topic short url: http://dhct.ws/f17529

Author Topic: KHASIAT TERAPI URIN  (Read 14906 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Utphala Dhamma

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 109
  • Reputasi: 16
  • Semoga semua mahluk berbahagia
KHASIAT TERAPI URIN
« on: 03 August 2010, 01:43:34 PM »
KHASIAT TERAPI URINE

URIN
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.


KOMPOSISI
Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat.


FUNGSI
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.

Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril

Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.
Terapi urin Amaroli adalah salah satu usaha pengobatan tradisional India, Ayurveda.


KEGUNAAN LAIN
- Dukun Aztec menggunakan urin untuk membasuh luka luar sebagai pencegah infeksi dan diminum untuk meredakan sakit lambung dan usus.
- Bangsa Romawi kuno menggunakan urin sebagai pemutih pakaian.
- Di Siberia, orang Kroyak meminum urin orang yang telah mengkonsumsi fly agaric (sejenis jamur beracun yang menyebabkan halusinasi bahkan kematian) atau sejenisnya untuk berkomunikasi dengan roh halus.
- Dahulu di Jepang, urin dijual untuk dibuat menjadi pupuk.
- Penggunaan urin sebagai obat telah dilakukan oleh banyak orang, diantara mereka adalah Mohandas Gandhi, Jim Morrison, dan Steve McQueen.


SEJARAH
Warna kuning keemasan dalam urin pernah dianggap berasal dari emas. Para ahli kimia menghabiskan banyak waktu untuk mengekstrak emas dari urin yang akhirnya justru menghasilkan white phosporous, yang ditemukan oleh ahli kimia Jerman, Hennig Brand di tahun 1669 ketika ia sedang mendistilasi urin yang difermentasikan. Pada tahun 1773, ahli kimia Perancis, Hilaire Rouelle, menemukan urea ketika ia mendidihkan urin hingga kering.

***************************

Jantung Hingga Penyakit Kelamin Sembuh dengan Urine
Kompas Cybermedia, 16 November 2004
Referensi: http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0411/16/013441.htm


Secara tradisional, air seni digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan sejak ribuan tahun lalu oleh masyarakat India. Di Jawa, bahkan ada kebiasaan mengencingi anak-anak yang tengah sakit panas. Menurut Gunawan Santoso, urinopati yang tinggal di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dulu di Semarang, Jawa Tengah, kaum ibu meneteskan urin pada anaknya yang mengalami sakit mata. Hal demikian pun pernah dilakukan Gunawan. Menjijikkan, tapi banyak manfaat.

Terapi air seni sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat India sejak 5000 tahun lalu. Dokumen yang paling tua yang merupakan sumber informasi pertama dan sempurna mengenai aspek-aspek pengobatan dengan air seni dapat ditemukan dalam kitab Damar Tantra. Menurut Coen Van der Kroon, urinopati terkenal dari Belanda, dalam bukunya Terapi Urin, pengobatan dengan air seni terdapat di kitab Damar Tantra dalam bab yang berjudul Shiwambu Kalpavidhi. Arti judul itu adalah mempraktikkan cara minum urin untuk meremajakan jaringan tubuh kembali. Dokumen itu dipercaya ditulis oleh Dewa Shiwa.

Menurut Dr. Iwan Budiarso, orang normal dan sehat mengeluarkan 750-1.500 cc air seni setiap hari. Pada umumnya air seni orang normal dan sehat tampak jernih dan bening seperti layaknya air atau sedikit kekuningan. Sementara itu, orang yang sedang menderita sakit hepatitis, lever, air seninya berwarna kuning seperti kunyit. Air seni orang yang sedang menderita sakit demam berwarna kuning kemerahan, sedangkan yang menderita gangguan ginjal atau infeksi saluran kemih akan tampak keruh, kental, dan kemerahan.
Air seni orang sehat rasanya bisa tawar atau sedikit asin dan asam. Menurut Dr. Iwan, jika warna urin lebih kuning, rasanya akan lebih asin dan asam. Jika warnanya kuning pekat atau kemerahan, rasanya bukan saja asin, asam, bahkan bisa pahit seperti brotowali. Variasi rasa dan warna tergantung dari makanan yang kita makan, jumlah air yang diminum, dan suhu udara. “Pada umumnya air kencing orang vegetarian rasanya tawar. Kalau banyak makan daging, urin terasa asin dan asam, bahkan bisa pahit,” tuturnya.


Data dan informasi tentang manfaat terapi urin telah banyak diterbitkan dalam bentuk laporan ilmiah maupun buku teks.

Hasil penelitian dan pengalaman para peneliti pun telah diungkapkan dalam berbagai konferensi, seperti First and Second All India Conferences on Therapy Urine tahun 1993 dan 1997 di India, maupun pada First and Second World Conferences on Therapy Urine 1996 di India dan di Jerman 1999.

Hasilnya, para peneliti sepakat terapi air seni sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain asma, batu empedu, hepatitis, hipertensi, kanker prostat, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, kanker, kencing batu, kencing manis, narkoba, jantung koroner, penyakit kelamin, rematik, sirosis, wasir. Kata Dr. Iwan, sekarang sudah ada 20 macam obat paten yang berasal dari ekstrak air seni yang dijual dengan resep dokter.

Air seni yang dianjurkan Dr. Iwan untuk diminum adalah air seni di pagi hari setelah bangun tidur. “Kualitas urin sama, hanya kuantitas nutrien yang dikandungnya berbeda. Urin sepanjang malam sampai yang paling pagi adalah urin yang mempunyai kadar nutrien paling tinggi dibandingkan dengan urin setelah makan pagi,” kata patolog senior ini.

Alasan tersebut disebabkan pada waktu tidur sebagian besar nutrien yang berasal dari otak dan sistem hormonal belum terpakai untuk bekerja. Sebaliknya, setelah bangun tidur, karena sudah terjadi aktivitas, sebagian nutriennya telah dipakai untuk menghasilkan energi.

Air seni yang diambil adalah aliran bagian tengah. Air ujung yang keluar pertama dibuang dulu, baru aliran bagian tengab ditampung semua. Aliran akhir sebelum berhenti kencing juga dibuang. Setelah ditampung, aliran tengah segera diminum (tidak boleh lebih dari lima menit). Lewat dari lima menit akan terjadi proses oksidasi, sehingga urin akan berubah rasa dan bau.

***************************

SEJARAH DAN DOSIS
SUMBER: http://catatan-gume.blogspot.com/2010/07/terapi-auto-urin.html

Terapi auto urin sudah dilakukan di India sejak 5.000 th yang lalu. Masyarakat di Eropa juga sudah mengenalnya sejak 4.000 th yang lalu. Namun di Cina baru diketahui sejak 1700 th yang lalu . Sedangkan di Jepang baru 700 th yang lalu dan hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat.

Di India kuno orang lazim merawat kesehatan dengan minum satu gelas air seni setiap hari. Kebiasaan ini masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, bahkan adapula orang penting yang pernah melakukannya demi kesehatan pribadinya. Sebagai contoh, pemimpin india , mantan perdana menteri Morarjibhai Desai, merupakan pelopor terapi urin dengan minum 1 gelas air seni setiap pagi. Morarjibhai melakukan hal ini demi menjaga kesehatan badannya. Ia minum mulai umur 65 tahun , selama 36 tahun sampai dia umur 100 tahun. Ia menuliskan pengalaman pribadinya di majalah Time pada tahun 1979.

Dalam literatur Cina kuno Shang Han Lung ( treatise on febrile disease ) yang ditulis oleh Chang Yi pada Dinasti han ( 1700 th lalu ) terdapat catatan terapi urin, yang konon berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, penenang, dan menghilangkan panas dalam, penyakit mata serta luka pukul.

Terapi urin dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti kanker, maag, radang usus, bronkhitis, asma, penyakit jantung, aritmia, tekanan darah tinggi/ rendah, saluran kemih, kelenjar prostat membesar, rematik, radang sendi, psoriasis, SLE, mandul, osteoporosis, insomnia, epilepsi, sakit kepala, sakit pinggang, hepatitis, sirosis, dan juga bisa membuat kulit menjadi halus, flek-flek kulit hilang, rambut uban menjadi hitam kembali, melancarkan peredaran darah, melancarkan kencing dan menghilangkan sembelit.

Dosis terapi urin tidak terbatas , artinya makin banyak urin yang diminum makin cepat sembuhnya. Tidak bisa keracunan dan overdosis. Tidak ada efek samping , tetapi reaksi yang ditimbulkanya adalah disebut reaksi Koten ( Bhs Jepang ) atau Meigen ( bhs Cina ) yang artinya jika terjadi gejala-gejala seperti gatal, mencret, ngilu, batuk-batuk, kembung, sembelit, gigi dan gusi ngilu dan nyeri, kepala pening dsb, ini berarti bahwa penyakitnya akan sembuh.

Jika terjadi reaksi Koten atau meigen, jangan takut atau panik, boleh berhenti dulu 2-3 hari, setelah hilang gejalanya , hari ke 4 mulai minum lagi urin. Kalau mau minum terus juga tidak apa-apa. Juga boleh minum obat dokter untuk menghilangkan gejalanya sambil tetap minum air seni.


DOSIS URIN YANG DIANJURKAN

1. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran
Minimal 1 gelas ( 100 – 200 cc ) setiap pagi habis bangun tidur.

2. Untuk pengobatan penyakit
Minimal 3 gelas setiap hari, pagi setelah bangun tidur, 1 jam setelah jam 12.00 makan siang dan 1 jam setelah makan malam.

3. Untuk pengobatan kanker
Minimal 5 gelas setiap hari. Pertama pagi setelah bangun tidur. Kedua jam 10 pagi. Ketiga 1 jam setelah makan siang. Ke 4 jam 4 sore. Ke lima 1 jam setelah makan malam.

4. Puasa urin
Terapi ini memang drastis, tetapi hasilnya memang hebat. Caranya hanya minum air putih dan urin saja dan tidak makan apa-apa sepanjang hari, untuk beberapa hari, beberapa minggu dan maksimal 50 hari. Cara ini harus dibawah pengawasan ahli urinoterapis.

5. Dosis 1000 cc  [at]  setiap kali minum 100 cc
Mulai minum 1 jam setelah makan malam 100 cc. lalu antara jam 20-22 mungkin bisa minum 2 kali. Antara jam 22.00- 06.00 pagi, waktu tidur, jika bangun minum 100 cc, jika 2 – 3 kali bangun minum 2- 3 kali sampai yang jam 5-6 pagi. Beri jarak 1 jam , jam 07.00 pagi makan pagi plus semua obat dokter diminum ,1 jam kemudian minum lagi  [at]  100 cc setiap kencing sampai jam 12.00 siang. Sisa kencing yang tidak diminum jangan dibuang akan tetapi dikumpulkan dalam waskom. Setelah jam 12.00 siang sampai 17.00, urin tidak diminum lagi tetapi dikumpulkan dalam waskom yang sama. Jam 17.00 sebelum mandi , urin dalam waskom dipanaskan sampai hangat kuku atau kira-kira 40 derajat celcius. Kencing hangat ini dipakai untuk luluran dan pijat. Ambil handuk kecil atau waslap, celupkan dalam urin hangat, peres, lalu digosok gosokan dan dilulurkan mulai dari kepala, muka,leher, tangan, dada, badan terus sampai kaki. Ulangi pijatan da luluran ini selama 1 jam. Begitu selesai , lalu langsung mandi. Tidak usah pakai sabun dan shampoo. Tidak ada baunya.


APA OBAT DOKTER BOLEH DIMINUM ?

Ya, boleh dimakan. Obat dari dokter tetap boleh dimakan dulu bersamaan dengan urin. Hanya beri jarak 1 jam, sebelum dan setelah minum urin. Sebaiknya obat dokter dimakan bersamaan dengan waktu makan pagi , siang dan malam.


KAPAN OBAT DOKTER BOLEH DIBERHENTIKAN ?

Setelah minum urin 1 bulan, lalu check up ke dokter, jika gejala penyakit stabil, bulan berikutnya , obat dokter boleh dikurangi secara bertahap ( konsultasikan kembali dengan dokter anda ). Air seni tetap diminum untuk beberapa bulan sampai betul-betul gejala penyakit tetap stabil.

Nah kalau sudah stabil sekarang boleh dicoba untuk mengurangi dosis urin. Secara bertahap untuk mengurangi maintenance dose ( dosis pemeliharaan sehari-hari ). Jika mula-mula 9 – 10 kali maka, setiap 2- 4 minggu dosis dapat dikurangi 1 kali, jadi dari 10 kali menjadi 9 kali, jika dua minggu lagi masih stabil menjadi 8 kali dst. Umpamanya nanti setelah mencapai hanya 3 kali minum urin  [at]  100 cc, maka penyakitnya kumat, maintenance dose anda adalah 4 kali minum, Dan maintenance dose ini terus diminum untuk seumur hidup anda. Tetapi sudah tidak perlu makan obat lagi.
***************************
 


Ringkasan Buku TERAPI AUTO URIN - Tanya Jawab dan Pengalaman Para Pengguna Air Seni Sendiri
Dalam buku ini, Dr. Iwan mengumpulkan semua pertanyaan yang banyak diajukan tersebut, menyediakan jawabannya, dan menyajikan dalam buku ini agar mereka yang memiliki pertanyaan yang sama dapat dengan mudah mendapatkan jawabannya. Selain itu, diberikannya pula paket-paket terapi auto urin untuk beberapa penyakit yang banyak diderita saat ini seperti penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, diabetes, kanker, dan gagal ginjal. Tak disangkal bahwa terapi ini telah banyak menimbulkan kotroversi. Oleh karenanya, ia berharap agar informasi yang disajikannya dalam buku ini dapat memberi pencerahan bagi mereka yang berminat menjalani terapi ini.

Dimensi : 13.5 x 20 cm; 243 halaman
Harga : Rp. 31.500,00
ISBN : 979-686-801-6
Penerbit : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Tentang Pengarang: Iwan T. Budiarso
Penulis lahir di Pedan, Klaten, pada tanggal 29 Juli 1933. Ia lulus sebagai sarjana kedokteran hewan (cum laude) dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia, Bogor, pada tahun 1960 dan tahun berikutnya meraih gelar doktor hewan dari perguruan tinggi yang sama. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) in Pathology pada tahun 1968 dari Purdue University, West Lafayette, Indiana dan setelahnya, pada tahun 1970, meraih gelar doktor of Philosophy (Ph.D) in Pathology and Mycotoxicology dari universitas yang sama. Ia pernah menjabat Kepala Bidang Patologi (1972-1977) dan Pembantu Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan (1972-1973) Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 1982-1986 ia bekerja sebagai Consultant Pathologist pada Bali Cattle Disease Investigating Unit yang dibiayai International Fund for Agriculture Development (IFAD)/World Bank, di Depansar, Bali.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.277
  • Reputasi: 413
  • Gender: Male
  • not self
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #1 on: 03 August 2010, 02:50:28 PM »
ada yang mau coba? atau sudah coba?
There is no place like 127.0.0.1

Online Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.530
  • Reputasi: 445
  • Gender: Male
  • Forute Tsuyoku Hayaku
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #2 on: 03 August 2010, 03:06:46 PM »
yang pernah saya baca : terapi ini tidak bisa di-cross walau sedarah.. maksudnya di-cross.. misal urine bapak dikonsumsi anak, urine anak dikonsumsi bapak. makanya saya cukup bingung membaca terapi urin ini bisa cross antara ibu ke anak..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Utphala Dhamma

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 109
  • Reputasi: 16
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #3 on: 03 August 2010, 03:55:41 PM »
 [at] Sumedho:
Saya coba waktu mengalami sakit yang menusuk-nusuk di dada kiri (angina pectoris).. Mungkin karena masih ringan dalam empat hari sudah sembuh total dan tidak pernah kumat.

 [at] Forte:
Mungkin urine ibu kandung termasuk aman. Tapi sepertinya paling aman memang menggunakan urine sendiri dengan syarat kondisi ginjal kita sehat.

Online Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.530
  • Reputasi: 445
  • Gender: Male
  • Forute Tsuyoku Hayaku
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #4 on: 03 August 2010, 04:03:56 PM »
FYI.. apakah pada saat anda nyeri dada kiri, anda sampai kesulitan bernafas dan bagai ditimpa beban yang sangat berat. Jika tidak, itu bukan angina :)
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Utphala Dhamma

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 109
  • Reputasi: 16
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #5 on: 03 August 2010, 04:18:19 PM »
 [at] Forte:
Pada saat itu nafas saya sesak dan pada waktu menarik nafas ada nyeri. Tapi nyerinya tidak hanya pada waktu menarik nafas saja. 

Offline hann87

  • Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #6 on: 20 August 2010, 09:10:06 AM »
ha....ha...2X. minum urin, dari orang lain lagi.......
kalo boleh saran :
sebaiknya sebelum memposting artikel teliti dulu kevalidan sumbernya(masalah kesehatan manusia, ambil sumber dari buku yg diterbitkan oleh dokter hewan) dan baiknya jangan cuman pake satu refernsi(buku,internet,majalah,koran dsb).
mengenai suku tempo DOLOE yg suka minum air seni, itu khan masih jaman batu diamana ilmu pengetahuan masih belum semaju sekarang. Jadi kalo zaman sekarang dimana sudah banyak ditemukan obat - obat yg lebih manjur dan steril, terus masih ada orang yg masih percaya untuk minum air seni????
 Sebagai tambahan :
- prose pemebentukan urin (air seni) itu melewati beberapa tahap(filtrasi, reabsorsi.augmentasi) yg diamana bertujuan agar cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh.
- Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter(saluran air seni) adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain
- Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun dari dalam tubuh


Offline hann87

  • Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #7 on: 20 August 2010, 09:16:51 AM »
[at] Sumedho:
Saya coba waktu mengalami sakit yang menusuk-nusuk di dada kiri (angina pectoris).. Mungkin karena masih ringan dalam empat hari sudah sembuh total dan tidak pernah kumat.

 [at] Forte:
Mungkin urine ibu kandung termasuk aman. Tapi sepertinya paling aman memang menggunakan urine sendiri dengan syarat kondisi ginjal kita sehat.


sakitnya menusuk2nya tembus kebelakang ga'?? berapa lama ssat serangannya?? sakitnya menjalar ke tangan kiri?
sebaiknya periksa aja ke dokter ! smoga bisa didiagnosis dengan tepat....
oh ya 1 hal lg : jangan periksakan diri anda(manusia) ke dokter hewan

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #8 on: 20 August 2010, 10:15:39 AM »
ada yang mau coba? atau sudah coba?

ada, kakak kandung saya. operasi berkali2, akhirnya tertarik setelah membaca buku terapi urine, kemudian mencoba dan berhasil. sayapun dianjurkan utk mencoba, tapi saya tolak, sejujurnya saya ga sanggup, saya tidak bisa menelan sesuatu yg saya anggap menjijikkan, entah orang lain. lebih baik menggunakan terapi yang lain. walau terapi ini juga dipakai jaman sang Buddha, tapi saya ga sanggup.

mettacittena,

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #9 on: 20 August 2010, 10:27:51 AM »
[at] Sumedho:
Saya coba waktu mengalami sakit yang menusuk-nusuk di dada kiri (angina pectoris).. Mungkin karena masih ringan dalam empat hari sudah sembuh total dan tidak pernah kumat.

 [at] Forte:
Mungkin urine ibu kandung termasuk aman. Tapi sepertinya paling aman memang menggunakan urine sendiri dengan syarat kondisi ginjal kita sehat.


sakitnya menusuk2nya tembus kebelakang ga'?? berapa lama ssat serangannya?? sakitnya menjalar ke tangan kiri?
sebaiknya periksa aja ke dokter ! smoga bisa didiagnosis dengan tepat....
oh ya 1 hal lg : jangan periksakan diri anda(manusia) ke dokter hewan

kasihan ah bro Utphala Dhamma....masak ke dokter hewan....

bro Utphala Dhamma yg baik, kok sama ya, saya begitu sejak dahulu, bahkan waktu masih kerja di Bank Niaga, sering pingsan bahkan (mungkin kecapean krn lembur). pernah juga pingsan dirumah kakak, jadi nya kakak tahu yg selama ini tidak tahu saya sering pingsan. saya kemudian terapi pijat, sembuh. saya sudah ga pernah pingsan lagi sejak th.1990. apalagi ponakan (anak dari kakak saya tsb sering juga pingsan) kasih sy tips, pada saat dia mo pingsan dia segera membentak hatinya sendiri, agar jangan pingsan, dan berhasil. sehingga saya coba, entah karena saya sembuh dari terapi pijat (seorang suster yg beralih profesi pijat bayi, tapi sy jadi ikutan pijat dg beliau) atau mencoba tips dia. sehingga terapi urine bagi saya masih ngeri. sory ya...

mettacittena,

Offline heri_yanto

  • Teman
  • **
  • Posts: 74
  • Reputasi: 3
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #10 on: 02 September 2010, 12:31:55 AM »
mau nanya ne,, tu kalo cewek yang jalanin terapi ini, berarti pas cewek nya lagi datang bulan gitu, gak bisa jalanin ne terapi donk ya untuk sementara? ato tetap boleh?
 ;D ;D
dan apakah setiap urin yang keluar itu boleh di minum semua asal berwarna putih? ato ada jam yang udah di tentuin?
 _/\_

Offline Utphala Dhamma

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 109
  • Reputasi: 16
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #11 on: 02 September 2010, 01:01:34 AM »
mau nanya ne,, tu kalo cewek yang jalanin terapi ini, berarti pas cewek nya lagi datang bulan gitu, gak bisa jalanin ne terapi donk ya untuk sementara? ato tetap boleh?
 ;D ;D
dan apakah setiap urin yang keluar itu boleh di minum semua asal berwarna putih? ato ada jam yang udah di tentuin?
 _/\_

Syarat mutlak adalah ginjal kita sehat. Mengenai saat wanita sedang datang bulan, mungkin sebaiknya libur dulu terapi urine-nya.

Air seni yang diambil adalah aliran bagian tengah. Air ujung yang keluar pertama dibuang dulu, baru aliran bagian tengab ditampung semua. Aliran akhir sebelum berhenti kencing juga dibuang. Setelah ditampung, aliran tengah segera diminum (tidak boleh lebih dari lima menit). Lewat dari lima menit akan terjadi proses oksidasi, sehingga urin akan berubah rasa dan bau.  Mengenai dosis, sudah dijelaskan di atas. Disarankan sewaktu melakukan terapi urine, mengurangi konsumsi protein dan lemak hewani agar urine tidak terlalu berwarna dan asin.  :)

Offline heri_yanto

  • Teman
  • **
  • Posts: 74
  • Reputasi: 3
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #12 on: 02 September 2010, 01:10:27 AM »
kalo urine berwarna gitu tetep boleh di minum ya?  ;D

Offline Utphala Dhamma

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 109
  • Reputasi: 16
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #13 on: 02 September 2010, 01:28:26 AM »
Boleh, selama ginjal kita sehat dan sesuai aturan pakai  ^:)^.

Offline Buddhiser

  • Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: KHASIAT TERAPI URIN
« Reply #14 on: 11 January 2013, 11:57:39 AM »
sy register hanya mau comment ini aja, kalian pada sedikit menyindir periksa penyakit ke dokter hewan.. ck ck ck...
yang belum pernah coba, jangan pernah sesekali menyindir seperti itu, sebagai Buddhis, kurang bijaksana.. (agak sedikit, maaf, sotoy)
yang sudah pernah coba, baru tahu "Ohhh trnyata air seni kita sendri itu, mantap sekali rasanya"...
bukti dari manusia sudah ada, tetapi ada aja yang selalu menyangkal
silahkan dicoba, ini zaman Sang Buddha juga dipakai kok..

semoga membantu