topic short url: http://dhct.ws/f12266

Author Topic: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?  (Read 12485 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« on: 04 August 2009, 12:18:15 AM »
"Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri pula seseorang ternoda. Oleh diri sendiri kejahatan tidak dilakukan, oleh diri sendiri pula seseorang menjadi suci. Suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri; tak seorang pun dapat menyucikan orang lain."

(Sutta Pitaka, Khuddaka Nikaya: Dhammapada, 165)
[/b]



Bagaimana umat berdoa selama ini? Ada yang ke vihara/kelenteng dan meminta berkah pada patung dewa-dewi. Ada yang berdoa di hadapan langit untuk memohon berkah Tuhan dan dewa-dewi. Ada yang di depan altar dan membaca doa/paritta/mantra/keng lalu disalurkan bagi kebahagiaan makhluk lain dengan harapan jasa baik dari perbuatan tersebut melimpahkan kebahagiaan dan membebaskan orang tersebut dari penderitaan. Ada lagi yang curhat dalam hati dengan Tuhan/dewa-dewi di ruangan kamar. Agama lain pun memiliki cara berdoa sendiri yang apabila kita tidak mengerti seringkali kita menertawakan cara orang berdoa yang berbeda-beda. Tetapi sangat disayangkan jika ada orang dari agama tertentu merendahkan cara berdoa umat dari agama lain dan menganggap cara mereka sendiri adalah yang paling benar!

Mereka yang menganggap caranya berdoa adalah yang paling benar dan merendahkan cara berdoa orang lain adalah orang yang benar-benar rendah! Mungkin agamanya sendiri telah mengajarkan untuk merendahkan penganut agama lain, atau mungkin karena cara berpikirnya sendiri yang picik dan fanatik. Apa pun alasannya, seharusnya seseorang tidak merendahkan cara berdoa agama lain atas dasar toleransi dan keterbukaan atas perbedaan!

Bagi seorang Buddhis, cara berdoa yang benar bukanlah dengan meminta dan memohon pada dewa-dewi meskipun hal itu tidak dilarang. Sang Buddha sangat memaklumi cara umat awam yang masih terikat kehidupan duniawi. Setiap manusia mengharapkan kesejahteraan bagi dirinya sendiri dan kebahagiaan keluarganya. Setiap orang mendambakan kehidupan yang bahagia. Tidaklah salah jika mereka berdoa bagi kebahagiaannya dengan memohon para dewa untuk melindungi dan melimpahkan kebahagiaan bagi keluarganya.

Tetapi perlu diingat bahwa para dewa-dewi adalah makhluk yang hidup dalam kebahagiaan surgawi. Mereka memang dapat membantu manusia, seperti halnya manusia yang saling tolong-menolong, tetapi masih dalam batasan-batasan tertentu, dan semuanya kembali kepada apakah kita memiliki simpanan karma baik yang memungkinkan kita untuk ditolong oleh para dewa tersebut, seperti halnya dokter yang bisa mengobati penyakit kita selama ada obat dan selama penyakit kita masih dapat disembuhkan, serta disiplin kita sendiri untuk memenuhi anjuran dokter.

Dalam berdoa, kita tidak perlu bertele-tele atau panjang-panjang. Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, jikalau Ia memang ada, maka Ia sudah mengetahui sejak semula apa yang paling kita harapkan karena sifat Ke-MahaTahu-anNya, dan Ia berkuasa atas doa-doa kita karena sifat ke-MahaKuasa-anNya. Berdoalah jika hal itu dapat lebih menenangkan diri kita atas masalah-masalah yang kita hadapi. Katakan kepada Tuhan bahwa kita percaya bahwa Dia sudah mengetahui apa yang paling kita harapkan, sehingga kita tidak perlu curhat panjang-lebar, buang-buang waktu, kecuali kita percaya bahwa Tuhan tidak tahu kebutuhan kita sebelum kita menceritakannya. Oh, Tuhan, Kau tahu yang kumau!

Sekalipun kita tidak percaya keberadaan Tuhan, hal itu tidaklah terlalu bermasalah. Bahkan seorang Buddhis dituntut untuk menjadi mandiri. Seorang Buddhis yang sudah lebih jauh pemahamannya tentang hukum karma sangat yakin bahwa segalanya tergantung kepada diri sendiri. Tidak ada kekuatan eksternal yang mampu menghalangi proses kerja hukum ini bahkan seorang Buddha sekalipun tidak memiliki kuasa untuk mengatur hukum kehidupan ini. Setiap manusia harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada diri sendiri atas segala yang dikerjakannya. Karena dia sendiri yang berbuat, dia sendiri pula yang harus bertanggung-jawab. Dalam konteks ini, Tuhan ada atau tidak mengawasi kita, seseorang tetap harus berbuat yang baik dan menghindari yang jahat karena adanya hukum moral yang bekerja di alam semesta ini yang berlaku universal. Seperti halnya setiap orang hendaknya mematuhi peraturan bukan karena ada polisi tetapi karena ada hukum yang mengatur setiap pelanggaran.

Sang Buddha mengajarkan kita untuk bermeditasi dengan instropeksi ke dalam diri, mengalahkan keinginan-keinginan kita sendiri yang disebabkan oleh keakuan. Jika kita sudah dapat sampai tahap ini, berdoa tidaklah penting lagi karena kita menyadari bahwa segala penderitaan sesungguhnya berasal dari dalam diri sendiri dan oleh karena itu harus dibasmi dari akar-akarnya, yakni dari dalam diri sendiri, bukan dengan memohon perlindungan eksternal. Tidak seorang pun dapat menyelamatkan yang lain, bahkan seorang dewa brahma sekalipun tidak dapat membebaskan kita dari penderitaan samsara (arus kelahiran kembali)! Hanya oleh diri sendirilah pembebasan mutlak nibbana dapat dicapai melalui usaha yang gigih seperti yang telah dicapai oleh Sang Buddha! (bd)

Thx to: Singthung
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #1 on: 04 August 2009, 06:21:21 AM »
Jika doa salah satu hal yg bermanfaat, knpa tidak??
Tidak smua masalah dan peristiwa, yang dapat mengandalkan sang 'diri'. . .Ada saatnya manusia itu tak berdaya.
« Last Edit: 04 August 2009, 06:28:26 AM by Johsun »
CMIIW.FMIIW.

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #2 on: 04 August 2009, 06:52:04 AM »
Jika sekiranya saudara kita, sobat kita, dan lain2 yg melakukan perjalanan jauh, kmudian batin kita merasa gak tenang oleh keselamatan mereka, maka dngan apa batin ini ditenangkan, oleh karna doa lah batin kita merasa tenang, dngan berdoa seperti ini kira2, ya Tuhan, lindungilah mereka dalam perjalanan, dan jauhkanlah mereka ini dari pertemuan dngan orang2 yang berniat jahat, dan lindungilah mereka sekiranya selamat sampai tujuan, semoga Tuhan mengabulkan, atau dngan cara doa lain . . .Dan sbgainya, maka batin melupakan keunegunegkan itu, dan yakin bhwa sekiranya Tuhan mengabulkan, meletakkan masalah yg diluar kemampuan kita kpada Dia. Kira2 berdoa ini brmanfaat atau tidak?
Saat kita keluar pintu rumah, kita pun gak akan pernah tau apakah ketemu orang yg punya niat jahat ataupun mgkin ketemu sesuatu yg buruk? Maka dngan apakah ini diandalkan? Dngan doa kpada Tuhan, yang sekiranya Dia mengabulkan.
Lagi misalnya kita ingn bkerja namun tak ada lowongan dimana2, maka ia mencoba serius berdoa, tak lama seorang penjual koran datang, tak sngaja koran tsb ada yg jatuh di dpan rumah. Kemudian dia mungut, sambil membaca, disitu ada yg tertulis butuh karyawan sesuai kriteria, dan ia melamar, dan ia diterima. Nah ini  doa kpada Tuhan berperan atau tidak?
CMIIW.FMIIW.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 215
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #3 on: 04 August 2009, 07:08:43 AM »
Adakah berdoa utk spt kencing, BAB yg tidak bertele-tele atau panjang-panjang?

tapi kalau utk kencing yg berbuih, kuning, keruh, dst...
   apakah lebih baik perbanyak minum air atau cukup dgn berdoa ?

trims sebelumnya
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #4 on: 04 August 2009, 07:16:16 AM »
Terserah kamu deh, ko johan, huehehe
CMIIW.FMIIW.

Offline indera_9

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 206
  • Reputasi: 24
  • Gender: Male
  • ......
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #5 on: 04 August 2009, 07:38:06 AM »
Sesungguhnya selama seseorang bisa mendapatkan ketenangan dengan cara berdoa, itu adalah hal wajar yang dapat dilakukan. Namun, perlu diperhatikan di sini, bahwa kita sebagai manusia, jangan hanya mengandalkan doa, harus disertai usaha. Jangan sepenuhnya menyerahkan segala sesuatunya pada doa.

Pepatah mengatakan "Berdoa tanpa usaha adalah sia-sia"  :)
Hatred doesn't cease through hatred at anytime. Hatred ceases through love. This is the unalterable law

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #6 on: 04 August 2009, 08:37:38 AM »
Copas;
Mario Teguh Golden Ways Edisi 22 Februari dengan tajuk "Sikap Terbaik dari Keadaan Terburuk":
Manusia lebih mudah mengingat kejadian buruk daripada kemungkinan baik
Tugas manusia bukan menduga takdir dari Tuhan, namun menjadikan diri kita pantas untuk takdir yang baik
Manusia menjadi utuh jika tidak memiliki dirinya sendiri
Bagaimana mungkin orang yang membayar setengah - setengah mendapat bagian yang penuh?
Takdir tidak baik itu pendapat pribadi. Pada dasarnya semua takdir itu baik
Kehilanganlah hal - hal buruk
Mengapa kita melihat hidup tidak baik? Yang dirubah bukan hidupnya, namun dusut pandangnya
Bila anda ingin mengundang campur tangan Tuhan, lakukanlah hal yang lebih besar dari pada apa yang bisa ditangani oleh anda
Yang namanya mungkin, itu kan masalah pendapat. Sekarang, berapa sering anda tidak tepat dalam berpendapat?
Bukan yang mungkin anda capai, tapi apa yang ingin anda capai!
Manusia bernilai dari apa yang diberikan kepada manusia lain
Hidup berdasarkan buku petunjuk agar arah anda tepat!
Setiap orang dapat bermimpi, tapi yang membedakannya adalah tindakannya
Cara menyiksa diri yang terbaik adalah dengan memimpikan hal yang besar, namun menyangsikan diri sendiri: Apakah diri anda pantas untuk mencapainya, apakah anda mampu melakukannya, menunda - nunda tindakan untuk mencapainya, dll
Apapun yang anda lakukan, harus menjadikan diri anda lebih besar dari diri anda sekarang
Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan hal yang penuh berkat jika menempuh cara -cara yang tidak diberkati?
Kalau anda ingin menjadi pemimpin besar, rayakan kehebatan orang lain!
Karena hati tidak bisa ditunjukkan, ungkapkan!
Sebenarnya tidak bisa yang anda miliki. Semua yang anda miliki itu titipan!
Dia yang "memiliki" (maksudnya, berserah diri kepada) Tuhan memiliki segalanya, karena Tuhan memberikan apa yang dimiliki-Nya kepada dia.
Apabila anda ingin kehidupan yang cerah, pilihlah pemandangan yang cerah
Tidak mungkin anda menjelekkan orang jelak. yang di jelekkan selalu hal yang baik
Jika anda ingin kehidupan yang serasi, Sepakatlah bahwa tidak semua hal tidak harus disepakati bersama
Orang akan berlaku baik jika ekspresi wajah yang anda berikan juga baik
Tidak ada yang tidak bisa dikuatkan oleh Do'a
Apapun yang anda pikirkan, apapun yang anda yang anda rasakan, atau apapun yang anda lakukan, utuhkanlah dengan do'a, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Satu hal yang saya notice dari Mario Teguh: Beliau menunjukkan manfaat dari keberimanan, and it rocks. Inviting. Berapa banyak para pemuka Agama yang mengajak masyarakat untuk ber-Tuhan namun tidak menunjukan manfaat dari keber-Tuhanan itu? Ya jelas masyarakat menjadi semakin jauh. Satu hal yang saya pahami: Manusia cenderung bergerak jika mereka mengetahui apa untungnya untuk mereka. Kalau manusia ditunjukkan apa manfaat dari beriman, maka semakin banyak orang yang beriman. Pertanyaannya adalah: Bagaimana caranya menunjukan manfaat dari keberimanan? Just Do It. Aplikasikan keberimanan anda, dan perlihatkan bahwa hidup anda menjadi baik karena keberimanan itu. Ketika orang bertanya kepada anda mengapa hidup anda menjadi baik, katakan bahwa anda menjadi baik karena keberimanan anda.
P.S.
Saya terkagum - kagum pada poin ini:
Bila anda ingin mengundang campur tangan Tuhan, lakukanlah hal yang lebih besar dari pada apa yang bisa ditangani oleh anda
Yang namanya mungkin, itu kan masalah pendapat. Sekarang, berapa sering anda tidak tepat dalam berpendapat?
Dia yang "memiliki" (maksudnya, berserah diri kepada) Tuhan memiliki segalanya, karena Tuhan memberikan apa yang dimiliki-Nya kepada dia.
Benar - benar menunjukan keindahan dari keberimanan (meyakini ke-Besaran Tuhan) Pendapat anda?
« Last Edit: 04 August 2009, 08:39:39 AM by Johsun »
CMIIW.FMIIW.

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #7 on: 04 August 2009, 08:59:09 AM »
Berdoa adalah cara orang malas agar merasa dia mengerjakannya.
i'm just a mammal with troubled soul



Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #8 on: 04 August 2009, 09:19:55 AM »
Contoh saja ya hehehe,
Coba silahkan tanya mama kamu, ketika dia sedang hamil dan hndak melahirkan kamu, mgkin dia brkata kpada Shangti, oh Shangti semoga aku dapat melahirkan dengan selamat dan semoga bayi kami selamat? Dan kamu pun bisa besar hngga sekarang.
Nah, doa ini suatu kemalasankah?
CMIIW.FMIIW.

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #9 on: 04 August 2009, 09:22:17 AM »
^
    ::)  ntar tanya ke nyokap deh ^-^

btw.. yup suatu kemalasan yg kurang kerjaan
i'm just a mammal with troubled soul



Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #10 on: 04 August 2009, 09:24:03 AM »
Hehe untung kmu gak trsinggung , hehe . . .Namaste. . . . .
CMIIW.FMIIW.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #11 on: 04 August 2009, 09:29:09 AM »
Berdoa adalah cara orang malas agar merasa dia mengerjakannya.

Berdoa itu bukan suatu larangan. tapi kalo berdoa itu bisa memotivasi seseorang kenapa tidak? kembali lagi ke diri masing2..apakah mereka menganggap ini sebagai cara yang bijaksana?..^^
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #12 on: 04 August 2009, 09:37:21 AM »
Humor Kehidupan mengenai doa :

DOA Memaksa

Bila kamu kamu yang sedang jatuh cinta dengan lawan jenis kamu dan kamu ragu untuk mengatakan nya, kamu gak perlu khawatir akan itu, berikut ini ada sebuah doa untuk mempererat ikatan jodoh kamu, dimana kamu bisa mencobanya karena doa ini sangat manjur dan sudah di buktika, kalo sampai gagal jaminan uang kembali  100% manjur deh  
harap di baca dengan seksama doanya agar bisa lebih manjur

Ya *****… dengarkan lah doa hambamu ini……!

Hambamu ini kini sedang jatuh cinta pada seseorang yang sangat hambamu sayangi,..

Kalo dia memang jodohku, jodohkanlah aku dengan dirinya,……..

Tapi kalo dia bukan jodohku,maka jodohkanlah aku dengan dia,………

Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh,……..

Kalo dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain selain diriku……….

Kalo dia tak bisa dijodohkan denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,……….

Biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…..

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,maka jodohkanlah kami kembali…..

Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah jodoh mereka!…………

dan Jodohkanlah dia denganku……………..

Selamat mencoba yah…..!semoga kamu sukses mendapatkan jodohmu kembali  

Doa Negosiasi

Pada suatu hari seseorang sedang memetik buah jambu. Kebetulan pohon yang dia panjat sangat tinggi. Tiba-tiba pegangan tangannya terlepas dan dia meluncur jatuh.

Lalu orang tadi pun segera mulai berdoa, “Ya ***** selamatkan jiwa hambamu ini.” Tiba-tiba tubuh pemuda tadi tertahan nyangkut di tengah-tengah pohon.

Kemudian dia berteriak, “Lupakan doaku ya *****, pakaianku tertahan cabang yang kuat ini.” saya kepingin turun



Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #13 on: 04 August 2009, 09:42:43 AM »
"malas" ini hanya untuk dilebih2kan ^-^

bahasa gaulnya itu maksudnya "gak ngepek" gitu loh....

kecuali kasusnya gini, ada kedua orang yg tahu apa itu arti doa..

nah,,, misal "saya doakan kamu supaya lulus ujian"

kalau si kamu mengerti apa itu doa, berarti dia bisa menangkap maksud saya... efeknya dia bisa jadi semangat.. sama saja seperti semacam perasaan bahwa ada orang yg mensupport dia...

namun bukan karena doanya itu lalu dia jadi lulus (itu gek kalo lulus :hammer: )

tetapi kenyataannya makna doa itu kan gak kek gitu, orang dimana2 doa biasanya mengharap sesuatu terjadi tetapi dia gak harus berusaha...

kalo orang yg doa terus berusaha bukan doa namanya, tapi pernyataan tekad :hammer:
i'm just a mammal with troubled soul



Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.400
  • Reputasi: 422
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: BAGAIMANA BERDOA YANG BENAR?
« Reply #14 on: 04 August 2009, 09:51:09 AM »
Contoh :
2 orang sedang bertanding, dua2nya berdoa, nah manakah yang akan terkabul doanya :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))