topic short url: http://dhct.ws/f20755

Author Topic: Manfaat menyebut nama Para Buddha  (Read 21123 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Veno

  • Teman
  • **
  • Posts: 58
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Amithofo bless Us
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #255 on: 19 August 2011, 11:35:26 PM »
lha bukanny devadata lg di alam neraka? :hammer:

amithofo _/\_
 menurut sepengetahuan saya nih  8),sebenarnya devadata itu bukan sejahat dn seburuk yg kita ketahui dlm pelajaran yg kita pelajari, sebenarnya devadata kn udah menjadi seorang bikhu, dn beliau tentu tahu mana yg baik dan mana yg tidak baik, ttp beliau sengaja melakukan hal itu agar kt smua makhluk tahu bahwa perbuatan yg telah dia lakukan adalah suatu perbuatan yg sangat tidak baik yaitu memecah belah sangha..., so akhirnya harus masuk k neraka yg paling dalam neraka avici toh..., itu agar menyadarkan kita akan karma buruknya aja... thx... amithofo bless Us...

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.167
  • Reputasi: 74
  • Gender: Male
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #256 on: 19 August 2011, 11:40:08 PM »
ya sayangnya yang beredar (tapi kok memang diakui oleh mahayana) seperti berbau2 tahayul.
Sepuluh manfaat mengulangi nama “Amitabha Buddha” adalah :
1.   Dilindungi oleh dewa-dewa baik siang dan malam.
2.   Dilindungi oleh 25 Bodhisattva termasuk Bodhisattva Avalokitesvara.
3.   Dilindungi oleh semua Buddha, Amitabha Buddha akan menyinari dan melindungi anda.
4.   Setan-setan atau racun ular tidak dapat melukai anda.
5.   Kebanjiran, kebakaran, senjata tidak akan melukai anda, kecelakaan tidak akan menimpa anda.

6.   Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada masa lampau akan dapat dihindari.
7.   Anda tidak akan mempunyai mimpi buruk, yang ada hanyalah mimpi yang damai dan tenang, dimana anda akan mungkin dapat melihat Amitabha Buddha dengan tubuh emas.
8.   Anda akan bahagia, mempunyai penampilan yang bagus, bersemangat, sehat dan selalu berhasil.
9.   Anda akan dihormati oleh orang lain.
10.   Menjelang berakhirnya kehidupan anda, anda tidak akan takut dan tetap berada pada pikiran yang benar. Tiga suciwan dari Surga Sukhavati akan membawa sekuntum teratai untuk anda dan akan membimbing anda ke Negeri Mereka. Anda akan terlahir di Surga Sukhavati melalui bunga teratai dan menikmati kebahagiaan dan kehidupan abadi.
Sepuluh keuntungan di atas merupakan cara untuk mengubah kesulitan kehidupan sekarang menuju kehidupan yang bahagia dan tenang, dan keuntungan yang terakhir adalah untuk keluar dari arus tunimbal lahir.

yang di bold seharusnya boleh di coba nih.

biksu tibet yang bakar diri tuh keknya ga baca sutra amitaba ;D

ya sudah dari saya juga sekian deh, rasanya memang pandangan mahayana anda dengan saya berbeda tidak akan ada titik temu.


green bold, alam nomor berapa ?
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #257 on: 19 August 2011, 11:43:35 PM »
amithofo _/\_
 menurut sepengetahuan saya nih  8),sebenarnya devadata itu bukan sejahat dn seburuk yg kita ketahui dlm pelajaran yg kita pelajari, sebenarnya devadata kn udah menjadi seorang bikhu, dn beliau tentu tahu mana yg baik dan mana yg tidak baik, ttp beliau sengaja melakukan hal itu agar kt smua makhluk tahu bahwa perbuatan yg telah dia lakukan adalah suatu perbuatan yg sangat tidak baik yaitu memecah belah sangha..., so akhirnya harus masuk k neraka yg paling dalam neraka avici toh..., itu agar menyadarkan kita akan karma buruknya aja... thx... amithofo bless Us...

kok jadi mirip injil yudas yah? ;D
ini siapa yang copas siapa? :P

Offline Veno

  • Teman
  • **
  • Posts: 58
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Amithofo bless Us
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #258 on: 20 August 2011, 12:09:58 AM »
kok jadi mirip injil yudas yah? ;D
ini siapa yang copas siapa? :P



  :o :o :o :o mank dr injil??  ;D :)) ;D  iya sih, soalnya pernah ngobrol bareng ttg perbedaan dn persamaan agama dia dgn agama Buddha, jd saya narik kesimpulan dr sono, sbgai persamaannya...  ;D ;D ;D...

kan menurut sepengetahuan saya... ;D ;D :D :D :D

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.061
  • Reputasi: 56
  • Gender: Male
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #259 on: 20 August 2011, 12:20:55 AM »

green bold, alam nomor berapa ?

ada yg bilang sukhavati itu alam manusia, tapi di tata surya lain yg jauh. Dimana kondisinya beda jauh dengan disini, jadi sangat kondusif untuk belajar dharma

katanya
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #260 on: 20 August 2011, 11:07:24 AM »
Quote
ini sama dengan pertanyaan "apakah Ananda/Sariputra/Moggallana/dll benar2 ada? atau hanya simbol?" apakah anda juga akan menjawab dengan "both of them"?

Ya. Kualitas dari para Arhat itulah yang dijadikan simbolisasi. Dalam objek pemujaan Mahayana salah satunya Mandala Gohonzon Nichiren, Namu Shariputra mewakili kebijaksanaan dan Namu Mahakasyapa mewakili praktik, karena mereka berdua unggul dalam kedua bidang tersebut.

Manjusri dan para Bodhisattva agung benar-benar ada dalam sejarah versi sutra Buddhis. Beberapa merupakan "Bodhisattva bhiksu" dan beberapa lainnya adalah "Bodhisattva grhapati" (perumah tangga).

Contoh pemimpin "Bodhisattva grhapati" adalah Bodhisattva Bhadrapala yang memimpin 16 bodhisattva perumah tangga, hidup pada masa Buddha Shakyamuni.

Contoh "Bodhisattva bhiksu" adalah Sadaparibhuta Bodhisattva dalam Saddharmapundarika Sutra

Dalam Buddhabasite Simhacandra Sutra dan Vasumitra Sangiti Sastra disebutkan seorang "bodhisattva bhiksu" bernama Vasumitra Bodhisattva, putra dari seorang brahmana bernama Uttara, yang hidup menjadi murid Buddha Shakyamuni.

Dalam Manjusri Parinirvana Sutra dikatakan bahwa pada masa Buddha Shakyamuni, Manjusri terlahir dalam sebuah keluarga brahmana di Sravasti, India. Ketika lahir tanda-tanda agung pun muncul. Setelah itu beliau mengambil sila ke-bhiksuan dan berlatih di bawah bimbingan Buddha Shakyamuni. Setelah Buddha Parinirvana, beliau membabarkan ajaran di Gunung Pancasirsa. Dengan demikian berarti beliau adalah "bodhisattva bhiksu".

Avalokitesvara pada masa Sang Buddha Shakyamuni terlahir di keluarga brahmana di Kapilavastu. Beliau bernama brahmana Nan-ba.

Tendai Master Dengyo (Daishi) di Jepang menggunakan sila-sila bhiksu Mahayana dari sutra-sutra Mahayana dan mendirikan altar pentahbisam "bodhisattva bhiksu".

Dalam pemujaannya, Manjusri dan Avalokitesvara serta para Maha Bodhisattvanya sering digambarkan dalam wujud Sambhogakaya, bukan Nirmanakaya mereka ketika menjadi murid Sakyamuni. Sambhogakaya adalah tubuh kualitas kebajikan dari Bodhisattva dan Buddha, seperti yang digambarkan dalam thangka-thangka Tibetan. Karena merupakan tubuh kualitas Buddha maka setiap elemen tubuh dan ornamen yang menghiasinya adalah simbolisasi-simbolisasi kualitas-kualitas pencerahan dalam diri sendiri.

Inilah mengapa saya bilang "both of them". Benar2 ada meninjau dari aspek Nirmanakaya, simbolisasi welas asih adalah aspek Sambhogakaya yang bersifat shunyata.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.933
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #261 on: 22 August 2011, 04:21:17 PM »
Ya. Kualitas dari para Arhat itulah yang dijadikan simbolisasi. Dalam objek pemujaan Mahayana salah satunya Mandala Gohonzon Nichiren, Namu Shariputra mewakili kebijaksanaan dan Namu Mahakasyapa mewakili praktik, karena mereka berdua unggul dalam kedua bidang tersebut.

Manjusri dan para Bodhisattva agung benar-benar ada dalam sejarah versi sutra Buddhis. Beberapa merupakan "Bodhisattva bhiksu" dan beberapa lainnya adalah "Bodhisattva grhapati" (perumah tangga).

Contoh pemimpin "Bodhisattva grhapati" adalah Bodhisattva Bhadrapala yang memimpin 16 bodhisattva perumah tangga, hidup pada masa Buddha Shakyamuni.

Contoh "Bodhisattva bhiksu" adalah Sadaparibhuta Bodhisattva dalam Saddharmapundarika Sutra

Dalam Buddhabasite Simhacandra Sutra dan Vasumitra Sangiti Sastra disebutkan seorang "bodhisattva bhiksu" bernama Vasumitra Bodhisattva, putra dari seorang brahmana bernama Uttara, yang hidup menjadi murid Buddha Shakyamuni.

Dalam Manjusri Parinirvana Sutra dikatakan bahwa pada masa Buddha Shakyamuni, Manjusri terlahir dalam sebuah keluarga brahmana di Sravasti, India. Ketika lahir tanda-tanda agung pun muncul. Setelah itu beliau mengambil sila ke-bhiksuan dan berlatih di bawah bimbingan Buddha Shakyamuni. Setelah Buddha Parinirvana, beliau membabarkan ajaran di Gunung Pancasirsa. Dengan demikian berarti beliau adalah "bodhisattva bhiksu".

Avalokitesvara pada masa Sang Buddha Shakyamuni terlahir di keluarga brahmana di Kapilavastu. Beliau bernama brahmana Nan-ba.

Tendai Master Dengyo (Daishi) di Jepang menggunakan sila-sila bhiksu Mahayana dari sutra-sutra Mahayana dan mendirikan altar pentahbisam "bodhisattva bhiksu".

Dalam pemujaannya, Manjusri dan Avalokitesvara serta para Maha Bodhisattvanya sering digambarkan dalam wujud Sambhogakaya, bukan Nirmanakaya mereka ketika menjadi murid Sakyamuni. Sambhogakaya adalah tubuh kualitas kebajikan dari Bodhisattva dan Buddha, seperti yang digambarkan dalam thangka-thangka Tibetan. Karena merupakan tubuh kualitas Buddha maka setiap elemen tubuh dan ornamen yang menghiasinya adalah simbolisasi-simbolisasi kualitas-kualitas pencerahan dalam diri sendiri.

Inilah mengapa saya bilang "both of them". Benar2 ada meninjau dari aspek Nirmanakaya, simbolisasi welas asih adalah aspek Sambhogakaya yang bersifat shunyata.

 _/\_
The Siddha Wanderer

Mengapa kisah manjusri yang terlahir di dunia dan menjadi murid / siswa Buddha Sakyamuni tidak ada di Pali Kanon ? Kesimpulan saya hanya dua... Kalau tidak Pali Kanon yang BOHONG, berarti Mahayana Kanon yang BOHONG...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.761
  • Reputasi: 261
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #262 on: 22 August 2011, 04:26:11 PM »
Mengapa kisah manjusri yang terlahir di dunia dan menjadi murid / siswa Buddha Sakyamuni tidak ada di Pali Kanon ? Kesimpulan saya hanya dua... Kalau tidak Pali Kanon yang BOHONG, berarti Mahayana Kanon yang BOHONG...
Tidak juga, bisa2 2-2-nya bohong, atau 2-2-nya bener, tapi ga lengkap.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.834
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #263 on: 23 August 2011, 05:28:56 AM »
Ya. Kualitas dari para Arhat itulah yang dijadikan simbolisasi. Dalam objek pemujaan Mahayana salah satunya Mandala Gohonzon Nichiren, Namu Shariputra mewakili kebijaksanaan dan Namu Mahakasyapa mewakili praktik, karena mereka berdua unggul dalam kedua bidang tersebut.

Manjusri dan para Bodhisattva agung benar-benar ada dalam sejarah versi sutra Buddhis. Beberapa merupakan "Bodhisattva bhiksu" dan beberapa lainnya adalah "Bodhisattva grhapati" (perumah tangga).

Contoh pemimpin "Bodhisattva grhapati" adalah Bodhisattva Bhadrapala yang memimpin 16 bodhisattva perumah tangga, hidup pada masa Buddha Shakyamuni.

Contoh "Bodhisattva bhiksu" adalah Sadaparibhuta Bodhisattva dalam Saddharmapundarika Sutra

Dalam Buddhabasite Simhacandra Sutra dan Vasumitra Sangiti Sastra disebutkan seorang "bodhisattva bhiksu" bernama Vasumitra Bodhisattva, putra dari seorang brahmana bernama Uttara, yang hidup menjadi murid Buddha Shakyamuni.

Dalam Manjusri Parinirvana Sutra dikatakan bahwa pada masa Buddha Shakyamuni, Manjusri terlahir dalam sebuah keluarga brahmana di Sravasti, India. Ketika lahir tanda-tanda agung pun muncul. Setelah itu beliau mengambil sila ke-bhiksuan dan berlatih di bawah bimbingan Buddha Shakyamuni. Setelah Buddha Parinirvana, beliau membabarkan ajaran di Gunung Pancasirsa. Dengan demikian berarti beliau adalah "bodhisattva bhiksu".

Avalokitesvara pada masa Sang Buddha Shakyamuni terlahir di keluarga brahmana di Kapilavastu. Beliau bernama brahmana Nan-ba.

Tendai Master Dengyo (Daishi) di Jepang menggunakan sila-sila bhiksu Mahayana dari sutra-sutra Mahayana dan mendirikan altar pentahbisam "bodhisattva bhiksu".

Dalam pemujaannya, Manjusri dan Avalokitesvara serta para Maha Bodhisattvanya sering digambarkan dalam wujud Sambhogakaya, bukan Nirmanakaya mereka ketika menjadi murid Sakyamuni. Sambhogakaya adalah tubuh kualitas kebajikan dari Bodhisattva dan Buddha, seperti yang digambarkan dalam thangka-thangka Tibetan. Karena merupakan tubuh kualitas Buddha maka setiap elemen tubuh dan ornamen yang menghiasinya adalah simbolisasi-simbolisasi kualitas-kualitas pencerahan dalam diri sendiri.

Inilah mengapa saya bilang "both of them". Benar2 ada meninjau dari aspek Nirmanakaya, simbolisasi welas asih adalah aspek Sambhogakaya yang bersifat shunyata.

 _/\_
The Siddha Wanderer

ini mah kepercayaan agama Hindu  :whistle:
« Last Edit: 23 August 2011, 05:32:03 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.933
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #264 on: 23 August 2011, 03:05:42 PM »
Tidak juga, bisa2 2-2-nya bohong, atau 2-2-nya bener, tapi ga lengkap.

Dalam konteks yang bagaimana bisa dua-dua-nya (pali kanon dan mahayana sutra) tentang manjusri menjadi bohong ?

terus kalau 2-2 nya benar tetapi gak lengkap.... manakah yang gak lengkap ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.761
  • Reputasi: 261
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #265 on: 23 August 2011, 03:47:34 PM »
Dalam konteks yang bagaimana bisa dua-dua-nya (pali kanon dan mahayana sutra) tentang manjusri menjadi bohong ?
Kalau bagaimananya, saya tidak tahu. Tapi maksudnya karena kita belum ada data netral, ilmiah, lengkap & pasti (selain dari masing-masing aliran yang tentu tidak netral), jadi segala kemungkinan ada.

Quote
terus kalau 2-2 nya benar tetapi gak lengkap.... manakah yang gak lengkap ?
2-2-nya ga lengkap. Misalnya yang satu, waktu ditulis di daun dalam keranjang, ga sengaja kejatuhan ulat, jadi beberapa daun sudah dimakan; satu lagi waktu di alam naga, tidak sengaja terbakar sama nafas naga yang lagi ngorok. Siapa yang tahu...?

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.933
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #266 on: 23 August 2011, 06:15:38 PM »
Kalau bagaimananya, saya tidak tahu. Tapi maksudnya karena kita belum ada data netral, ilmiah, lengkap & pasti (selain dari masing-masing aliran yang tentu tidak netral), jadi segala kemungkinan ada.

Kalau patokan Pali Kanon adalah Konsili Sangha, yang bisa kita jadikan pegangan sampai saat ini adalah Konsili Sangha ke-6 di Rangoon (Myanmar)... sedangkan patokan Mahayana Sutra mungkin dari Tripitaka Taisho...

Bercermin dari kisah Manjusri yang ada di Mahayana Sutra, mengapa di Pali Kanon tidak ada, apakah berarti para sesepuh Theravada di Konsili Sangha tidak pernah tahu soal Manjusri di Mahayana Sutra sehingga "mengabaikan" kisah seorang Bodhisatva yang "konon" sangat terunggul atas kebijaksanaannya atau memang kisah Manjusri itu "dianggap" oleh para sesepuh Theravada = HOAX ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.761
  • Reputasi: 261
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #267 on: 23 August 2011, 06:36:54 PM »
Kalau patokan Pali Kanon adalah Konsili Sangha, yang bisa kita jadikan pegangan sampai saat ini adalah Konsili Sangha ke-6 di Rangoon (Myanmar)... sedangkan patokan Mahayana Sutra mungkin dari Tripitaka Taisho...

Bercermin dari kisah Manjusri yang ada di Mahayana Sutra, mengapa di Pali Kanon tidak ada, apakah berarti para sesepuh Theravada di Konsili Sangha tidak pernah tahu soal Manjusri di Mahayana Sutra sehingga "mengabaikan" kisah seorang Bodhisatva yang "konon" sangat terunggul atas kebijaksanaannya atau memang kisah Manjusri itu "dianggap" oleh para sesepuh Theravada = HOAX ?
Saya tidak melihatnya begitu, bro dilbert. Saya melihat secara sederhana saja seperti:
Di X-Men 2 ada Nightcrawler, di X-Men 3, Nightcrawler-nya hilang. Saya tidak mempermasalahkan yang mana yang asli atau hoax, tapi saya hanya menilai saja filmnya secara keseluruhan, apakah mutunya bagus, terlepas dari ada/tidaknya Nightcrawler itu.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.834
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #268 on: 23 August 2011, 07:03:53 PM »
Saya tidak melihatnya begitu, bro dilbert. Saya melihat secara sederhana saja seperti:
Di X-Men 2 ada Nightcrawler, di X-Men 3, Nightcrawler-nya hilang. Saya tidak mempermasalahkan yang mana yang asli atau hoax, tapi saya hanya menilai saja filmnya secara keseluruhan, apakah mutunya bagus, terlepas dari ada/tidaknya Nightcrawler itu.


jadi mana yang lebih bagus bro ?  :)
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.834
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Manfaat menyebut nama Para Buddha
« Reply #269 on: 23 August 2011, 07:06:34 PM »
Kalau patokan Pali Kanon adalah Konsili Sangha, yang bisa kita jadikan pegangan sampai saat ini adalah Konsili Sangha ke-6 di Rangoon (Myanmar)... sedangkan patokan Mahayana Sutra mungkin dari Tripitaka Taisho...

Bercermin dari kisah Manjusri yang ada di Mahayana Sutra, mengapa di Pali Kanon tidak ada, apakah berarti para sesepuh Theravada di Konsili Sangha tidak pernah tahu soal Manjusri di Mahayana Sutra sehingga "mengabaikan" kisah seorang Bodhisatva yang "konon" sangat terunggul atas kebijaksanaannya atau memang kisah Manjusri itu "dianggap" oleh para sesepuh Theravada = HOAX ?

karena sesepuh Theravada masih belum tamat SD !   ;D
dan kisah manjusri hanya biksu yang tamat sma baru bisa memahami  :))
« Last Edit: 23 August 2011, 07:08:20 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.