topic short url: http://dhct.ws/f22006

Author Topic: Selamat Jalan Mbah Bubi Chen  (Read 801 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Pensiunan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.392
  • Reputasi: 441
  • Gender: Male
Selamat Jalan Mbah Bubi Chen
« on: 16 February 2012, 11:46:44 PM »
Selamat menempuh hidup baru Eyang Bubi Chen

Sorry, you are not allowed to see this part of the text. Please login or register.

JAKARTA, KOMPAS.com — Maestro jazz Indonesia Bubi Chen meninggal pada Kamis (16/2/2012) di Semarang, Jawa Tengah. Kabar meninggalnya disampaikan sejumlah musisi dan penggiat musik Tanah Air di Twitter.
"RIP maestro jazz Bubi Chen (9 Feb 1938 - 16 Feb 2012)," tulis pengamat musik Denny Sakrie di akun Twitter. Denny menambahkan, Bubi Chen meninggal pukul 18.50 WIB.
Belasungkawa atas meninggalnya Bubi Chen langsung disampaikan sejumlah musisi di Tanah Air melalui layanan jejaring sosial tersebut, antara lain dari musisi Indra Lesmana.
"My heart is broken... We just lost the first and greatest Modern Jazz Pianist this Country ever had... Rest In Peace Oom Bubi Chen," tulis Indra Lesmana yang dikenal cukup dekat dengan almarhum selama hidupnya.
Indra mengungkapkan rasa kehilangannya atas kepergian Bubi Chen karena selama ini ia menganggapnya seperti ayahnya sendiri. Indra mengakui banyak belajar dari Bubi Chen dalam mengembangkan karier musiknya


Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.003
  • Reputasi: 63
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Entertainer : Mbah Bubi Chen n Indra
« Reply #1 on: 17 February 2012, 06:21:26 AM »
Sorry, you are not allowed to see this part of the text. Please login or register.
">

Offline Indra

  • Pensiunan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.392
  • Reputasi: 441
  • Gender: Male
Re: Selamat Jalan Mbah Bubi Chen
« Reply #2 on: 17 February 2012, 08:00:40 AM »
^^ keliatan beda lepel kesaktiannya ya?

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.003
  • Reputasi: 63
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Selamat Jalan Mbah Bubi Chen
« Reply #3 on: 17 February 2012, 09:15:16 AM »
^^ keliatan beda lepel kesaktiannya ya?

jadi lebih sakti Bubi Chen atau Indra ?

siapakah guru Bubi CHen ?

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.563
  • Reputasi: 450
  • Gender: Male
Re: Selamat Jalan Mbah Bubi Chen
« Reply #4 on: 17 February 2012, 12:23:29 PM »
Menurut info.. Di Lucia adalah gurunya.. Walau gak ngefans banget.. tapi cukup suka ama alunan jazz beliau..

Bubi Chen (lahir di Soerabaja, Jawa Timur, 9 Februari 1938; umur 74 tahun) adalah seorang pemusik jazz Indonesia. Saat berusia 5 tahun oleh ayahnya Tan Khing Hoo, Bubi diserahkan kepada Di Lucia, seorang pianis berkebangsaan Italia, untuk belajar piano. Saat itu Bubi belum bisa membaca apalagi memahami not balok. Meskipun begitu, Bubi Chen bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh Di Lucia karena Bubi Chen sudah terbiasa melihat kakak-kakaknya, Jopie Chen dan Teddy Chen, saat sedang berlatih piano. Bubi Chen belajar pada Di Lucia hingga tahun kemerdekaan Indonesia.

Perjalanan karier
Setelah itu, Bubi Chen mengikuti kursus piano klasik dengan pianis berkebangsaan Swiss bernama Yosef Bodmer. Suatu ketika Bubi Chen tertangkap basah oleh Yosef Bodmer ketika sedang memainkan sebuah aransemen jazz. Bukannya marah, Yosef Bodmer justru berucap, “Saya tahu jazz adalah duniamu yang sebenarnya. Oleh karena itu, perdalamlah musik itu”. Di umur 12 tahun, Bubi Chen sudah mampu mengaransemen karya-karya Beethoven, Chopin, dan Mozart ke dalam irama jazz. Bubi Chen menilai musik jazz memiliki kebebasan dalam menuangkan kreatifitas dibanding musik klasik dengan kaidah-kaidahnya sendiri.

Beberapa waktu kemudian Bubi mulai mempelajari jazz secara otodidak. Ia mengikuti kursus tertulis pada Wesco School of Music, New York antara tahun 1955-1957. Salah seorang gurunya adalah Teddy Wilson, murid dari tokoh swing legendaris Benny Goodman.

Di Kota Buaya, Surabaya, Bubi Chen membentuk sebuah grup bernama The Circle bersama Maryono (saksofon), F.X. Boy (bongo), Zainal (bass), Tri Wijayanto (gitar) dan Koes Syamsudin (drum). Bersama Jack Lesmana, Maryono, Kiboud Maulana, Benny Mustapha dan kakaknya Jopie Chen, ia juga tergabung dalam Indonesian All Stars. Kelompok Indonesian All Stars ini malah sempat berangkat dan tampil di Berlin Jazz Festival pada tahun 1967. Setelah itu mereka rekaman dan menelorkan album yang kini menjadi barang langka, "Djanger Bali". Album ini digarap bersama seorang klarinetis ternama asal Amerika Serikat, Tony Scott. Bubi Chen pernah membuat rekaman jazz bersama Nick Mamahit dan diproduseri Suyoso Karsono atau yang akrab dipanggil mas Yos.

Pada tahun 1959, bersama Jack Lesmana, ia membuat rekaman di Lokananta. Rekamannya yang bertitel Bubi Chen with Strings pernah disiarkan oleh Voice of Amerika dan dikupas oleh Willis Conover pada tahun 1960, seorang kritikus jazz ternama dari AS. Ia menyebut Bubi sebagai The Best Pianist of Asia (tahun 1960 Bubi berusia 22 tahun). Bubi juga pernah membentuk "Chen Trio" bersama saudaranya Jopie dan Teddy Chen ditahun 1950-an. Ditahun yang sama ia juga bergabung dengan "Jack Lesmana Quartet" yang kemudian berganti menjadi Jack Lesmana Quintet. Menetap di Surabaya, Bubi Chen menularkan ilmu yang dimilikinya. Beberapa diantaranya cukup dikenal antara lain Abadi Soesman, Hendra Wijaya, Vera Soeng dan Widya Kristianti.

Pada pertengahan tahun 1976, Bubi merilis rekamannya yang berjudul Kau dan Aku, bersama Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, Hasan, dan Embong Rahardjo. Selain itu, ada dua buah rekaman lain yang eksotik, berupa eksperimen jazz dengan beat reog. Sedangkan pada tahun 1984, bersama pemain-pemain jazz seperti John Heard, Albert Heath, dan Paul Langosh, ia membuat rekaman di Amerika dan diedarkan di Indonesia. Rekaman itu diberi judul Bubi di Amerika.

Bubi Chen telah merilis banyak album, beberapa diantaranya: Bubi Chen And His Fabulous 5 , Mengapa Kau Menagis, Mr.Jazz, Pop Jazz, Bubi Chen Plays Soft and Easy, Kedamaian (1989), Bubi Chen and his friends (1990), Bubi Chen - Virtuoso (1995), Jazz The Two Of Us (1996), All I Am (1997) dan banyak lagi.

Pada tahun 2004, Bubi Chen menerima penghargaan Satya Lencana pengabdian seni dari mantan presiden Megawati. Setahun kemudian, pada tahun 2005, Peter F. Gontha pada gelaran Java Jazz Festival yang pertama memberikan penghargaan sebagai musisi Jazz Living Legend kepada Bubi Chen. Bubi Chen juga mendapatkan Life Achievement Award dari gubernur Jawa Timur karena dinilai telah memperkenalkan Surabaya ke dunia internasional melalui musik jazz. Penghargaan tersebut diberikan pada gelaran Wismilak The Legend of Jazz yang diadakan pada awal tahun 2010.

Pendidikan

SD & SMP di Surabaya (1944-1947)
SMA St. Louis di Surabaya (1948-1951)
Kursus piano klasik dengan de Lucia (orang Italia, 3 tahun: Surabaya 1943-1945)
Kursus Piano klasik dengan Josef Bodmer (orang Swiss, 8 tahun: Surabaya 1946-1954)
Kursus Tertulis Jazz dari Wesco School of Music di New York, Amerika Serikat (1955-1957)


Karier

Karyawan RRI Jakarta (1955)
Ikut Festival Jazz di Berlin (1967)
Dosen di YMI & Yasmi Surabaya
Mengadakan pergelaran jazz di TIM
Guru Privat Piano
Ketua Yayasan Musik Victor Indonesia di Surabaya
Musikus Jazz (sekarang) Anggota Circle Band
Pemimpin Indonesian All Stars Band


Diskografi

Bersama Jack Lesmana
Djanger Bali - (SABA, 1967)
Jazz Masa Lalu & Masa Kini - (Hidayat, 1976)


Album Studio

Bubi Chen & Kwartet - (Lokananta, 1959)
Bubi Chen and His Fabulous 5 - (Irama, 1962)
Bubi Chen – Buaian Asmara (1967)
Lagu Untukmu - (Irama, 1969)
"Bila Ku Ingat (Bubi Chen With Strings)" - (Irama, 1969)
Margie Segers & Bubi Chen "Terpikat" (Hidayat, 1975)
Mengapa Kau Menangis - (Irama Tara)
Just Jazz - (Virgo Ramayana)
Mr. Jazz
Instrumental Piano - Pop Indonesia (Nirwana)
Bubi Chen Plays Soft and Easy (Atlantic Records, 1977)
Musik Santai (Atlantic Records)
Jazz Meeting Vol.1 - Recoding Live In Bandung (Hidayat)
Rien Djamain & Jack Lesmana Combo - "Telah Berlalu"
Selembut Kain Sutera - (Hidayat)
Kau Dan Aku - (Hidayat)
Bubi Di Amerika - (Hidayat 1984)
Kedamaian - (Hidayat, 1989)
Bubby Chen and his friends - (Bulletin, 1990)
Virtuoso - (Legend Records, 1995)
Jazz The Two Of Us - (Legend Records, 1996)
Judge Bao - (Legend Records, 1996)
Romantiques - The Way We Were (Legend Records, 1996)
Mei Hua San Lung - (Legend Records, 1997)
Nice 'n Easy - My Way (Legend Records, 1997)
Nice 'n Easy - Love Me Tender (Legend Records, 1997)
Nice 'n Easy - What a Wonderful World (Legend Records, 1997)
Romantiques - Monalisa (Legend Records, 1997)
Romantiques - All I Am (Legend Records, 1997)
A.S.I.C. Australia Singapore Indonesia Connection - (Legend Records, 1998)
The Many Collours of Buby Chen
Bubi Chen Plays Rock
Best Of Me;; - (Platinum, 2007)
Wonderful World - (Sangaji Music)
Buaian Asmara - (DeMajors, 2007)


Konser

Bubi Chen di Jakarta Jazz Festival 2006
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl