Topik Buddhisme > Buddhisme untuk Pemula

Ngapain Jadi Buddhist? Q & A untuk Pemula

<< < (266/266)

nyanadhana:
 _/\_ halo forumers, thread ini khusus saya buka untuk menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan Buddhism selama apa yang saya pelajari dari dunia Buddhism dapat membantu memahami Buddhism dengan baik. Untuk menjaga agar thread ini tidak OOT,maka saya akan memberikan ketentuan
1. Thread ini adalah tempat pemahaman bagi pemula yang baru saja ingin tahu,sudah tahu tapi belum mendalami,dan masih ragu-ragu mengenai Buddhism.
2. Thread ini akan berupa tanya jawab dan mohon untuk tidak memberikan komentar yang menyebabkan thread ini OOT. Saya akan mengembalikan ke kondisi semula ketika thread mulai OOT
3. Anda bebas bertanya apa aja selama dalam pemahaman Buddhism, meminta saran untuk mengenal beberapa aliran Buddhism juga bisa disini atau sekedar ingin memahami aliran Buddhism yang segaris dalam BuddhaVacana.
4. Semua komentar yang masuk oleh forumer harus ditanggapi dengan kepala dingin tanpa caci makian,candaan yang menyebabkan Musavada.
5. Para Bhikkhu,Samana, dan para senior dimana menemukan bahwa tanggapan saya kurang sesuai diperbolehkan untuk meluruskan pandangan dan saling belajar.

Oleh karena itu,saya ucapkan terima kasih untuk pertanyaan yang diajukan.Semoga pengetahuan saya bisa membantu.  _/\_

johan3000:
trims bro upasaka, yg jawabannya selalu mantep2...

Apakah dalam suta2 Buddha Gautama pernah menyarankan umatnya...

1. berolah-raga supaya sehat
2. memiliki target (cita2) jangka pendek/panjang

trims sebelumnya

upasaka:

--- Quote from: johan3000 on 11 March 2009, 08:50:55 PM ---
Apakah dalam suta2 Buddha Gautama pernah menyarankan umatnya...

1. berolah-raga supaya sehat
2. memiliki target (cita2) jangka pendek/panjang

trims sebelumnya

--- End quote ---


[at] johan3000


1) Sang Buddha lebih menekankan pengajaran dalam aspek Jalan untuk merealisasi Nibbana selama 45 tahun masa-Nya. Oleh karena itu, Sang Buddha tidak melibatkan diri-Nya dalam aspek-aspek yang kurang memberikan kontribusi signifikan dalam perealisasian Nibbana. Meski olahraga fisik tidak ditekankan dalam masa pembabaran-Nya, Sang Buddha justru mengajarkan satu praktek fundamental yang juga memberikan kebugaran fisik jasmani. Sang Buddha mengajarkan meditasi. Meditasi selain bisa membuat pikiran tenang, juga dapat membuat tubuh jasmani lebih bugar. Banyak sekali peranan meditasi dalam menunjang kesehatan fisik jasmani. Tidak sampai di sana, Sang Buddha juga meneladankan pola hidup dan pola makan yang seimbang, sehingga kesehatan fisik jasmani dan batin bisa berjalan selaras.


2) Meski cita-cita antara gharavasa (perumah-tangga) dengan pabbaja (pertapa / bhikkhu) berbeda, namun semuanya membutuhkan keputusan yang jeli dan kematangan bertindak. Dalam Theragatha, Sang Buddha menyatakan :

Orang bijak akan bertindak cepat ketika kecepatan diperlukan
Orang bijak akan tenang ketika ketenangan diperlukan
Orang bijak akan hidup bahagia karena prioritasnya dilakukan dengan benar

Navigation

[0] Message Index

[*] Previous page

Go to full version