Kesabaran, Kemurahan Hati dan Kerelaan untuk Memaafkan

Kesabaran, Kemurahan Hati dan Kerelaan untuk Memaafkan
Willy Yanto Wijaya

Kehidupan kita senantiasa diwarnai oleh riak-riak. Seringkali dalam perjalanan hidup, kita mengalami konflik dengan orang lain, saudara kita maupun sahabat-sahabat kita. Masalah yang memicu konflik bisa saja suatu hal kecil, perbedaan kepentingan maupun perbedaan cara berpikir. Konflik yang ada awalnya mungkin hanya menimbulkan kejengkelan, kekesalan dalam hati. Akan tetapi, setelahnya, ego dalam diri mulai bekerja, mencari-cari pembenaran bagi diri sendiri; mencari-cari kesalahan dari orang yang kita tidak sukai tersebut. Lama-lama yang kita pikirkan tentang orang tersebut hanyalah kejelekan-kejelekannya. Kita semakin terbutakan oleh ego dan kebencian kita; kita terus memendamnya dalam hati kita, dalam ingatan kita.

Ada kata-kata bijak Tiongkok kuno yang menyatakan Kerelaan Memaafkan adalah Kemuliaan Hati Terbesar. Anda mungkin berpikir bahwa orang tersebut dapat berkata demikian lantaran dia tidak sedang diliputi kejengkelan dan kebencian; ketika dia sendiri yang mengalami konflik dan ketidaksukaan, mungkin dia juga tidak akan bisa rela memaafkan. Ada benarnya, memang.

Tapi pernahkah kita merenungkan bahwa pemendaman rasa marah, jengkel maupun benci hanya merusak batin kita sendiri? Juga merusak kesehatan kita. Pernahkah kita merenungkan betapa langkanya kesempatan untuk memaafkan itu? Pernahkah terlintas dalam pikiran kita kalau orang yang kita benci atau jengkel itu juga sebenarnya punya kesulitan-kesulitan tersendiri? Pernahkah kita belajar untuk mencoba memahaminya?

Rasa marah, jengkel, benci…

Sadari…, perlahan…

Mungkin…, suatu masa…, Anda akan menyadari bodohnya sikap Anda yang tercengkram oleh perasaan tidak suka tersebut.

Mungkin…, bahkan ketika Anda tersadar dan ingin sekali memaafkan orang-orang tersebut, semuanya sudah terlambat.

Mungkinkah ini terjadi? Saya ingin mengajak Anda dalam serpihan kisah berikut.

……………………….

Hsiau fei adalah seorang mahasiswa yang sebentar lagi akan diwisuda. Dia sangat mendambakan akan mendapatkan hadiah wisuda dari ayahnya, seorang pengusaha kaya yang sangat menyayanginya sebagai anak satu-satunya. Hsiau fei selama berhari-hari telah membayangkan akan mengendarai mobil BMW idamannya sambil bersenang-senang dengan temannya.

Saat yang dinantikan pun tibalah, dimana setelah diwisuda, dengan langkah penuh keyakinan Hsiau fei melangkah menemui ayahnya yang tersenyum sambil berlinang air mata menyampaikan betapa dia sangat kagum akan anak satu-satunya dan sungguh dia mencintainya. Ayahnya kemudian mengeluarkan sebuah kado yang dibungkus rapi, dan sungguh hal ini membuat Hsiau fei terpaku karena bukanlah kunci mobil BMW sebagaimana yang diharapkannya. Dengan perasaan gundah dibukanya juga kado itu dimana berisi kitab Buddha Vacana yang terjilid rapi berlapiskan tulisan emas nama Hsiau fei di sampul depannya. Hancur sekali hati Hsiau fei menerima hadiah kitab tersebut, dan dengan marah tanpa dapat terkendalikan, dia membanting kitab tersebut sambil berteriak nyaring, “Apakah ini cara ayah mencintai saya, padahal dengan uang ayah yang banyak tidaklah sulit untuk membelikan hadiah yang memang telah ayah ketahui sudah lama saya idamkan!!” Kemudian Hsiau fei tanpa melihat reaksi ayahnya lagi, berlari kencang meninggalkannya dan bersumpah tidak akan menemuinya lagi.

Hari, bulan dan tahun pun berganti. Hsiau fei yang telah pindah tinggal di kota lain akhirnya berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses karena bermodalkan otaknya yang cemerlang. Selain memiliki mobil dan rumah yang mewah, dia juga telah berkeluarga dan memiliki tiga anak. Sementara ayahnya sudah pensiun dan semakin tua serta tinggal sendirian. Ayahnya selalu menanti kedatangan Hsiau fei sejak hari wisuda tersebut dengan satu harapan hanya untuk menyampaikan betapa kasihnya dia kepada Hsiau fei. Hsiau fei adakalanya juga rindu kepada ayahnya. Namun setiap kali mengingat kejadian hari wisuda tersebut, diapun menjadi marah kembali dan merasa sakit hati atas hadiah kitab dari ayahnya.

Sampai suatu hari, datanglah telegram dari tetangga ayahnya yang memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal dunia, dan sebelum meninggal dia telah meninggalkan surat wasiat kepada Hsiau fei dimana semua hartanya akan diwariskan kepadanya. Akhirnya Hsiau fei pulang untuk mengurus harta peningalan ayahnya.

Memasuki halaman rumahnya, timbullah rasa penyesalan yang menyebabkannya sedih sekali memikirkan sikap ketidaksabarannya, khususnya saat wisuda. Hsiau fei merasa sangat menyesal telah menolak ayahnya. Dengan langkah berat dia memasuki rumah dan satu per satu perabot diperhatikannya yang mengingatkannya akan semua kenangan indah tinggal bersama ayahnya. Dengan kunci wasiat yang diterimanya, dia membuka brankas besi ayahnya dan menemukan kitab Buddha Vacana dengan ukiran emas namanya, hadiah hari wisuda. Dia mulai membuka halaman kitab tersebut dan menemukan tulisan ayahnya di halaman depan. “Dengan segala kejahatan yang telah kamu lakukan selama hidupmu, tetapi kamu tahu memberikan yang terbaik untuk anakmu, sungguh para Buddha dan Bodhisattva akan terguncang dengan perbuatanmu.” Tanpa disengaja, tiba-tiba dari sampul kitab tersebut jatuh sebuah kunci mobil BMW dan kwitansi pembelian mobil yang tanggalnya persis satu bulan sebelum hari wisuda Hsiau fei.

Hsiau fei terpaku tanpa bisa bersuara, berbagai perasaan menghinggapinya. Dengan sisa tenaga yang ada, Hsiau fei segera berlari ke garasi dan menemukan sebuah mobil BMW yang telah berlapiskan debu tetapi masih jelas bahwa mobil tersebut belum pernah disentuh sama sekali karena jok mobilnya masih terbungkus plastik. Di depan kemudi terpampang foto ayahnya yang tersenyum bangga. Tiba-tiba lemaslah seluruh tubuhnya, dan air matanya tanpa terasa mengalir terus tanpa dapat ditahannya… suatu penyesalan mendalam atas ketidaksabarannya sendiri…, suatu penyesalan yang tak mungkin berakhir.

  • bukan aku

    kok gambar mukan orangnya itu -itu terus ya? ganti dulu biar up todate :)

  • heiyu

    bagaimana memaafkan orang yang tidak mau dimaafkan?

  • bukan aku

    kalo gua cuekin saja. soalnya susah diatur. ntar kalo suatu hari, dia sudah ketemu titik kesalahan baru dia bisa terima. so ndak bisa dipaksa. :)

  • bukan aku

    gua punya satu tante yang selalu ciak-khao(ambil untung) papa gua. terus dia sering mendengar usulan orang lain untuk menekan keluarga saya. saya sudah berulang kali kasih kesempatan untuk memaafkan tante gua. tetapi dia tetap begitu saja sifatnya. akhirnya gua cuekin dia, soalnya orang jahat jarang bisa bertobat.

  • http://willyyanto.wordpress.com/ Willy Yanto Wijaya

    @ heiyu

    Memaafkan orang yang tidak mau dimaafkan??
    Bukannya kita memaafkan ketika kita merasa tersakiti? Berarti “memaafkan” itu lebih ke arah batin kita sendiri, tidak terlalu mempermasalahkan apakah orang yg menyakiti kita tersebut menyesali perbuatannya atau tidak…
    Karena dengan memaafkan, kita sebenarnya meringankan batin sendiri..

    @ bukan aku

    Wah, apakah kita saling kenal ya? =D
    Untuk gambar muka, kalo sering-sering diganti, kasihan ma Suhu Medho (Pendiri Dhammacitta.org ini), jadi ngerepotin Beliau…
    Kalau mau, silakan jenguk blog saya aja: willyyanto.wordpress (dot) com

    regards, =)

  • andre

    hmmm kadang dalam satu perselisihan/persengketaan maupun percekcokkan dan dendam dingin (?cold war?) masing masing pihak memiliki kesalahannya.
    2 2 nya salah. dan kita si makluk manusia, yang seperti pada umumnya, sudah lumrah memiliki keangkuhan / kesombongan mengenai dirinya sendiri.
    biasanya menganggap orang lain yang salah / gak bener.
    atau ngeliat lawan pihak yang tidak berkenan dihati kita, kesalahan kecilpun jadi dibesar besarkan.
    jika dihadapkan oleh masalah yang rumit alias lawan pihak(1pihak) ataupun dari ke 2 belah pihak memiliki kekerasan kepala maupun keegoisan yang tinggi, mending berdiam diri.
    tak lah perlu meninggikan hati atau terlalu berlarut dalam penyesalan akan kejadian yang sudah berlalu. ini udah cukup. yang penting kita tetep bisa kerjain tugas kita dengan bener dan berhasil.
    manusia gak luput dari kesalahan.
    dan setiap kesalahan itu adalah bahan kajian untuk ditelaah di benak tiap insani. bukan untuk ditangisi, diharukan(terharu) atau di tepuk tangani.
    demi agar dapat melihat hidup ini dengan jelas dan tepat.

  • YAYANKSANTIKA

    ya gmana ya caranya untuk berminta maaf ma suami,tp aku dah berbuat apapun u berhusaha minta maaf,,,,

  • YAYANKSANTIKA

    aku punya masalah yang sangat rumit bgt,ma suami aku,tp aku mncoba u bermta maaf,gmana ya cranya biar suami aku memaafkan aku?

  • http://willyyanto.wordpress.com/ Willy Yanto Wijaya

    Untuk Sis. Yayanksantika,

    Mungkin buku “Menyembuhkan Diri, Mengatasi Derita” dari Bhante Thich Nhat Hanh dapat membantu permasalahan yang Sis Ksantika sedang hadapi…
    Saya rekomendasikan membaca Bab 2 “Belajar dari Penderitaan”

    Ebook nya tersedia gratis di Dhammacitta.org ini:

    http://dhammacitta.org/perpustakaan/ebook/umum/menyembuhkan-diri-mengatasi-derita

    Semoga bermanfaat ;)

  • http://www.swaberita.com dinda

    memaafkan memang agk sulit drpd meminta maaf.,

  • http://www.gratisiklan.com maya chan

    memaafkan adalah hal yang paling sulit..maka belajarlah selalu untuk membesarkan hati..^^

  • tary

    keren,…..
    kisah yang sangat menyentuh
    semoga semua orang bisa lebih bersabar……

  • Lie Po Hian

    Artikel yg menarik dan menyentuh hati, terkadang apa yg kita harapkan tidak sama dgn apa yg terjadi pada kenyataannya, saya sering berkata pada anak2 saya bahwa kita selalu harus bersyukur dan gembira menerima pemberian dari siapa pun, meskipun kadang2 barang kita dapat tidak sama dgn apa yg kita inginkan, karena biasanya pemberian itu disertai dgn ketulusan dan cinta kasih.
    Terkadang utk suatu kesalahan yg menyakitkan hati kita sangat susah utk memaafkan, tetapi jika sayang pada org tsb dan menyadari bahwa semua org tak pernah luput dari kesalahan mestinya kita dapat memaafkan org tersebut.

  • berliana

    memaafkan itu indah mengampuni apalagi untuk itulah kt belajar menata hati kt tetap dapat terseyum walau hati kt sgt sakit hanya orang yg berhati sgt lembut dan hanya berserah pd Tuhan lah shgga kt sanggup mengampuni bila kt secara manusia itu sulit ttp bersama Tuhan kt bisa mari kt belajar menata hati kita seturut kehendak Tuhan