Padmasambhava
Guru Senge Dradog
Guru Singa Mengaum!
Padmasambhava (Guru Senge Drafog/Vajra Guru) adalah Akar Dewa Yidam bagi Simanhada Vajramushti Sangha
GURU SINGA MENGAUM DAN TANTRA BELA DIRI
Guru Padmasambhava – Kelahiran Teratai, juga dikenal sebagai: “Guru Singa Mengaum” adalah sosok penting dalam sejarah Buddhisme Tibet, dipuji karena keberhasilannya dalam memperkenalkan Buddhisme Tantra ke Tibet (sekitar 750 CE).
Ia adalah penting bagi semua yang ingin memahami perumpamaan dan symbol yang berhubungan dengan transisi Buddhisme dari India ke bentuk Tibet.
Ia juga penting secara tidak terduga (oleh banyak orang) sehubungan dengan transmisi dan evolusi Hindu India dan Buddhist Simhanada Vajramukti menjadi ‘Tibetan’, Auman Singa! Seni bela diri.
Padmasambhava – Kelahiran Teratai, juga dikenal sebagai: “Guru Singa Mengaum” – khususnya dalam salah satu dari delapan ‘wujud’ nya – Guru Senge Dradog (Tibet). Sebelum pengembangan ritual Chod Tibet – oleh Yogini Tibet Machig Labron (1053-1153), Padmasambhava telah berhubungan dengan parktik “Tanah Pekuburan”, yang melibatkan ritual meditasi habisnya jasmani (gambaran) dan ‘memotong putus’ (Chod). Ritual ini dikatakan telah ada di India sebagai bagian dari Tantrisme, walaupun beberapa sumber memberikan kredit kepada Yogini Machig Labdron. Sebaagi perwujudan dari Guru Singa Mengaum, Padmasambhava mempraktikkan ‘Memotong-Putus’ dan mengaumkan Auman Singa!
Dalam Tantra Seni Bela Diri Auman Singa, prinsip Chod (diucapkan ‘Cho’ dalam bahasa Tibet) atau memotong putus, ‘diwujudkan’ dalam genggaman benih, Chune-Choi (Cantonese), yang menerjemahkan sebagai penembusan ruang atau kondisi-antara/interval dan memotong – yaitu, penembusan dan pemutusan dalam ‘Bardo’, demikianlah asal istilah: ‘Bardo-Chod’. ‘Chune’ dalam Bahasa Canton juga menerjemahkan ‘memasang benang’. Tantra adalah Bahasa Sanskrit yang berarti ‘menenun’, jadi Chune (chod) adalah Upaya (Cara-cara Terampil) untuk menenun benang Tantra!
‘Gerak’ yang unik dari Seni Bela Diri Tantra Auman Singa menggunakan tubuh dalam konsumsinya sendiri dan memotong-putus (Bardo-Chod) melalui ‘tindakan’, sebagai suatu contoh ‘Cara-cara terampil’ (Upaya – Sanskrit) dalam Siddha atau tradisi ‘Kebijaksanaan-Gila’.
Nama Seni Bela Diri Auman Singa – berasal dari Simhanada Vajramukti Indo-Aryan asli (seni bela diri keluarga Sang Buddha dari asal-usul Hindu) – hingga masuk ke Tibet sebagai ‘Senge-Ngwa’ dan kemudian masuk ke China sebagai Si-Ji-Hao (Kanton).
Hubungan dengan Bardo-Chod dan dengan Padmasambhava sebagai Guru Auman Singa! Sangat penting untuk memahami bagian ini.
Hubungan Tantra harus ada agar Auman Singa tetap menjadi ‘Auman Singa’ dan bukan suatu divisi cabang yang berevlousi, dikurangi akar berlian-keras-tak-terhancurkan sejati.
Oleh karena itu adalah penting bagi mereka yang mengaku ‘mengetahui’ seni bela diri Auman Singa, untuk memahami ‘Chune’ (Bardo-Chod) secara lengkap dan dalam makna yang mendalam.
Riwayat Padmasambhava (juga dikenal sebagai Vajraguru)Padmasambhava, lebih terkenal sebagai Guru Rinpoche, dihormati oleh seluruh silsilah Buddhisme Tibet, dan gambarnya jelas dipasangkan disebelah Sang Buddha di banyak Kuil Buddhis, viharam dan di rumah-rumah. Banyak umat, khsuusnya dari aliran Nyingma yang didirikan oleh Padma, menganggapnya sebagai Buddha ke dua.
Padma bukanlah makhluk biasa, praktisi biasa, juga bukan seorang bodhisattva mulia. Ia adalah emanasi langsung dari semua Buddha di sepuluh penjuru dan tiga masa. Ia adalah junjungan yang maha mencakup ketiga permata Buddha, Dharma dan Sangha. Ia adalah perwujudan tunggal kebijaksanaan, belas kasihan dan aktivitas dari seluruh Pemenang. Ia adalah Guru dari tiga akar Guru, Yidam dan Pelindung. Ia adalah inti dari Buddha Amitabha.Dalam Dharmakaya, ruang luas kesadaran primordial, Padma tidak terpisah dari Buddha primordial Samantabhadra. Dalam Sambogakaya, ekspresi spontan kesadaran primordial, Padma tidak terpisah dari Buddha Vajradhara, bermanifestasi sebagai emanasi kebijaksanaan para Bhyani Buddha. Dalam Nirmanakaya, pertunjukan energi belas kasihan dari para Buddha Sambhogakaya, Padma pertama-tama muncul dalam bentuk setenagh wujud di alam Mahabrahma, di mana hanya para Bodhisattva mulia yang dapat melihatnya. Ia kemudian muncul di hadapan makhluk-makhluk biasa sebagai banyak Nirmanakaya dari Yang Tercerahkan Sempurna, seperti Buddha Shakyamuni, dan dalam seluruh perwujudan kelahiran yang tidak terhitung banyaknya. Pertunjukan manifestasi ini muncul terus-menerus selama masih ada makhluk-makhluk hidup.
Dakini Yeshe Tsogyal mengalami suatu manifestasi Padma dalam mimpi. Masing-masing pori-pori tubuhnya bersisikan satu milyar alam, dan dalam masing-masingnya terdapat satu milyar sistem dunia. Dalam masing-masing sistem dunia berdiam satu milyar Padma yang menciptakan satu milyar emanasi, dan masing-masing emanasi ini mengajarkan kepada satu milyar siswa. Pertunjukan ini, yang ia sebut Samudera Vajra yang sangat luas, berulang pada tiap-tiap arah utama.
Padma bermanifestasi secara bersamaan dalam tidak terhitung banyaknya sistenm dunia untuk mengajarkan dan mengalih-yakinkan semua makhluk, baik manusia, dewa, setan atau siluman, khususnya mereka di masa gelap yang sulkit diyakinkan, dan ia muncul di hadapan mereka dalam bentuk yang sesuai dengan karma individual mereka. Dalam salah satu otobiografinya, ia menjelaskan, “Pada saat ini, dalam Kaliyuga perselisihan dan permusuhan, makhluk-makhluk tanpa membeda-bedakan berkubang dalam lumpur beracun kebencian, nafsu, kebingungan, iri-hati dan keangkuhan. Khususnya untuk membantu makhluk-makhluk yang paling sulit ditolong, para Buddha tubuh sederhana tanpa batas mengandung diriku dengan Pikiran mereka yang terkonsentrasi, para Buddha tubuh kenikmatan semu menahbiskan gaya kehidupanku dengan watak belas kasihan mereka dan para Buddha jelmaan belas kasihan menegaskan perwujudanku dengan kekuatan kelompok mereka. Demikianlah, aku, Orgen Padma, Guru Kelahiran Teratai, muncul di dunia ini.”
Dalam sistem dunia kita, 1000 Buddha akan muncul, dan pada masing-masing dari para Buddha ini akan ada 1000 Padma untuk melakukan aktivitas-aktivitas mereka. Para Padma ini aadlah emanasi batin Amitabha, emanasi ucapan Avalokitesvara, dan terutama membantu makhluk-makhluk yang tersesat dalam masa gelap di mana para Buddha dan para Bodhisattva tidak muncul. Dalam masa kita sekarang, masa Buddha Shakyamuni, Padma muncul dalam seluruh enam alam samsara. Di alam manusia, ia adalah tubuh emanasi Buddha Shakyamuni dan kehidupannya and perbutannya adalah pertunjukan gaib untuk mengalih-yakinkan makhluk-makhluk biasa kepada Dharma sesuai kapasitas individual mereka, kecenderungan dan kebutuhan mereka. Dalam biografi, dikatakan bahwa Padma, kebal terhadap penyakit, usia tua dan kematian, masih hidup dan membabarkan Dharma kepada makhluk-makhluk. Ketika Padma melakukan perjalanan ke Tibet, ia berusia lebih dari 1000 tahun. Padma mengatakan bahwa ia telah hidup dalam kelahiran duniawinya yang sekarang selama lebih dari 3600 tahun.