hehe.. umur gak jaminan dewasa lho..
gw juga gak dewasa2 amat.. padahal hampir kepala 3 juga.. makanya juga tahu diri deh.. cari cew yang lumayan mau mengerti.. intinya harus ada kecocokan antara satu dengan yang lain..
jg inget nasehat mamie saya:
"cowok tu..... sampai kapanpun adalah "bayi" sekalipun da tumbuh kumis & jenggot"
dalam artian: kekanakannya tetap ada.... sampai tuwir..... wkwkwkwk....
I LOVE YOU, MAM....
Saya harus membela diri nih.
Dalam kehidupan manusia terdapat tahapan perkembangan prikologis. Saya melihat pada saat seseorang mencapai usia 25 kalau cepat atau 28, apa yang saya sering lihat dia akan mengalami masa transisi. Ngaku aja deh, waktu berusia 25 hingga awal 27, itu adalah masa yg paling berat dalam hidup saya. Saat itu, saya tidak mampu melihat setitik pun cahaya kehidupan. Semuanya serba gelap. Saya sangat bersyukur karena ada orang-orang keren yang mendampingi saya. Mereka selalu setia; tidak pernah mengeluh tetapi tetap gigih membimbing saya. Hasilnya sekarang sih saya melihat jauh lebih baik.
Saya melihat dalam beberapa kasus banyak orang saat mengalami masa transisi yang tidak tahan sehingga mereka nekad untuk bunuh diri. Karena itu, kita perlu memahami kondisi batin orang itu.
Berbicara soal kedewasaan, biasanya setelah masa transisi dilewati kedewasaan akan muncul. Tetapi itu juga tergantung sejauh mana ia mendapatkan bimbingan dan arahan. Bagi mereka yang mendapatkan pengarahan lebih baik tentu akan lebih mapan. Namun mereka yang tidak mendapatkan bimbingan secara konsisten, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa melihat kedewasaan batinnya.
Jujur saja saya bukan psikolog, tetapi sejak dari kecil saya selalu mempelajari kepribadian orang. Saya selalu berusaha melihat apakah ada orang-orang yang secara psikologis konsisten; artinya stabil. Sejauh ini saya telah bertemu dengan jutaan orang. Saya hanya menemukan satu wanita yang dapat saya katakan sebagai top-class woman. Mungkin wanita ini berusia kurang lebih 40 tahun. Dia adalah seorang pengacara dan aktivis Buddhist yang luar biasa. Untuk lelaki, saya telah menemukan dua atau bahkan tiga karena yang satu ini saya hanya bertemu beberapa kali. Saya tidak melihat jiwa kekanak-kanakan dalam diri mereka. Mereka selalu konsisten dari awal hingga akhir. Mereka akan berbicara secara konsisten baik saat berada di hadapan kita maupun saat kita tidak lagi di hadapannya. Karena itu, kalau Sdri. Nick setuju dengan pendapat mama yang mengatakan bahwa cowok tetap memiliki jiwa kekanak-kanakan hingga tua, saya tidak setuju. Saya tidak berusaha untuk membela kaum lelaki tetapi ini adalah hasil research yang telah saya lakukan selama beberapa tahun.
Kalau Sdri. Nick punya sanggahan saya persilakan.