Selamat Datang di DhammaCitta.org
Rekomendasi:
Riwayat Agung Para Buddha
MP3 Kesabaran
Komik Kembali Ke Masa Sang Buddha
“Janganlah melekat terhadap segala sesuatu apapun, termasuk terhadap dhamma” “Janganlah melekat terhadap barang yang didanakan, seperti jangan melekat terhadap kotoran yang telah kita buang”" Itulah teori yang tertanam dalam benakku dan sering aku tularkan terhadap teman-temanku. Namun teori membutuhkan praktik dilapangan, agar hakekat dari dhamma tersebut terselami/tertembusi. Ditempat ku biasa belajar dhamma, aku sering datang 1 jam lebih awal. Suatu hari aku bersama dengan teman seperti biasa datang lebih dahulu, tidak lama kemudian datang juga peserta lain. Peserta yang baru datang ini adalah peserta baru kelas dhamma. Lalu terjadilah pembicaraan diantara kami, aku lebih banyak bertanya pada peserta baru tersebut. Ternyata orang ini(peserta baru) sedikit terbelakang(mungkin autis). Sebenarnya aku salut juga dia mau belajar dhamma. Ditengah pembicaraan dengannya ada hal yang membuat batinku geli, membuat aku menahan tawa agar tidak menyinggung perasaannya. Ternyata ku lihat temanku juga menahan tawa, lalu ku putuskan untuk pergi sebentar meninggalkan mereka berdua agar tidak tertawa lebar. Diluar ku lihat banyak tukang jajanan, lalu ku putuskan untuk membeli 8 buah combro(mahal juga 1 combro = Rp.1500) untuk para peserta kelas dhamma. Ketika aku hendak kembali(ketempat kelas dhamma) aku berpikir ”Wah didalam cuma ada si gendut(tubuhnya memang gendut) dan kawan saya. Pertemuan yg lalu saya perhatikan dia makan martabak hobi sekali, tanpa pikir-pikir orang lain juga mau makan. Dia makan banyak martabak tersebut dengan cepat”.
15
09
2008
Berita Vimala Dharma 118 - September 2008Posted by: Perpustakaan in Berita Vimala Dharma
Buku ini merupakan kumpulan ceramah Dhamma oleh Lama Thubten Yeshe selama tur dunia kedua bersama Lama Zopa Rinpoche pada tahun 1975. Ajaran yang disampaikan meliputi aspek-aspek psikologis Buddhis yang sangat mendasar yang dibutuhkan seseorang untuk menapaki kehidupan sesuai Dhamma
Lama Thubten Yeshe mejelaskan peranan batin yang sangat penting dalam kehidupan kita, mengenali batin dan bagaimana melatih batin yang benar untuk memperoleh pembebasan. Semua emosi, pandangan, cara hidup, cara berhubungan kita dengan orang lain datang dari batin, Jika kita tidak memahami bagaimana batin itu bekerja, kita akan terus mengalami hal-hal buruk dan menderita seperti kemarahan, kegelisahan dan depresi. Untuk menjadi bahagia dan bebas dari hal-hal yang buruk kita perlu melatih batin dan pikiran kita dengan benar. Buku ini diharapkan dapat digunakan untuk melatih diri dalam berpikir sesuai dengan Dhamma, melepaskan “penjara” batin, dan bertindak yang benar sesuai ajaran Buddha. Tags: Batin, Depresi, Kegelisahan, Kemarahan, Pembebasan, Samudra
Tags: Jawab, Kesehatan Bersyukur, Murid, Pelumas, Praktek, Sehat, Sigalovada, Surface, Tanya, Teori Belajar
Seperti kisah Zen tersebut, bagaimana mungkin cangkir yang sudah penuh dapat diisi lagi dengan teh jika tidak dikosongkan terlebih dahulu? Bagaimana mungkin pengetahuan yang baru dapat masuk ke dalam otak kita jika pikiran kita penuh oleh pelbagai pengetahuan dan pra anggapan yang kita peroleh di masa lalu?
Secara rincinya, tingkatan kesucian dalam ajaran Buddha adalah Sotapatti magga, Sotapatti phala; Sakadagami magga, Sakadagami phala; Anagami magga, Anagami phala; serta Arahatta magga dan Arahatta phala atau yang biasanya disebut sebagai empat pasang makhluk, delapan jenis makhluk Tags: Anagami, Arahatta, Sakadagami, Sotapanna, Upasaka, Upasika Anak Kecil [2]
Orang dewasa adalah orang yang bebas pergi ke mana suka, bebas memilih?dan membeli apa saja yang ia maui. Orang dewasa juga adalah orang yang?tidak lagi dicereweti dengan kalimat-kalimat,”Jangan makan permen banyak-banyak, nanti sakit gigi” , atau,”Heiii!! Jangan main jauh-jauh”, atau,”Jangan?lari-lari, nanti jatuh lagi baru tau rasa”. Tags: Anak Kecil, DewasaUlat dan Kegelapan
Wah, benar juga, saya menggumam dalam hati.
Entah siapa orang pertama yang mengirim SMS tersebut. Tapi, dari fenomena ini kita dapat melihat bagaimana pola pikir sebagian besar penduduk Indonesia yang takhyul (suka mempercayai hal-hal yang aneh/ belum tentu benar) dan mudah termakan rumor/isu/gosip. Ketika menerima SMS berantai tersebut, penulis sempat berkelakar bahwa akan ajaib sekali jika penulis bisa menerima “ring in red” tersebut, sebab layar handphone penulis adalah hitam-putih. Bagaimana mungkin bisa tiba-tiba layar handphone memendarkan warna merah? Itu adalah pelanggaran terhadap hukum fisika! |