SN 11: Sakka Saṃyutta

Dari DhammaCitta Pedia, Ensiklopedia Buddhis
Langsung ke: navigasi, cari
Tipiṭaka » Sutta Piṭaka » Saṃyutta Nikāya » Sagāthā Vagga
SN 11   PTS: S 1.216
Sakka Saṃyutta
Khotbah Berkelompok Sehubungan dengan Sakka
©2012

Sakka Saṃyutta adalah merupakan Bab sebelas dari Saṃyutta Nikāya, yang merupakan kumpulan dari Khotbah-Khotbah Berkelompok Sang Buddha. Saṃyutta ini terdiri dari 25 sutta.

Pengantar oleh Bhikkhu Bodhi

Dalam kisah dewa-dewa Buddhis awal, Sakka adalah penguasa para deva di surga Tāvatiṃsa dan juga pengikut Sang Buddha. Sebuah percakapan panjang antara ia dan Sang Buddha, yang memuncak pada pencapaian tingkat Memasuki-arus, dikisahkan dalam Sakkapañha Sutta (DN No.21). Saṃyutta ini tidak menceritakan pertemuan Sang Buddha dengan Sakka, namun menceritakan (dalam kata-kata Sang Buddha) kisah perbuatannya dan percakapan dengan Sakka. Demikianlah sutta-sutta ini disampaikan sebagai dongeng, tetapi dongeng yang selalu mengandung pesan moral. Saṃyutta ini juga memasukkan Dhajagga Sutta (SN 11.3) yang terkenal, yang mana Sang Buddha mewariskan kepada para bhikkhu perenungan Tiga Permata – Buddha, Dhamma, dan Saṅgha – sebagai penawar takut.

Dalam legenda Buddhis, para deva Tāvatiṃsa terus-menerus diserang oleh para asura, raksasa, makhluk-makhluk yang memiliki kesaktian dan ambisi kekerasan yang ingin menaklukkan mereka dan mengambil alih wilayah mereka. Sakkasaṃyutta berulang-ulang menceritakan Sakka dalam pertempurannya melawan para pemimpin asura, Vepacitti dan Verocana. Kedua belah pihak dapat dilihat sebagai melambangkan filosofi politis yang bergantian. Para pemimpin asura lebih menyukai kekuasaan dengan kekerasan dan pembalasan terhadap musuh-musuhnya; mereka menghalalkan penyerangan dan memuji etika “kekuatan menciptakan kebenaran.” Sebaliknya Sakka, teguh pada peraturan keadilan, sabar terhadap para penyerang, dan perlakuan penuh belas kasihan terhadap pelaku kejahatan (SN 11.4, 5, 8). Sakka dan para deva menghormati para petapa dan orang-orang suci, para asura mencemooh mereka, dan demikianlah para petapa membantu para deva dan mengutuk para asura (SN 11.9, 10).

Dalam saṃyutta ini Sakka tampil sebagai pengikut awam yang ideal. Ia mendapatkan posisinya sebagai penguasa para deva, sewaktu ia masih seorang manusia, dengan memenuhi tujuh tekad yang mengandung nilai-nilai kebajikan seorang perumah tangga (SN 11.11). Pemahamannya akan kemuliaan Sang Buddha lebih rendah daripada Brahmā Sahampati (SN 11.17), tetapi dalam tiga sutta ia dengan tegas menyatakan alasannya berbakti pada Buddha, Dhamma, Saṅgha, dan bahkan pada perumah tangga yang baik (11:18-20). Dalam tiga sutta terakhir, Sang Buddha menjadikan kesabaran dan sifat memaafkan dari Sakka sebagai teladan bagi para bhikkhu (SN 11.23-25).

Sutta

I. Paṭhama Vagga - Sub Bab Pertama (Suvīra)

SN 11.1: Suvīra Sutta - Suvīra — PTS: S 1.216 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.2: Susīma Sutta - Susīma — PTS: S 1.217 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.3: Dhajagga Sutta - Bendera — PTS: S 1.218 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.4: Vepacitti Sutta - Vepacitti — PTS: S 1.220 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.5: Subhāsitajaya Sutta - Kemenangan dengan Nasihat yang Disampaikan dengan Baik — PTS: S 1.222 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.6: Kulāvaka Sutta - Sarang-sarang Burung — PTS: S 1.224 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.7: Nadubbhiya Sutta - Seseorang Seharusnya Tidak Melanggar — PTS: S 1.225 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.8: Verocanaasurinda Sutta - Verocana, Raja para Asura — PTS: S 1.225 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.9: Araññāyatanaisi Sutta - Para Petapa di Sebuah Hutan — PTS: S 1.226 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.10: Samuddaka Sutta - Para Petapa di Tepi Samudra — PTS: S 1.227 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]


II. Dutiya Vagga - Sub Bab Ke Dua (Tujuh Sumpah)

SN 11.11: Vatapada Sutta - Sumpah — PTS: S 1.228 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.12: Sakkanāma Sutta - Nama-nama Sakka — PTS: S 1.229 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.13: Mahāli Sutta - Mahāli — PTS: S 1.230 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.14: Dalidda Sutta - Miskin — PTS: S 1.231 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.15: Rāmaṇeyyaka Sutta - Tempat yang Menyenangkan — PTS: S 1.232 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.16: Yajamāna Sutta - Memberikan Dana Makanan — PTS: S 1.233 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.17: Buddhavandanā Sutta - Penghormatan kepada Sang Buddha — PTS: S 1.233 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.18: Gahaṭṭhavandanā Sutta - Pemujaan kepada Perumah Tangga — PTS: S 1.234 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.19: Satthāravandanā Sutta - Pemujaan kepada Sang Guru — PTS: S 1.235 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.20: Saṅghavandanā Sutta - Pemujaan kepada Saṅgha — PTS: S 1.235 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]


III. Tatiya Vagga - Sub Bab Ke Tiga (Kelompok Lima Sakka)

SN 11.21: Chetvā Sutta - Setelah Membunuh — PTS: S 1.237 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.22: Dubbaṇṇiya Sutta - Buruk Rupa — PTS: S 1.237 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.23: Sambarimāyā Sutta - Kegaiban — PTS: S 1.238 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.24: Accaya Sutta - Pelanggaran — PTS: S 1.239 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]
SN 11.25: Akkodha Sutta - Tanpa-kemarahan — PTS: S 1.240 [ Bhikkhu Bodhi, Pāḷi ]



©2012 Edisi DhammaCitta Pedia.
Saran Penulisan Kutipan: "SN 11: Sakka Saṃyutta - Khotbah Berkelompok Sehubungan dengan Sakka". DhammaCitta Pedia, revisi 6/09/2012, http://dhammacitta.org/dcpedia/SN_11:_Sakka_Saṃyutta