Perenungan Kematian
Willy Yandi Wijaya
Saya menyadari bahwa kematian adalah pasti.
Kematian bisa datang setiap saat pada diri saya.
Bersamaan dengan berlalunya waktu, saya juga pasti akan mengalami kematian.
Karena kematian mungkin segera datang, saya akan memaafkan segala kesalahan orang lain terhadap saya,
Karena kematian mungkin segera datang, saya akan berusaha menjalankan hari esok dengan baik dan tidak menyesali masa lalu.
Karena kematian mungkin segera datang, saya akan memurnikan batin saya, bukan memanjakan jasmani saya.
Karena kematian mungkin segera dating, saya akan berpisah dengan orang yang saya cintai, maka saya akan mengembangkan welas-asih tanpa batas dan melepaskan cinta kepemilikan
Karena kematian mungkin segera datang, saya akan menjalani hari-hari dengan sebaik-baiknya, tidak terus melakukan pengejaran terhadap materi
Karena kematian mungkin segera dating, saya akan melatih hidup saat ini, tidak merisaukan masa lalu maupun masa depan.
Semoga saya telah siap semaktu kematian dating pada saya.
Semoga saya tidak takut sewaktu kehidupan saya menjadi redup dan akhirnya mati
Semoga dengan melepaskan semua beban, saya akan membebaskan hati ini.
Semoga dengan welas-asih, saya menjadi tenang ketika menghadapi akhir hidup.
Tags: Kematian, Perenungan
Entries (RSS)
October 30th, 2008 at 10:21
Pengendalian diri dan berbuat kebaikan mengapa sering ditunda-tunda, sementara kematian semakin mendekat..apa mau selamanya berputar dalam penderitaan tanpa ada akhirnya?
June 28th, 2008 at 15:24
Memang benar bahwa kematian akan segera datang tanpa di sangka dan di duga. Menurut Bhante Utammo ” Hiduplah untuk saat ini “.
maka selagi kita masih diberi kesempatan hidup maka lakukanlah yang terbaik menurut ajaran Buddha.