topic short url: http://dhct.ws/f18055

Author Topic: Permasalahan di Kota Sidoarjo  (Read 2624 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Dhammapada

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semangat Dalam Dhamma
Permasalahan di Kota Sidoarjo
« on: 20 September 2010, 03:55:02 PM »
Permasalahan di Kota Sidoarjo
Wednesday, March 3, 2010 1:34 AM
From:
"megah detra"
Add sender to Contacts
To:
b_sudhammacaro [at] yahoo.com
Cc:
b_sudhammacaro [at] yahoo.com


Vihara Dharma Bhakti Sidoarjo berdiri 8 thn yg lalu dibawah pimpinan Romo Dhammamanggala Nogroho, sebelum ada Vihara Dharma Bhakti sebagian besar umat Buddha di Sidoarjo mengikuti kebaktian di Vihara-Vihara yg tersebar di kota Surabaya dan sebagian tetap sembahyang di kelenteng. Kelenteng Tjong Hok Kiong di Kota Sidoarjo telah berdiri ratusan tahun yang lalu, sebagian warga Tionghoa di Sidoarjo pada awalnya adalah pemeluk agama Konghucu dan Buddha.

Seperti telah diketahui bahwa agama kr****n sangat agresif sekali mencari umat utk direkrut dan rajin pula mendirikan gereja-gereja. Sebagian umat Konghucu banyak yg berpindah ke agama kr****n setelah diselidiki ternyata mereka yg pindah agama tersebut tidak mempunyai pengetahuan sama sekali baik agama Buddha maupun Konghucu, mereka mudah dihasut dgn doktrin menyembah berhala. Mereka buta sama sekali akan pengetahuan agama misalnya : apa gunanya dupa, dewa A atau B kenapa dipuja dan bagaimana riwayatnya...itu semua mereka tdk tahu dan bahkan setiap tanggal 1 dan 15 imlek mereka kebanyakan hanya berdoa asal berdoa kemudian makan-makan dan pulang.

Hal ini memicu Romo utk semakin gencar memberitakan Dhamma baik kepada umat yg ada di kelenteng dan rupanya ini memicu suatu kecemburuan bagi pengurus Kelenteng sebab pada mulanya Romo hanyalah anak dari seorg "pesuruh" Kelenteng, mungkin mereka merasa malu karena dipimpin oleh seorang anak yg statusnya jauh di bawah para pengurus Kelenteng. Romo pernah mengusulkan pada para pengurus Kelenteng agar dirinya diberi kesempatan utk memberikan ceramah agama di kelenteng sekaligus melakukan pembinaan kepada umat, bahkan surat pengajuan resmi juga sudah diberikan, tetapi tetap saja bertepuk sebelah tangan...alasannya cukup klise : ruang yg diajukan Romo utk melakukan kbaktian dan pembinanaan agama Buddha akan digunakan utk sesuatu yg lain yaitu karaoke dan memang akhirnya ruang tersebut dibangun utk karaoke dgn fasilitas yg serba wah....

Ketegangan kian memuncak ketika Romo ditunjuk sebagai pemimpin agama Buddha di Sidoarjo, sekaligus diangkat sebagai Dharma Duta sekaligus juga diangkat sebagai Ketua Walubi Sidoarjo oleh Ketua Walubi Jatim Prof. Philip walaupun tanpa SK. Para pengurus kelenteng merasa dilangkahi maka dari itu mereka bersama-sama dgn Ketua Kelenteng kota Gresik yg juga merangkap Wakil Ketua Walubi Jatim melakukan somasi pada Romo agar tdk membawa-bawa nama Walubi di kota Sidoarjo (disini jelas terlihat tdk adanya koordinasi antara Ketua dan Wakil Ketua Walubi Jatim).

Akhirnya terjadi pembunuhan karakter atas pribadi Romo mulai menuduh korupsi, membohongi umat dan Pendeta yg mengaku-ngaku sebagai pendeta, vihara -viharaan dsb. Padahal SK dari pemerintah telah dikantongi Romo mulai pendirian Vihara sampai pengangkatan pemimpin agama Buddha. Banyak juga umat yg terpancing sehingga sedikit demi sedikit mulai berkurang, tetapi Dhamma tetap dibabarkan... Istilahnya dianggap anjing menggonggong kafilah berlalu. Setiap kali Romo berusaha mendekati pihak kelenteng tetapi tetap saja tdk berhasil, mereka pengurus kelenteng dgn tegas menyatakan kelenteng milik Konghucu (kalau milik Konghucu ngapain mereka ngurusi Walubi yg sama dgn agama Buddha).

Masih banyak sekali Bhante yg tdk dpt saya utarakan, terus terang saya paling bangga dgn Kelenteng di Kota Malang dan Madiun, di tempat itu saya bisa merasakan indahnya kebersamaan...tetapi di Sidoarjo ??? Rasanya sulit, tetapi saya yakin bahwa saat-saat yang indah itu akan terwujud suatu ketika...terima kasih Bhante...
Semoga semua makhluk hidup berbahagia..._/\_

Sidoarjo- Jatim.
Megah Detra

   _/\_   ini sy hanya copas aja~
ini benar ga ya??? kalau benar sungguh menyedihkan
tnyt ketegangan antara umat buddha dan konghucu jg ada  :(
“Jikalau Tuhan adalah penyebab dari semua yang terjadi, apalah gunanya usaha keras/pengorbanan manusia?”

[Asvaghosa, Buddha-carita 9, 53]

Offline Wolvie

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 804
  • Reputasi: 25
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #1 on: 20 September 2010, 04:14:17 PM »
klo bener bgitu, sungguh menyedihkan, bukannya didukung malah dijatuhkan.

pantas klo umat pada pindah agama

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #2 on: 20 September 2010, 04:45:36 PM »
Saya pernah mampir ke vihara dharma bakti, lokasinya dalam perumahan dan sangat sederhana. saya sempat berbincang2x dengan pak Nugroho, dan apa yang di tulis di atas sama dengan yang di ceritakan oleh pak Nugroho. Cukup memprihatinkan...

Saya pernah memposting di forum thread kesempatan berbuat baik, apabila ada rekan2x punya buku dhamma yang mau di danakan, bisa di salurkan kesana. Karna menurut pak Nugroho beliau masih kekurangan buku dhamma untuk umat2x di sekitar vihara dharma bakti. Saat itu antusias member2x yang mendanakan buku, membuat pak Nugroho cukup terharu atas perhatian teman2x sedhamma, dan beliau  menelpon saya secara langsung untuk menyampaikan banyak terima kasih kepada semua member yang telah membantu...

Selama ini beliau kesulitan mencari buku dhamma, akses yang di tutup oleh pihak lain di sidoarjo dan beberapa buku dhamma yang di jual membuat pak Nugroho kesulitan untuk mendapatkan walau sudah mengatakan untuk kepentingan vihara.

Apabila teman2x masih ingin mengirimkan buku dapat di kirim ke vihara dharma bakti atas nama Pak Nugroho.
 
« Last Edit: 20 September 2010, 04:47:40 PM by Ocean Heart »


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Dhammapada

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semangat Dalam Dhamma
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #3 on: 20 September 2010, 06:20:33 PM »
oh ternayata benar ya! sungguh menyedihkan .........
tp sepertinya jg di butuhkan kesadaran umat jg ..huuhu
di tempat sy , jg org2 agama buddha jg pada pindah jg tuh, dan saling mengajak/meberitahukan ke yg lain
“Jikalau Tuhan adalah penyebab dari semua yang terjadi, apalah gunanya usaha keras/pengorbanan manusia?”

[Asvaghosa, Buddha-carita 9, 53]

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.680
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #4 on: 20 September 2010, 06:26:52 PM »
walubi lagi

Offline Dhammapada

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semangat Dalam Dhamma
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #5 on: 20 September 2010, 08:47:19 PM »
emg knp dgn walubi hehhe
“Jikalau Tuhan adalah penyebab dari semua yang terjadi, apalah gunanya usaha keras/pengorbanan manusia?”

[Asvaghosa, Buddha-carita 9, 53]

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.680
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #6 on: 20 September 2010, 08:52:29 PM »
nama nya "Siti hartati murdaya poh" punya kerjaan jadi lah salah urus seperti ini.

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #7 on: 21 September 2010, 08:47:03 AM »
maaf tidak mau memanasi...hanya ingin sedikit menambahkan, bahwa hal demikian tidak hanya terjadi di sidoarjo saja, tetapi juga terjadi dikota lain, jatim, jateng, dll (berdasarkan pengalaman sendiri) tetapi saya tidak mau menyebutkan nama2 vihara/kelenteng tsb. tidak hanya walubi saja, tapi juga organisasi yg lain.

saya lihat hal ini tidak terjadi disini (srilanka) karena semua vihara adalah milik person, maksudnya siapapun yang berjubah jika mo mendirikan vihara ato menerima persembahan vihara maka vihara tsb berdiri dibawah bendera masing2, dan semua vihara didukung pemerintah. jadi tidak ada satupun vihara yang dikendalikan organisasi, semua vihara (monastery dan nunnery) merdeka dengan kepemimpinan masing2. tiap vihara selalu didukung masyarakat, jadi tidak ada satupun vihara yang rebutan umat, karena masing2 bebas mo kemana yang disuka, bahkan umatpun sering double viharanya bahkan lebih, jadi tidak hanya mendukung (dalam hal berdana) hanya utk 1 monastery/nunnery saja.

hal pertikaian antar organisasi/aliran memang amat memprihatinkan (apapun itu agamanya). semoga kita semua dapat menjadi lebih bijak.

mettacittena,

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #8 on: 21 September 2010, 08:53:17 AM »
Permasalahan di Kota Sidoarjo
Wednesday, March 3, 2010 1:34 AM
From:
"megah detra"
Add sender to Contacts
To:
b_sudhammacaro [at] yahoo.com
Cc:
b_sudhammacaro [at] yahoo.com


Vihara Dharma Bhakti Sidoarjo berdiri 8 thn yg lalu dibawah pimpinan Romo Dhammamanggala Nogroho, sebelum ada Vihara Dharma Bhakti sebagian besar umat Buddha di Sidoarjo mengikuti kebaktian di Vihara-Vihara yg tersebar di kota Surabaya dan sebagian tetap sembahyang di kelenteng. Kelenteng Tjong Hok Kiong di Kota Sidoarjo telah berdiri ratusan tahun yang lalu, sebagian warga Tionghoa di Sidoarjo pada awalnya adalah pemeluk agama Konghucu dan Buddha.

Seperti telah diketahui bahwa agama kr****n sangat agresif sekali mencari umat utk direkrut dan rajin pula mendirikan gereja-gereja. Sebagian umat Konghucu banyak yg berpindah ke agama kr****n setelah diselidiki ternyata mereka yg pindah agama tersebut tidak mempunyai pengetahuan sama sekali baik agama Buddha maupun Konghucu, mereka mudah dihasut dgn doktrin menyembah berhala. Mereka buta sama sekali akan pengetahuan agama misalnya : apa gunanya dupa, dewa A atau B kenapa dipuja dan bagaimana riwayatnya...itu semua mereka tdk tahu dan bahkan setiap tanggal 1 dan 15 imlek mereka kebanyakan hanya berdoa asal berdoa kemudian makan-makan dan pulang.

Hal ini memicu Romo utk semakin gencar memberitakan Dhamma baik kepada umat yg ada di kelenteng dan rupanya ini memicu suatu kecemburuan bagi pengurus Kelenteng sebab pada mulanya Romo hanyalah anak dari seorg "pesuruh" Kelenteng, mungkin mereka merasa malu karena dipimpin oleh seorang anak yg statusnya jauh di bawah para pengurus Kelenteng. Romo pernah mengusulkan pada para pengurus Kelenteng agar dirinya diberi kesempatan utk memberikan ceramah agama di kelenteng sekaligus melakukan pembinaan kepada umat, bahkan surat pengajuan resmi juga sudah diberikan, tetapi tetap saja bertepuk sebelah tangan...alasannya cukup klise : ruang yg diajukan Romo utk melakukan kbaktian dan pembinanaan agama Buddha akan digunakan utk sesuatu yg lain yaitu karaoke dan memang akhirnya ruang tersebut dibangun utk karaoke dgn fasilitas yg serba wah....

Ketegangan kian memuncak ketika Romo ditunjuk sebagai pemimpin agama Buddha di Sidoarjo, sekaligus diangkat sebagai Dharma Duta sekaligus juga diangkat sebagai Ketua Walubi Sidoarjo oleh Ketua Walubi Jatim Prof. Philip walaupun tanpa SK. Para pengurus kelenteng merasa dilangkahi maka dari itu mereka bersama-sama dgn Ketua Kelenteng kota Gresik yg juga merangkap Wakil Ketua Walubi Jatim melakukan somasi pada Romo agar tdk membawa-bawa nama Walubi di kota Sidoarjo (disini jelas terlihat tdk adanya koordinasi antara Ketua dan Wakil Ketua Walubi Jatim).

Akhirnya terjadi pembunuhan karakter atas pribadi Romo mulai menuduh korupsi, membohongi umat dan Pendeta yg mengaku-ngaku sebagai pendeta, vihara -viharaan dsb. Padahal SK dari pemerintah telah dikantongi Romo mulai pendirian Vihara sampai pengangkatan pemimpin agama Buddha. Banyak juga umat yg terpancing sehingga sedikit demi sedikit mulai berkurang, tetapi Dhamma tetap dibabarkan... Istilahnya dianggap anjing menggonggong kafilah berlalu. Setiap kali Romo berusaha mendekati pihak kelenteng tetapi tetap saja tdk berhasil, mereka pengurus kelenteng dgn tegas menyatakan kelenteng milik Konghucu (kalau milik Konghucu ngapain mereka ngurusi Walubi yg sama dgn agama Buddha).

Masih banyak sekali Bhante yg tdk dpt saya utarakan, terus terang saya paling bangga dgn Kelenteng di Kota Malang dan Madiun, di tempat itu saya bisa merasakan indahnya kebersamaan...tetapi di Sidoarjo ??? Rasanya sulit, tetapi saya yakin bahwa saat-saat yang indah itu akan terwujud suatu ketika...terima kasih Bhante...
Semoga semua makhluk hidup berbahagia..._/\_

Sidoarjo- Jatim.
Megah Detra

   _/\_   ini sy hanya copas aja~
ini benar ga ya??? kalau benar sungguh menyedihkan
tnyt ketegangan antara umat buddha dan konghucu jg ada  :(

saya percaya anda bro, hal ini juga terjadi dikota lain, bahkan murid2 sekolah menjadi korban, nilai agama menjadi merah, karena guru agama buddha nya dari kelenteng dan para ortu mengirim anak2nya ke sekolah minggu...akhirnya ortu protes ke kepala sekolah tapi tak digubris karena kedekatan hub kepala sekolah dg kelenteng. sungguh ironis. semoga kita semua tidak menjadikan hal ini memicu lebih memburuk hub kelenteng dengan vihara, biarlah yang menanam yang menuai, semoga mereka semua segera menjadi sadar, kita tidak usah terpancing.

saya amat prihatin dengan kasus demikian karena murid saya pun kena jadi korban, rapornya merah karena ikut sekolah minggu yang salah satunya saya juga ikut aktif mengajar "sunday school in english" (gurunya hanya saya wkt kemarin di tanah air, entah sekarang).

mettacittena,

Offline kamala

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 591
  • Reputasi: 43
  • Gender: Female
Re: Permasalahan di Kota Sidoarjo
« Reply #9 on: 21 September 2010, 08:58:01 AM »
ASTAGA!!!!!

terkadang kita melihat bahwa pembabar ajaran K*****n yang membajak umat ini meresahkan kita tetapi jika diperhatikan baik2 sebenarnya yang lebih berbahaya ini adalah masalah intern diantara kita contohnya seperti masalah organisasi2 semacam ini

jika kita bisa bersatu padu maka kita lebih kuat, masalah bisa dirembuk bersama untuk mencari penyelesaian bukannya malah menuruti ego masing2 . jika terus begini bukan hal yang aneh kl banyak umat kita yang berpindah ke tetangga
Daripada seribu kata yang tak berarti,
adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat,
yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.