apollonian
URL pendek: http://dhct.ws/f13856.30 | Berbagi di Twitter

Author Topic: 3 x 8 = 24?  (Read 2483 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 75
  • -Receive: 65
  • Posts: 5.124
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
3 x 8 = 24?
« on: 24 November 2009, 11:37:24 AM »
For our insight in our daily life…



Yan Hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik.
Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain
sedang dikerumuni banyak orang.
Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah
diperdebatkan lagi.”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa
minta pendapatmu?
Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusus.
Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.”

Yan Hui: “Baik, jika Confucius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain: “Kalau Confucius bilang saya salah, kepalaku aku potong
untukmu.
Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confucius. Setelah
Confucius tahu duduk persoalannya, Confucius berkata kepada Yan Hui sambil
tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah.
Berikan jabatanmu kepada dia.”

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.
Ketika mendengar Confucius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia
berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confucius tapi hatinya tidak sependapat.

Dia merasa Confucius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar
darinya.
Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga.
Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.
Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confucius memintanya cepat kembali
setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasihat : “Bila hujan
lebat, janganlah berteduh di bawah pohon.
Dan jangan membunuh.”

Yan Hui menjawab, “Baiklah,” lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya
sudah mau turun hujan lebat.
Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasihat
Confucius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi.
Dia meninggalkan pohon itu.
Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur.
Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang?
Yan Hui tiba di rumahnya saat malam sudah larut dan tidak ingin mengganggu
tidur istrinya.
Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya.
Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri
ranjang dan seorang lagi di sisi kanan.
Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.
Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasihat Confucius,
jangan membunuh.
Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah
adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confucius, berlutut dan berkata:
“Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”

Confucius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun
hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah
pohon.
Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru
mengingatkanmu agar jangan membunuh”.

Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Jawab Confucius : “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga.

Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.
Cobalah kamu pikir.
Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan
jabatanmu.
Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah
dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih
penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih
utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.”

Sejak itu, kemanapun Confucius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

==================
_/\_ :lotus:
« Last Edit: 27 November 2009, 03:59:01 PM by gachapin »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

 

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 32
  • -Receive: 54
  • Posts: 821
  • Reputasi: 3
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #31 on: 27 November 2009, 05:28:42 PM »
ternyata kebijaksaan tidak keluar dari logika. tetapi ia melampui batas logika.

logika tanpa kebijaksaan, akan bersifat lokal.

8x4 itu memang bnar 24. ini kebenaran lokal.

tapi mata kebijaksanaan confusius tidak hanya melihat kebenaran lokal saja, dia dapat melihat lebih banyak realitas kebenaran, sehingga dengannya logika-logika lainnya dapat ditemukan.

hmmm....

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 85
  • -Receive: 42
  • Posts: 1.102
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #32 on: 27 November 2009, 05:45:59 PM »
klo seandainya muridnya juga bertaruh nyawa gimana? psti confusius jadi confused
Dhamma sang Bhagava telah sempurna dibabarkan; berada sangat dekat; tak lapuk oleh waktu; mengundang untuk di buktikan; menuntun ke dalam batin; dapat di selami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing;

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 85
  • -Receive: 42
  • Posts: 1.102
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #33 on: 27 November 2009, 05:47:17 PM »
rasanya org dulu (sekarang juga) banyak yg hobi BERTARUH...

gimana kalau BERTARUH pakai isteri ?...........bolehkah???

soalnya sih org kaya ini salah satu dari empat istrinya
ada yg qualitynya kurang bagus... jadi mau di lego gitu...

=))
di lego..klo kalah..gpp, toh bisa nyari yg baru...
klo menang, yah bisa di pake buat taruhan yg laen lagi :)
Dhamma sang Bhagava telah sempurna dibabarkan; berada sangat dekat; tak lapuk oleh waktu; mengundang untuk di buktikan; menuntun ke dalam batin; dapat di selami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing;

Offline wen78

  • Sebelumnya: osin
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 23
  • -Receive: 76
  • Posts: 896
  • Reputasi: 51
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #34 on: 28 November 2009, 05:06:40 PM »
ada cerita Zen juga yg seperti ini, mungkin pada sudah tau ;D
aye kopas lagi ;D

Suatu hari seorang Master Zen memanggil kedua muridnya untuk diajarkan sebuah prinsip baru dalam hal meditasi. Kedua murid beliau menghadap dan dengan tekun belajar. Singkat cerita, keduanya pun dapat menyelesaikan pelajaran itu dengan baik. Keluar dari padepokan belajar, kedua murid tersebut terlibat dalam diskusi mengenai prinsip yang baru dipelajari. Diskusi itu akhirnya bermuara pada tafsir yang berbeda. Untuk memastikan tafsir siapa yang benar, kedua murid tersebut sepakat untuk menemui guru mereka satu per satu.
Murid pertama, dengan panjang lebar mencoba memberikan argumentasinya sejauh pemahamannya. Sang guru kemudian mengatakan, "Kamu benar!." Dengan rasa senang dan bangga murid pertama itu keluar dari ruang sang guru untuk memberikan kesempatan kepada murid kedua menghadap. Setelah mendengar argumentasi murid kedua, sang guru berkata, "Kamu benar!." Asisten sang guru yang berada di ruangan itu menjadi bingung mendengar jawaban gurunya yang membenarkan kedua muridnya yang jelas-jelas memiliki tafsir berbeda. Dia lantas protes, "Guru, bagaimana mungkin pandangan dua murid yang berbeda tadi dua-duanya guru katakan benar ?". Mendengar protes itu, sang guru pun tersenyum dan menjawab, "Kamu juga benar!."


kl di terapkan di cerita TS, mungkin guru nya akan menjawab "dua2 nya benar, tapi bagi saya 3x8=10" :))
The one word 'imbecile!' uttered from the guts conveys more than any hundred words defining it - Philip Kapleau Roshi

You're always satisfied with an antivirus...until you got a virus!

The first utterance about truth, is the first step down the path of deceit - Ram Tzu

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 32
  • -Receive: 54
  • Posts: 821
  • Reputasi: 3
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #35 on: 29 November 2009, 03:17:28 PM »
 [at] wen

amatlah berat untuk mengatakan "kamu benar".

padahal sebagian orang bertanya tidak selalu mencari informasi yang benar dan tidak selalu siap disalahkan, melainkan hanya mencari pembenaran. tidak ada gunanya untuk mengatakan "kamu salah" kepada mereka yang tidak siap mengerti.

tetapi, bila confisius membenarkan 3x8=23, maka bagaimana bila kelak orang tersebut akan meneruskan ajaran yang salah kepada orang lain bahwa 3x8=23? demikian juga dua murid zen, bila master zen menilai benar terhadap kalimat yang salah, bagaimana bila kelak murid zen tersebut mnyebarkan ajaran yang salah kepada orang lain. tidakkah menjadi kamma buruk bagi guru zen tersebt karena telah menyebabkan orang lain memiliki pandangan salah (ditti)?

Offline wen78

  • Sebelumnya: osin
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 23
  • -Receive: 76
  • Posts: 896
  • Reputasi: 51
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #36 on: 29 November 2009, 04:51:02 PM »
tetapi, bila confisius membenarkan 3x8=23, maka bagaimana bila kelak orang tersebut akan meneruskan ajaran yang salah kepada orang lain bahwa 3x8=23?

kebenaran akan terungkap, bila alasan dibalik Confucius membenarkan 3x8=23 terungkap yaitu demi menyelamatkan 1 nyawa.
mungkin kebenaran ini ikut terbawa dalam kubur dan tidak ada yg mengetahuinya.
namun setidak2nya 1 nyawa telah tertolong dan hanya nama Confucius lah yg tercoreng.
serta sesungguhnya Confucius tidak mengajarkan 3x8=23, tetapi si pembelilah (di cerita atas) yg mengajarkan 3x8=23 ;D



demikian juga dua murid zen, bila master zen menilai benar terhadap kalimat yang salah

kisah Zen diatas, guru Zen membenarkan kedua2nya karena sebagai seorang guru mengetahui tingkat pemahaman murid2nya. sehingga yg 1 mengatakan A adalah benar, karena memang tingkat pemahamannya baru sampai taraf A, dan begitu pula sebaliknya pada B.


bagaimana bila kelak murid zen tersebut mnyebarkan ajaran yang salah kepada orang lain. tidakkah menjadi kamma buruk bagi guru zen tersebt karena telah menyebabkan orang lain memiliki pandangan salah (ditti)?

bila kelak murid tersebut mengajarkan sesuai pemahamannya, sesungguhnya bukanlah sebuah ajaran yg salah, tetapi ajaran yg belum sempurna.

begitu pula saya memahami cerita Zen ini dan penjelasan saya ke bro Deva19. mungkin belum sempurna dalam menjelaskannya, dan mungkin akan lebih sempurna 10thn lagi... dan mungkin juga 10 thn lagi tetap aja sama seperti yg sekarang dan gak berkembang :))




bagi saya, inti cerita2 diatas, bukan mengajarkan kita untuk membenarkan jika orang lain mengatakan sesuatu yg salah, tetapi mengajarkan kebijaksanaan dalam memahami sisi pemahaman orang lain, kebijaksanaan dalam bertindak, segala sesuatu jangan ditelan bulat2, dan jangan ngotot dengan pandangan sendiri ;D
« Last Edit: 29 November 2009, 04:52:58 PM by wen78 »
The one word 'imbecile!' uttered from the guts conveys more than any hundred words defining it - Philip Kapleau Roshi

You're always satisfied with an antivirus...until you got a virus!

The first utterance about truth, is the first step down the path of deceit - Ram Tzu

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 255
  • -Receive: 228
  • Posts: 7.648
  • Reputasi: 137
  • Gender: Male
  • create U R own PIE!
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #37 on: 29 November 2009, 06:38:45 PM »
Apakah taruhan boleh dibatalkan apabila disetujuin oleh kedua belah pihak ?

Menurut gw sih bukan harga mati....,
jadi lebih baik kedua org yg suka taruhan tsb dididik kembali,
dan taruhan dibatalkan.

seharusnya guru bertanya : sejak kapan dan dari mana kalian berdua belajar suka bertaruh...?  :P :P

Apakah murid Buddha dahulu juga ada yg suka bertaruh ?
:)
« Last Edit: 29 November 2009, 06:41:59 PM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 32
  • -Receive: 54
  • Posts: 821
  • Reputasi: 3
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #38 on: 30 November 2009, 09:10:37 AM »
Quote from: wen78
begitu pula saya memahami cerita Zen ini dan penjelasan saya ke bro Deva19. mungkin belum sempurna dalam menjelaskannya, dan mungkin akan lebih sempurna 10thn lagi... dan mungkin juga 10 thn lagi tetap aja sama seperti yg sekarang dan gak berkembang laugh

nice post!

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 16
  • Posts: 1.202
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #39 on: 30 November 2009, 09:24:28 AM »
Namanya juga cerita tak perlu diambil serius, lagi pula benar tidak isi cerita itu, siapapun bisa mengarang seperti itu, termasuk g, G ganti bukan konficius gimana kalo g ganti Buddha, gimana pandangan loe orang, apa Buddha ngak ajarin judi ?. Namanya juga cerita suka - suka sipengarang, Lagi pula yang u baca belum kejadian, atau ngak ada bukti terjadi, ambil point baiknya aja, ini ngak ada bedanya dengan cerita zen.

Offline exam

  • Sahabat
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 6
  • -Receive: 21
  • Posts: 482
  • Reputasi: 6
Re: 3 x 8 = 24?
« Reply #40 on: 02 December 2009, 03:15:28 PM »
masih ingat cerita 1 ons berapa gram ?
kira-kira begini, gak tahu bener apa enggak sih

ada orang indo, kerja di luar negeri (jerman kalo gak salah)
kerjanya kalo gak salah nyampur adonan utk product

si orang indo ini taunya 1 ons = 100 gram
jadi dia nyampur adonan sesuai yang dia tahu bener
akhirnya adonannya selalu gak lolos QC (quality control)
and akibatkan kerugian (belum sampe kerugian nyawa sih)

bossnya lalu investigate dan ketahuan biang keroknya si orang indo ini
di interogasi
kata orang indo, dia dulu sekolah emang di ajarin begitu kalau 3x8=23  eh kalo 1ons=100gram

boss bilang ok U cari and tunjukkan buku ame I  
kalau 1 ons = 100gram
kalo loe bisa tunjukkin buku yg bilang seperti itu, you gw maafkan
selanjutnya gw lupa ceritanya gimana.....silahkan cari di google

nah bisa  bayangkan kalo si pembeli kain memegang kata-kata confucius ????
bakal ada akibat-akibat yg lebih buruk di masa datang
mungkin kerugian materi
lebih parah lagi kehilangan nyawa  atau beberapa nyawa ?

so u decide............apakah confucu akan membiarkan 3x8=23  kalo dia kepikiran si pembeli kain bakalan kerja di jerman ngaduk adonan ?
« Last Edit: 02 December 2009, 03:19:13 PM by exam »