topic short url: http://dhct.ws/f2591

Author Topic: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha  (Read 12038 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« on: 08 May 2008, 10:57:19 AM »
Dear All,  _/\_

1. Apakah di dalam agama Buddha kita mengenal dengan tuhan? Buddha itu bukan tuhan. jadi siapakah tuhan dalam agama Buddha?
2. Apakah di dalam agama Buddha mengenal berdoa untuk memohon perlindungan, berkah, petunjuk? Apakah Buddha mendengarkan doa kita dan mengabulkan permintaan kita dan memberikan kita petunjuk yang kita minta (seperti dalam konsep tuhan)?
3. Benar atau salah kah, atau lebih tepat bagaimanakah bila kita berdoa dengan Buddha?
4. Setiap hari saya selalu berdoa dengan Dewi Kwan Im, saya selalu menceritakan (curhat) semua kejadian dalam hari ini kepada Beliau, karena saya percaya Beliau akan selalu mendengarkan saya?
5. Saya selalu mengucapkan "terima kasih Dewi Kwan Im, Buddha" bila saya mengalami sesuatu kejadian yang menyenangkan, keberuntungan. Hal ini seperti dalam konsep tuhan jadi selalu mengucapkan "thanks God". Seharusnya kita berterima kasih kepada kalau dalam agama Buddha?

Terima kasih  _/\_
ACTION beats fear!

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #1 on: 08 May 2008, 11:25:10 AM »
1. Secara tegas dan simple, tidak ada Tuhan dalam Buddhism, Tuhan dalam Buddhism adalah kamu sendiri karena kamu yang menentukan kemana kamma kamu akan berbuah,bagaimana kamu membuat perlakuan baik atau jahat.

2. Berdoa seperti halnya manusia selalu merasa dirinya kehilangan arah,maka menggunakan kata 'doa' ini untuk menentramkan hatinya. Dalam Buddhism, ketika kamma baik kamu berbuah , maka "doa" kamu terjawab,contoh : sering membacakan Paritta berefek pada setiap perkataan kamu adalah baik dan enak didnegar orang, berdana Dhamma berefek pada kamma baik kebahagiaan dan kekayaan baik duniawi atau batiniah.

3. Tidak, doa yang kamu maksud adalah motivasi diri, Buddha telah parinibbana, Dia bukan makhluk gaib yang tiba-tiba mendengar nama kamu trus datang seperti di cerita Sun Go Kong. kalau ada, biasanya adalah Deva atau makhluk yang memiliki jalinan jodoh kamma untuk membantu kamu saat itu.

4. Ada sebuah cerita
seorang ibu sangat rajin membaca  "Namo Amitabha" pokoknya bisa dua jam tiga jam dan tidak boleh diganggu,suatu hari anaknya memanggilnya "Ibu " si ibu menjawab " Diam " ibu lagi berdoa,"Ibu" teriak anaknya lagi , "Diam,kalo ga ibu marah" anaknya langsung tersenyum " Ma, kamu saya panggil 2 kali saja udah marah, gimana Amitabha yang mendengar namanya dipanggil selama 3 jam?"

setiap kamu curhat,kamu merasa tenang,batin yang tenang akan memunculkan pikiran yang baik ,pikiran yang baik tentu akan mendorong kamma baik. Sosok Kwan Im ada atau tidak ada,kita tidak tahu,seperti halilintar yang menggelegar pada saat hujan. sosok seperti itu biasanya adalah diri anda sendiri,anda berkata dengan diri anda,mendorong diri anda,menceriakan diri anda, maka anda akan menganggap semua hal baik seperti blessing dari pihak luar,namun faktor utama adalah blessing diri sendiri.

5.Ucapan terima kasih adalah sebuah perbuatan yang baik,merasa bersyukur berfek pada menekan rasa Iri hati,dengki,ketamakan simpelnya Lobha,Dosa,Moha.

saya berbicara dalam scope agama Buddha tanpa tercampur pemikiran agama-agama lain yang sudah membentuk cara berpikir kita sampai hari ini.
« Last Edit: 08 May 2008, 11:26:41 AM by nyanadhana »
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #2 on: 08 May 2008, 11:45:41 AM »
 _/\_ Apakah yang disebut berkah dalam Buddhism,apakah Blessing dari deva, dorongan makhluk lain, Sang Buddha dengan kebijaksanaannya telah mengajarkan pada kita di dalam Manggala Sutta dan Karaniyametta Sutta.silahkan pelajari maksud dari Sutta itu.

Maha Manggala Sutta

Demikianlah yang saya dengar:

Pada suatu ketika Sang Bhagava menetap di dekat Savatthi, di hutan Jeta di Vihara Anathapindika, ketika malam menjelang pagi, seorang dewa dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh hutan Jeta menghampiri Sang Bhagava. Setelah menghormati Beliau, lalu berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, dewata itu berkata kepada Sang Bhagava dalam syair:

Banyak dewa dan manusia
berselisih paham tentang berkah
yang diharapkan membawa keselamatan,
terangkanlah, apa berkah utama.

Tidak bergaul dengan orang yang tidak bijaksana,
bergaul dengan mereka yang bijaksana,
menghormati mereka yang patut dihormati,
itulah berkah utama.

Hidup di tempat yang sesuai,
berkat kebajikan-kebajikan hidup yang lampau,
meununtun diri kearah yang benar,
itulah berkah utama.

Memiliki pengetahuan dan ketrampilan,
terlatih baik dalam tata susila,.
ramah tamah dalam ucapan,
itulah berkah utama.

Membantu ayah dan ibu,
menyokong anak dan istri,
bekerja bebas dari pertentangan,
itulah berkah utama.

Dermawan, hidup sesuai dengan Dhamma,
menolong sanak keluarga,
bekerja tanpa cela,
itulah berkah utama.

Menjauhi, tidak melakukan kejahatan,
menghindari minuman keras,
mendengarkan Dhamma pada saat yang tepat
itulah berkah utama.

Selalu hormat dan rendah hati,
merasa puas dan berterima kasih,
mendengarkan Dhamma pada saat yang sesuai,
itulah berkah utama.

Bersemangat, menjalankan hidup suci,
menembus Empat Kesunyataan Mulia,
serta mencapai Nibbana,
itulah berkah utama.

Karena dengan mengusahakan hal-hal itu,
manusia tidak terkalahkan dimanapun juga,
serta berjalan aman kemana juga,
itulah berkah utama.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #3 on: 08 May 2008, 11:48:18 AM »
ooooo begitu... terima kasih banyak saudara Nyanadhana.
jadi kesimpulan kenapa kita dianjurkan untuk sering membaca "Namo Amithaba" adalah untuk membuat hati kita menjadi tentram, tidak berpikir negatif, berpikir positif, memiliki perkataan yang baik dan benar sehingga enak didengar orang lain.

Saya sering bila sedang berjalan kaki, selalu membaca "Namo Amithaba", selama ini saya kira hal itu dilakukan agar Sang Buddha selalu memberkati kita, melindungi kita tetapi semua itu berguna untuk membuat kita fokus kepada hal-hal positif, membuat hati jadi tenang. Bukan begitu?  _/\_
ACTION beats fear!

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #4 on: 08 May 2008, 11:54:26 AM »
Betul , pernahkah anda berjalan bengong trus ditepukin orang dari belakang langsung kena hipnotis hehehehe,saya mengambil contoh kecil ini sebagai pembelajaran. melafal "Namo Amitabha" adalah menyuruh batin untuk "Sadar " "Sadar" "Sadar".......jadi menyadari sekeliling,menyadari siapa diri anda,meletakkan pikiran untuk tidak melayang sana sini. sama seperti ketika kamu meditasi "Budho,Budho,Budho...."lama kelamaan batin menjadi tenang, pikiran baik muncul,pikiran buruk tenggelam.

catatlah...Buddhisme Sejati yang tidak terimbas dari konsep agama tetangga...pelajari Sutta Buddha dimana Sang Buddha dengan bijaksananya telah menguraikan segala hal agar tidak terpandang supranatural,tidak logis,tidak benar. mungkin rekan disini bisa membantu memberikan jawaban lebih mendetail lagi agar kita semua mengerti sesungguhnya apa yang diajarkan Sang Buddha. _/\_
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #5 on: 08 May 2008, 12:18:49 PM »
 _/\_ terima kasih saudara Nyanadhana. Betul sekali, saya pernah mengalami kejadian itu  :'( semenjak saat itu saya selalu membaca "Namo Amithaba", iya dengan membaca "Namo Amitbha" saya menjadi sadar, menyadari keadaan sekitar dan menjadi lebih tenang.

Saat kita akan makan, apakah Sang Buddha mengajarkan untuk "berdoa" terlebih dahulu? Bagaimana cara "berdoa" yang dianjurkan Sang Buddha?  _/\_
ACTION beats fear!

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #6 on: 08 May 2008, 12:58:44 PM »
Aku menemukan satu paritta dimana digunakan Bhikkhu saat makan

Paṭisaṅkhā yoniso piṇḍapātaṃ(umat awam : Bhojanam) paṭisevāmi,

Considering it thoughtfully, I use alms food,

Neva davāya na madāya na maṇḍanāya na vibhūsanāya,

Not playfully, nor for intoxication, nor for putting on bulk, nor for beautification,

Yāvadeva imassa kāyassa ṭhitiyā yāpanāya vihiṃsuparatiyā brahma-cariyānuggahāya,

But simply for the survival & continuance of this body, for ending its afflictions, for the support of the holy life,

Iti purāṇañca vedanaṃ paṭihaṅkhāmi navañca vedanaṃ na uppādessāmi,

(Thinking,) Thus will I destroy old feelings (of hunger) and not create new feelings (from overeating).

Yātrā ca me bhavissati anavajjatā ca phāsu-vihāro cāti.

I will maintain myself, be blameless, & live in comfort.

Kalo mau singkat, ucapkan "Terima Kasih atas makanan yang telah disediakan,semoga berkah ditujukan kepada mereka yang menyediakan makanan ini"

Tidak ada spesifik dikatakan dalam Sutta ada Sang Buddha mengajarkan doa saat makan.  _/\_ mungkin ada rekan lain bisa menambahkan
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.121
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #7 on: 08 May 2008, 01:10:14 PM »
Saya pernah dengar.... Pada jaman Sang Buddha hanya 2 kali saja membaca paritta... yaitu pada waktu ada bhikkhu yg sakit dan pada waktu terjadi musibah di suatu desa (sy lupa nama desanya).

Jadi kalo Bro Iwakbelido mau makan....coba renungkanlah makanan itu berguna untuk apa? dan sadarilah agi makan.... Ato bisa sisakan 1 sendok makanan itu agar bermanfaat bagi makhluk lainnya (ini termasuk kusala kamma lho dan  bermanfaat bagi batin).

Semoga share ini bermanfaat... ;D

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #8 on: 08 May 2008, 01:18:42 PM »
wah, beruntungnya saya, karena selama ini saya "berdoa" kurang lebih seperti itu : "Terima kasih atas makanan yang telah tersedia dan berkatilah orang yang telah menyediakan makanan ini."  :)

Ci Lily W, bukankah bila kita menyisakan makanan itu merupakan kamma buruk? seharusnya kita menghabiskannya? Dengan menyisakan makanan, 1 sendok, itu hanya akan dibuang bagaimana bisa bermanfaat bagi makhluk lainnya? Mungkin hanya akan dimakan oleh kucing. Apakah itu kamma baik?

Terima kasih  _/\_
ACTION beats fear!

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #9 on: 08 May 2008, 02:32:08 PM »
itu kan praktik metta ci lily, kalo menurut kamu tidak sesuai ya tidak dipraktekan,kalo menurut kamu sesuai ya silahkan jalankan. masing-masing punay tujuan masing-masing dan selama perbuatan kamu diiringi pikiran baik maka hal itu akan baik.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.121
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #10 on: 08 May 2008, 02:45:09 PM »
Ci Lily W, bukankah bila kita menyisakan makanan itu merupakan kamma buruk? seharusnya kita menghabiskannya? Dengan menyisakan makanan, 1 sendok, itu hanya akan dibuang bagaimana bisa bermanfaat bagi makhluk lainnya? Mungkin hanya akan dimakan oleh kucing. Apakah itu kamma baik?

Terima kasih  _/\_

Bro Iwakbelido yg baik....

Ya...
Apa Bro Iwakbelido percaya adanya 31 alam?
Kucing adalah salah satu makhluk di alam binatang... dan masih banyak makhluk lainnya lagi yaitu makhluk tak tampak di alam yg lain contohnya di alam peta, asura dllnya.
Apa Bro Iwakbelido tahu ttg "TIROKUDDA SUTTA"?
"Di luar dinding mereka  berdiri dan menanti
dan di persimpangan-persimpangan jalan,
mereka kembali ke rumah yg dulu dihuninya
dan menanti di muka pintu"....dst...dst....
(bisa di baca di thread theravada kelompok sutta di forum ini)
 
mereka itu adalah makhluk tak tampak.

Cobalah Bro Iwakbelido belajar sisakan 1 sendok makanan...sambil ucapkan (dlm batin) semoga makanan itu bermanfaat bagi makhluk lainnya dan waktu dibuang ke tong sampah...ucapkan (dlm batin) jg kata2 itu. ini akan menimbulkan kecenderungan batin. Saya sering begitu lho dan saya rasakan ada kebahagiaan dlm batinku. :) Selamat mencoba.... ;D

Pada hari Kathina yg lalu di Vihara Dhammacakka... Bhante Pannavaro ada menceritakan ttg sisakan 1-2 sendok makanan ketika makan....mungkin ada frens yg telah mendengarkan & masih ingat dg ceramah Bhante Pannavaro tsb...mungkin bisa share di sini... ^:)^ ^:)^ ^:)^

 _/\_ :lotus:
« Last Edit: 08 May 2008, 02:52:06 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #11 on: 08 May 2008, 03:15:20 PM »
 [at]  Ci Lily W yang baik.
Maaf, saya tidak tahu mengenai 31 alam. Tetapi saya percaya kalo di dunia ini selain alam manusia, alam hewan, ada alam lainnya. Saya akan membaca thread Theravada kelompok Sutta. Terima kasih banyak, Ci Lily W.

 [at]  Saudara Nyanadhanna
Saya setuju dengan ucapakan Ko Nyanadhanna, selama perbuatan kita diiringi pikiran baik maka hal itu akan baik. dengan catatan tetap tidak merugikan orang lain seperti membunuh dengan diiringi pikiran baik tetap saja itu karma buruk. Terima kasih banyak, Ko Nyanadhanna.

Masih banyak yang harus saya pelajari dan pahami semoga dari diskusi ini saya bisa menemukan pemahaman yang benar.  _/\_
ACTION beats fear!

Offline iwakbelido

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 246
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #12 on: 08 May 2008, 04:52:24 PM »
Bagaimana dengan Dewa-Dewi? Apakah didalam agama Buddha, kita mengenal Dewa-Dewi seperti Sun Wu Kong, Chi Kung, Dewa Langit dll? Apakah Dewa-Dewi tersebut sudah bercampur dengan tradisi. Sun Wu Kong itu sesudah jaman Buddha Gotama atau sebelumnya?

Lalu bagaimana dengan Sang Dewi Kwan Im? Apakah di dalam ajaran agama Buddha kita mengenal beliau? Karena Dewi Kwan Im adalah Ibu angkat saya hingga saat ini karena waktu kecil saya diangkat menjadi anaknya Dewi Kwan Im agar bisa "meringankan" beban orang tua saya.  _/\_

ACTION beats fear!

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #13 on: 08 May 2008, 04:58:47 PM »
Saya akan mengutip dari pustaka sejarah museum Cina yah.....referensinya juga bisa ditonton di CCTV Discovery khusus China,sedang dibahas sekarang ini mengenai Tong Sam Cong dari fakta sejarah.

1. cerita Tong Sam Cong dan 3 murid ke Barat...........historynya bener2 ada tapi menyangkut hal mistiknya agak diragukan. Perawakan Sun Go Kong sendiri itu memang benar murid Tong Sam Cong tapi bukan wujudnya monyet tapi kepribadiannya memang nakal,keras dan seperti monyet. Babi juga merupakan salah satu murid Tong, tapi manusia dengan sikap genit, dan terakhir Biksu Pasir yang agak oon ,ada kok tapi manusia dengan kebodohan.
Tong Sam Cong cukup beruntung memiliki murid dengan 3 jenis sifat yang kuat yaitu Lobha,Dosa,Moha. dan penggambaran oleh bangsa Chinese saat itu menjadi Monyet,Babi,satu lagi genre silumannya aku ga tahu.

Sun go Kong bisa diidentikkan dengan Hanuman dari versi India.kekuatannya sama.sampe hari ini Sun Go Kong masih disembah oleh kalangan tradisional sebagai dewa.

2. Menyangkut dewi Kwan Im sebagai ibu angkat.....saya lebih tidak akan berdebat karena ini adalah kepercayaan anda dan sudah diwariskan turun temurun. toh ga ada salahnya menjadi anak angkat dari perwujudan CINTA KASIH UNIVERSAL, jadi beruntunglah kamu ,semoga kamu bisa meneladani sifat welas asih dewi Kwan Im.
« Last Edit: 08 May 2008, 05:02:03 PM by nyanadhana »
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.902
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: tuhan dan berdoa dalam agama Buddha
« Reply #14 on: 08 May 2008, 05:05:40 PM »
soal Dewa Dewi....Sang Buddha menjelaskan mengenai 31 alam Kehidupan.

Chi Kung sebenarnya bukan dewa tapi diangkat dewa,dia adalah biksu zen yang dicap sinting tapi mujarab dalam memberikan obat terutama berasal dari gosok2 badannya yang ga mandi.mengenai pencerahannya, kita tidak akan komen disini. buat saya dia bukan dewa atau makhluk gaib,cukup pendeta zen yang pernah bersumbangsih pada masa dinasti Cina dulu.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.