bagaimana pula dengan komunitas Sangha di bumi yang lain ?
    Karena sesungguhnya muncul nya Sammasambuddha pasti muncul Tiratana – Buddha, Dhamma, dan Sangha.
    Ini adalah pertanyaan yang timbul dari pemikiran saya mengenai hal ini.

    Kita sebagai makhluk di bumi ini pantas bersyukur karena mempunyai berkah yang sangat besar dengan munculnya seorang Sammasambuddha, terlebih lagi sebagai manusia yang bisa mempelajari dan mempraktekkan Dhamma yang di ajarkan Buddha.
    Jika Buddha Gotama hanya mengajarkan Dhamma di bumi ini ( walaupun ‘wilayah kekuasaan’ Nya mencakup 10 ribu tata surya – ada bumi yang lain ), tentunya bumi kita ini sungguh mendapatkan berkah yang sangat mulia.

    Utk point 2), selain mengenai tinggi tubuh Buddha, saya juga masih mempunyai keraguan mengenai konversi satuan ukuran yang digunakan pada zaman Buddha tsb. Misalnya : dikatakan bahwa 1 yojana itu sebanding kira2 = 16 km. Dalam beberapa bagian sutta kadang dijumpai penggunaan satuan yojana utk menggambarkan sosok Asura, jarak suatu tempat, besar sudah benda dll, yang terkadang kalau di konversikan ke satuan km, hasilnya sangat mencengangkan dan diluar logika ( pandangan zaman skrg ). Bagaimana pendapat saudara2 se Dhamma mengenai hal ini ? mohon pencerahannya

    Salam Metta,
    Qing Sen

  • Indra

    Sdr. Qing Sen,

    agar kita lebih leluasa berdiskusi, pertanyaan anda telah saya pindahkan ke forum diskusi, dan di sana saya telah mencoba menjawab sebatas kemampuan saya.

    silahkan masuk ke http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2900.msg84380#msg84380

    anda harus registrasi untuk bisa melakukan posting.

    Salam
    Indra

  • Hendi Wijaya

    Namo buddhaya…
    Salam kenal,gw baru join forum ini,jd pengetahuan msh sempit..bagi yg mau bantu gw blajar dharma bs add gw di email gw hendi.huang@hotmail.com atau add di forum ini (id= Hendi Wijaya)
    Xie xie…

  • s.w

    kalo ada bukunya boleh nih….soalnya ribet bgt kalo mau baca mst buka computernya…..
    kalo tmn2 ada yg tau infonya cara dapetin bukunya.
    boleh dong dikasih tau…..
    thank”s ya…
    semoga semua makhluk apapun berbahagia ….
    sadhu…sadhu…sadhu…

  • cittavaro

    buku yang sungguh luar biasa, sangat bagus untuk menambah koleksi buku di perpustakaan kami

  • http://becurtek.blogspot.com Yenny Lin

    Buat Sdr. Qing Sen :
    saya cuma membuat spekulasi untuk pertanyaan no. 1 saja.

    Kalau tidak salah, disebutkan di sutta, suara seorang buddha bisa sampai berjuta2 tata surya. Dan mungkin saja, Sang Buddha menggunakan iddhi untuk membuat kembarannya untuk mengajar di dunia lain. Dan bisa saja menyuruh murid2 beliau yang telah mencapai tingkat arahatta (savaka buddha) untuk mengajar di dunia lain. Dan, kemampuan batin samma sambuddha, paceka buddha, dan savaka buddha itu sama. Yang membedakannya cara pencapaian kebuddhannya dan lamanya pengumpulan paramita. Jika anda menanyakan mengenai syarat untuk menjadi seorang buddha yang terdapat di buddhavamsa, itu hanya berlaku untuk samma sambuddha (abhinikaraharama, kalo gak salah tulis y!)

  • Indra

    @ cittavaro,
    Sangat disayangkan sekali, buku ini hanya dijadikan koleksi perpustakaan, menurut saya buku ini dan buku lainnya akan lebih bermanfaat jika dibaca.

    @Yenny Lin,

    Kemampuan batin samma sambuddha, paceka buddha, dan savaka buddha tidak sama. dari sekian banyak kemampuan batin, ada beberapa yg dimiliki oleh ketiga jenis Buddha, tetapi ada juga yg eksklusive dimiliki oleh Sammasambuddha saja. misalnya kemampuan Twin Miracle (Keajaiban air dan api) ini hanya dimiliki oleh Sammasambuddha, para Arahat Savaka tidak mampu melakukannya, dalam hal panna juga, Sammasambuddha tentu lebih unggul daripada para Savaka.

    Selanjutnya, mari diskusi di sini
    http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2900.msg84380#msg84380

  • kakkoi_otoko

    kayaknya bagus juga nih bukunya..
    cuman ane gak tau nih bukunya beli dimana…
    boleh dong bagi2 infonya cara dapetin buku tentang

    RIWAYAT AGUNG PARA BUDDHA nya …

    thank,s all….
    may all being be happy..

  • ivan

    “Buku dan eBook Riwayat Agung Para Buddha tidak dijual walaupun dengan alasan ganti biaya cetak ataupun jasa.”

    kebijakan ini menurut sy seperti pisau bermata dua. di satu sisi sangat baik sekali bagi pemberantasan komersialiasi dhamma.

    di lain sisi. menyebabkan sangat terhambatnya penyebaran dhamma itu sendiri.

    perlu diingat. tidak semua orang memiliki akses komputer dan dunia online digital.

    sangat banyak juga umat buddhist perumah tangga. yg hanya bs memperoleh pengetahuan buddha dhamma, melalui buku2 yg biasa diperolehnya di toko buku lokal (semacam gramedia dsb)

    dengan adanya kebijakan ini. sangat disayangkan akses mereka bisa dibilang nol/tidak ada untuk bisa memperoleh/mengetahui/membaca salah satu maha karya ini.

    saya sungguh sangat mengharapkan adanya pihak2 yg dengan semangat menyebarkan buddha dhamma bisa mencetak dan menyebar luaskan buku ini.

    janganlah terpaku pada fakta bahwa anda “menjual” dhamma ajaran sang buddha. fokuskan saja pada cetana “untuk berusaha membuat buku ini bisa di lihat/ dibaca oleh orang banyak”

    modal untuk biaya mencetak itu. gunakan saja untuk keperluan pribadi- membiayai keluarga-kelangsungan usaha anda- seperti biasa. selama intensi anda memang baik dan mulia. Asumsi bahwa anda menyimpan kembali modal untuk mencetak, janganlah takut anda akan terkena karma buruk dsb. justru fakta bahwa anda meminjamkan uang anda demi menyebarkan dhamma, saya yakin ini merupakan karma baik yg luar biasa besar.

    kita umat buddha harus berpikir secara rasional. jangan melekat pada suatu gagasan secara membabi buta.

    sekian uneg2 saya.
    terima kasih.

  • Indra

    @ ivan,
    Terima kasih atas komentarnya, saya tidak sependapat. bagaimana caranya membagikan buku GRATIS bisa dianggap menghambat penyebaran Dhamma, dan menJUAL buku malah mendukung penyebaran Dhamma? baiklah, saya tidak ingin berdebat di dalam perpustakaan. silahkan anda masuk ke forum untuk mendiskusikan gagasan anda ini.

  • ivan

    sekali lg kita harus berpandangan fleksibel.

    1. membagi2kan
    2. menjual

    memang 2 konsep ini sekilas jauh lebih mulia melihat yg pertama.
    mari kita lihat faktor2 lebih mendalam dr keduanya.
    1. membagi2kan. -> hanya menjangkau segelintir orang. yg berada pada jaringan yg telah ditentukan oleh si pendana, dengan jumlah yg sangat terbatas pula.
    2. menjual -> menjangkau banyak orang – hampir diseluruh penjuru indonesia- bahkan, sesuai dengan luasnya jaringan pihak outsource (toko buku) dengan jumlah yg tak terbatas. ada demand ada barang.

    pertanyaannya apakah merupakan suatu perbuatan buruk jika kita menggunakan jasa mereka.?
    dan million dollar question:
    Yg mana yang lebih efektif dalam konteks penyebaran buddha dhamma??
    mari kita renungkan.

  • Indra

    @ivan,
    saya tidak akan menanggapi anda di sini, saya mengundang anda untuk bergabung di forum untuk mendiskusikan hal ini. Perpustakaan seharusnya adalah tempat yang tenang/hening, tidak sopan berdebat di dalam perpustakaan.

  • ivan

    @indra
    sebelumnya sy mohon maap jika anda merasa terganggu dengan sedikit kritik dari saya.

    saya tidak ada maksud buruk apapun disini.
    hanya sedikit berusaha memperjuangkan agar para umat buddhist tidak kehilangan kesempatan yg sangat langka untuk bisa membaca karya ini.

  • Indra

    @ivan,
    mungkin saya yg kurang cerdas atau anda yg kurang spesifik, di bagian mana yah anda mengkritik saya? kok saya sama sekali tidak merasa dikritik, apalagi tersinggung.menurut saya yang anda kritik tentulah website dhammacitta ini. dan dhammacitta tentu saja bukan saya.

    Dan jika anda sedang memperjuangkan dengan niat baik, kenapa anda lebih suka berdebat di sini di PERPUSTAKAAN, walaupun saya sudah dutiyampi mengundang anda untuk berdiskusi di tempat yg sesuai yaitu di forum.

  • ivan

    @ indra
    bisa tolong disebutkan bagian mana kalimat sy yg mengatakan bahwa sy mengkritik anda secara pribadi?? anda memang benar sy mengkritik, kritik sy ditujukan bukan pada anda tetapi pada kebijakan no.4 yg seperti telah sy sebutkan dan diunduh dalam tanda kutip di komentar pertama saya.

    sy ingin bertanya apakah merupakan suatu kesalahan kritik saya di post di bagian komentar buku yg bersangkutan? dan saya melihat anda selalu mengatakan “berdebat”? wah wah wah.. tampaknya anda selalu memaksakan dan melabeli gagasan ini pada pembicaraan kita semenjak awal.
    sekonyong2 anda selalu “mendebat” semua komentar sy, apakah tidak lebih mudah anda sampaikan saja ke pihak-pihak yg berwenang kritikan saya ini?

  • Indra

    @ivan,
    dari statement anda sendiri

    @indra
    sebelumnya sy mohon maap jika anda merasa terganggu dengan sedikit kritik dari saya.

    Baiklah, saya sudah 3 kali mencoba untuk mengundang anda untuk berdiskusi. Awalnya saya menggunakan kata “diskusi” untuk mengundang anda ke forum. tapi karena anda tidak menanggapi, lalu saya gunakan kata “debat” untuk memberikan kesan yg lebih tegas. maafkan bahasa saya.

    Saya ingin menyampaikan komentar anda kepada pihak yg berwenang, namun untuk itu asya perlu membahas beberapa hal dengan anda, karena saya belum punya cukup informasi untuk disampaikan kepada pihak berwenang.

    Concern anda thd buku gratis yg anda kemukakan adalah masalah distribusi yg tidak ada hubungannya dengan gratis/jual. bahkan menurut saya gratis justru memiliki jangkauan yg lebih luas karena jalur distribusi yg melalui vihara dapat menjangkau hingga ke desa2 terpencil, sedangkan gramedia hanya ada di kota2 besar.

    selanjutnya saya tidak akan menanggapi komentar anda di perpustakaan. jika anda berminat untuk melanjutkan, saya akan melanjutkan DISKUSI ini dalam forum.

  • ivan

    ^^
    @indra
    “anda merasa terganggu dengan sedikit kritik dari saya.”
    dr kalimat sy tersebut dibagian mana yg menunjukkan bahwa kritik itu secara spesifik ditunjukkan kepada ANDA secara PRIBADI?

    sy berikan sedikit contoh kalimat yg memiliki struktur yg serupa.
    “Si Budi merasa bingung karena tiba2 ada orang meloncat2 kegirangan”
    apakah ekspresi orang ini ditujukan khusus untuk si Budi, dikarenakan si Budi terlibat di dalam “penggambaran” tersebut??

    “Concern anda thd buku gratis yg anda kemukakan adalah masalah distribusi yg tidak ada hubungannya dengan gratis/jual. bahkan menurut saya gratis justru memiliki jangkauan yg lebih luas karena jalur distribusi yg melalui vihara dapat menjangkau hingga ke desa2 terpencil, sedangkan gramedia hanya ada di kota2 besar.”

    perlu diketahui saya sangat2 sejuta persen mendukung distribusi gratis ini..
    tidak ada keraguan sedikitpun di dalam pikiran sy betapa mulianya perbuatan ini. seperti yg anda katakan kebijakan yg sekarang ini memang baik bagi umat buddhist di umat2 terpencil yg kurang mampu.

    tetapi bagaimana dengan sekian banyak umat buddhist yg di perkotaan?? yang akses memperoleh buddha dhamma hanya melalui toko buku gramedia??
    bukankah kebijakan ini malah akhirnya menjadikan penyebaran buku ini pincang dan berat sebelah.
    berapa banyak bahkan komentar di page ini yg menyayangkan hanya bisa dibaca disini dan sangat berharap memperoleh hardcopy buku ini.

    kebijakan dilarang mencetak untuk dijual ini jelas2 menghancurkan harapan mereka untuk bisa membaca buku ini.
    saya sendiri melihat dan merasakan sendiri betapa buku2 dhamma laris keras diburu umat yg haus dhamma.

    suatu kali sy melihat buku Kronologi Hidup Buddha di gramedia (terbitan karaniya) dalam hati saya memutuskan untuk membelinya minggu depan.
    anda tahu apa yg terjadi. ya? sayang sekali buku ini telah habis
    kejadian ini bukan hanya sekali/dua kali terjadi. bisa dibilang secara berkala selalu terulang.

    @ saudara indra yg baik. daripada saya semakin bertele-tele langsung saja tolong sampaikan saran saya kepada siapapun yg berwenang:
    cetaklah buku ini sebanyak2nya, melalui penerbit karaniya atau apapun. yg terpenting SEBARKAN. jangan melekat pada gagasan2(tidak boleh menjual buku dhamma bla bla bla.) yg sifatnya spekulatif. dan justru menghambat akses dhamma para umat.
    CETAK sebanyak2nya biarkan gramedia/toko2 buku itu mengambil untung, toh mereka punya karyawan yg harus diberikan gaji? toh selama ini kami para umat tidak keberatan terhadap sistem ini?
    jika memang ada pendana yg memang ingin meneruskan distribusi gratis ke pedalaman tentu saja silahkan lanjutkan permuatan mulia anda.
    tapi jangan lupakan kami umat buddhist di kota besar yg hanya bisa memperoleh melalui TOKO BUKU secara MEMBELI..!!

    terima kasih.

  • http://dhammacitta.org Perpustakaan

    Rekan-rekan sekalian,

    Saya yakin masing-masing berniat baik dan masing-masing memiliki pengalaman dan pemahaman masing-masing sehingga masing-masing memiliki kecenderungan jalan yang dipilih. Terlepas dari itu, saya ada informasi bahwa buku ini akan dicetak dalam jumlah besar dan akan dibagikan gratis. Semoga saja bisa memenuhi antusias dari peminat buku ini.

  • ananda

    setelah membaca riwayat para Buddha,saya berkesimpulan bahwa kita dilahirkan bukan untuk membayar karma kita,tapi kita diberi kesempatan untuk menghapus karma kita.Jadi orang yang mengatakan itu karena karma dan tidak bisa diperbaiki atau disembuhkan adalah salah besar,atau kita hidup susah lalu pasrah karena karma,hal itu salah besar juga.Jadi kita dilahirkan untuk mengalahkan karma,agar kita berhasil terbebas dari karma,bisa mengatasi dualisme.Bagaikan mutiara dan kulitnya yang sudah terpisah masing2 dan kita harus berusaha menjadi cahayanya mutiara itu,seperti para buddha adalah cahaya mutiara itu.

  • joeli chu

    Wuah.. bagus sekali bukunya. Perpustakaan akan mencetaknya dan membagikannya. Bagaimana cara mendapatkannya?

  • http://dhammacitta.org Perpustakaan

    Sdr joeli chu,

    Sekarang ini stock sudah habis dan sedang dalam pencetakan untuk edisi revisi 1. Utk request silahkan daftar dan request di forum http://dhammacitta.org/forum

    link request nya di

    http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=9384.0

  • tusito

    diharapkan rapb dalam format html. terima kasih.

  • Eny

    Salam kenal,

    Saya baru saja bergabung.

    Tolong tanya apakah masih bisa mendapatkan buku Riwayat Agung Para Buddha?

    Thanks

  • Eny

    Salam kenal,

    Saya baru saja bergabung.

    Tolong tanya apakah masih ada kemungkinan untuk mendapatkan buku Riwayat Agung Para Buddha?

    Thanks

  • Sumedho

    Sdr Eny, anda bisa request di fthread request di dalam orum dhammacitta

    http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,9384.0.html

  • bibitbodhi

    Saya mau tanya bagaimana cara mendapatkan buku riwayat agung para buddha

  • putu gede keramas

    saya ingin mempunyai buku ini, gimana caranya

    • DhammaCitta

      Sdr. putu gede keramas yang baik,Anda bisa kirimkan alamat anda ke sumedho @ dhammacitta.org

  • putu gede keramas

    Namo Buddhaya,

    Sdr2 se Dhamma, mari tingkatkan Keyakinan kita kepada Tiratana, dengan membaca Riwayat Agung Para Buddha. Semoga semua mahluk berbahagia.

    • https://www.facebook.com/mistini.cia Mistini Cia

      Semoga kita makin maju Dalam Damma

  • http://profile.yahoo.com/RQKYFVJ3WCIQMHSFJHHKMN2YHY Gunaviro Sauw

    bagaimana caranya untuk mendapatkan buku2 riwayat para Buddha?

    • DhammaCitta

      Sdr. Gunaviro Sauw yang baik,

      Anda bisa kirimkan alamat anda ke sumedho @ dhammacitta.org

  • Cecil_shena

    Terima kasih atas bantuan teman-teman yang ada di forum ini yang sudah memberikan saya link untuk belajar agama Buddha dan riwayat para Buddha.
    Semoga semua makhluk berbahagia

  • Eka

    Untuk sekarang apakah masih ada kesempatan untuk mendapatakan buku ini??

    • DhammaCitta

      Sekarang ini stock cetak sudah habis. Mungkin bisa dicetak sendiri PDFnya.

  • Luke O

    Thanks kepada semuanya yang telah membantu pembuatan buku ini dan juga kepada dhammacitta. moga semuanya diberkati dengan keselamatan 平安無事, kesehatan身體安康, panjang umur 長命百歲 dan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan cita cita dan harapannya masing masing 事事如意.

  • hendisama

    Terima kasih. Sangat membuka pikiran kita mengenai berbagai peristiwa yang dialami para Buddha. Juga menambah keyakinan kita untuk menjalankan Buddha Dhamma. Namo Buddhaya.Hendi Sama