pengalaman saya ttg cinta hmm..., mengingat kembali rasanya betapa bodoh nya saya yg dulu,
andai itu di film kan dan saya nonton, mungkin saya sudah memaki-maki betapa tolol-nya pemain di film itu [ diri saya ] dan betapa ke-kanak-kanakan nya wanita itu...
kalau di teliti, penderitaan ada sebab-nya..dan anda sendiri sudah tahu "mengapa anda menderita"
sebab-nya karena anda mencintai begitu dalam wanita itu lalu anda MENDERITA.....
lalu "kebodohan" apa lagi yang anda lakukan hingga memilih menderita/mencintai?
lepaskan cinta bro..lepaskan...
ini ibarat bro jw bilang, anda sudah tahu tangan anda sakit karena menggenggam terlalu kuat, tapi anda masih menggenggamnya kuat-kuat.....siapakah yang bodoh?
kalau mau lebih dalam lagi, pakai asubha kamma tanha.....pasti clear. ^^
---------------------------------------------------
Dia menganggap saya tidak serious dlm hub ini, ga mau ngerti dia, ga benar2 sayang....
cos saya spt menunda-nunda untuk meresmikan hub ini.....
pdhl ga spt itu..... banyak hal yg mesti saya slesaikan... kuliah, kerjaan, keluarga, dll...
Ketidak-sabarannya menunggu semua berjalan apa adanya itulah yg memicu pertengkaran
dan pada akhirnya kami berpisah dgn kemarahan di pihak dia...
Hmmm...... klo saya call dia..... berarti saya hrs siap meninggalkan semuanya...
omg...... bukan spt itu yg saya inginkan....
biasanya terjadi pada wanita yang masih umur 20-25.....lewat dari itu biasa-nya sudah agak dewasa dan mengendalikan emosi...
yup.... tahun depan get married...
komunikasi ga da masalah & saya da jelasin semuanya,
tp dia malah anggap saya ga serious & ga ngerti dia, jd dia marah mlulu...
(sering emosi, marah, trus minta maaf, begitu terus.... cape deh...)
karakternya yg penuh emosi & tidak sabar jg menjadi kendala bagi saya untuk
melangkah lebih jauh..... skrg aja kyk gini.... bgmn kelak.....?
saya tau, sbnrnya dia care banget..... dan ini yg buat saya ga mudah melupakan dia.
ayo lah bro, tanyakan diri sendiri kenapa memilih dia....lalu stop lah mengeluh dalam batin anda...karena yang salah itu anda.

maaf kalau tidak berkenaan, may u be happy