Perenungan Kesalahan
Willy Yandi Wijaya
Apabila hari ini atau pun sebelumnya, saya telah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik kesalahan kecil ataupun besar, sekarang saya mengakui kesalahan-kesalahan tersebut dan memohon maaf di depan Sang Buddha.
Saya memohon maaf, bukan untuk menutup-nutupi kesalahan-kesalahan saya.
Saya memohon maaf, bukan untuk mencari alasan-alasan.
Saya memohon maaf karena menyadari betapa tidak berartinya saya mengeluh ketika seseorang berbuat kesalahan terhadap diri saya.
Saya memohon maaf, berharap agar perbuatan salah saya tidak dicontoh oleh orang lain.
Saya memohon maaf, benar-benar menyesal dan akan memperbaiki diri saya.
Saya memohon maaf dan berjanji di kemudian hari saya selalu dapat mengendalikan diri saya sehingga tidak melakukan kesalahan lagi.
Semoga semua makhluk bebas dari akibat kesalahan-kesalahan yang diperbuat.
Semoga semua makhluk dimaafkan atas kesalahan-kesalahannya.
Semoga kesalahan-kesalahan saya selalu tidak berarti dan mudah diatasi.
Semoga setiap makhluk selalu memenuhi diri sendiri dengan pikiran memaafkan.
Tags: Maaf, Renungan
Entries (RSS)
January 4th, 2008 at 23:45
Melakukan kesalahan adalah manusiawi ( bukan berarti mendukung terjadinya suatu kesalahan ).
Bertindaklah positif selagi masih memungkinkan, untuk memperkecil akibat dari kesalahan yang telah terjadi. Dan belajarlah untuk tidak membuat kesalahan lain yang akan menimbulkan penyesalan semakin bertambah.
Renungan :
Dalam banyak cara saya telah menyebabkan kerugian dan penderitaan makhluk lain, saya memaafkan diri sendiri. Semoga mereka terbebas dari penderitaan mereka.
Dalam banyak cara saya telah menyebabkan kerugian dan penderitaan terhadap diri saya sendiri, saya memaafkan diri sendiri. Semoga saya terbebas dari penderitaan saya.
Dalam banyak cara saya telah dirugikan oleh makhluk lain, saya memaafkan mereka. Semoga kami semua terbebas dari penderitaan kami.
January 3rd, 2008 at 01:38
ya, memang kita perlu merenungkan kesalahan dan menyesali perbuatan salah kita di masa lalu dengan harapan di masa mendatang tidak terulang. jadi bukan meratapi atau menyesal terus menerus terhadap masa lalu. coba pikirkan, masa lalu telah berlalu dan tidak bisa diubah. justru kita berpikir bagaimana dimasa mendatang kita tidak melakukannya lagi atau kita perbaiki kesalahan di masa lalu.
kalau pernah ada hubungan negatif dengan seseorang, beranikan diri untuk meminta maaf secara tulus.
terima kasih.
salam
January 2nd, 2008 at 17:18
Saya juga telah melakukan kesalahan yang sangat besar dan saya amat menyesal tapi tidak semua bisa kita rubah begitu saja. Saya harap orang lain tidak akan melakukan hal yang sama seperti saya. Saya mulai dari orang-orang disekitar saya. Semoga semua orang dapat menyesali perbuatannya sebelum terlambat.
January 2nd, 2008 at 16:06
Bagaimana cara keluar dari penyesalan ?
Sekarang coba renungkan..
Apakah Anda menyesal kepada diri Anda atas waktu yang Anda buang karena memikirkan sesuatu yang telah berlalu yang tidak bisa Anda ubah ?
Masa Lalu adalah hal yang paling jauh dari apa yang ingin kita raih. Kita tidak akan bisa meraih masa lalu.
Jadi sekarang apakah kelak Anda ingin menyesal karena kehilangan waktu Anda sekarang karena memikirkan penyesalan di masa mendatang ?
January 2nd, 2008 at 13:01
Banyak sekali kesalahan yang telah saya perbuat dan baru saya sadari semua belakangan ini. Perasaan yang ada sekarang adalah penyesalan. Perasaan penyesalan sangat lah menyakitkan, lebih menyakitkan dari pada disakiti.
Saya berusaha untuk keluar dari penyesalan ini, tetapi semakin banyak penyesalan yang timbul karena usaha saya untuk memperbaiki kesalahan.
Please advice bagaimana cara bebas dari penyesalan. Thanks.
December 28th, 2007 at 14:25
ya, memang perubahan sikap atau perilaku lebih penting dan nyata. namun, harapan saya di sini adalah kita semua memulai dulu dari pikiran kita. JIkalau pikiran telah positif atau dipenuhi pikiran kesalahan, hal tersebut akan memberi efek kepada kesadaran perbuatan kita. dengan renungan berulang-ulang kita menjadi semakin ‘hati-hati’ ketika suatu saat kita berbuat sesuatu. saya rasa, pengalaman kita sering mengajarkan kita hal demikian.
trims.
December 25th, 2007 at 01:57
kata “aku salah” atau ” aku menyesal” ini adalah kata-kata yang sangat mudah sekali di ucap kan. penyesal dan pengakuan salah jika tidak di sertai perubahan atau perbaikan terhadap sifat-sifat itu sama saja omong kosong. Jadi jika berani mengatakan kata-kata itu, kamu sudah mengambil resiko yang sangat besar, kamu harus berubah jika tidak berubah lebih baik jangan pernah coba-coba mengatakan kata-kata itu.
Disini saya berdoa agar kita semua bisa mengubah sifat-sifat buruk kita menjadi lebih baik. karena saya juga sering melakukan kesalahan. jd semoga kita semua bisa berubah menjadi lebih baik.
terima kasih.