topic short url: http://dhct.ws/f11628

Author Topic: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London  (Read 4066 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.665
  • Reputasi: 187
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #15 on: 05 July 2009, 12:09:59 PM »
Kita diskusi saja ya....don't take seriously. Biar Dc penuh dengan variasi ngak monoton ^-^

Nah saya mo tanya misal nimitta yg muncul pada meditasi, apakah semuanya tertulis pada teks? Yang saya tau teks hanya mengatakan secara garis besar. Nah jenis detil berbagai macam nimitta beserta ilusinya hanya diketahui pada orang yg praktek. Saya pribadi percaya pada teks dan teks membantu kita dan sebagai panduan. Dan teks itu hanya buku yg terbatas dan pengembangannya adalah dari latihan..:)
Dapatkah kita mengatakan mana yang paling klasik? jawabanya cuma satu hanya ketika kita mengalami kita baru tau. Bukankah perdebatan keaslian dan kesempurnaan teks tipitaka masih jadi perdebatan. Saya pribadi tidak mau pusing, hanya satu gimana nih kilesa hilang....kalo uda hilang plong deh.. ;)


 hilangnya kilesa pada citta arahat itu sifatnya permanen atau tidak permanen? jika ini terjawab that's the answer. nah masalah mengena atau tidak. No comment.  :)

Jika karena seorang bhikkhu menyatakan "that man is a fine hindu'  adalah hal yg wajar, untung baru satu bhikkhu yg mengatakan demikian. Tapi bagaimana bhikkhu yg  banyak  setuju ;)). Think about it. Sebenarnya masalahnya bukan di Luangta atau siapapun tapi didiri kita.  :)

Setuju dengan kecocokan but to judgement ini modern dan ini klasik  untuk mereka yg berlatih sebelum langsung membuktikan menyelidiki dengan seksama, karena teks ataupun desas-desus maka kurang bijak. Untuk mengerti  tentang teks/tipitaka pun jika diteliti dengan seksama ada kasar, menengah dan halus tergantung dari kematangan batin orang itu. Nah mumpung orangnya masih hidup bisa tanya langsung. Seperti Raja Ajatasatu mendatangi guru-guru saat itu untuk memastikan langsung dari narasumbernya dan akhirnya puas dengan Sang Buddha. Kalau saya kasi keterangan rasanya pasti banyak yang penasaran ya... ^-^

Bagi saya mau sayadaw, ajahn,luangta,luangpu,sayalay sepanjang mereka benar-benar bisa menunjukan jalan untuk menghancurkan kilesa sampai terealisasinya Kerahatan maka itu lah jalan. Bebas dari paham klasik atau modern adalah juga jalan tengah. Bagi saya ajaran Buddha adalah ajaran Buddha.

Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.341
  • Reputasi: 118
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #16 on: 05 July 2009, 01:12:03 PM »
Ko karuna.. papa..
sebaiknya batin kita netral, arahat atau bukan lebih baik kita kembali ke batin masing2 daripada menilai tanpa memiliki kesetaraan batin dengan Luangta.
iya kalo dia bukan arahat, kalo iya arahat, bs kamma buruk tuh.. :no:
siapa pun guru/bhikkhuny, yg penting sandaran hati kita tetap cuma pd Buddha Dhamma Sangha..
 >:)<
« Last Edit: 05 July 2009, 01:24:32 PM by Yumi »
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #17 on: 05 July 2009, 02:00:06 PM »
sandaran hati itu apa ya???

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.740
  • Reputasi: 235
  • Gender: Male
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #18 on: 05 July 2009, 10:41:54 PM »
Kita diskusi saja ya....don't take seriously. Biar Dc penuh dengan variasi ngak monoton ^-^

Nah saya mo tanya misal nimitta yg muncul pada meditasi, apakah semuanya tertulis pada teks? Yang saya tau teks hanya mengatakan secara garis besar. Nah jenis detil berbagai macam nimitta beserta ilusinya hanya diketahui pada orang yg praktek. Saya pribadi percaya pada teks dan teks membantu kita dan sebagai panduan. Dan teks itu hanya buku yg terbatas dan pengembangannya adalah dari latihan..:)
Dapatkah kita mengatakan mana yang paling klasik? jawabanya cuma satu hanya ketika kita mengalami kita baru tau. Bukankah perdebatan keaslian dan kesempurnaan teks tipitaka masih jadi perdebatan. Saya pribadi tidak mau pusing, hanya satu gimana nih kilesa hilang....kalo uda hilang plong deh.. ;)


 hilangnya kilesa pada citta arahat itu sifatnya permanen atau tidak permanen? jika ini terjawab that's the answer. nah masalah mengena atau tidak. No comment.  :)

Jika karena seorang bhikkhu menyatakan "that man is a fine hindu'  adalah hal yg wajar, untung baru satu bhikkhu yg mengatakan demikian. Tapi bagaimana bhikkhu yg  banyak  setuju ;)). Think about it. Sebenarnya masalahnya bukan di Luangta atau siapapun tapi didiri kita.  :)

Setuju dengan kecocokan but to judgement ini modern dan ini klasik  untuk mereka yg berlatih sebelum langsung membuktikan menyelidiki dengan seksama, karena teks ataupun desas-desus maka kurang bijak. Untuk mengerti  tentang teks/tipitaka pun jika diteliti dengan seksama ada kasar, menengah dan halus tergantung dari kematangan batin orang itu. Nah mumpung orangnya masih hidup bisa tanya langsung. Seperti Raja Ajatasatu mendatangi guru-guru saat itu untuk memastikan langsung dari narasumbernya dan akhirnya puas dengan Sang Buddha. Kalau saya kasi keterangan rasanya pasti banyak yang penasaran ya... ^-^

Bagi saya mau sayadaw, ajahn,luangta,luangpu,sayalay sepanjang mereka benar-benar bisa menunjukan jalan untuk menghancurkan kilesa sampai terealisasinya Kerahatan maka itu lah jalan. Bebas dari paham klasik atau modern adalah juga jalan tengah. Bagi saya ajaran Buddha adalah ajaran Buddha.


Setuju om. Ajaran Sang Buddha tetap ajaran Sang Buddha, bukan ajaran Maha Boowa.
Bagi saya ajaran Sang Buddha sudah jelas, dukkha dan berakhirnya dukkha.
Nah, berakhirnya dukkha dimulai dari pandangan benar. Nah, apakah citta yang kekal itu pandangan benar? Citta pada arahat sudah terbebas dari kilesa, menurut teks. Nah, apakah citta pada arahat terbebas dari kilesa dan abadi?

Setuju kalau ini cuma teori. Tetapi saya pribadi gak mau dimulai dengan pandangan demikian.
Karena itu saya pribadi bilang, masih ada guru-guru lain yang sejalan, dan saya lebih baik mengikuti guru-guru yang sejalan dengan Sang Buddha.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.665
  • Reputasi: 187
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #19 on: 06 July 2009, 09:48:32 AM »
Kita diskusi saja ya....don't take seriously. Biar Dc penuh dengan variasi ngak monoton ^-^

Nah saya mo tanya misal nimitta yg muncul pada meditasi, apakah semuanya tertulis pada teks? Yang saya tau teks hanya mengatakan secara garis besar. Nah jenis detil berbagai macam nimitta beserta ilusinya hanya diketahui pada orang yg praktek. Saya pribadi percaya pada teks dan teks membantu kita dan sebagai panduan. Dan teks itu hanya buku yg terbatas dan pengembangannya adalah dari latihan..:)
Dapatkah kita mengatakan mana yang paling klasik? jawabanya cuma satu hanya ketika kita mengalami kita baru tau. Bukankah perdebatan keaslian dan kesempurnaan teks tipitaka masih jadi perdebatan. Saya pribadi tidak mau pusing, hanya satu gimana nih kilesa hilang....kalo uda hilang plong deh.. ;)


 hilangnya kilesa pada citta arahat itu sifatnya permanen atau tidak permanen? jika ini terjawab that's the answer. nah masalah mengena atau tidak. No comment.  :)

Jika karena seorang bhikkhu menyatakan "that man is a fine hindu'  adalah hal yg wajar, untung baru satu bhikkhu yg mengatakan demikian. Tapi bagaimana bhikkhu yg  banyak  setuju ;)). Think about it. Sebenarnya masalahnya bukan di Luangta atau siapapun tapi didiri kita.  :)

Setuju dengan kecocokan but to judgement ini modern dan ini klasik  untuk mereka yg berlatih sebelum langsung membuktikan menyelidiki dengan seksama, karena teks ataupun desas-desus maka kurang bijak. Untuk mengerti  tentang teks/tipitaka pun jika diteliti dengan seksama ada kasar, menengah dan halus tergantung dari kematangan batin orang itu. Nah mumpung orangnya masih hidup bisa tanya langsung. Seperti Raja Ajatasatu mendatangi guru-guru saat itu untuk memastikan langsung dari narasumbernya dan akhirnya puas dengan Sang Buddha. Kalau saya kasi keterangan rasanya pasti banyak yang penasaran ya... ^-^

Bagi saya mau sayadaw, ajahn,luangta,luangpu,sayalay sepanjang mereka benar-benar bisa menunjukan jalan untuk menghancurkan kilesa sampai terealisasinya Kerahatan maka itu lah jalan. Bebas dari paham klasik atau modern adalah juga jalan tengah. Bagi saya ajaran Buddha adalah ajaran Buddha.


Setuju om. Ajaran Sang Buddha tetap ajaran Sang Buddha, bukan ajaran Maha Boowa.
Bagi saya ajaran Sang Buddha sudah jelas, dukkha dan berakhirnya dukkha.
Nah, berakhirnya dukkha dimulai dari pandangan benar. Nah, apakah citta yang kekal itu pandangan benar? Citta pada arahat sudah terbebas dari kilesa, menurut teks. Nah, apakah citta pada arahat terbebas dari kilesa dan abadi?

Setuju kalau ini cuma teori. Tetapi saya pribadi gak mau dimulai dengan pandangan demikian.
Karena itu saya pribadi bilang, masih ada guru-guru lain yang sejalan, dan saya lebih baik mengikuti guru-guru yang sejalan dengan Sang Buddha.

Ha..ha saya juga setuju ajaran Sang Buddha adalah tetap ajaran Sang Buddha. Memangnya ada ya ajaran Mahaboowa? :))
saya mengartikan pernyataan luangta tentang abadi /permanen pada hilangnya kilesa pada citta arahat, tapi anda melihatnya citta pada arahat dari kilesa dan abadi...tentu saja tidak ketemu. Karena perspektif kita berbeda melihatnya :))  Saya tidak akan memaksakan Anda ataupun teman lainnya untuk mengikutinya atau mencoba membuat bro mengerti sekalipun saya mengerti dengan jelas maksud dari Luangta dan ini bukan karena saya ingin membenarkan, ini ada prosesnya  ^-^. Saya menjawab statement Anda karena Anda telah mencoba membentuk opini seakan-akan Luangta adalah salah, keliru tanpa Anda ketahui langsung batinnya dia dan bertemu langsung (orangnya masih hidup). Kalau tidak setuju ya sudah netral saja, kalo ingin membuktikan maka buktikanlah sampai tuntas. Kalau ingin menyalahkan pandangan dia keliru, apakah pandangan kita sendiri sudah benar -benarbenar? Mudah-mudahan asumsi ini juga salah. :)



Kalu memang Anda punya guru-guru yg anda asumsikan sejalan dengan Sang Buddha ya jalankan saja. Apakah Luangta seorang bhikkhu yg setengah mati berusaha menjalankan Dhamma tidak sejalan dengan Sang Buddha atau "bukan ajaran Buddha selama ini yg kita kenal"seperti yang anda katakan sebelumnya? apakah Anda pasti dengan hal itu apakah arti yg kita kenal mentok mati sesuai teks tipitaka? Kalau sampe anda mengatakan pernyataan di depan umum, jujur saya malu karena dikalangan theravada saja salah-salahan sampe bhikkhunya pun disalahkan. Padahal kita sendiri masih diliputi pandangan keliru. Apakah karena pandangan anda tidak mau berangkat dari sana lalu menyalahkan yg lain tidak sejalan?

Kalo memang mentok seperti teks, maka latihan cara mahasi dengan kembang kempis perut juga tidak ada, saya tidak mengkritik teknik Mahasi ya.. Saat itupun dia mengalami kontroversi. Saya sendiri menghargai Mahasi sayadaw dan pernah berlatih tekniknya dan membuktikannya sendiri bahwa itu juga baik.Masih banyak lagi yg tidak perlu satu2 saya sebutkan yg tidak tertulis mentok pada teks. Bagi saya yg terpenting kita tahu essensi dari teks.



 Sebagai penutup :
Jika  citta abadi sebagai pandangan Buddhisme modern
Dan Jika pandangan eternal citta adalah pandangan salah
Dan kita saat ini juga disini masih berada pada pandangan salah ( bukan tentang citta abadi saja tapi dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari kita)

Maka Sesungguhnya kita semua disini berada pada posisi Buddhisme Modern  ^-^ Benar2 klasik nanti kalo uda sampe arahat. ^-^ Bisa-bisa juga termasuk aliran Mahayana dan tantra dimasukan kategori Buddhisme modern  ^-^

Harapan saya dari hal ini adalah mengetahui Dhamma hendaknya dilakukan dengan mencurahkan hati sepenuhnya pada Dhamma itu sendiri dan untuk melihat ini adalah dengan insight bukan outsight.  

Salam metta  _/\_
« Last Edit: 06 July 2009, 10:21:12 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.341
  • Reputasi: 118
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #20 on: 06 July 2009, 12:15:10 PM »
sandaran hati itu apa ya???
kata lainnya perlindungan..  :)
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #21 on: 07 July 2009, 09:17:56 AM »
Kita diskusi saja ya....don't take seriously. Biar Dc penuh dengan variasi ngak monoton ^-^

Nah saya mo tanya misal nimitta yg muncul pada meditasi, apakah semuanya tertulis pada teks? Yang saya tau teks hanya mengatakan secara garis besar. Nah jenis detil berbagai macam nimitta beserta ilusinya hanya diketahui pada orang yg praktek. Saya pribadi percaya pada teks dan teks membantu kita dan sebagai panduan. Dan teks itu hanya buku yg terbatas dan pengembangannya adalah dari latihan..:)
Dapatkah kita mengatakan mana yang paling klasik? jawabanya cuma satu hanya ketika kita mengalami kita baru tau. Bukankah perdebatan keaslian dan kesempurnaan teks tipitaka masih jadi perdebatan. Saya pribadi tidak mau pusing, hanya satu gimana nih kilesa hilang....kalo uda hilang plong deh.. ;)


 hilangnya kilesa pada citta arahat itu sifatnya permanen atau tidak permanen? jika ini terjawab that's the answer. nah masalah mengena atau tidak. No comment.  :)

Jika karena seorang bhikkhu menyatakan "that man is a fine hindu'  adalah hal yg wajar, untung baru satu bhikkhu yg mengatakan demikian. Tapi bagaimana bhikkhu yg  banyak  setuju ;)). Think about it. Sebenarnya masalahnya bukan di Luangta atau siapapun tapi didiri kita.  :)

Setuju dengan kecocokan but to judgement ini modern dan ini klasik  untuk mereka yg berlatih sebelum langsung membuktikan menyelidiki dengan seksama, karena teks ataupun desas-desus maka kurang bijak. Untuk mengerti  tentang teks/tipitaka pun jika diteliti dengan seksama ada kasar, menengah dan halus tergantung dari kematangan batin orang itu. Nah mumpung orangnya masih hidup bisa tanya langsung. Seperti Raja Ajatasatu mendatangi guru-guru saat itu untuk memastikan langsung dari narasumbernya dan akhirnya puas dengan Sang Buddha. Kalau saya kasi keterangan rasanya pasti banyak yang penasaran ya... ^-^

Bagi saya mau sayadaw, ajahn,luangta,luangpu,sayalay sepanjang mereka benar-benar bisa menunjukan jalan untuk menghancurkan kilesa sampai terealisasinya Kerahatan maka itu lah jalan. Bebas dari paham klasik atau modern adalah juga jalan tengah. Bagi saya ajaran Buddha adalah ajaran Buddha.


Setuju om. Ajaran Sang Buddha tetap ajaran Sang Buddha, bukan ajaran Maha Boowa.
Bagi saya ajaran Sang Buddha sudah jelas, dukkha dan berakhirnya dukkha.
Nah, berakhirnya dukkha dimulai dari pandangan benar. Nah, apakah citta yang kekal itu pandangan benar? Citta pada arahat sudah terbebas dari kilesa, menurut teks. Nah, apakah citta pada arahat terbebas dari kilesa dan abadi?

Setuju kalau ini cuma teori. Tetapi saya pribadi gak mau dimulai dengan pandangan demikian.
Karena itu saya pribadi bilang, masih ada guru-guru lain yang sejalan, dan saya lebih baik mengikuti guru-guru yang sejalan dengan Sang Buddha.

Ha..ha saya juga setuju ajaran Sang Buddha adalah tetap ajaran Sang Buddha. Memangnya ada ya ajaran Mahaboowa? :))
saya mengartikan pernyataan luangta tentang abadi /permanen pada hilangnya kilesa pada citta arahat, tapi anda melihatnya citta pada arahat dari kilesa dan abadi...tentu saja tidak ketemu. Karena perspektif kita berbeda melihatnya :))  Saya tidak akan memaksakan Anda ataupun teman lainnya untuk mengikutinya atau mencoba membuat bro mengerti sekalipun saya mengerti dengan jelas maksud dari Luangta dan ini bukan karena saya ingin membenarkan, ini ada prosesnya  ^-^. Saya menjawab statement Anda karena Anda telah mencoba membentuk opini seakan-akan Luangta adalah salah, keliru tanpa Anda ketahui langsung batinnya dia dan bertemu langsung (orangnya masih hidup). Kalau tidak setuju ya sudah netral saja, kalo ingin membuktikan maka buktikanlah sampai tuntas. Kalau ingin menyalahkan pandangan dia keliru, apakah pandangan kita sendiri sudah benar -benarbenar? Mudah-mudahan asumsi ini juga salah. :)



Kalu memang Anda punya guru-guru yg anda asumsikan sejalan dengan Sang Buddha ya jalankan saja. Apakah Luangta seorang bhikkhu yg setengah mati berusaha menjalankan Dhamma tidak sejalan dengan Sang Buddha atau "bukan ajaran Buddha selama ini yg kita kenal"seperti yang anda katakan sebelumnya? apakah Anda pasti dengan hal itu apakah arti yg kita kenal mentok mati sesuai teks tipitaka? Kalau sampe anda mengatakan pernyataan di depan umum, jujur saya malu karena dikalangan theravada saja salah-salahan sampe bhikkhunya pun disalahkan. Padahal kita sendiri masih diliputi pandangan keliru. Apakah karena pandangan anda tidak mau berangkat dari sana lalu menyalahkan yg lain tidak sejalan?

Kalo memang mentok seperti teks, maka latihan cara mahasi dengan kembang kempis perut juga tidak ada, saya tidak mengkritik teknik Mahasi ya.. Saat itupun dia mengalami kontroversi. Saya sendiri menghargai Mahasi sayadaw dan pernah berlatih tekniknya dan membuktikannya sendiri bahwa itu juga baik.Masih banyak lagi yg tidak perlu satu2 saya sebutkan yg tidak tertulis mentok pada teks. Bagi saya yg terpenting kita tahu essensi dari teks.



 Sebagai penutup :
Jika  citta abadi sebagai pandangan Buddhisme modern
Dan Jika pandangan eternal citta adalah pandangan salah
Dan kita saat ini juga disini masih berada pada pandangan salah ( bukan tentang citta abadi saja tapi dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari kita)

Maka Sesungguhnya kita semua disini berada pada posisi Buddhisme Modern  ^-^ Benar2 klasik nanti kalo uda sampe arahat. ^-^ Bisa-bisa juga termasuk aliran Mahayana dan tantra dimasukan kategori Buddhisme modern  ^-^

Harapan saya dari hal ini adalah mengetahui Dhamma hendaknya dilakukan dengan mencurahkan hati sepenuhnya pada Dhamma itu sendiri dan untuk melihat ini adalah dengan insight bukan outsight. 

Salam metta  _/\_

dear karuna en bond,

kalau saya boleh interupsi dikit, sebenarnya ini berkaitan dengan Nibbana yg sudah dicapai oleh arahat

mungkin bisa dilihat di : http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,8515.0.html

berikut saya kutip :

Quote
Jadi kondisi nibbana akan dicapai pada saat seseorang terbebas dari kilesa

Dari sini akan muncul istilah saupadisesa nibbana yaitu padamnya kilesa secara total tapi pancakhanda masih ada
Dan Anupadisesa dimana padamnya kilesa secara total, dan padamnya pancakhanda

secara singkat, padamnya pancakhanda dapat diilustrasikan seperti ini:
Mahluk itu terdiri dari :
1. Nama khanda
2. Nama Dhamma
3. Rupa khanda
4. Rupa Dhamma

Pada Nibbana hanya ada Nama Dhamma saja (Nama/batin secara kebenaran), sementara nama dan rupa khandanya musnah

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.665
  • Reputasi: 187
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #22 on: 07 July 2009, 10:27:33 AM »
Terima kasih atas keterangannya om Markos. GRP sent .

Luangta Mahaboowa sendiri pernah mengatakan bahwa istilah "citta sejati" ia sebenarnya "malu" menggunakannya karena menurut dia konsep itu sendiri tidaklah terlalu tepat untuk menjelaskan pengalaman itu sendiri. Tetapi karena perlunya pengajaran konvensional dia menggunakannya.




 _/\_
« Last Edit: 07 July 2009, 10:38:41 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.834
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #23 on: 07 July 2009, 02:04:59 PM »
Secara pribadi saya bertemu dengan Luangta Mahaboa sudah beberapa kali.

Dan penilaian saya secara pribadi, bahwa Beliau bukanlah seorang Makhluk Manusia biasa lagi !

Jika ada yang meragukan pencapaian Beliau, itulah hak2 masing2, tapi jangan di perdebatkan, bisa mengakibatkan Kamma Buruk.
 
BAGUS SEKALI, penjelasan Bro Bond. GRP sent !

Anumodana, Thanks

 _/\_

Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.665
  • Reputasi: 187
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #24 on: 07 July 2009, 02:14:21 PM »
Secara pribadi saya bertemu dengan Luangta Mahaboa sudah beberapa kali.

Dan penilaian saya secara pribadi, bahwa Beliau bukanlah seorang Makhluk Manusia biasa lagi !

Jika ada yang meragukan pencapaian Beliau, itulah hak2 masing2, tapi jangan di perdebatkan, bisa mengakibatkan Kamma Buruk.
 
BAGUS SEKALI, penjelasan Bro Bond. GRP sent !

Anumodana, Thanks

 _/\_



Anumodana juga untuk GRP nya  _/\_
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #25 on: 07 July 2009, 04:20:13 PM »
anumodana juga utk bond yang sudah bnyk menjelaskan  dengan detail dan menarik

GRP juga utk anda, bro

Offline sumana

  • Teman
  • **
  • Posts: 93
  • Reputasi: 5
  • Gender: Male
  • Limit by yourself
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #26 on: 07 July 2009, 04:41:23 PM »
 _/\_  _/\_  _/\_
 ^:)^  ^:)^  ^:)^

P E A C E .. .. .. .. . . .....
Kelahiran telah terjadi, sukha dan dukha silih berganti. Kehidupan tidak kekal, menggapai pembebasan terakhir (nibbana).

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.665
  • Reputasi: 187
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Beberapa kumpulan tanya-jawab Luagnta Mahaboowa di London
« Reply #27 on: 09 July 2009, 01:48:52 PM »
T  :  Apakah citta yg sebenarnya(true citta) adalah kesadaran baik dan buruk(hati nurani/conscience) dan apakah citta ini terletak di dalam hati?

J  : Ya. Ini adalah kesadaran normal yg selalu hadir, kesadaran tentang seseorang(atau makhluk  lainnya). Sang Buddha mengatakan citta terletak di Hadayavatthu(heart base), yg mana ini di tengah2 tubuh(sekitar tengah dada). Tetapi harus dimengerti pula bahwa citta yg dimaksud adalah nama-dhamma, yang hanya “mengetahui”---ini bukanlah objek fisik walaupun terletak di hadayavathu, Jadi ini tidaklah seperti sebutir telur atau daging kerang didalam cangkangnya. Oleh karena itu, hanya dapat dikatakan terletak disana., jadi arti ini sangatlah sulit untuk seseorang bayangkan atau menebaknya.



T : Apakah Tanha (hasrat/craving) adalah asal dari dukkha?

J : Bagaimanakah   dukkha ada bersama dengan tanha, dan bagaimana ada dukkha tanpa tanha? Kalian harus menggalinya lebih dalam. Dengan kata lain, hanya menginginkan dukkha lenyap begitu saja adalah Tanha. Tetapi jika kalian ingin mengetahui alasan tentang dukkha, seperti: “apakah dukkha itu?Apa penyebabnya? Bagaimana menghilangkan dukkha?”---itu adalah sang jalan.
Keinginan untuk bebas dari dukkha dengan mengarahkan pencarian akan kedamaian dan kebahagiaan, bukanlah tanha, tetapi magga.




« Last Edit: 09 July 2009, 01:54:29 PM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada