topic short url: http://dhct.ws/f2311

Author Topic: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks  (Read 19772 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
[INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« on: 15 April 2008, 12:38:29 PM »
MITOS tentang seks beredar luas di masyarakat. Begitu kuat pengaruhnya sehingga dapat memengaruhi pandangan dan perilaku seksual masyarakat. Bahkan, tidak jarang perilaku akibat mitos seks menimbulkan akibat buruk bagi yang bersangkutan maupun pasangannya.

Menurut Dr Nugroho Setiawan MS SpAnd, androlog dari RSUP Fatmawati, pada umumnya mitos seks tumbuh subur di dalam masyarakat dengan tingkat seksualitas yang rendah. Di masyarakat seperti itu pula mitos seks sangat mudah memengaruhi perilaku seksual, yang tidak jarang kemudian menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

Ditambahkan olehnya, semakin bertambah tingkat pengetahuan seksualitas masyarakat, semakin kurang pengaruh mitos di dalam perilaku seksual. Karena mereka semakin mengerti bahwa informasi seks di alam mitos itu salah dan menyesatkan.

Adapun mitos seks yang selama ini beredar di masyarakat adalah mengenai wanita dan seks. Ada beberapa mitos yang banyak diyakini sebagai suatu informasi yang benar, salah satunya mengenai vagina kering.

Menurut mitos yang beredar, vagina kering lebih memberikan kepuasan seksual daripada yang basah. Lalu gencarlah para wanita berusaha dengan berbagai cara agar vaginanya tidak basah.

"Sebenarnya ini adalah usaha yang menentang reaksi seksual yang terjadi secara normal pada wanita. Salah satu reaksi seksual yang terjadi akibat rangsangan seksual pada wanita adalah terjadinya pelendiran pada dinding vagina sehingga vagina menjadi licin. Dengan demikian, maka wanita telah siap sehingga hubungan seksual dapat berlangsung dengan normal, tanpa gangguan," beber Nugroho ketika dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Selasa (15/4/2008).

Sementara itu, sambungnya, bila vagina kering karena tidak ada perlendiran yang terjadi, berarti wanita itu tidak cukup mengalami reaksi (respons) seksual sehingga belum siap melakukan hubungan seksual.

"Kalau respons seksual tidak terjadi, namun tetap melakukan hubungan seksual, maka akan menimbulkan masalah yaitu terasa sakit pada wanita. Lebih lanjut dapat terjadi peradangan vagina," jelas alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu.

Begitu kuatnya mitos ini memengaruhi para wanita dan pria, sehingga banyak wanita karena dorongan pasangannya berusaha dengan berbagai cara agar vaginanya tetap kering.

Saat mereka berhasil membuat vaginanya kering, sebenarnya mereka menyiksa diri sendiri karena hubungan seksual kemudian berlangsung tidak normal akibat tidak terjadi reaksi fisiologik terhadap rangsangan seksual yang berupa perlendiran vagina.

"Jadi sebenarnya perlu diluruskan bahwa respons seksual (perlendiran pada vagina) wanita itu harus terjadi. Karena bila tidak, justru akan menimbulkan masalah," imbuh pria yang membiarkan rambutnya berwarna putih ini mengakhiri pembicaraan. (nsa)

Sumber Okezone


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.740
  • Reputasi: 234
  • Gender: Male
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #1 on: 15 April 2008, 12:44:33 PM »
Maraknya Bisnis Perawatan Organ Intim Perempuan: Komersialisasi Mitos Seks Peret

Oleh: Iwu Dwisetyani Utomo

Akhir-akhir ini bisnis perawatan organ intim perempuan marak tersedia, terutama di kota-kota besar. Perawatan khusus atau praktik-praktik yang dilakukan untuk vagina, baik itu perawatan yang dikatakan traditional ataupun modern dengan teknik-teknik mutakhir kedokteraan, tiba-tiba sangat marak tersedia di tempat praktik-praktik traditional, salon-salon kecantikan, spa, bahkan klinik-klinik praktek dokter spesialis. Mengapa perawatan dan praktik-praktik yang dilakukan untuk vagina berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan ini? Apa saja bentuk-bentuk perawatan atau praktik-praktik vagina yang dilakukan oleh perempuan? Baikkah perawatan-perawatan dan praktik-praktik vagina tersebut untuk kesehatan? Adakah konstruksi sosial gender yang mendasari perawatan dan praktik-praktik tersebut? Bagaimana dunia bisnis memanfaatkan konstruksi sosial dalam dunia pervaginaan?

Perawatan atau praktik-praktik organ intim perempuan dalam tulisan ini disebut dengan terminologi praktik-praktik vagina (vaginal practices). Praktik-praktik vagina di Indonesia dapat didefinisikan sebagai segala macam bentuk usaha yang dilakukan oleh perempuan dalam upaya untuk membuat vagina mereka menjadi peret, sempit, kering, dan tidak becek.

Bukti-bukti Penelitian Praktik-praktik Vagina di Beberapa Negara
Penelitian-penelitian tentang praktik-praktik vagina umumnya dilakukan di beberapa negara di Afrika, di mana praktik-praktik ini banyak dilakukan seperti juga halnya dengan female genital mutilation (FGM). Penelitian di Cote d’Ivoire melaporkan bahwa penggunaan bahan-bahan untuk mengeringkan vagina kemungkinan besar dapat menyebabkan meningkatnya insiden penyakit-penyakit kelamin dan infeksi tetapi tidak menyebabkan keadaan flora vagina terganggu (La Ruche et al. 1999). Penelitian yang dilakukan di Zaire melaporkan bahwa penggunaan daun-daunan, bubuk batu-batuan, bahan-bahan kimia seperti bedak, Vicks, alum, dan obat-obatan vagina serta kain yang dimasukkan dalam vagina dapat menimbulkan rasa sakit yang meningkat dan kemungkinan infeksi karena terjadinya gesekan-gesekan pada vagina yang dapat menyebabkan luka (Brown et al. 1993, 1992). Penelitian lain yang dilakukan di Zaire (Irwin et al. 1993, 1991) terhadap penggunaan bedak, ekstrak tumbuhan seperti akar jahe, daun-daunan, kacang cola, dan serbuk peluru menemukan bahwa kemungkinan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan iritasi dan menutupi simtom-simtom sexually transmitted disease (STDs) yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan penularan HIV. Di Zambia, Sadala et al. (1995) menemukan bahwa penggunaan bahan-bahan untuk mengeringkan vagina dapat menyebabkan pembengkakan dan terkelupasnya vagina, terutama bila bahan-bahan yang dimasukkan dalam vagina adalah daun-daunan dan kain. Hal terbaru yang ditemukan oleh Van de Wijgert et al. (2000) di Zambia adalah bahwa penggunaaan bahan-bahan untuk mengeringkan vagina dapat meningkatkan kerusakan pada flora vagina. Sedangkan Civic dan Wilson (1998) melaporkan bahwa efek samping yang mungkin timbul adalah terjadinya goresan dan pembengkakan pada vagina.

Dari hasil penelitian di Amerika ditemukan bahwa perempuan Afrika-Amerika lebih banyak yang mempraktekkan seks kering (16%) dibandingkan dengan perempuan kulit putih (6%). Dampaknya perempuan Afrika-Amerika yang mempraktikkan seks kering lebih banyak menderita STDs (Foxman et al., 1998). Penelitian lain yang dilakukan di Amerika mengungkapkan bahwa lebih dari 20 juta perempuan Amerika melakukan douching secara rutin. Sekitar 37% perempuan Amerika yang berusia 15-44 tahun melakukan douching secara teratur. Separuh dari perempuan yang melakukan douching, melakukannya secara teratur seminggu sekali. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan di Amerika, diketahui bahwa perempuan yang secara rutin melakukan douching cenderung mempunyai lebih banyak masalah yang berhubungan dengan kesehatan vaginanya dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah melakukannya atau mereka yang melakukan douching tetapi tidak melakukannya secara rutin. Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan karena douching adalah iritasi vagina, infeksi vagina (bacterial vaginais) dan STDs. Perempuan yang sering melakukan douching juga lebih rentan terhadap resiko kena penyakit pelvic inflammatory dan bila penyakit itu tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopic (ectopic pregnancy), infeksi pada bayi, masalah yang berhubungan dengan proses kelahiran dan kelahiran bayi sebelum waktunya (The National Women’s Information Centre 2002).

Dalam website The National Women’s Information Centre, sebuah organisasi yang sangat gencar mempromosikan kesehatan perempuan, dikatakan bahwa secara medis sudah terbukti bahwa vagina mempunyai mekanisme untuk menjaga keseimbangan keadaan kimiawinya yang dapat membersihkan secara alamiah. Oleh karena itu, yang terbaik adalah membiarkan vagina untuk melakukan pembersihan alamiah dengan mengeluarkan sekresi-sekresi lendir. Dengan demikian vagina tidak memerlukan perawatan khusus dengan menggunakan berbagai produk khusus vagina yang diperdagangkan secara komersial. Cara untuk menjaga kebersihan vagina yang disarankan oleh para genekolog dan Food and Drug Administration America adalah dengan menggunakan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi pada waktu akan mandi untuk membersihkan vagina bagian luar. Ahli-ahli kesehatan di Amerika sangat tidak menyarankan dilakukannya douching untuk membersihkan vagina karena dapat mengganggu bahkan merusak keadaan flora vagina yang dapat memungkinkan perempuan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan bahkan dapat menyebabkan penyebaran infeksi yang ada dalam vagina atau cervic masuk lebih dalam ke uterus fallopian tubes dan indung telur (The National Women’s Health Information Centre 2002).

Di Indonesia, penelitian tentang hal ini masih sangat terbatas. Penelitian pertama dilakukan oleh Joesoef dkk. (1996 ) di Surabaya dengan melakukan penelitian dan test pathology pada ibu-ibu hamil. Dalam penelitian tersebut ibu-ibu hamil yang diteliti mencuci vagina mereka dengan air saja, atau air dan sabun, cairan Betadine, dan larutan sirih. Hanya sebagian ibu-ibu yang diteliti telah memasukkan cairan Betadine atau larutan sirih ke dalam vagina. Dalam penelitiannya Joesoef dkk. menemukan bahwa bila melakukan pembersihan vagina dengan bahan-bahan tersebut, kecuali ibu-ibu yang menggunakan air saja, maka kemungkinan terkena STDs akan meningkat bila pembersihan vagina tersebut dilakukan sebelum melakukan hubungan seks. Asumsinya, bahan-bahan yang digunakan untuk cebok dapat memfasilitasi tumbuhnya bakteri pathogen dengan membunuh keadaan flora vagina yang alamiah.

Mulai pada tahun 2000, penelitian-penelitian yang berhubungan dengan seks kering dan praktik-praktik vagina dipelopori oleh seorang peneliti senior dari Australian National University, Prof. Terence Hull. Pada tahun 2002, Prof. Hull mensponsori Esthi Hudiono melakukan penelitian tentang hal ini di Surabaya di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan pekerja seks komersial. Pada tahun yang sama juga dilakukan penelitian oleh Agoes Azwar di Sumatera Selatan tentang penggunaan jamu-jamuan yang berhubungan dengan seksualitas pada ibu-ibu, juga bapak-bapak. Berkat Prof. Hull penelitian dalam bidang ini di Indonesia dan Thailand dapat berkembang pesat atas dukungan dana dari Ford Foundation Jakarta melalui Dr. Meiwita Budhiarsana, World Health Organisation dan Australian Research Council.

Dari penelitian-penelitian yang dilakukan di Indonesia ditemukan bahwa mitos tentang vagina yang peret, kering, dan rapat sangat membekas di kalangan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. Vagina yang peret, kering, dan rapatlah yang dapat memberikan kepuasan seksual pada laki-laki. Mitos-mitos tersebut mulai diperkenalkan pada perempuan pada waktu memasuki persiapan pernikahan. Setelah menikah, kebiasaan-kebiasaan baik minum jamu atau praktik-praktik vagina lainnya mulai lebih banyak lagi dilakukan. Usaha-usaha ini semakin getol dilakukan oleh ibu-ibu, terutama bila mereka menganut aliran kuat bahwa isteri-isteri harus memberikan pengabdian dan pelayanan yang optimal pada suami, takut kalau suami mempunyai hubungan ekstra marital atau mempunyai isteri simpanan, takut kalau kehilangan suami karena kalau suami berpaling pada perempuan lain maka ia akan kehilangan sumber kehidupan. Praktik-praktik vagina juga dilakukan oleh perempuan bila mereka mempunyai masalah keputihan. Suami sering kali mengeluh tentang keadaan vaginannya yang “becek” atau suami sering mengeluhkan keadaan vagina yang mulai “longgar” dan kurang rapat.

Dari penelitian-penelitian yang telah dikemukakan di atas, yang umumnya dilakukan di negara lain, dapat disimpulkan bahwa praktik-praktik vagina dapat membahayakan kesehatan perempuan. Perempuan yang melakukannya dapat lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi vagina, STDs, dan HIV/AIDS. Tetapi sangat disayangkan bahwa penelitian-penelitian laboratories tentang praktik-praktik vagina yang dilakukan di Indonesia seperti gurah vagina dan praktik-praktik lainnya serta penggunaan Tongkat Madura belum pernah dilakukan sehingga penulis tidak dapat mengambil kesimpulan tentang bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan perempuan. Namun, dapat ditarik asumsi karena berbagai penelitian medis yang telah dilakukan di negara lain menyatakan bahwa praktik-praktik vagina dapat membahayakan kesehatan perempuan terutama kesehatan reproduksi perempuan. Setidak-tidaknya perempuan Indonesia harus mengetahui kemungkinan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari praktik-praktik tersebut. Sayangnya, pemerintah juga tidak berupaya untuk melakukan sosialisasi tentang masalah ini dan membiarkan bisnis perawatan organ intim perempuan menjamur dan berkembang di Indonesia. Selain itu, bila diperhatikan secara seksama banyak jamu-jamu yang dijual, walaupun sudah mencantumkan nomor lengkap izin Departemen Kesehatan (Depkes), sering kali tidak membubuhkan tanggal kadarluasa. Perlu diketahui, bila produk-produk jamu sudah membubuhkan izin Depkes, tidak berarti bahwa jamu tersebut sudah diteliti secara laboratories. Sehingga dampaknya bagi kesehatan pengguna juga belum diketahui secara mendalam. Pembubuhan nomor Depkes hanya berarti bahwa jamu tersebut sudah terdaftar di Depkes.

Berbagai cara perawatan vagina yang dilakukan di Indonesia
Upaya-upaya yang dilakukan oleh perempuan dalam hal ini dapat berupa pencucian vagina (cebok) dengan air, dengan menggunakan larutan daun sirih, dengan berbagai jenis pembersih vagina siap pakai, minum jamu-jamuan, dan memasukkan Tongkat Madura dalam vagina, perawatan kecantikan dan keharuman vagina dengan V-spa dan Kendedes, gurah vagina dan operasi vagina.

Mencuci Vagina dengan Larutan Sirih Ekstrak dan Sabun Khusus Vagina
Perawatan yang paling umum dilakukan oleh perempuan Indonesia adalah cebok. Variasi dari cebok yang hanya menggunakan air saja, juga dilakukan dengan menggunakan air sirih atau dikombinasikan dengan berbagai produk vagina siap pakai yang berupa cairan air sirih dengan berbagai merk, sabun vagina, dan tissue basah yang menggunakan sirih ekstrak. Selain itu, tersedia krim pemutih kulit untuk daerah selangkangan, contohnya Wish whitening cream yang dapat digunakan untuk memutihkan selangkangan hitam (disingkat dengan Selangit).

Minum Jamu-jamuan untuk Membuat Vagina Peret, Sempit, dan Tidak Longar
Ada beberapa jamu yang bertujuan untuk membuat vagina lebih peret. Jamu-jamuan ini sering dikenal dengan sebutan jamu Sari Rapet, Rapet Wangi, Asrirapat, Jamu Empot-empot ayam, dan Tongkat Madura. Juga tersedia jamu-jamuan untuk menyembuhkan keputihan seperti Siputih dan lain-lainnya. Walaupun kita tidak mengetahui berapa banyak perempuan Indonesia yang mengkonsumsi jamu-jamuan ini dan apakah jamu-jamuan ini benar-benar dapat membuat vagina menjadi lebih peret dan kencang, salah satu indikasi bahwa banyak demand untuk jamu-jamuan semacam ini adalah tersedianya berbagai macam merk jamu yang memproduksi jamu-jamu ini. Selain jamu-jamu sari rapet, jamu yang lebih banyak digunakan oleh perempuan adalah jamu kunir asam atau jamu kunir asam yang dicampur dengan air daun sirih.

V-spa (Vagina Spa) dan Kendedes
V-spa adalah serangkaian treatment yang dilakukan perempuan untuk perawatan organ intim. Perawatan organ intim ini dimulai dengan mandi dan olahraga (Kegel), minum ramuan herbal, aroma terapi, total body massage, pengompresan vagina dengan menggunakan kompres herbal hangat yang dimasukkan dalam kantong besar dan diletakkan di daerah atas vagina, dan perawatan ini diakhiri dengan vagina fogging (pengasapan). Pengasapan vagina dilakukan dengan duduk di atas kursi yang tengahnya berlubang dan di bawahnya diletakan anglo tempat areng bakar dan ratus sehingga aroma ratus dapat langsung masuk ke vagina.

Perawatan vagina yang dinamakan Kendedes yang cukup populer saat ini serupa dengan V-spa, tetapi lebih singkat. Klien yang akan melakukan perawatan dipijat, kemudian dilakukan luluran atau body scrub, mandi berendam dengan rempah-rempah, dan terakhir pengasapan vagina seperti halnya vagina fogging. Kedua macam perawatan vagina ini dapat diperoleh di salon-salon kecantikan atau di tempat beauty spa yang sekarang marak terdapat di kota-kota besar.

Teknik-teknik Gurah Vagina
Berbeda dengan cara perawatan yang telah disebutkan di atas—perawatan atau pembersihan vagina hanya dilakukan di bagian luar, kecuali bila menggunakan Tongkat Madura—gurah vagina adalah pengobatan yang dilakukan dengan pembersihan bagian dalam liang vagina. Ada beberapa cara gurah vagina. Pertama, gurah yang dilakukan oleh seorang ‘ahli’ pengobatan tradisional yang dilakukan dengan memasukkan ramuan-ramuan tradisional yang dirahasiakan resepnya ke dalam vagina yang akan dikeluarkan setelah beberapa saat. Sudah selayaknya dalam praktik ini masalah kebersihan dan kesehatan perlu dipertanyakan. Biaya yang dikenakan untuk perawatan ini dapat berkisar antara Rp 250-800 ribu, tergantung dari keadaan sosial ekonomi pengguna jasa tersebut. Kedua, gurah yang dilakukan oleh ahli-ahli kecantikan di salon atau oleh dokter spesialis kandungan atau bidan di tempat praktek mereka. Di salah satu salon di Jakarta misalnya, ditawarkan terapi gurah vagina Tiongkok Kuno dengan biaya Rp 600 ribu rupiah per treatment. Lama perawatan tersebut kira-kira 20 menit. Walaupun pemilik salon tersebut berpraktek di Jakarta, namun ia sering keliling ke Surabaya, Semarang, Pekanbaru, dan Batam untuk memberikan pelayanan kecantikan alternatif dan gurah vagina.

Pembersihan bagian dalam vagina juga dapat dilakukan oleh dokter ahli kandungan atau bidan, tentunya kompetensi ahli-ahli medis ini tidak perlu diragukan. Namun, dewasa ini muncul terapi “Ozonisasi Vagina” yang dilakukan oleh dokter. Prosesnya adalah dengan pembersihan vagina bagian luar dengan menggunakan cairan antiseptik; penyemprotan vagina bagian dalam dengan cairan antiseptik yang dilakukan dengan menggunakan alat penyemprotan khusus sehingga penyemprotan bisa masuk ke dalam liang vagina; kemudian dilakukan penyemprotan dengan menggunakan antibakteri dan antifungus; langkah berikutnya dilakukan penyemprotan deodoran agar vagina berbau harum dan terakhir vagina akan disemprot dengan ozon (uap). Proses penyemproton vagina ini berlangsung sekitar 15 menit (Prodo 2005:89-91).

Operasi Kecantikan Vagina
Operasi kecantikan vagina dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi laser atau operasi. Dalam hal operasi vagina dengan menggunakan teknologi laser dapat dilakukan untuk memperbaiki labia minora dan labia majora yang ukurannya kurang sesuai, merekonstruksi bagian pubis, menggembalikan struktur vulva dan liang senggama yang sudah tidak elastis akibat usia dan melahirkan, dan untuk mengembalikan selaput dara yang rusak. Dapat juga dilakukan operasi selaput dara dan pengencangan vagina (vagina tightening) dengan melakukan operasi “pelvic floor operation” di mana lapisan vagina diperbaiki lapis demi lapis melalui operasi. Operasi yang terakhir banyak dilakukan oleh ibu-ibu yang sudah banyak melahirkan anak.

Bersambung
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.740
  • Reputasi: 234
  • Gender: Male
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #2 on: 15 April 2008, 12:45:11 PM »
Mengapa Perempuan Peduli Terhadap Perawatan Vagina: Sebuah Analisa Gender
Adalah sebuah mitos yang sangat kental berlaku di masyarakat, baik di kalangan laki-laki maupun perempuan, bahwa vagina yang terlalu becek, banyak lendir, dan basah atau longgar tidak memberi kenikmatan seks yang optimal pada waktu berhubunagn seks, terutama pada laki-laki. Vagina yang peret, sempit dan tidak longgar menjadi mitos yang sangat kuat berlaku di masyarakat kita. Oleh karena itu, sejak mulai menstruasi anak gadis diperkenalkan oleh ibu-ibu mereka atau saudara-saudara perempuan yang lebih tua cara-cara untuk merawat tubuh dan vagina dengan minum jamu kunir asam dan jamu Galian Putri serta menghindari makan buah-buahan yang dapat membuat vagina becek seperti timun, nanas, semangka, dan pisang Ambon.

Pada tahap selanjutnya, bila gadis-gadis tersebut akan memasuki pernikahan, untuk menyiapkan hari pernikahannya sering kali banyak disarankan, baik oleh perias penganten, teman dekat, atau keluarga perempuan yang lebih tua, agar gadis tersebut melakukan serangkaian perawatan kecantikan dan tubuh yang tersedia di salon kecantikan dan spa. Paket perawatan untuk calon penganten saat ini juga telah berkembang menjadi bisnis yang marak dengan tersedianya beauty spa treatment bagi calon pengantin perempuan dan laki-laki. Paket perawatan calon pengantin ini umumnya juga dilengkapi dengan pijat asmaragama untuk meningkatkan gairah seksual. Dalam serangkaian perawatan pengantin ini juga dilakukan perawatan pada vagina dan p*n*s.

Dalam proses mempersiapkan acara perkawinan dan upaya calon pengantin untuk persiapan memasuki kehidupan baru, informasi tentang pengabdian pada suami, dan servis seksual yang memuaskan pada suami sering kali diberikan. Informasi yang didapat adalah perempuan harus rajin merawat tubuh dan kecantikan dan merawat vaginanya agar tidak mengeluarkan lendir dan bila berhubungan seks dengan suami dapat memberi pelayanan seksual dengan vagina yang peret dan kering. Bila vagina dalam keadaan peret dikatakan bahwa gesekan-gesekan antara vagina dan p*n*s akan optimal sehingga dapat memberikan kepuasan seksual yang maksimal pada laki-laki.

Masa sebelum memasuki malam pertama menjadi kekhawatiran yang sangat bila calon pengantin puteri sudah tidak gadis lagi. Norma yang sangat kuat dianut adalah ketika menikah seorang gadis harus masih perawan, sedangkan apakah calon pengantin pria masih perjaka atau tidak, tidak dipermasalahkan. Untuk mengatasi masalah ini, bagi calon pengantin puteri yang mempunyai uang akan pergi ke klinik spesialis untuk operasi selaput dara, namun bagi calon pengantin puteri yang kurang mampu dapat pergi ke ahli pengobatan alternatif dengan melakukan gurah vagina. Di sinilah letak ketimpangan gender, bila perempuan sudah tidak gadis lagi maka hal ini dapat merupakan masalah dalam memasuki jenjang perkawinan tetapi tidak demikian halnya bila calon pengantin pria sudah tidak perjaka lagi (Bennett 2005; Utomo 2003; Situmorang 2001; Utomo dam McDonald 1997).

Pesan dan nilai tersebut berjalan seiring dengan nilai-nilai patriarkal yang kental berlaku di Indonesia. Isteri harus mengabdi dan melayani suami sepenuhnya dan menjaga kecantikan, keindahan tubuh, dan memberikan servis seksual yang memuaskan agar suami tidak mempunyai perempuan simpanan atau agar suami tidak terus melirik pada perempuan lain karena suami sudah mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan di rumah. Pada masa perkawinan dan masa reproduksi, banyak ibu-ibu muda yang mulai membiasakan diri untuk melakukan perawatan khusus untuk vaginanya. Misalnya, dengan mencuci vaginanya dengan air sirih baik yang dibuat sendiri atau produk siap pakai. Banyak juga ibu-ibu yang kemudian rajin minum jamu-jamuan seperti Sari Rapat, Rapet Wangi, Jamu Empot-empot ayam atau bahkan menggunakan Tongkat Madura untuk membuat vaginanya menjadi kering dan tidak berlendir.

Bila terjadi masalah dalam perkawinan atau bila suami mendadak meninggalkan isteri, maka isteri yang akan mendapat cercaan dari keluarga dan teman-teman. Isteri dianggap tidak pandai mengurus diri dan memberikan servis yang memuaskan sehingga suaminya meninggalkannya. Di sinilah letak ketimpangan gender, perempuanlah yang harus mengabdi pada suami, menservis, dan selalu menjaga agar hubungan perkawinan mereka tetap harmonis. Untuk itu perempuan rela mengorbankan diri dengan meminum jamu atau melakukan berbagai perawatan vagina agar vaginanya bisa menjadi peret dan rapat. Bukankah seharusnya keharmonisan perkawinan dan hubungan seksual harus dijaga dan dipelihara oleh kedua pihak, suami dan isteri? Bukan hanya kewajiban mutlak isteri untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga serta merawat tubuh dan vaginanya, upaya yang serupa juga seharusnya dilakukan oleh suami karena perkawinan merupakan partnership antara suami dan isteri.

Setelah perempuan selesai dengan masa reproduksinya, biasanya semakin banyak keluhan dari suami karena vaginanya sudah menjadi longgar dan tidak sempit lagi. Tentunya hal ini tidak saja berhubungan dengan telah beberapa kalinya perempuan tersebut melahirkan anak, tetapi juga karena unsur bertambahnya usia yang juga dapat mempengaruhi kelenturan vagina. Pada masa ini ibu-ibu dari kelas sosial ekonomi menengah dan atas mengunjungi klinik-klinik spesialis untuk melakukan operasi vagina atau melakukan laser surgey untuk “memperbaiki” dan mempercantik vagina. Bahkan, ada ibu-ibu dari Indonesia yang terbang ke Singapura untuk melakukan operasi vagina. Lagi-lagi perempuan-perempuan yang menjadi repot dan mengesampingkan efek sampingan yang mungkin timbul dan melakukan operasi vagina demi kepuasan suami serta demi menjaga agar suami tidak menengok ke perempuan lain. Sungguh merupakan ironi bahwa perempuan mau melakukan praktik-praktik vagina tanpa memikirkan efek samping yang mungkin terjadi karena praktik-praktik tersebut. Selain itu, dalam hal ini perempuan sangat berani mengambil resiko terhadap kesehatan tubuhnya demi memuaskan suami dan agar suami tidak mempunyai hubungan seksual di luar rumah.

Bagaimana Dunia Bisnis Memanfaatkan Konstruksi Sosial Gender dalam Dunia Perawatan Vagina?
Mengetahui tentang mitos pengabdian perempuan dan seks kering (dry sex) maka jadilah bisnis yang marak terhadap jasa-jasa perawatan organ intim perempuan dan produksi jamu-jamuan yang berhubungan dengan upaya membuat vagina menjadi lebih rapat, peret, kering, dan tidak longgar. Yang sangat menyedihkan adalah tidak diaturnya pertumbuhan jasa-jasa yang menawarkan dan menjanjikan dapat membuat vagina menjadi peret, rapat, dan wangi, bahkan dapat memulihkan kegadisan seseorang. Penulis tidak khawatir bila praktik-praktik vagina ini dilakukan oleh tenaga medis, tetapi bagaimana dampaknya bila dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan medis yang akan lebih membawa dampak yang negatif terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Pemerintah tidak mempunyai regulasi sama sekali tentang hal ini. Berbagai praktik jasa pervaginaan, baik itu salon kecantikan, praktik traditional, atau klinik kedokteran, semua harus dilengkapi dengan izin dari Depkes dan Kejaksaan Agung. Tetapi dikeluarkannya izin praktek, terutama untuk salon kecantikan dan praktik tradisional, bukan berarti memberi garansi bahwa praktik-praktik pervaginaan yang dilakukan di tempat tersebut dijamin aman bagi kesehatan.

Selama mitos tentang vagina yang rapat, kering, peret, dan tidak longgar terus diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya dan konstruksi sosial gender, baik yang diberikan melalui nilai sosial budaya dan nilai misinterpretasi agama tentang bagaimana seorang perempuan seharusnya mengabdi dan melayani suami, terus dilestarikan maka hal ini akan menjadi sasaran empuk dari kalangan dunia usaha yang tentunya dapat merugikan dan, mungkin, membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. Di atas telah dikemukakan bahwa berbagai jenis praktik vagina yang mungkin dilakukan oleh perempuan Indonesia, mulai upaya sederhana dengan mencuci vagina dengan air, air ditambah dengan penggunaan cairan rebusan daun sirih yang dibuat sendiri ataupun yang diproduksi oleh perusahaan, air dengan sabun atau pencuci vagina sampai penggunaan jamu-jamuan dan praktik gurah vagina serta operasi vagina. Selain itu, juga telah dibahas bagaimana konstruksi sosial yang telah disosialisasikan dan diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya bahwa hubungan seksual yang nikmat adalah dengan perempuan yang mempunyai organ intim yang peret, rapat, sempit, dan tidak longgar. Perempuan Indonesia sudah dididik sejak kecil bahwa menjadi perempuan yang baik adalah mengabdikan hidup untuk suami dan anak-anaknya, serta wajib melayani dan memberikan pelayanan pada suaminya termasuk dalam urusan pemuasan kebutuhan seksual suami sehingga banyak perempuan Indonesia yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang serta penderitaan yang dapat ditimbulkan untuk membuat vaginanya menjadi peret, kering dan tidak longgar.(*)

Sorry, you are not allowed to see this part of the text. Please login or register.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.539
  • Reputasi: 445
  • Gender: Male
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #3 on: 15 April 2008, 12:49:34 PM »
Wew.. kayaknya butuh sub board seksologi :))

Mitos vagina kering memang menyesatkan, justru vagina yang basah yang bisa lebih memberikan kepuasan. Dan tanda basah itu merupakan reaksi alami dari wanita yang menandakan wanita ybs terangsang akibat rangsangan yang diberikan.
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.121
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #4 on: 15 April 2008, 01:17:27 PM »
High Heels Bikin Seks Lebih Nikmat

Jakarta, Kebanyakan wanita menghindari pemakaian sepatu hak tinggi atau high heels karena efeknya yang membuat kaki pegal dan kurang nyaman. Namun tahukah Anda bahwa ternyata pemakaian high heels membuat hubungan seks lebih nikmat.

Dr. Maria Cerruto, ahli seks asal Italia mengungkap bahwa ketika seorang wanita memakai high heels, maka secara otomatis otot serta dinding vaginanya kontraksi. Sehingga Otot itu terus terlatih dan menjadi kencang. Otot dan dinding vagina yang kencang itu yang memberi kenikmatan bagi pasangan yang berhubungan seks.

Maria dan tim melakukan penelitian pada 66 orang wanita. 50 wanita diantaranya mengaku sering memakai sepatu hak tinggi setinggi 2 inchi. Hasilnya wanita-wanita itu memiliki otot dan dinding vagina yang lebih baik daripada wanita yang memakai flat shoes.

Jadi ayo pakai high heels sekarang!(kee/yla)

http://www.detikhot.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/22/time/144635/idnews/898578/idkanal/227

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.539
  • Reputasi: 445
  • Gender: Male
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #5 on: 15 April 2008, 01:35:28 PM »
High Heels Bikin Seks Lebih Nikmat

Jakarta, Kebanyakan wanita menghindari pemakaian sepatu hak tinggi atau high heels karena efeknya yang membuat kaki pegal dan kurang nyaman. Namun tahukah Anda bahwa ternyata pemakaian high heels membuat hubungan seks lebih nikmat.

Dr. Maria Cerruto, ahli seks asal Italia mengungkap bahwa ketika seorang wanita memakai high heels, maka secara otomatis otot serta dinding vaginanya kontraksi. Sehingga Otot itu terus terlatih dan menjadi kencang. Otot dan dinding vagina yang kencang itu yang memberi kenikmatan bagi pasangan yang berhubungan seks.

Maria dan tim melakukan penelitian pada 66 orang wanita. 50 wanita diantaranya mengaku sering memakai sepatu hak tinggi setinggi 2 inchi. Hasilnya wanita-wanita itu memiliki otot dan dinding vagina yang lebih baik daripada wanita yang memakai flat shoes.

Jadi ayo pakai high heels sekarang!(kee/yla)

http://www.detikhot.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/22/time/144635/idnews/898578/idkanal/227

 _/\_ :lotus:

Hm.. saya kurang tahu ya.. Hanya saja pada pria, sangat berbahaya kalau mengalami cedera di tumit. Karena yang pernah saya pelajari di buku mengenai refleksi, di tumit itu terdapat aliran darah dan saraf2 yang berkaitan dengan sistem reproduksi pria.

Makanya biasanya pada pijat refleksi, bila ditekan bagian tumit itu dan sakit, itu menandakan adanya gangguan pada reproduksi.
Dan pada pria, disarankan tidak memakai sepatu yang keras pada bagian tumitnya.

CMIIW
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.332
  • Reputasi: 415
  • Gender: Male
  • not self
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #6 on: 15 April 2008, 02:30:23 PM »
lecet atuhh  ^-^
There is no place like 127.0.0.1

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.121
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #7 on: 15 April 2008, 02:43:53 PM »
Bagian 1
Gosip, Tanda Kesuburan Wanita!
Puteri Fatia - detikHot

Jakarta, Pernahkan anda menjelek-jelekan wanita lain di depan pasangan? Jika iya, berarti anda sedang dalam masa subur. Wanita yang sedang dalam masa subur cenderung melakukan hal tersebut. Masa' sih?

Dalam pernikahan, isu tentang kesuburan alat reproduksi adalah hal yang penting. Banyak pertanyaan yang masuk ke meja redaksi detikhot dari para ibu yang menanyakan mengapa mereka belum juga hamil. Tak hanya kaum ibu, para pria juga banyak yang bertanya tentang hal serupa.

Tenang, anda tidak sendirian. Menurut catatan Fertilityfact, Selasa (6/12/2005), setidaknya ada 90 juta pasangan di dunia ini yang sedang berusaha untuk memiliki anak. Sulitnya memiliki momongan tersebut sampai-sampai menimbulkan stress yang mendalam pada pasangan-pasangan tersebut. Bahkan dari daftar penyebab stress, stress karena tidak subur adalah penyebab kedua terbanyak setelah stress karena kematian.

Umumnya, pasangan butuh 5-6 bulan untuk bisa hamil. Namun pada beberapa pasangan bisa lebih cepat dari itu. Namun pasangan tidak bisa sembarang menyebut diri mereka tidak subur. Dikutip dari Discovery, Selasa (6/12/2005) seseorang bisa disebut memiliki tanda-tanda tidak subur jika ia dan pasangannya tidak hamil setelah satu tahun berhubungan seks dengan frekeuensi normal tanpa kontrasepsi apapun.

Pada wanita, ketidaksuburan bisa disebabkan oleh disfungsi hormon, tersumbatnya saluran telur, endometriosis, kista, atau kualitas dan pergerakan sperma yang kurang baik.

Setidaknya 40% faktor ketidaksuburan disebabkan oleh wanita sedangkan 40% lain oleh sebab pria, dan sisa 20% karena keduanya.

Berikut beberapa fakta tentang kesuburan pria dan wanita yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Wanita yang sedang dalam masa subur biasanya bersikap lebih tajam terhadap wanita lain. Pada saat ovulasi (sekitar hari ke-12 sampai 21 siklus menstruasi) perasaan ingin bersaing dengan wanita lain semakin tinggi. Pada masa ovulasi, wanita sering memberikan komentar yang buruk ketika dimintai pendapat tentang wanita lain.

2. Peneliti di New York University membuktikan penggunaan laptop dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Penggunaan laptop yang cukup lama menyebabkan suhu testis meningkat sehingga menyebabkan kurang baiknya kualitas sperma.

3. Kesuburan pada wanita Asia menurun. Pada periode 1965-1970 rata-rata wanita Asia memiliki 6 orang anak. Sedangkan saat ini rata-rata hanya 1,8 anak.

4. Pilihan alat kontrasepsi mempegaruhi kesuburan.
Pemilihan alat suntik dan pil sangat mempengaruhi kesuburan wanita. Alat kontrasepsi suntik memiliki efek yang lebih lama walaupun sudah tidak digunakan. Setelah penggunaan terakhir, wanita harus menunggu hingga 6 bulan sampai setahun hingga siklusnya normal kembali.

Sedangkan pengguna pil bisa lebih cepat kembali normal. Setelah berhenti menggunakan pil siklus kesuburan bisa langsung kembali seperti semula. Namun pada beberapa kasus, siklus bisa kembali benar-benar normal setelah 2-3 bulan.

Sebelum memilih alat kontrasepsi, sebaiknya konsultasikan dulu berbagai efek pemakaian dan pasca pemakaian dari masing-masing jenis alat.

Apakah posisi seks, berat badan, usia dan berat badan juga turut mempengaruhi kesuburan? Baca artikel lanjutannya!(fta/)

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.121
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #8 on: 15 April 2008, 02:47:14 PM »
Bagian 2
Gosip, Tanda Masa Subur Wanita!
Puteri Fatia - detikHot

Jakarta, Seperti telah dibahas di artikel bagian 1, setidaknya ada 90 juta pasangan di dunia yang tengah berusaha memiliki anak. Masih bicara tentang fertilitas, di bagian dua kita ungkap beberapa faktor yang mempengaruhi kesuburan seseorang.

(lanjutan)
5. Posisi seks tidak mempunyai pengaruh yang siginifikan dalam pembuahan. Tidak ada penelitian yang benar-benar bisa membuktikan salah satu posisi seks membuat pasangan memiliki kesempatan hamil lebih besar.

Beberapa posisi memang bisa memaksimalkan kesempatan karena bisa membuat pria penetrasi lebih dalam. Namun posisi tersebut berbeda-beda tergantung kondisi tubuh wanita.

Begitu terjadi ejakulasi, sperma langsung berenang menuju rahim. Jadi, tidur dengan kaki di atas setelah berhubungan seks juga tidak memiliki efek yang signifikan untuk membantu pembuahan. Demikian Discovery, Selasa (6/12/2005).


6. Berat badan mempengaruhi kesuburan. Sebuah penelitian mengatakan 12% masalah ketidaksuburan disebabkan oleh masalah berat badan. Terlalu kurus atau terlalu gemuk sangat mempengaruhi kesuburan bagi wanita.

Terlalu kurus bisa membuat siklus haid wanita tidak teratur. Sebab dibutuhkan 22% lemak tubuh untuk pembuahan dan kepentingan reproduksi lainnya. Sebaliknya terlalu gemuk juga tidak berakibat baik untuk kesuburan karena keseimbangan hormon terganggu.

Tapi jangan khawatir, 70% wanita kelebihan/kekurangan berat badan tadi langsung hamil ketika mereka mencapai massa tubuh yang ideal. Massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yag normal adalah 19-25. Cara menghitungnya adalah berat tubuh dibagi tinggi badan dikali tinggi badan

Berat Badan (kg) 45
------------------------------------ = Body Mass Indeks ------------ = 19.23 (BMI)
tinggi badan (m) x tinggi badan (m) 1.6 x 1.6

Berat badan tak hanya sekedar mempengaruhi kesuburan tapi juga kehamilan. Wanita yang mengalami kelebihan berat badan berisiko mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes semasa hamil. Sedangkan wanita yang memiliki berat badan di bawah standar bisa melahirkan bayi yang juga memiliki berat badan rendah. So, mulai lah diet sehat dan olahraga.

7. Usia mempengaruhi kesuburan. Pada wanita usia kesuburan berlangsung lebih cepat. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an prosentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10% kesempatan untuk hamil.

Pada pria, penurunan kesuburan juga terjadi seiring berjalannya usia. Hanya 8% pria usia sekitar 25 tahun yang gagal menghamili pasangannya. Sedangkan pada usia 35 tahun, jumlah pria yang gagal membuahi wanita meningkat hingga 15%. Menurut peneliti dari Bristol and Brunel University, selain karena faktor fisik, dorongan dan frekuensi untuk berhubungan seksual mulai berkurang sejalan dengan usia.

8. Pilihan makanan juga turut mempengaruhi kesuburan. Wanita yang minum empat gelas kopi per hari memiliki risiko tidak subur lebih besar. Sebabnya, kafein mengurangi kandungan darah dalam hormon prolactin. Rendahnya hormon prolactin berhubungan dengan semakin rendahnya tingkat kesuburan.

Seperti prinsip umum, kesuburan adalah masalah keseimbangan. Jika hormon ini kadarnya terlalu tinggi juga tak baik. Tingginya kadar hormon prolactin yang bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, dapat mengganggu siklus haid.

Diet untuk meningkatkan kesuburan sama dengan diet lain pada umumnya. Intinya, makan makanan rendah lemak, cukup protein, memperbanyak buah, dan sayur. Kurangi juga konsumsi makanan olahan seperti keju, daging olahan dan makanan beku. Supaya badan tetap sehat hindari kopi, alkohol, dan rokok. Pastikan juga untuk berolahraga secara teratur, menghindari stress, dan memilih waktu pembuahan yang. tepat sesuai dengan siklus bulanan.
(fta/)

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 31
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: [INFO] Vagina Kering dalam Mitos Seks
« Reply #9 on: 16 April 2008, 12:44:20 AM »
Hmm...
Thanks infonya...
Semoga suatu saat berguna...  ;D ;D
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell