Archive for the “Artikel” Category


Waktu yang Berlalu
Chuang

Dari seluruh fenomena alam yang kita kenal, barangkali waktu adalah salah satu fenomena yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Sebab, tak seperti zat yang dapat dilihat karena berwujud dan dapat dirasa atau diraba, waktu tak dapat dilihat karena tak kasat mata, tak dapat dirasa atau diraba, dan tak terdengar.

Waktu bisa jadi sesuatu yang aneh, lucu, atau absurd seperti yang ditulis oleh Alan Lightman dalam novel “Mimpi-Mimpi Einstein”. Waktu bisa jadi sesuatu yang mekanistik sebagai hanya patok-patok yang tertancap pada angka-angka tertentu di lingkaran jam, atau pada kertas jadwal kerja, atau pada aliran rutinitas sehari-hari yang membosankan. Waktu pun bisa jadi tak berarti apa-apa bagi seseorang yang tak peduli padanya (dan waktu pun sesungguhnya juga tak pernah peduli padanya juga) Tetapi dari seluruh kemisteriusan yang ditimbulkan oleh waktu, kita mungkin bisa sepakat bahwa waktu itu proses atau perubahan yang menjadikan hari kemarin tinggal kenangan, dan hari ini beranjak tua jadi hari esok yang belum juga pasti wujudnya.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 5 Comments »

Antara Aku, Dia dan Combro !
Lykim176

“Janganlah melekat terhadap segala sesuatu apapun, termasuk terhadap dhamma”

“Janganlah melekat terhadap barang yang didanakan, seperti jangan melekat terhadap kotoran yang telah kita buang”"

Itulah teori yang tertanam dalam benakku dan sering aku tularkan terhadap teman-temanku. Namun teori membutuhkan praktik dilapangan, agar hakekat dari dhamma tersebut terselami/tertembusi.

Ditempat ku biasa belajar dhamma, aku sering datang 1 jam lebih awal. Suatu hari aku bersama dengan teman seperti biasa datang lebih dahulu, tidak lama kemudian datang juga peserta lain. Peserta yang baru datang ini adalah peserta baru kelas dhamma. Lalu terjadilah pembicaraan diantara kami, aku lebih banyak bertanya pada peserta baru tersebut. Ternyata orang ini(peserta baru) sedikit terbelakang(mungkin autis). Sebenarnya aku salut juga dia mau belajar dhamma. Ditengah pembicaraan dengannya ada hal yang membuat batinku geli, membuat aku menahan tawa agar tidak menyinggung perasaannya. Ternyata ku lihat temanku juga menahan tawa, lalu ku putuskan untuk pergi sebentar meninggalkan mereka berdua agar tidak tertawa lebar.

Diluar ku lihat banyak tukang jajanan, lalu ku putuskan untuk membeli 8 buah combro(mahal juga 1 combro = Rp.1500) untuk para peserta kelas dhamma. Ketika aku hendak kembali(ketempat kelas dhamma) aku berpikir ”Wah didalam cuma ada si gendut(tubuhnya memang gendut) dan kawan saya. Pertemuan yg lalu saya perhatikan dia makan martabak hobi sekali, tanpa pikir-pikir orang lain juga mau makan. Dia makan banyak martabak tersebut dengan cepat”.
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 3 Comments »

Sandal Jepit
Selfy Parkit

Dasar penilaian manusia di masyarakat memang tidak lepas dari yang namanya penampilan. Walaupun ada pepatah yang mengatakan ‘Don’t judge the book by its cover’ yang artinya jangan menilai buku dari sampulnya, tetapi tidak dapat dipungkiri kalau penampilan memang berperan penting dan diutamakan oleh kebanyakan orang. Contohnya saja dalam melamar suatu pekerjaan atau pada saat interview, tentu AWAL penilaian seorang calon karyawan itu umumnya diberikan berdasarkan dari penampilannya, mulai dari tata rias, cara berpakaian dan lain sebagainya. Hal itulah yang nantinya akan menentukan keputusan selanjutnya (masuk kriteria atau tidak), kecuali memang jika calon karyawan tersebut memang benar-benar ahli, berbakat, dan sangat dibutuhkan. Kemudian mengenai penampilan, sering juga kita temui beberapa catatan kaki di sebuah undangan seminar-seminar, acara talk show ataupun acara-acara resmi lainnya baik keagamaan maupun yang non keagamaan, yang mengatakan kepada pengunjung untuk memakai pakaian yang rapih, sopan, dan tidak lupa di situ juga tertera tidak mengenakan sandal jepit. Lalu apakah ada yang salah dengan sandal jepit?
Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,

Comments 10 Comments »

Belajar
Chuang

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam soal belajar sesuatu yang baru adalah, untuk dapat belajar dengan baik, kita justru harus mengosongkan pikiran kita dari segala pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya. Persis seperti kisah Zen mengenai cangkir teh. Apakah anda sudah pernah mendengar atau membaca kisah tersebut? Kalau belum, saya anjurkan anda menghubungi toko buku terdekat (hehehehehhehe)

Seperti kisah Zen tersebut, bagaimana mungkin cangkir yang sudah penuh dapat diisi lagi dengan teh jika tidak dikosongkan terlebih dahulu? Bagaimana mungkin pengetahuan yang baru dapat masuk ke dalam otak kita jika pikiran kita penuh oleh pelbagai pengetahuan dan pra anggapan yang kita peroleh di masa lalu?
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 3 Comments »

Anak Kecil [2]
Chuang

Sebagai anak kecil, saya selalu ingin agar secepatnya tumbuh dewasa.?Sebab menjadi dewasa, menurut anggapan saya waktu itu, adalah kunci?menuju kebebasan.

Orang dewasa adalah orang yang bebas pergi ke mana suka, bebas memilih?dan membeli apa saja yang ia maui. Orang dewasa juga adalah orang yang?tidak lagi dicereweti dengan kalimat-kalimat,”Jangan makan permen banyak-banyak, nanti sakit gigi” , atau,”Heiii!! Jangan main jauh-jauh”, atau,”Jangan?lari-lari, nanti jatuh lagi baru tau rasa”.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 3 Comments »

Ulat dan Kegelapan
Chuang

Seorang teman memberi satu tip mengenai cara memilih sayuran di pasar. Katanya, carilah sayuran yang ada ulatnya. Semula saya menganggap ini lelucon terbaru darinya, tapi tampaknya dia tidak sedang melawak. Katanya, sayuran yang masih ada ulatnya memang kelihatan jelek, tapi sesungguhnya justru aman dan sehat dikonsumsikan. Sebab dapat dipastikan sayuran tersebut bebas atau paling tidak sangat sedikit terpapar pestisida. Terbukti dengan adanya ulat yang masih segar bugar.

Wah, benar juga, saya menggumam dalam hati.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments No Comments »

Saddha Vs Dogma
Willy Yanto Wijaya

Beberapa waktu yang lalu, kita sempat dihebohkan oleh rumor “ring in red”, yaitu nomor panggilan handphone yang berwarna merah. SMS-SMS berantai pun dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, ada yang mengatakan bahwa nomor merah itu adalah praktek guna-guna/ ilmu hitam yang dapat membunuh orang dalam sekejap; atau versi lain SMS adalah bahwa nomor merah itu adalah transfer radiasi kuat yang dapat membahayakan kesehatan/ membunuh orang (mungkin versi ini dibikin supaya terkesan lebih masuk akal dan ilmiah – untuk mempengaruhi orang-orang yang lebih berpendidikan).

Entah siapa orang pertama yang mengirim SMS tersebut. Tapi, dari fenomena ini kita dapat melihat bagaimana pola pikir sebagian besar penduduk Indonesia yang takhyul (suka mempercayai hal-hal yang aneh/ belum tentu benar) dan mudah termakan rumor/isu/gosip. Ketika menerima SMS berantai tersebut, penulis sempat berkelakar bahwa akan ajaib sekali jika penulis bisa menerima “ring in red” tersebut, sebab layar handphone penulis adalah hitam-putih. Bagaimana mungkin bisa tiba-tiba layar handphone memendarkan warna merah? Itu adalah pelanggaran terhadap hukum fisika!
Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Comments 2 Comments »

Hati yang Lembut
Willy Yanto Wijaya

Sewaktu penulis masih kuliah di ITB, biasanya setiap kali penerimaan mahasiswa baru, KMB (Keluarga Mahasiswa Buddhis) ITB seringkali mengadakan mentoring mengenai Buddhisme. Mentoring biasanya mencakup sharing mengenai riwayat hidup Buddha Gautama dan ajaran-ajaran dasar Beliau. Penjelasan mengenai riwayat hidup Sang Buddha tersebut biasanya selalu ditekankan pada aspek-aspek keajaiban (miracles) baik ketika masa Pangeran Siddharta maupun setelah Beliau menjadi Buddha. Penulis merasa heran kenapa pembahasan selalu difokuskan pada keajaiban-keajaiban seperti ini (sebagai contoh: keajaiban ganda api dan air, berjalan tujuh langkah, dsb)? Memang, tidaklah salah untuk membahas hal ini. Tapi bukankah ada dua keajaiban dalam riwayat hidup Buddha yang lebih ajaib dan lebih indah untuk dibahas? Dua keajaiban ini adalah Kebijaksanaan dan Belas kasih (Wisdom and Compassion).
Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Comments 10 Comments »

Ketika semua umat beragama saling beradu argumen dan pendapat
Henry Jusrin

Kenapa saya angkat tema ini pada artikel saya kali ini? Ya, karena memang sekarang ini kerukunan umat beragama sedang diuji kesetiaanya dengan banyaknya konflik antar umat beragama, baik di Indonesia, maupun di dunia. Banyak kasus kriminal mengangkat tameng dari semua kesalahan mereka, yaitu agama. Mereka menamakan diri mereka atas nama agama dalam berperang antar umat manusia. Banyak juga yang menghina umat agama lain. Karena kebutaan mereka, mereka menghina umat agama lain, menginjak-injak harkat dan martabat agama yang orang lain itu peluk. Sehingga timbullah perpecahan di antara umat beragama.
Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Comments 5 Comments »

Bahagia Dulu Baru Sukses
Chuang

Setiap kali kita mendengar atau membaca kisah sukses, setiap kali pula kita bertanya-tanya penasaran tentang apa sebenarnya rahasia sukses itu? Maka, kita lihat, ada bertumpuk-tumpuk buku yang mengajarkan tentang rahasia sukses. Ada ratusan seminar yang diadakan untuk menjawab pertanyaan besar itu. Ada seribu jawaban untuk satu pertanyaan. Tetapi tidak ada jaminan bahwa jawaban-jawaban itu cocok dan manjur bagi semua orang. Karena kalau sebaliknya, tentu kita boleh berharap bahwa dunia kita telah dipenuhi oleh orang-orang sukses, bukan?
Read the rest of this entry »

Tags: ,

Comments 7 Comments »