Archive for the “Berpikir Cara Buddhis” Category


Apa dan Mengapa Cap Ji Shio
Tjahyono Wijaya

Feng Shui dan Cap Ji Shio merupakan dua hal yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Tionghoa. Dalam kesempatan yang lalu telah kita bahas sedikit mengenai halnya Feng Shui, yang mana kita memperoleh kesimpulan bahwa Feng Shui adalah ‘common sense’ yang sudah seharusnya diketahui dan dimiliki oleh kita semua, yang seharusnya dikembangkan dan dilestarikan secara ilmiah. Sekarang, bagaimana pula dengan Cap Ji Shio?

Ingin mencari jodoh? Carilah yang shionya cocok. Ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah shio-nya. Ingin memperoleh anak yang membawa hokki? Cari shio kelahiran yang tepat. Inilah perhitungan Cap Ji Shio yang sering digunakan dalam menjelaskan karakter berdasarkan shio tahun kelahiran dan peruntungan kita setiap tahunnya.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 5 Comments »

Kekayaan Yang Tak Dapat Dirampas
Abin Nagasena

Ketika negeri ini dilanda krisis moneter hebat beberapa waktu lalu, banyak usaha yang terpaksa gulung tikar. Banyak orang yang semula berkantong tebal pun harus mengencangkan ikat pinggang, kehidupan duniawi mereka layaknya roda pedati yang berputar ke bawah. Investasi gagal, harta kekayaan tidak lagi dapat dipertahankan. Bahkan kekayaan yang disimpan dalam bank pun dikhawatirkan tidak dapat diambil kembali. Kekayaan yang melimpah dalam bentuk rupiah seakan-akan menguap seketika saat pemerintah mengambil kebijakan devaluasi yang mereduksi nilai beli mata uang kita.

Ketika kejahatan datang, kekayaan kita berpindah. Perampokan dan pencurian juga mampu mengambil pergi kekayaan yang ada. Ketika konspirasi dan korupsi berlangsung, kekayaan pun tidak lagi dapat dipertahankan lebih lama. Tetapi mungkin akan ada yang mengatakan bahwa hal-hal yang disebutkan di atas adalah sesuatu yang terlalu ekstrem, yang jarang sekali terjadi ataupun bahwa hal-hal tersebut bersifat tidak umum.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 1 Comment »

Mengkonsep Ulang Vihara Sebagai Pemberdaya SDM Umat Buddha
Abin Nagasena

Vihara selama ini dikenal dalam konsep sebagai tempat ibadah umat Buddha. Ya, tidak ada yang salah dengan konsep ini. Yang kita khawatirkan adalah bila konsep ini dipegang secara kaku sehingga vihara hanya menjadi tempat di mana semua hal yang bersifat batiniah menjadi issue tunggal dan semua hal yang bersifat jasmaniah menjadi sesuatu yang tabu untuk ditampilkan.

Konsep yang kaku ini dapat pula menimbulkan asumsi bahwa umat yang datang ke vihara adalah orang-orang yang lelah dengan hal-hal duniawi dan datang hanya untuk mencari ketenangan batin. Dengan kata lain, hanya orang-orang yang stress berat karena tekanan kehidupanlah yang datang ke vihara. Hendaklah mindset seperti ini tidak mendasari makna keberadaan sebuah vihara karena secara tidak langsung telah menempatkan vihara tak lebih hanya sebagai panti rehabilitasi orang stress.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 4 Comments »

Sudahkah Maitreya Menjadi Buddha?
Abin Nagasena

Ajaran Buddha Gautama yang mulia lambat laun akan dilupakan oleh manusia, hingga suatu ketika tidak akan ada lagi ajaran Buddha di muka bumi ini, bahkan kata “Buddha” sendiripun saat itu tidak lagi dikenal oleh penghuni alam ini.

Lenyapnya ajaran Buddha ini tidak berarti bahwa Dharma mulia alam semesta hilang lenyap selamanya, karena kebenaran hukum alam semesta tidak akan pernah musnah. Ajaran Buddha hilang dari muka bumi ini karena tidak lagi ada yang menerapkan Dharma, tidak lagi ada yang menjalankan Vinaya, tidak ada lagi yang melaksanakan Sila. Dalam pengertian yang lebih sederhana, lenyapnya ajaran Buddha menunjukkan bahwa empat pilar Buddha Dharma, yakni Bhiksu (Bhikkhu), Bhiksuni (Bhikkhuni), Upasaka dan Upasika telah tidak dapat lagi dijumpai di celah manapun di dunia ini. Lenyapnya ajaran Sang Buddha sesungguhnya sangat sejalan dengan ajaran Buddha itu sendiri, bahwa segala sesuatu yang saling bergantungan adalah tidak kekal, segala sesuatu yang berkondisi akan mengalami perubahan muncul dan lenyap secara silih berganti tiada henti. Demikian pulalah kehidupan manusia di alam ini beserta ajaran-ajaran yang ada akan muncul dan lenyap.
Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Comments 341 Comments »

Kembalikan Borobudur Kita!
Abin Nagasena

Lima belas tahun lalu, untuk pertama kalinya saya mengunjungi candi Borobudur dengan tujuan sekedar jalan-jalan sekaligus ingin melihat dengan mata kepala sendiri sebuah maha karya (masterpiece) nenek moyang yang kini menjadi salah satu landmark dan identitas bangsa kita.

Hingga hari ini, manusia modern masih belum mampu mengungkap secara pasti bagaimana manusia-manusia pada masa tersebut mampu membangun sebuah candi yang demikian agung, demikian besar, demikian halus, demikian indah, demikian menakjubkan dengan hanya bermodalkan peralatan yang sangat sederhana. Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai keagungan candi Borobudur.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 6 Comments »

Fang Sheng, Apa Esensinya?
Abin Nagasena

Melihat sekumpulan orang di pinggir kali, apa asumsi yang muncul dalam benak kita pertama kali? Hampir dapat dipastikan kita berasumsi mereka adalah sekumpulan orang yang sedang mencari dan menangkap ikan. Sebaliknya, mungkin tidak ada yang berasumsi bahwa kumpulan orang tersebut sedang melakukan kegiatan yang bertolak belakang, yakni alih-alih menangkap ikan, mereka justru sedang melepas ikan-ikan ke kali tersebut.

Orang yang belum pernah melihat hal ini dengan mata kepala sendiri, mungkin berpendapat ini hanyalah isapan jempol belaka, mana ada orang yang melepas ratusan bahkan ribuan ikan ke kali? Bagi yang pernah menyaksikan hal tersebut, mungkin geleng-geleng kepala tidak percaya. Gila mungkin, demikian pikir mereka.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 1 Comment »

Belenggu Handphone – Ganti donk Handphone-nya …
Abin Nagasena

Tengoklah sekeliling kita, dunia semakin maju. Teknologi canggih telah merambah jauh ke dalam memasuki setiap relung kehidupan kita sehari-hari, khususnya dunia teknologi telekomunikasi. Sepuluh tahun lalu, tidak banyak orang yang punya hape alias handphone. Dan saat itu, tidak banyak pula orang yang menyangka bahwa kini hampir setiap orang memiliki handphone berteknologi canggih dengan harga merakyat. Ya, penjualan handphone sangat marak selaris pisang goreng. Ironisnya, penjualan handphone ternyata jauh lebih laris daripada pisang goreng itu sendiri.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 1 Comment »

Untung Sial - Semua Bisa Diatur, Boss!
Abin Nagasena

Setiap kali berhubungan dengan angka 13, sering kali “tanpa kita sadari” ada perasaan “mempermasalahkan” angka tersebut, karena konon angka 13 adalah “tidak sekedar lambang kesialan” tapi lebih dari itu, dapat membawa kesialan bagi orang yang berhubungan dengan angka tersebut.

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Comments 3 Comments »

Pada Siapa Aku Memohon
Abin Nagasena

Kepada siapa sebenarnya umat Buddha berdoa dan memohon? Pada Dewa, Tuhan atau Buddha??? (sms pembaca)

Ora et Labora, sebuah ungkapan yang sangat umum kita dengar. Berdoa dan Bekerja, ungkapan yang menjelaskan bahwa di samping berdoa, kita juga harus berkarya. Terlepas dari usaha yang dilakukan, doa bagi banyak orang adalah hal yang sangat pokok, bahkan sering diyakini bahwa tanpa doa manusia tidak akan mencapai apa yang diinginkannya. Kalau memang doa itu demikian krusial dalam hidup manusia, apakah umat Buddha juga harus berdoa? Lalu berdoa pada siapa?

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Comments 9 Comments »

Syukur Yang Terbuang
Abin Nagasena

Berhati-hatilah anda jika makan satu meja dengan saya, terutama jika makanan dalam piring anda dibayar dengan uang saya alias saya yang traktir. Demikian selalu saya ingatkan pada orang-orang yang dekat dengan saya. Kenapa perlu hati-hati? Karena jika tidak memperlihatkan rasa syukur pada makanan yang anda nikmati tersebut, maka setelah selesai bersantap anda akan mendapat makanan penutup tambahan berupa omelan saya dan jangan pernah berharap untuk saya traktir lagi. Jika pergi makan di sebuah rumah makan, kita pasti akan melihat berbagai macam cara orang mensyukuri makanan yang akan disantapnya. Setiap orang melakukan dengan pandangan yang berbeda-beda, tetapi umumnya mereka bersyukur dengan cara berdoa berterima kasih pada Tuhannya masing-masing.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 1 Comment »