analogy
Forum DhammaCitta. Komunitas Buddhis Indonesia
09 February 2010, 08:50:16 PM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

Shout Box 

News: Anda punya facebook? Tolong sebarkan note tentang Samyutta Nikaya ini http://www.facebook.com/note.php?note_id=218978573888

Project 6: Samyutta Nikaya

Penggalangan Dana Pendidikan

 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 89   Go Down
  Print  
Author Topic: Ngapain Jadi Buddhist? Q & A untuk Pemula  (Read 54562 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
nyanadhana
Mod
KalyanaMitta
*

Reputasi: 63
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.688

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0


Kebenaran melampaui batas persepsi agama...


« on: 09 April 2008, 09:43:56 AM »

 Namaste halo forumers, thread ini khusus saya buka untuk menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan Buddhism selama apa yang saya pelajari dari dunia Buddhism dapat membantu memahami Buddhism dengan baik. Untuk menjaga agar thread ini tidak OOT,maka saya akan memberikan ketentuan
1. Thread ini adalah tempat pemahaman bagi pemula yang baru saja ingin tahu,sudah tahu tapi belum mendalami,dan masih ragu-ragu mengenai Buddhism.
2. Thread ini akan berupa tanya jawab dan mohon untuk tidak memberikan komentar yang menyebabkan thread ini OOT. Saya akan mengembalikan ke kondisi semula ketika thread mulai OOT
3. Anda bebas bertanya apa aja selama dalam pemahaman Buddhism, meminta saran untuk mengenal beberapa aliran Buddhism juga bisa disini atau sekedar ingin memahami aliran Buddhism yang segaris dalam BuddhaVacana.
4. Semua komentar yang masuk oleh forumer harus ditanggapi dengan kepala dingin tanpa caci makian,candaan yang menyebabkan Musavada.
5. Para Bhikkhu,Samana, dan para senior dimana menemukan bahwa tanggapan saya kurang sesuai diperbolehkan untuk meluruskan pandangan dan saling belajar.

Oleh karena itu,saya ucapkan terima kasih untuk pertanyaan yang diajukan.Semoga pengetahuan saya bisa membantu.  Namaste
« Last Edit: 09 April 2008, 10:59:58 AM by nyanadhana » Logged


"Sabbe satta sukhi hontu"
 
Mangkok
Teman
**

Reputasi: 14
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 104

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0

Mangkok


« Reply #106 on: 02 May 2008, 05:06:51 PM »

Pertama-tama perlu ada definisi yang jelas tentang apa itu bodhisattva, menurut tradisi Lamrim (Tahapan Jalan Menuju Pencerahan), bodhisattva adalah makhluk yang telah membangkitkan bodhicitta secara spontan. Berikut ini terjemahan kutipan tentang salah satu manfaat Bodhicitta Liberation in Ourhands (part three), hal 107-108.

... (sepuluh manfaat bodhicitta).... (manfaat ke-2)

(2) Kita akan disebut sebagai seorang Bodhisattva (Putra Penakluk)

(Dari Bodhicaryavatara karya Shantideva:)
Saat bodhicitta dibangkitkan,
Seorang makhluk menderita yang terbelenggu dalam penjara samsara
Disebut sebagai putra atau putri para Sugata.


Beberapa kalimat lain juga menyatakan (dari teks yang sama):
Hari ini saya terlahir dalam keluarga Buddha.
Sekarang saya telah menjadi anak dari para Buddha.


Seperti yang diindikasikan kalimat-kalimat tersebut, bodhicitta-lah yang menentukan apakah seseorang menjadi putra para Penakluk (S: Jinaputra) atau tidak. Walaupun seorang individu dapat memperoleh abhijña atau kekuatan supranatural, atau menjadi fasih di dalam kelima pengetahuan, atau bahkan telah mencapai suatu realisasi yang langsung terhadap kesunyataan dan telah sepenuhnya meninggalkan semua gangguan-gangguan mental (klesha-klesha), ia bukanlah seorang Bodhisattva atau putra para Penakluk jika ia belum mengembangkan bodhicitta. Tidak juga dapat dikatakan bahwa ia telah memasuki  jajaran para praktisi Mahayana.
Sebaliknya, suatu makhluk yang berhasil dalam membangkitkan pikiran ini benar-benar memasuki lingkungan para Mahayanis, walaupun ia  mungkin adalah seekor anjing, seekor babi, atau binatang  yang lainnya. Hal ini benar, walaupun ia mungkin sebodoh seekor keledai dan tidak mempunyai pengetahuan lain apapun.
.... (Liberation in ourhands part three, hal 107-108)

Setelah seseorang membangkitkan bodhicitta spontan, dia yang disebut seorang bodhisattva akan memasuki marga/jalan pertama dari lima marga/jalan. Kelima marga ini adalah marga: marga akumulasi, marga persiapan, marga penglihatan, marga meditasi, dan marga tanpa belajar lagi. Pada saat kapan seorang bodhisattva tidak akan jatuh ke alam rendah lagi?

Berikut ini kutipan dari ceramah Dagpo Rinpoche pada retret Liberation in Ourhands thn 2001 di Mont Dore, Perancis (hari pertama, sesi siang):
...
Sebenarnya tidak ada jaminan bahwa Anda dapat menghindari kelahiran di alam rendah sampai Anda mencapai tingkat kesabaran (I: forbearance) dari marga persiapan (I: preparation, diterjemahkan juga sebagai applying oleh teks lain, lihat kutipan dibawah juga.) Sebelum tingkat tersebut, Anda mempunyai kemungkinan mengambil kelahiran tersebut (red: alam rendah).
.....

Berikut kutipan dari:
http://www.berzinarchives.com/web/en/archives/sutra/level4_deepening_understanding_path/path/five_pathway_minds_five_paths/five_pathway_minds_five_paths_advan.html

(saya hanya mengutip bagian marga persiapan saja, yang disini titulis The applying pathway mind:

The applying pathway mind has four stages:
   1.“Heat” (drod), with which we have joined shamatha and vipashyana on the sixteen aspects of the four noble truths while awake. This stage is called “heat” since the fire of the nonconceptual discriminating awareness of a seeing pathway mind will soon be generated.
   2.“Peak” (rtse-mo), with which we have it even when dreaming. This stage is called “peak” since one has reached the endpoint of the stage at which the roots of our constructive force (dge-ba’i rtsa-ba, roots of virtue) are susceptible to being devastated (bcom). Before this stage, anger at a bodhisattva, for instance, can devastate the positive force (merit) we have built up. "Devastate" means that this positive force will never ripen into what it would have otherwise ripened into and that its ripening, instead, into something much weaker will be severely delayed. Such devastating disturbing emotions never arise from this stage onwards.
   3.“Patience” (bzod-pa), with which we have no more fears that our discriminating awareness might nullify completely any validly knowableme.” Because of this lack of fear, this stage is called “patience.” With the attainment of this stage of pathway mind, we no longer will be reborn in any of the three worse rebirth states – as a trapped being in a joyless realm (hell being), clutching ghost (hungry ghost), or creeping creature (animal).
   4.“Supreme Dharma” (chos-mchog), with which we are able to apply our joined shamatha and vipashyana on the sixteen aspects to the nature of mind itself. This stage is called “supreme Dharma” since it is the highest level of ordinary beings (so-so’i skye-bo). Those who have not yet become aryas are termed “ordinary beings,” even if they have achieved one of the first two pathway minds.

Semoga bermanfaat

Terima kasih Straightface
NB: Kutipan saya adalah dari tradisi Lamrim, saya tidak tahu apakah di tradisi lain berbeda ataukah sama.

Logged

Semoga kebijaksanaan dan kebaikan hati tumbuh dan berkembang dalam batin semua makhluk
nyanadhana
Mod
KalyanaMitta
*

Reputasi: 63
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.688

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0


Kebenaran melampaui batas persepsi agama...


« Reply #107 on: 02 May 2008, 05:20:56 PM »

jadi menurut tradisi anda , bodhisatva bisa terlahir di alam sengsara atau ngga,cuman jawab itu aja kok.
Logged


"Sabbe satta sukhi hontu"
Mangkok
Teman
**

Reputasi: 14
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 104

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0

Mangkok


« Reply #108 on: 02 May 2008, 06:02:14 PM »

Maaf   bow klo saya tidak bisa menguraikan dengan baik dan malah menimbulkan kesalahpahaman ataupun kilesa, dalam tradisi Lamrim, seorang bodhisattva sebelum mencapai tingkat kesabaran (Inggris: forbearance/patience) dari marga persiapan (sanskerta: prayogamarga) masih bisa terlahir di alam rendah. Setelah mencapai minimal level tersebut baru seorang bodhisattva benar2 tidak akan terlahir lagi di alam rendah.

Terima kasih atas koreksinya  Straightface
Logged

Semoga kebijaksanaan dan kebaikan hati tumbuh dan berkembang dalam batin semua makhluk
johan3000
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 90
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 5.538

Thank You
-Given: 2
-Receive: 0


The taste of Lotus


« Reply #109 on: 16 May 2008, 10:46:50 AM »

Menurut Buddhisme apa yg membuat orang menjadi
BAIK dan mejadi JAHAT?

Tolong dijelaskan (perbandingan rinci) dgn yg dijelaskan di majalah TIME.

What make us GOOD or EVIL?
TIME Magazine December 3, 2007 Vol. 170 No. 23
http://rapidshare.com/files/74288004/T_20071203-pdf.rar
(utk download pilih FREE, bukan PREMIUM ACCOUNT)

thanks sebelumnya!
Logged

Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya
antidote
Sahabat
***

Reputasi: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 175

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0



« Reply #110 on: 17 May 2008, 05:08:50 AM »

susunan sistematis dalam mempelajari ajaran Buddha,
maksudnya setelah belajar A baru belajar B abis itu di sambung C dst


Buka buku pelajaran agama Buddha dulu ,udah lengkap,kalo ga punya,ntar aku kirimin deh bukunya ke kamu.....tinggal PM,tulis alamat lengkap,bukunya kasih daah...... laugh
Thx, adek aq rupanya ada buku pelajaran agama Buddha, di kasi sama dosennya dulu katanya.
aq baca itu dulu deh
 Namaste
Logged

NOW
Virya
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 128
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.485

Thank You
-Given: 0
-Receive: 14


Jangan melekat!!! ...... terhadap apapun


« Reply #111 on: 22 May 2008, 11:52:44 PM »

Hari minggu tgl 25 mei 2008, divihara dhammacakka jaya sunter menyelenggarakan Pindapata.

Pindapata = berdana kepada anggota sangha dr umat. (betull yaa??)

rencanaku mao ikut pindapata, tapi karena aku gak ngerti, dan kalo jadi ini pertama kali aku pindapata
mao tanya disini agar dlm berdana aku gak salah ngasih,
apa yg bole dan tidak bole utk pindapata

menurut kalian semua, sebaiknya aku berdana apa ya

mao tanya lagi,   bhikkhu theravada ada jam makan ya?? yaitu jam 12 siang, dan hanya 1x dlam 24 jam??

Sang Buddha adalah guru agung para deva dan manusia
kalo dialam manusia sekarang ini bulan waisak, apa dialam deva jg adaian waisakan, mengingat sang Buddha jg membabarkan dhamma di alam deva?? 


Thz ya.........  Namaste





Logged

  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....
nyanadhana
Mod
KalyanaMitta
*

Reputasi: 63
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.688

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0


Kebenaran melampaui batas persepsi agama...


« Reply #112 on: 23 May 2008, 08:29:16 AM »

rencanaku mao ikut pindapata, tapi karena aku gak ngerti, dan kalo jadi ini pertama kali aku pindapata
mao tanya disini agar dlm berdana aku gak salah ngasih,
apa yg bole dan tidak bole utk pindapata

menurut kalian semua, sebaiknya aku berdana apa ya

mao tanya lagi,   bhikkhu theravada ada jam makan ya?? yaitu jam 12 siang, dan hanya 1x dlam 24 jam??


Patta = mangkok makanan Bhikkhu.......pasti udah tahu istilah ' mangkok makanan ' jadi yang didanakan adalah makanan.
Tradisi Pindapatta menjadi rancu dan terkesan kita bisa menaruh apa aja termasuk angpao uang, pepsodent,sikat gigi,dupa,jarum dan segala macamnya. kalo ingin berdana hal itu lebih baik pada momen biasa saja. mengingat pindapatta adalah 'momen bhikkhu keluar untuk meminta dana makanan'. Jadi sebaiknya hanya berdana makanan.

mao tanya lagi,   bhikkhu theravada ada jam makan ya?? yaitu jam 12 siang, dan hanya 1x dlam 24 jam??

Tradisi Theravada mencatat, seorang Bhikkhu boleh makan dimana sinar matahari pada pagi hari telah cukup terang sehingga kamu bisa melihat kulit kamu sendiri,kaki kamu sendiri dan sekeliling dengan jelas.ini untuk sarapan, untuk makan siang, tidak lewat dari tengah hari dimana matahari bersinar pada pertengahan langit(jam12 biasanya).jadi biasa diatur menjadi jam 11.

Tergantung latihan bhikkhum,ada bhikku yang cuma makan siang saja setelah itu tidak, ada juga yang sarapan dan makan siang, namun ingat range waktunya tetap berlaku seperti itu.

Sang Buddha adalah guru agung para deva dan manusia
kalo dialam manusia sekarang ini bulan waisak, apa dialam deva jg adaian waisakan, mengingat sang Buddha jg membabarkan dhamma di alam deva??


Perayaan waisak adalah sebuah perayaan oleh umat Buddhisme bukan digariskan oleh Sang Buddha sendiri, masalah di alam deva rayain waisak......mungkin Virya mau berpartisipasi dengan meningkatkan samadhi sehingga bisa melihat alam deva dan memberitahukan kita apakah waisakan itu ada disana?inget lho,rentang waktu alam deva dan manusia tidak sama. manusia menggunakan penanggalan 12 bulan dan 365 hari, apakah di alam deva akan berlaku penanggalan waktu seperti alam manusia... Sang Buddha sudah menjelaskan bahwa rentang waktu berbeda.
Logged


"Sabbe satta sukhi hontu"
gachapin
Sebelumnya: Wolverine
Global Moderator
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 143
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.915

Thank You
-Given: 2
-Receive: 0


karuna...


« Reply #113 on: 23 May 2008, 09:30:22 AM »

Quote
mao tanya lagi,   bhikkhu theravada ada jam makan ya?? yaitu jam 12 siang, dan hanya 1x dlam 24 jam??

Nambahin Nyanadhana, biasanya makan dua kali, pagi dan siang. Praktek makan sekali sehari itu adalah praktek dhutanga, praktek yang sukarela, bukan suatu kewajiban.
Logged
johan3000
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 90
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 5.538

Thank You
-Given: 2
-Receive: 0


The taste of Lotus


« Reply #114 on: 25 May 2008, 12:33:10 PM »

Bagimana Buddism mengajaran orang
menjadi
JUJUR ?
langkah2 konkrit apa yg dapat dilakukan?
Bila seorang walikota yg benar2 Buddhist,
apa yg dpt dilakukan utk mengajarkan/membuat
manusia2 di kota tsb menjadi jujur?
Logged

Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya
Hendra Susanto
Global Moderator
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 148
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 4.968

Thank You
-Given: 1
-Receive: 0


haa...


« Reply #115 on: 25 May 2008, 12:53:05 PM »

Bagimana Buddism mengajaran orang
menjadi
JUJUR ?
langkah2 konkrit apa yg dapat dilakukan?
Bila seorang walikota yg benar2 Buddhist,
apa yg dpt dilakukan utk mengajarkan/membuat
manusia2 di kota tsb menjadi jujur?
melalui panca sila buddhist: aku bertekad utk menghindari berkata yg tidak benar
Logged

ryu
Global Moderator
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 216
Online Online

Gender: Male
Posts: 7.597

Thank You
-Given: 0
-Receive: 1


hampir mencapai penggelapan sempurna ;D


« Reply #116 on: 25 May 2008, 05:50:12 PM »

Tadi liat di metro, yan pindapatta, pada ngasih angpaw , buanyak euy.
Logged

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
nyanadhana
Mod
KalyanaMitta
*

Reputasi: 63
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.688

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0


Kebenaran melampaui batas persepsi agama...


« Reply #117 on: 26 May 2008, 09:30:14 AM »

Ryu,itu namanya orang buta didepan bawa arah,orang buta dibelakang memegang pundaknya dan terus dan terus semua terjerumus bikin salah oleh orang buta didepan.
Logged


"Sabbe satta sukhi hontu"
johan3000
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 90
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 5.538

Thank You
-Given: 2
-Receive: 0


The taste of Lotus


« Reply #118 on: 26 May 2008, 11:03:09 AM »

Bagimana Buddism mengajaran orang
menjadi
JUJUR ?
langkah2 konkrit apa yg dapat dilakukan?
Bila seorang walikota yg benar2 Buddhist,
apa yg dpt dilakukan utk mengajarkan/membuat
manusia2 di kota tsb menjadi jujur?
melalui panca sila buddhist: aku bertekad utk menghindari berkata yg tidak benar

Apakah ini akan berhasil?
Sedangkan yg melakukan (ingin bertekad) adalah hak masing2 warga.....
sedangkan tidak semua warga beragama Buddhist.....

Langkah konkritnya gimana?

thanks!
Logged

Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya
nyanadhana
Mod
KalyanaMitta
*

Reputasi: 63
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 3.688

Thank You
-Given: 0
-Receive: 0


Kebenaran melampaui batas persepsi agama...


« Reply #119 on: 26 May 2008, 11:27:08 AM »

Apakah ini akan berhasil?
Sedangkan yg melakukan (ingin bertekad) adalah hak masing2 warga.....
sedangkan tidak semua warga beragama Buddhist.....

Langkah konkritnya gimana?

thanks!


Apakah Kebenaran yang diajarkan oleh Sang Buddha adalah bernama "AGAMA BUDDHA"?
Apakah bertekad menghindari ucapan,perbuatan,perkataan tidak benar adalah "MILIK AGAMA BUDDHA"?
Tidak,bacalah semua tulisan Sutta, semua berisi ajaran yang bisa dipraktekkan oleh manusia dan deva,hanya kembali lagi pada manusia itu bisa keluar dari "fanatik" atau tidak, mau melihat horizon luas atau tidak.

Terkadang membawakan Buddhadhamma kepada orang non buddhist kuncinya terletak pada bagaimana anda memarketkan ini menjadi bahasa umum universal yang bisa diterima oleh mereka tanpa mereka menyadari itu adalah Ajaran Buddha. simpel bukan, karena Sang Buddha mengajarkan Kebenaran Universal tanpa ikatan agama, suku,ras, kuncinya hanya terletak pada bagaimana anda memasarkan ucapan,perbuatan,pikiran yang awalnya Buddhism ke bahasa umum.
Logged


"Sabbe satta sukhi hontu"
Hendra Susanto
Global Moderator
KalyanaMitta
*****

Reputasi: 148
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 4.968

Thank You
-Given: 1
-Receive: 0


haa...


« Reply #120 on: 26 May 2008, 02:22:09 PM »

agama beda  chuckle chuckle gak ada 1 pun yg ngajarin 'kamu berbohong masuk sorga' laugh laugh
Logged

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 89   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!